Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
PALANGKA RAYA, KOMPAS.TV - Kebakaran hutan dan lahan di Palangka Raya, Kalimantan Tengah belum sepenuhnya berakhir. Kabut asap kembali menyelimuti kota.

Setelah empat hari merasakan kualitas udara yang lebih baik, hari ini kualitas udara Palangka Raya kembali masuk kategori berbahaya.

Kabut asap kembali menyelimuti Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Setelah empat hari merasakan kualitas udara yang lebih baik, kabut asap kembali membatasi jarak pandang di sejumlah ruas jalan.

Data Kementerian Lingkungan Hidup, kualitas udara di Palangka Raya kembali masuk kategori berbahaya. Konsentrasi partikulat PM2,5 tercatat mencapai 384 mikrogram per meter kubik.

Keterbatasan sumber air menjadi kendala dalam proses pemadaman.

Menteri Lingkungan Hidup, Mohammad Jumhur Hidayat menyebut area terbakar di lahan konsesi melibatkan 356 perusahaan.

Semua perusahaan akan diperiksa untuk mengetahui siapa saja yang sengaja membakar hutan dan lahan.

Bahkan, Jumhur bilang berdasarkan informasi intelijen, ada indikasi sabotase membakar hutan dan lahan untuk merusak citra pemerintahan.

Namun, semua ini masih didalami agar pelaku bisa ditangkap dan kebakaran tidak semakin luas.

Baca Juga Belum Usai, Kabut Asap Karhutla Kembali Selimuti Palangka Raya | KOMPAS SIANG di https://www.kompas.tv/regional/699448/belum-usai-kabut-asap-karhutla-kembali-selimuti-palangka-raya-kompas-siang

#karhutla #kabutasap #palangkaraya

_

Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/699539/kabut-asap-kembali-selimuti-palangka-raya-kualitas-udara-masuk-kategori-berbahaya-kompas-petang
Transkrip
00:00Saudara kebakaran hutan dan lahan di Palangkaraya, Kalimantan Tengah belum sepenuhnya berakhir.
00:05Kabut asap kembali menyelimuti kota.
00:07Setelah 4 hari merasakan kualitas udara yang lebih baik,
00:11hari ini saudara kualitas udara Palangkaraya kembali masuk kategori berbahaya.
00:19Kabut asap kembali menyelimuti kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah.
00:23Setelah 4 hari merasakan kualitas udara yang lebih baik,
00:26Kabut asap kembali membatasi jarak pandang di sejumlah ruas jalan.
00:30Data Kementerian Lingkungan Hidup, kualitas udara di Palangkaraya kembali masuk kategori berbahaya.
00:35Konsentrasi partikulat PM2,5 tercatat mencapai 384 mikrogram per meter kubik.
00:45Keterbatasan sumber air menjadi kendala dalam proses pemadaman.
00:52Kayaknya memang sudah menghilang.
00:54Tapi kayaknya ini kok, kayaknya ada lagi nih.
00:57Sekarang dia?
00:58Iya, ini 2 hari ini kayaknya kan semakin tebal lagi nih kayaknya.
01:01Mungkin kalau masuk ke arah Serajawali atau Jelik Rewut yang ke atas itu mungkin semakin menyengat di sana.
01:09Menteri Lingkungan Hidup, Muhammad Zumhur Hidayat,
01:12menyebut area terbakar di lahan konsesi melibatkan 356 perusahaan.
01:17Semua perusahaan akan diperiksa untuk mengetahui siapa saja yang sengaja membakar hutan dan lahan.
01:23Bahkan, Jumhur bilang berdasarkan informasi intelijen,
01:27ada indikasi sabotase membakar hutan dan lahan untuk merusak citra pemerintah.
01:33Namun semua ini masih didalami agar pelaku bisa ditangkap dan kebakaran tidak semakin meluas.
01:44Tapi dulu ada indikasi sementara ya, ini sementara, sabotase.
01:48Jadi ada orang yang memang barangkali mau merusak citra pemerintah gitu ya,
01:53dengan cara membakar.
01:54Karena kita lagi didalami itu, saya dapat informasi intelijen seperti itu.
01:58Nah ini jahat, jahat kalau ini terjadi, ini teroris terjadi.
02:03Karena berdampak luas dengan cara yang dia manfaatkan situasi.
02:07Nah, ada pun pemilik-pemilik konsesi yang membakar, ini tetap sedang dalam verifikasi.

Dianjurkan