00:01Duka akibat gempa dengan magnitudo 7,7 yang mengguncang sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur pada Agustus lalu
00:08masih membaik kehidupan warga Kabupaten Nagikeo.
00:12Sejumlah tantangan harus dihadapi di tengah upaya pemulihan infrastruktur yang terus dikebut pemerintah maupun pihak-pihak pendukung lainnya.
00:45Tujuh kabupaten kota di Nusa Tenggara Timur merasakan dampak dasyatnya gempa dengan magnitudo 7,7 yang terjadi 15 Agustus 2026.
00:59Selain jatuhnya korban yang menyisakan duka, kerusakan pada tempat tinggal serta fasilitas umum juga menjadi tantangan yang harus dihadapi warga.
01:10Di Nagikeo tercatat kerusakan berat terjadi pada 127 sekolah, 9 fasilitas kesehatan, 167 rumah ibadah, 138 kantor pemerintah, 22 akses
01:24jalan, 2 pelabuhan dan 13 jembatan.
01:28Sejumlah keluarga juga terpaksa bertahan di pengungsian dan saling berbagi ruang.
01:34Warga pun ingin segera meninggalkan tenda darurat dan kembali menjalani kehidupan di tempat tinggal yang lebih layak.
01:49Kini pembangunan hunian sementara atau huntara mulai memberi harapan baru.
01:56Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB tengah membangun 319 unit huntara bagi warga terdampak di tujuh kecamatan di Nagikeo.
02:06Berdasarkan kondisi itu, hasil daripada verifikasi yang sudah divalidasi, itu total saat ini ada 319 unit.
02:17Dari 319 unit itu, kondisi saat ini sedang berjalan, proses pembangunan di setiap wilayah, yaitu hampir semua kecamatan.
02:28Ada tujuh kecamatan dengan dia punya jumlah yang bervariasi.
02:31Kondisi saat ini, prosentasi kemajuan pembangunan huntara sudah 14 persen, dari total 319 unit itu.
02:41Huntara adalah hunian sementara, sedangkan bangunan itu tetap sampai kapanpun dipakai oleh masyarakat menjadi milik dia.
02:49Kemudian ketika ada bangunan huntap, hunian tetap, mereka pindah ke bangunan hunian tetap itu.
02:56Salah satu lokasi pembangunan berada di desa Nangadero.
03:01Di desa ini, sekitar 74 unit huntara berukuran 4x6 meter tengah dibangun.
03:08Pembangunannya ditargetkan selesai pada November mendatang, untuk kemudian ditempati warga yang rumahnya rusak berat.
03:15Bagi warga, huntara bukan sekedar bangunan sementara, melainkan menjadi harapan untuk mengakhiri hari-hari panjang di tenda pengusian.
03:26Di tengah proses pemulihan ini, cerita lain juga datang dari Kelurahan Dangah.
03:32Satu unit huntara yang telah selesai dibangun BNPB, kini menjadi tempat tinggal sementara,
03:37bagi Homala Dewi bersama suami dan tiga anaknya.
03:42Saat gempa, Homala sempat tertimpa reruntuhan bangunan, hingga mengalami patah kaki dan harus menggunakan tongkat.
03:50Homala kini bersyukur, karena ia dan keluarga memiliki tempat berlindung yang lebih layak.
03:57Meski sebagian anggota keluarga masih tidur di tenda, lantaran keterbatasan kamar.
04:03Kami mendapatkan huntara ini sudah, kalau dibuat ini mungkin sudah lama, ada satu bulan.
04:12Kami terus setelah itu, kami baru masuk ini tiga minggu yang lalu.
04:18Tiga minggu yang lalu, syukur ya, bersyukur sekali sih.
04:25Karena rumah sudah tidak mungkin bisa dihuni lagi.
04:31Dengan suasana tenda yang juga keterbatasan tenda untuk di cuaca seperti ini,
04:38tiba-tiba dari BPBD yang anggap,
04:45Wah kami memang sudah berat nih, harus buru-buru diberikan huntara ini, jadi kami benar-benar bersyukur.
04:53Satu demi satu perbaikan fasilitas terus dikebut pemerintah,
04:57dengan dukungan sejumlah pihak lainnya.
05:00Jaringan listrik yang sempat terputus total,
05:02setelah sejumlah tiang listrik roboh, akibat gempa pun telah diperbaiki.
05:07Kembalinya pasokan listrik menjadi salah satu kemudahan yang dirasakan warga.
05:14Pas gempa itu, langsung kami keluar, listriknya langsung padam.
05:21Dari 2 hari sampai sekarang sudah stabil lagi.
05:26Kalau lampu, listrik ini digunakan untuk apa sih?
05:30Listrik ini digunakan untuk cas HP sama cok nasi.
05:34Sampai sekarang aman saja lampunya.
05:38Tidak ada yang mati hidup-mati hidup lagi?
05:41Tidak ada.
05:43Cuman baru-baru kami di Sintra ada yang perbaikin lampu.
05:47Ada petugas?
05:49Ada petugas perbaikin setiap rumah.
05:53Kepala Badan Penanggulangan Pencarian Daerah atau BPBD Nagekeo, Remigius Jago menyebut,
05:59penanganan darurat telah dilakukan sejak hari pertama gempa.
06:03Tak hanya hunian dan kebutuhan dasar, pemulihan juga mencakup berbagai fasilitas publik yang rusak akibat gempa.
06:12Fasilitas tersebut akan dimasukkan dalam rencana perbaikan dengan dukungan anggaran pemerintah pusat.
06:18Sedangkan perbaikan rumah-rumah warga dengan tingkat kerusakan di bawah 20 persen direncanakan untuk menggunakan dana pemerintah daerah dan bantuan
06:27para donatur.
06:29Teknis yang kelapangan untuk menghitung kerusakan dan kerugian bahwa fasilitas umum seperti pendidikan, kesehatan maupun fasilitas pemerintah ini sedang berjalan,
06:39mungkin hampir selesai.
06:41Kalau di gedung-gedung pemerintah maupun sekolah-sekolah itu, masa tunggu yang kena belum dibangun itu, itu adalah dengan tenda
06:48-tenda darurat.
06:49Namanya sifatnya darurat, ya semuanya serba darurat, serba terbatas.
06:54Memang betul kita contoh macam rumah sakit, kasihan para pasien, segala macam.
06:58Nah ini kita minta supaya mempercepat dan perbaikan yang di rumah sakit ada unit-unit yang sudah dinilai oleh dinas
07:09PUPR.
07:11Masih panjang perjalanan untuk pemulihan wilayah terdampak gempa di NTT.
07:17Di balik proses pembangunan dan perbaikan, ada harapan yang terus dijaga agar warga tak lagi tinggal di tenda darurat.
07:26Aktivitas ekonomi masyarakat normal sepenuhnya, serta anak-anak dapat kembali belajar dengan nyaman.
07:35Pemerintah Kabupaten Nagikeo bersama pemerintah pusat dan juga pemerintah Provinsi Nusat Tenggara Timur pun terus mendorong percepatan pemulihan.
07:45Bagi warga, setiap untara yang selesai dibangun, jaringan listrik yang kembali berfungsi dan fasilitas yang diperbaiki menjadi bagian dari langkah
07:55untuk kembali menjalani kehidupan yang layak.
08:02Citos Natun, Kompas TV, Nagikeo, Nusa Tenggara Timur
Komentar