Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Karhutla belum berakhir. Kabut asap kembali menyelimuti Kota Palangka Raya. Kualitas udara juga masih berada di level berbahaya.

Meski sempat diguyur hujan dalam beberapa hari terakhir, kebakaran hutan dan lahan di Palangka Raya belum sepenuhnya usai.

Sejak Selasa pagi, kabut asap kembali menyelimuti Kota Palangka Raya imbas dari karhutla.

Sebaran kabut asap kini mulai kembali tampak, mengepung setiap sudut kota. Bahkan, menurut data dari Kementerian Lingkungan Hidup, kualitas udara di Kota Palangka Raya kembali masuk dalam level berbahaya, dengan konsentrasi partikulat PM2.5 mencapai angka 384 mikrogram per meter kubik.

#karhutla #palangkaraya #kualitasudara

Baca Juga PSI: Isu Ijazah Gibran Bukan Kebetulan, Ada yang Suntik Bensin | DIPO di https://www.kompas.tv/video/699445/psi-isu-ijazah-gibran-bukan-kebetulan-ada-yang-suntik-bensin-dipo



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/699448/belum-usai-kabut-asap-karhutla-kembali-selimuti-palangka-raya-kompas-siang
Transkrip
00:00Karhutla belum berakhir, kabut asap kembali menyelimuti kota Palangkaraya.
00:05Kualitas udara juga masih berada di level berbahaya.
00:13Meski sempat diguyur hujan dalam beberapa hari terakhir,
00:16namun kebakaran hutan dan lahan di Palangkaraya belum sepenuhnya usai.
00:20Sejak selasa pagi, kabut asap kembali menyelimuti kota Palangkaraya,
00:25imbas dari Karhutla.
00:26Sebaran kabut asap kini mulai kembali tampak, mengepung setiap sudut kota.
00:32Bahkan, menurut data dari Kementerian Lingkungan Hidup,
00:35kualitas udara di kota Palangkaraya kembali masuk dalam level berbahaya
00:39dengan konsentrasi partikulat PM25 mencapai angka 384 mikrogram per meter kubik.
00:53Kalau kemarin pas hujan lebat, kayaknya emang udah menghilang.
00:57Tapi kayaknya nih kok, kayaknya ada lagi nih kembali.
01:00Sekarang dia?
01:00Iya, ini dua-dua hari ini kayaknya kan semakin tebal lagi nih kayaknya.
01:03Kalau daerah sini nggak begitu terasa,
01:07tapi kalau mungkin kalau masuk ke arah Keraja Wali
01:09atau Jelik Riwut yang ke atas itu mungkin semakin menyengat di sana.
01:17Sementara itu di Jambi Saudara, Gubernur Al-Haris menyebut saat ini
01:22masih terdapat tiga titik asap karhutlah yang terjadi di wilayahnya.
01:26Ketiganya berada di kawasan Taman Nasional Berbak Sembilang
01:29pada lahan gambut di wilayah Desa Jebus dan Sungai Sayang.
01:33Sebelumnya, ketiga titik api sempat padam setelah diguyur hujan.
01:38Namun, karakteristik lahan gambut yang mudah menyimpan panas
01:41membuat timbulnya asap kembali.
01:43Sementara itu, total luasan lahan yang terbakar
01:46dari Januari hingga 1 November mencapai 5.304 hektare.
01:55Hari sudah habis semuanya.
01:57Sudah dingin, asap sudah habis tidak ada lagi.
02:02Kemudian tidak ada lagi api yang menyala.
02:05Tetapi di lahan gambut di Taman Nasional,
02:09di daerah Jebus, Sungai Sayang,
02:13itu masih ada tiga titik disana yang masih ada asap.
02:17Dan saya sepanjang belum dicabut
02:21SK Siaga kita,
02:24dan saya belum berani untuk kelepasan.
02:27Supaya itu masih mengerjakan masing-masing.
02:30Situasi terkini kondisi kabut asap Imbaskar Hutla
02:33yang menyelimuti Palangkaraya
02:34akan disampaikan oleh jurnalis Kompas TV
