Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Duka akibat gempa dengan magnitudo 7,7 yang mengguncang sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur pada Agustus lalu masih membayangi kehidupan warga Kabupaten Nagekeo.

Sejumlah tantangan harus dihadapi di tengah upaya pemulihan infrastruktur yang terus dikebut pemerintah maupun pihak-pihak pendukung lainnya.

Tujuh kabupaten/kota di Nusa Tenggara Timur merasakan dampak dahsyatnya gempa dengan magnitudo 7,7 yang terjadi 15 Agustus 2026.

Selain jatuhnya korban yang menyisakan duka, kerusakan pada tempat tinggal serta fasilitas umum juga menjadi tantangan yang harus dihadapi warga.

Di Nagekeo, tercatat kerusakan berat terjadi pada 127 sekolah, sembilan fasilitas kesehatan, 167 rumah ibadah, 138 kantor pemerintah, 22 akses jalan, dua pelabuhan, dan 13 jembatan.

Sejumlah keluarga juga terpaksa bertahan di pengungsian dan saling berbagi ruang.

Warga pun ingin segera meninggalkan tenda darurat dan kembali menjalani kehidupan di tempat tinggal yang lebih layak.

Kini, pembangunan hunian sementara atau huntara mulai memberi harapan baru.

#NTT #pascagempa #huntara

Baca Juga Truk Terjun ke Laut saat Hendak Parkir, Sopir & Kernet Sempat Terjebak | SAPA SIANG di https://www.kompas.tv/regional/699439/truk-terjun-ke-laut-saat-hendak-parkir-sopir-kernet-sempat-terjebak-sapa-siang



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/699442/pemulihan-pascagempa-ntt-huntara-dibangun-untuk-warga-terdampak-sapa-siang

