00:00Saya ke Pak Ugro, Pak Ugro, kalau melihat ya Pak, Kapolri gitu Pak, dalam posisi ada dua lagi perguruan tinggi
00:10yang terlibat, ini selebihnya proses sedang beriksa.
00:14Untuk apa Pak, kalau tidak ada kekuatan yang lebih besar kepada Presiden?
00:18Dia juga dalam posisi yang tidak sedang dirugan oleh Presiden, bahkan dalam banyak kesempatan diberi penghargaan terkait dengan MBG,
00:27juga pujian dalam banyak kesempatan, kira-kira Bapak melihat ini sedang berpolitik seorang Kapolri saat itu, karena disebut tahun 2025
00:38kan Pak,
00:39atau memang punya target tertentu, ini kan sebetulnya tidak lazim Pak, polisi yang harusnya tegak lurus dengan Presiden, tapi melakukan
00:47itu.
00:49Kembali lagi kalau dari awal, pendoman hidup dan pendoman kerja Polri itu kan tribrata dan catur prasut.
00:58Itu tidak bisa lagi ditawar-tawar lagi, ya kan? Jadi kalau tribrata yang selalu saya katakan yang ketiga,
01:09Yana Anusa Sana Dharma, wajib menjaga ketertiban pribadi dari rakyat.
01:16Kalau dibilang rakyat itu ya, mulai dari rakyat dimanapun yang ada di Indonesia,
01:20mungkin sampai jabatan terdiri Presiden itu rakyat.
01:24Jadi ketertiban pribadinya harus dijaga, tidak perlu disadap, buat apa disadap?
01:31Kecuali rakyat yang diduga melakukan tindak pidana berkaitan dengan pasal 258 ayat 1.
01:38Kenapa kali ini seperti yang disampaikan oleh Kabar Reskrim, sudah jadi tersangka kok berani melakukan penjarapan ke Presiden?
01:47Pasti ada motivasi yang...
01:49Ya, kalau dianalisa kepentingan pribadinya apa manfaatnya menyadap.
01:55Sebagai dalam kapasitas sebagai Kapolri?
01:58Sebagai Kapolri ini menyadap.
02:00Dalam rangka Pak Kapolri menyadap ini kan urusan penyidik.
02:05Bukan Kabar Reskrim juga, gitu loh.
02:08Jadi kalau dikatakan ini tidak ada mesej pesan dari pihak lain, kan buat apa sih?
02:15Agak susah diberikan akal sehat.
02:18Iseng nyadap buat apa seperti itu.
02:19Jadi ya sekarang sudah lanjut seperti ini, mari kita buka ada apa sebenarnya.
02:24Kalau Pak Ugro, Pak saya akan lanjutkan tadi yang jawaban Pak Ugro.
02:28Kira-kira siapa yang memberikan perintah kepada seorang Listio?
02:35Ya seharusnya begitu seorang Kapolri lah katakan gitu.
02:40Itu kan loyal pada Presiden sebagai Kepala Negara.
02:43Presiden siapapun lah.
02:45Ya mungkin bagusnya tadi katakan bisa diganti begitu Presiden baru.
02:49Tapi kalau Presiden siapapun harus yakin kalau Kapolri Panglimatian itu ya loyal sampai Kepala Negara saat itu siapa yang jabat.
03:00Kalau yang sudah selesai jabat, Pak SBY dulu enggak ada Kapolri yang masih jabat sebentar terus langsung tetap Pak SBY
03:08kan enggak ada.
03:09Nah hal-hal seperti ini jangan sampai terjadi ke depan lagi.
03:11Kalau sudah selesai ya selesai.
03:13Jadi mungkin ini kan ada kedekatan karena dulu mungkin pernah sama-sama di Solo dan sebagainya.
03:19Nah itu enggak harus dilangkan.
03:21Jadi begitu masuk ke polisi ini, satu insan rastrasewak utama yang ditempel di kepalanya polisi topinya itu kan.
03:27Rastrasewak utama.
03:28Abdi utama dari Nusa dan bangsa.
03:31Mengabdian kepada Nusa dan bangsa bukan kepada perolahan di situ.
03:34Nah ini mungkin.
03:35Dalam hal ini Bapak melihat bahwa ada loyalitas kepada individu.
03:39Ya.
03:40Maka ketika sudah berganti pimpinan dalam ini presiden berganti pun masih seperti.
03:44Kalau kepentingan individu mantan presiden misalnya.
03:47Ya.
03:48Itu tidak ada kaitan dengan ada politik masa depan.
03:51Bukan masa lalu loh.
03:53Polisi masa depan.
03:55Ini kan berarti ada target seperti itu.
03:57Jadi sudah lah kalau sekarang sudah seperti ini ya mari kita perbaiki ke depan.
04:01Jangan sampai terjadi-terjadi lagi sampai kata-kata kalau orang-orang sekarang bilang sebutkan Partai Coklat.
04:07Kita bisa dibilang Partai Coklat.
04:10Udahlah hilangkan itu istilah Partai Coklat.
04:12Mari kembalikan Polri yang utuh yang dulu.
04:14Artinya Pak Partai Coklat itu kan keluar dari masyarakat karena melihat perilaku lembaga polis selama ini.
04:21Elit-elitnya Pak ya.
04:22Tapi kalau mau hilang itu kan berarti harus ada perubahan besar dan ditunjukkan oleh Keternal Polri.
04:26Ini harusnya secara terpimpin mungkin dari perintah dari Kapolri yang sekarang Pak Coklat jelas saja.
04:34Tidak ada lagi yang terlibat-terlibat dalam persoalan-persoalan politik seperti itu sampai ke daerah-daerah.
04:39Tidak ikut nyumbang dan sebagainya.
04:42Udahlah kembali Polri yang utuh yang profesional seperti yang diharapkan oleh.
04:46Dan ini momentum yang untuk memulai itu Pak ya?
04:48Iya ini kembali kepada momentum kembali kepada jalan yang benar itu aja.
04:53Oke. Benarkah penyadapan terhadap Presiden ini memang bertujuan untuk makar?
04:57Terima kasih telah menonton!