00:0024. PRABOA BINU!
00:18Memasuki tahun ketiga pemerintahan Prabowo-Gibran,
00:21polemik ijazah semakin memanas dan menjadi sorotan tajam
00:24dalam panggung politik nasional.
00:26Wakil Presiden Gibran Akabuming terbelit kasus keapsaan dokumen pendidikan
00:31alias ijazah atau bernasib sama seperti yang dialami ayahnya,
00:35Presiden ketujuh, Jokowi Dodo.
00:38Jokowi menilai ada operasi politik dan penumpang gelap
00:41yang sengaja digulirkan dibalik polemik keapsaan ijazah
00:44yang ditudingkan kepadanya dan Gibran.
00:47Ya kan sudah saya sampaikan sejak awal.
00:51Ini ada operasi politik,
00:53kemudian ada penumpang gelap yang menunggangi lagi.
00:58Jadi menjadi ramai sekali.
01:00Tapi ya buat saya biasa saja.
01:04Sekali lagi, operasi politik untuk mendowngrade reputasi politik.
01:11Seseorang.
01:12Bapak atau mas gimana kita maksudnya?
01:13Ya dua-duanya bisa.
01:16Di tengah tundingan operasi politik yang dilontarkan Jokowi,
01:20sejumlah partai politik justru mulai bergerak menentukan sikap.
01:24PDIP mengaku telah berkomunikasi dengan Partai Keadilan Sejahtera
01:27untuk membahas polemik ijazah Gibran.
01:29Karena bagaimanapun juga keputusan Mahkamah Konstitusi terang-benerang,
01:35kemudian ternyata juga dari aspek persyaratan minimum yang ditetapkan oleh Konstitusi,
01:42adanya syarat ijazah SMA atau sederajat,
01:46ternyata Mahkamah Konstitusi tidak menemukan adanya ijazah itu.
01:50PDIP perjuangan juga mendengarkan masukan-masukan dari para guru besar
01:56yang juga sudah menyatakan sikapnya tentang pelanggaran etika yang sangat serius
02:01yang justru menjadi beban dari kepemimpinan Presiden Prabowo.
02:07Polemik ijazah Gibran memantik tanya apa sikap dari pemerintah, terutama Presiden.
02:13Benarkah hubungan Prabowo-Gibran tengah berada di persimpangan jalan?
02:17Rekam jejak jalinan politik Prabowo-Gibran terbangun dari kendekatan dan konsolidasi elektoral di tahun 2024.
02:24Prabowo menjadi sosok yang lebih dulu menjajaki komunikasi politik jelang Pilpres 2024 pada dinasti Jokowi.
02:32Dua tahun sebelum Pilpres, tepatnya Juni 2022,
02:35kemesraan keduanya tampak kalau Gibran belajar berkuda bersama Prabowo di Hambalang.
02:40Setahun kemudian pada Mei 2023,
02:43keduanya kembali bertemu di Solo di hadapan relawan Jokowi-Gibran.
02:46Pertemuan ini jadi salah satu potret kedekatan politik Prabowo dengan Gibran
02:50yang saat itu masih menjabat sebagai wali kota Solo.
02:54Penjajakan itu kemudian bermuara pada deklarasi Prabowo-Gibran
02:57sebagai pasangan Capres dan Cawapres pada 25 Oktober 2023.
03:02Di hadapan para ketua umum partai pengusung dan para pendukung,
03:05Gibran menegaskan kesiapannya untuk menjadi Cawapres Prabowo dalam Pilpres 2024.
03:12Tenang saja Pak Prabowo.
03:17Tenang saja Pak.
03:20Saya sudah ada di sini.
03:25Sementara itu pada acara konsolidasi pemenangan 10 Desember 2023,
03:30Prabowo pun secara terbuka menegaskan bahwa Gibran
03:33merupakan sosok yang ia pilih sendiri untuk mendampinginya
03:36dalam kontestasi Pilpres 2024.
03:39Mungkin bisa dikatakan calon yang saya pilih,
03:43saya yang minta,
03:45saya yang memilih.
03:46Tidak ada itu dinasti-dinastian.
03:49Kalau keluarga memberi anak-anaknya untuk Republik,
03:53apa salahnya?
03:53Kita harus berterima kasih.
03:55Kita harus bersyukur pada keluarga yang memberi
03:58anak-anaknya untuk Republik ini.
04:01Kini arah kepemimpinan duet Prabowo Gibran
04:04menuju tahun 2029 diselimuti kabut.
04:07Kalau partai politik seperti Golkar dan PKB
04:09telah menyatakan dukungannya untuk mengusung Prabowo
04:12sebagai Cawapres 2029,
04:14sementara posisi kandidat Cawapres masih penuh spekulasi.
04:18Akankah koalis besar tetap mengusung terah Jokowi
04:20di tengah kemelut polemik ijasa
04:22atau bahkan langkah dinasti politik Jokowi
04:24akan terhenti di tengah jalannya roda pemerintahan?
04:30Saudara tidak hanya di ranah hukum,
04:32namun bola panas terkait dengan polemik
04:34ijasa wakil Presiden Gibran
04:36juga bergulir di ranah politik.
04:38Sejumlah partai mulai merapatkan barisan di parlemen,
04:41lalu pertanyaannya,
04:42apakah nasib dari Gibran sebagai wakil Presiden
04:46sudah berada di persimpangan jalan?
04:48Saya akan tanyakan kepada Ketua DPP PDI Perjuangan,
04:51Bang Andreas Hugo Parira.
04:53Bang Hugo, terima kasih.
04:54Halo, Jipo.
