00:00Saudara kebakaran hutan dan lahan di Palangkaraya, Kalimantan Tengah belum sepenuhnya berakhir.
00:05Kabut asap kembali menyelimuti kota.
00:07Setelah 4 hari merasakan kualitas udara yang lebih baik,
00:11hari ini saudara kualitas udara Palangkaraya kembali masuk kategori berbahaya.
00:19Kabut asap kembali menyelimuti kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah.
00:23Setelah 4 hari merasakan kualitas udara yang lebih baik,
00:26Kabut asap kembali membatasi jarak pandang di sejumlah ruas jalan.
00:30Data Kementerian Lingkungan Hidup, kualitas udara di Palangkaraya kembali masuk kategori berbahaya.
00:35Konsentrasi partikulat PM2,5 tercatat mencapai 384 mikrogram per meter kubik.
00:45Keterbatasan sumber air menjadi kendala dalam proses pemadaman.
00:52Kayaknya memang sudah menghilang.
00:54Tapi kayaknya ini kok, kayaknya ada lagi nih.
00:57Sekarang dia?
00:58Iya, ini 2 hari ini kayaknya kan semakin tebal lagi nih kayaknya.
01:01Mungkin kalau masuk ke arah Serajawali atau Jelik Rewut yang ke atas itu mungkin semakin menyengat di sana.
01:09Menteri Lingkungan Hidup, Muhammad Zumhur Hidayat,
01:12menyebut area terbakar di lahan konsesi melibatkan 356 perusahaan.
01:17Semua perusahaan akan diperiksa untuk mengetahui siapa saja yang sengaja membakar hutan dan lahan.
01:23Bahkan, Jumhur bilang berdasarkan informasi intelijen,
01:27ada indikasi sabotase membakar hutan dan lahan untuk merusak citra pemerintah.
01:33Namun semua ini masih didalami agar pelaku bisa ditangkap dan kebakaran tidak semakin meluas.
01:44Tapi dulu ada indikasi sementara ya, ini sementara, sabotase.
01:48Jadi ada orang yang memang barangkali mau merusak citra pemerintah gitu ya,
01:53dengan cara membakar.
01:54Karena kita lagi didalami itu, saya dapat informasi intelijen seperti itu.
01:58Nah ini jahat, jahat kalau ini terjadi, ini teroris terjadi.
02:03Karena berdampak luas dengan cara yang dia manfaatkan situasi.
02:07Nah, ada pun pemilik-pemilik konsesi yang membakar, ini tetap sedang dalam verifikasi.