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:01Duka akibat gempa dengan magnitudo 7,7 yang mengguncang sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur pada Agustus lalu
00:08masih membaik kehidupan warga Kabupaten Nagikeo.
00:12Sejumlah tantangan harus dihadapi di tengah upaya pemulihan infrastruktur yang terus dikebut pemerintah maupun pihak-pihak pendukung lainnya.
00:45Tujuh kabupaten kota di Nusa Tenggara Timur merasakan dampak dasyatnya gempa dengan magnitudo 7,7 yang terjadi 15 Agustus 2026.
00:59Selain jatuhnya korban yang menyisakan duka, kerusakan pada tempat tinggal serta fasilitas umum juga menjadi tantangan yang harus dihadapi warga.
01:10Di Nagikeo tercatat kerusakan berat terjadi pada 127 sekolah, 9 fasilitas kesehatan, 167 rumah ibadah, 138 kantor pemerintah, 22 akses
01:24jalan, 2 pelabuhan dan 13 jembatan.
01:28Sejumlah keluarga juga terpaksa bertahan di pengungsian dan saling berbagi ruang.
01:34Warga pun ingin segera meninggalkan tenda darurat dan kembali menjalani kehidupan di tempat tinggal yang lebih layak.
01:49Kini pembangunan hunian sementara atau huntara mulai memberi harapan baru.
01:56Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB tengah membangun 319 unit huntara bagi warga terdampak di tujuh kecamatan di Nagikeo.
02:06Berdasarkan kondisi itu, hasil daripada verifikasi yang sudah divalidasi, itu total saat ini ada 319 unit.
02:17Dari 319 unit itu, kondisi saat ini sedang berjalan, proses pembangunan di setiap wilayah, yaitu hampir semua kecamatan.
02:28Ada tujuh kecamatan dengan dia punya jumlah yang bervariasi.
02:31Kondisi saat ini, prosentasi kemajuan pembangunan huntara sudah 14 persen, dari total 319 unit itu.
02:41Huntara adalah hunian sementara, sedangkan bangunan itu tetap sampai kapanpun dipakai oleh masyarakat menjadi milik dia.
02:49Kemudian ketika ada bangunan huntap, hunian tetap, mereka pindah ke bangunan hunian tetap itu.
02:56Salah satu lokasi pembangunan berada di desa Nangadero.
03:01Di desa ini, sekitar 74 unit huntara berukuran 4x6 meter tengah dibangun.
03:08Pembangunannya ditargetkan selesai pada November mendatang, untuk kemudian ditempati warga yang rumahnya rusak berat.
03:15Bagi warga, huntara bukan sekedar bangunan sementara, melainkan menjadi harapan untuk mengakhiri hari-hari panjang di tenda pengusian.
03:26Di tengah proses pemulihan ini, cerita lain juga datang dari Kelurahan Dangah.
03:32Satu unit huntara yang telah selesai dibangun BNPB, kini menjadi tempat tinggal sementara,
03:37bagi Homala Dewi bersama suami dan tiga anaknya.
03:42Saat gempa, Homala sempat tertimpa reruntuhan bangunan, hingga mengalami patah kaki dan harus menggunakan tongkat.
03:50Homala kini bersyukur, karena ia dan keluarga memiliki tempat berlindung yang lebih layak.
03:57Meski sebagian anggota keluarga masih tidur di tenda, lantaran keterbatasan kamar.
04:03Kami mendapatkan huntara ini sudah, kalau dibuat ini mungkin sudah lama, ada satu bulan.
04:12Kami terus setelah itu, kami baru masuk ini tiga minggu yang lalu.
04:18Tiga minggu yang lalu, syukur ya, bersyukur sekali sih.
04:25Karena rumah sudah tidak mungkin bisa dihuni lagi.
04:31Dengan suasana tenda yang juga keterbatasan tenda untuk di cuaca seperti ini,
04:38tiba-tiba dari BPBD yang anggap,
04:45Wah kami memang sudah berat nih, harus buru-buru diberikan huntara ini, jadi kami benar-benar bersyukur.
04:53Satu demi satu perbaikan fasilitas terus dikebut pemerintah,
04:57dengan dukungan sejumlah pihak lainnya.
05:00Jaringan listrik yang sempat terputus total,
05:02setelah sejumlah tiang listrik roboh, akibat gempa pun telah diperbaiki.
05:07Kembalinya pasokan listrik menjadi salah satu kemudahan yang dirasakan warga.
05:14Pas gempa itu, langsung kami keluar, listriknya langsung padam.
05:21Dari 2 hari sampai sekarang sudah stabil lagi.
05:26Kalau lampu, listrik ini digunakan untuk apa sih?
05:30Listrik ini digunakan untuk cas HP sama cok nasi.
05:34Sampai sekarang aman saja lampunya.
05:38Tidak ada yang mati hidup-mati hidup lagi?
05:41Tidak ada.
05:43Cuman baru-baru kami di Sintra ada yang perbaikin lampu.
05:47Ada petugas?
05:49Ada petugas perbaikin setiap rumah.
05:53Kepala Badan Penanggulangan Pencarian Daerah atau BPBD Nagekeo, Remigius Jago menyebut,
05:59penanganan darurat telah dilakukan sejak hari pertama gempa.
06:03Tak hanya hunian dan kebutuhan dasar, pemulihan juga mencakup berbagai fasilitas publik yang rusak akibat gempa.
06:12Fasilitas tersebut akan dimasukkan dalam rencana perbaikan dengan dukungan anggaran pemerintah pusat.
06:18Sedangkan perbaikan rumah-rumah warga dengan tingkat kerusakan di bawah 20 persen direncanakan untuk menggunakan dana pemerintah daerah dan bantuan
06:27para donatur.
06:29Teknis yang kelapangan untuk menghitung kerusakan dan kerugian bahwa fasilitas umum seperti pendidikan, kesehatan maupun fasilitas pemerintah ini sedang berjalan,
06:39mungkin hampir selesai.
06:41Kalau di gedung-gedung pemerintah maupun sekolah-sekolah itu, masa tunggu yang kena belum dibangun itu, itu adalah dengan tenda
06:48-tenda darurat.
06:49Namanya sifatnya darurat, ya semuanya serba darurat, serba terbatas.
06:54Memang betul kita contoh macam rumah sakit, kasihan para pasien, segala macam.
06:58Nah ini kita minta supaya mempercepat dan perbaikan yang di rumah sakit ada unit-unit yang sudah dinilai oleh dinas
07:09PUPR.
07:11Masih panjang perjalanan untuk pemulihan wilayah terdampak gempa di NTT.
07:17Di balik proses pembangunan dan perbaikan, ada harapan yang terus dijaga agar warga tak lagi tinggal di tenda darurat.
07:26Aktivitas ekonomi masyarakat normal sepenuhnya, serta anak-anak dapat kembali belajar dengan nyaman.
07:35Pemerintah Kabupaten Nagikeo bersama pemerintah pusat dan juga pemerintah Provinsi Nusat Tenggara Timur pun terus mendorong percepatan pemulihan.
07:45Bagi warga, setiap untara yang selesai dibangun, jaringan listrik yang kembali berfungsi dan fasilitas yang diperbaiki menjadi bagian dari langkah
07:55untuk kembali menjalani kehidupan yang layak.
08:02Citos Natun, Kompas TV, Nagikeo, Nusa Tenggara Timur
Komentar

Dianjurkan