04:55Bang Hugo, kita tahu bahwa
04:57Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan
04:59salah satu partai yang kemudian bersuara
05:01dalam tanda kutip paling keras
05:02terkait dengan polemik ijasa Gibran,
05:04bahkan sempat ada statement
05:06bahwa sebaiknya Gibran
05:07mengundurkan diri sebagai wakil Presiden.
05:09Apa maknanya?
05:10Ya, ini sesuatu yang luar biasa.
05:13Dalam artinya,
05:13MK melaksanakan perintah dari Undang-Undang Dasar
05:17bahwa kita perlu melakukan
05:21penyelidikan kembali
05:22terhadap pemilu,
05:23proses pemilu yang jujur dan adil.
05:25berdasarkan apa yang temuan-temuan
05:28yang dilakukan oleh
05:29pemohon dalam hal ini,
05:30Deni Indrayana dan kawan-kawan.
05:32Pertimbangan-pertimbangan untuk keputusan itu
05:34memberikan ruang
05:37kepada lembaga lain
05:38untuk melakukan
05:41penyelidikan lebih jauh.
05:42Dan itu tugasnya DPR.
05:44Tugasnya DPR?
05:44Tugasnya DPR untuk melakukan pengawasan.
05:47Dan proses itu,
05:48ya kita lihat di dalam,
05:49di ruang itu ada di dalam
05:51pasal 7A sampai 7B, 7C.
05:55Di mana ruang untuk
05:58melakukan
05:58impeachment.
06:00Dan DPR punya hak untuk itu.
06:02Apakah bisa menggunakan hak angket
06:05atau hak untuk menyatakan pendapat.
06:08Ini penting dan perlu dilanjutkan.
06:10Perlu dilanjutkan?
06:11Karena apa?
06:12Karena,
06:13kalau tidak proses ini akan
06:14menjadi
06:16mengambang terus.
06:17Dan masyarakat akan bertanya terus.
06:19Dan akan menjadi beban juga buat DPR.
06:21Menjadi beban juga buat pemerintah.
06:23Dari PDIP sendiri,
06:25ketika tadi
06:25Bang Hugo menyatakan bahwa
06:27yang harus menindaklanjuti adalah DPR.
06:29PDIP sendiri melihat apakah
06:31hak yang digunakan ini
06:32lebih tepat hak angket
06:34atau mungkin hak menyorakan pendapat.
06:35Karena itu juga yang didorong
06:36oleh sejumlah aliansi masyarakat sipil.
06:38Hak angket itu hak untuk menyelidiki.
06:40Betul.
06:41Proses penyelidikan itu sebenarnya
06:43sudah dilakukan oleh MK.
06:46Dan sementara
06:47kalau kita mengulang lagi,
06:48oke.
06:49Bisa juga dilakukan di DPR.
06:51Tapi kalau untuk lebih,
06:52apa, istilahnya lebih cepat.
06:54Iya.
06:55Karena di hak
06:56menyatakan pendapat itu,
06:58kalau diduga ada perbuatan tercelah.
07:01Iya.
07:01atau DPR menganggap
07:04atau dugaan bahwa
07:05yang bersangkutan
07:07itu tidak memenuhi lagi
07:08persyaratan untuk menjadi
07:10wakil presiden.
07:12Karena pelanggaran-pelanggaran
07:14yang dilakukan tadi.
07:15Sejauh ini,
07:15apakah sudah ada komunikasi
07:17yang kemudian terjalin
07:18antara fraksi PDIP
07:19mungkin dengan fraksi lainnya?
07:21Iya, saya secara pribadi
07:23ketika
07:23teman-teman aktivis,
07:26Rai Rangkuti dan kawan-kawan
07:28itu bertemu dengan
07:29PKS,
07:31DPP PKS.
07:33Saya sempat kontak juga
07:34dengan Pak Presiden PKS
07:36karena kebetulan
07:36kami di komisi,
07:39saya kenal beliau cukup lama,
07:40jadi di DPR ini,
07:42sehingga saya tanya,
07:43apakah ini memang
07:44PKS punya rencana
07:46yang serius
07:46untuk menindaklanjuti
07:49keputusan MK?
07:52Ya,
07:53Presiden PKS
07:53menanyakan kembali
07:54ke PDI Perjuangan,
07:57bagaimana PDI Perjuangan?
07:57Saya bilang,
07:58kita persoalan ini,
08:00ya,
08:00hal yang menurut kami,
08:02menurut saya,
08:03itu hal yang prinsip.
08:04Sebagai partai nomor satu
08:06di Parlemen,
08:07apakah Partai Demokrasi
08:08Indonesia Perjuangan
08:09siap untuk kemudian
08:10menjadi inisiator
08:11pembahasan terkait
08:13dengan polemik
08:14Ijazah Kibran di Parlemen?
08:15Ya, inisiator
08:16itu secara formal
08:17mungkin saja, gitu.
08:23PKS sebagai partai politik
08:25dan kami menyediakan diri
08:27sebagai jembatan aspirasi
08:29termasuk Prof. Denny
08:31dan teman-teman,
08:32juga koalisi masyarakat sipil
08:33yang sudah sedang
08:35dan akan ke PKS.
08:37Kami sebagai jembatan komunikasi.
08:41Isu terkait dengan
08:43polemik Ijazah Kibran ini
08:44tak kunjung di gubris
08:46oleh Presiden Prabowo Subianto.
08:47Apakah hal ini
08:48tidak menunjukkan
08:49bahwa hubungan politik
08:50antara Prabowo dan Kibran
08:52berada di persimpangan jalan?
08:53Terima kasih telah menonton!
08:54Terima kasih telah menonton!