02:36Kurnia Tarigan dari Palangkaraya, Kalimantan Tengah.
02:39Selamat siang, Kurnia.
02:41Bagaimana dengan kondisi kabut asap siang ini?
02:43Apakah masih cukup tebal atau sudah mulai menipis?
02:46Ya, selamat siang, Imron dan Saudara.
02:49Dapat kami informasikan dari Palangkaraya.
02:53Terkait dengan kondisi atau kejadian kebakaran hutan dan lahan
02:56yang sudah terjadi sejak lima bulan.
02:59Dampaknya empat bulan.
03:01Kota Palangkaraya terselimuti kabut asap.
03:04Namun, Imron dan Saudara,
03:07memang dalam sepekan yang lalu,
03:09intensitas curah hujan cukup tinggi turun di Palangkaraya.
03:13Meski berdurasi sangat pendek,
03:15tapi hal itu dapat membantu upaya pemadaman
03:20atau pemadaman api yang sedang membara pada lokasi lahan gambut.
03:25Namun, Imron dan Saudara,
03:28dengan rendahnya durasi waktu dari curah hujan,
03:32belum mampu melakukan atau memadamkan barak api yang berada
03:37dalam lapisan gambut.
03:39Sehingga kepulan asap dari lapisan gambut
03:42masih terus keluar dan menyelimuti Kota Palangkaraya.
03:46Sejak sepekan yang lalu,
03:48memang kondisi Kota Palangkaraya jauh lebih baik
03:52dibanding waktu-waktu atau hari-hari sebelumnya.
03:55Kondisi kualitas udara juga berangsur-angsur lebih membaik.
03:59Namun, pada siang ini, Imron dan Saudara,
04:03kondisi di Kota Palangkaraya tampak kabut asap mulai kembali
04:08menyelimuti Kota Palangkaraya.
04:11Bahkan kami mencatat berdasarkan data dari Kementerian Lingkungan Hidup.
04:17Pada pukul 9 lewat 15 waktu Indonesia bagian Barat,
04:22kualitas udara pada konsentrasi partikulat PM 2,5 di Kota Palangkaraya
04:28mencapai angka 348 mikrogram per meter kubik
04:35atau berada atau kembali berada masuk pada level kualitas udara berbahaya.
04:43Bahkan kami mencatat dari data BPBD Kota Palangkaraya
04:48sejak tanggal 1 Juni hingga tanggal 1 November
04:53sedikitnya ada tercatat 1.466 hektare luas lahan
05:00yang sudah hangus terbakar dengan kejadian 997 kali.
05:06Bahkan dalam sepekan, Imron dan Saudara,
05:09kami memeriksa data yang datang dari,
05:13yang kami ambil dari data BPBD Kota Palangkaraya.
05:17Ada 1 hektare penambahan luas lahan yang terbakar
05:20dan ada 3 kali kejadian kebakaran yang terjadi dalam sepekan.
05:26Artinya, mungkin kabut asap yang saat ini mulai tampak terlihat
05:30dengan menurunnya intensitas hujan dalam sehari
05:34bisa menambah titik api dan kejadian kebakaran hutan
05:38yang terjadi di Kota Palangkaraya.
05:40Bahkan, Imron dan Saudara,
05:42dampak dari kebakaran hutan dan lahan
05:44yang menimbulkan kepulan asap di Kota Palangkaraya
05:47sedikitnya ada 12.000 kasus ISPA
05:50yang tercatat di Kota Palangkaraya.
05:54Dampak dari kabut asap yang saat ini terjadi
05:56juga telah memperpendek jarak pandang.
05:59Jarak pandang yang kami catat berdasarkan data dari Kota Palangkaraya,
06:05BPBD Kota Palangkaraya,
06:07lebih dari 1.500 meter atau 1,5 kilometer hingga 2 kilometer.
06:15Imron.
06:15Baik, setelah sempat membaik udara di Palangkaraya,
06:19hari ini kabut asap kembali menebar
06:21dan dari data yang didapat,
06:24ada sekitar 1 hektare luasan penambahan lahan yang terbakar.
06:28Terima kasih atas laporan Anda, Jurnalis Kompas TV,
06:30Kurnia Tarigan dari Palangkaraya.

Dianjurkan