00:00Saya mau nanya Pak, sebenarnya ini kalau misalnya tidak terjadi perubahan yang diinginkan seperti itu,
00:07apakah nanti akan terjadi demonstrasi bisa disarankan?
00:10Atau karena misalnya disini kan tidak ada penggantian ahayu dan anis yang dimunculkan namanya?
00:15Apabila Gibran menolak ini, dan bagaimana tindakan sanjidmu?
00:20Dan apakah memang hatinya Prabowo mendukungmu dan bagaimana rekanan sanjidnya supaya ini semua bisa terlaksana?
00:28Ya prosesnya kan kalau pemberhentian DPR, DPR partai politik, partai politik tergantung bagaimana kebijakan koalisi,
00:38kebijakan pemimpin partai politik, kebijakan pemimpin partai politik juga.
00:44Kalau tidak, pasti ada aspirasi yang muncul dari masyarakat.
00:50Apakah itu menjadi aksi masa dan seterusnya? Mungkin saja.
00:54Tapi pesan kami tentu tetap menjaga kedamaian, menjaga keterdiban, kondisivitas, tidak boleh anarkis.
01:03Tapi kalau tersumbat aspirasi politik pada ceto welo-welo, kristal clear,
01:11putusan MK dan MA-nya ini ada pelanggaran, tidak memenuhi salat pendidikan,
01:16saudara Gibran Raka Buming Raka dan yang bersangkutan, saya pakai bahasa Jawa lagi tapi agak tegas diminta maaf,
01:24ndablek, ya ini sudah muncul di sosial media tapi kelihatannya perlu disampaikan.
01:29Tetap ndablek, tidak mundur, maka jangan heran kalau ada reaksi atas kendablekan itu.
01:40Untuk kemudian makin membesar aspirasi meminta yang bersangkutan mundur.
01:45Nah ini tentu harus disikapi dengan bijak.
01:49Kita sedang punya banyak masalah, seharusnya lah saudara Gibran dan seharusnya lah Bapak Jokowi menunjukkan saatnya nih
02:01untuk memikirkan kepentingan Republik.
02:04Yang paling sederhana memang, yang paling sederhana cepat, murah, tidak memperpanjang masalah ini dan mundur.
02:11Nah kita lihat lah, mudah-mudahan tidak terlalu lama ya, karena kelihatannya masih terkendala teknis reses.
02:24Reses, jadi kita tunggu.
02:27Tapi ini tanggal 2, artinya kan seminggu lagi, harusnya sudah mulai ada gerakan-gerakan awal untuk melakukan hak menyatakan pendapat
02:36itu.
02:37Paling tidak ditunjukkan.
02:38Saya mendengar beberapa partai akan melakukan penyikapan.
02:43Kita tunggu.
02:45Saya dengar ada beberapa partai yang akan mungkin menyatakan apa sikapnya, apa positioningnya,
02:52dan salah satunya saya harap menghormati putusan MK dan putusan Mahkamah Agung.
02:59Teman-teman, saya pikir itu ya.
03:02Terima kasih banyak atas keajaran teman-teman, minta maaf tempatnya sempit.
03:08Mudah-mudahan kita bisa ke depan mendapatkan kejelasan dari proses ini,
03:14sehingga Indonesia, Republik akan lebih keluar dari persoalan-persoalan yang memberatkan ini.
03:24Kita tetap tentu berharap ke depan akan lebih baik.
03:28Terima kasih.
03:28Saya tutup, Bapak.
03:31Oh sedikit, oke.
03:32Tadi ada pertanyaan bagus di beluga saya.
03:36Penggantinya siapa?
03:39Nah, kalau diberikan kepada toko-toko politik yang ada,
03:45pasti akan ribut.
03:47Kalau gitu gimana?
03:48Kalau saya aja penggantinya.
03:50Nah, itu ya.
03:51Oke.
03:53Saya belum jawab itu.
03:55Kita tidak mau bicara figur deh.
03:58Nanti kita dianggap mendorong figur, nanti kita dianggap masuk ke wilayah-wilayah politik praktis.
04:05Peran kami di sini adalah menegakkan aturan di aturan bernegara.
04:13Kalau ternyata nanti memang ada kekosongan wakil presiden,
04:16siapa yang menggantikannya,
04:18maka itu boleh dikatakan adalah hak prerogatif presiden untuk memilih dua nama.
04:25Ya sudah beliau, silahkan.
04:26Tentu kita punya harapan, punya aspirasi,
04:32yang dipilih adalah putra-putri terbaik di Republik.
04:38Mencari yang lebih...
04:42Nah, sudah lah.
04:43Di situ saja.
04:44Kalau dibandingkan dengan Gibran, nanti belok lagi.
04:48Tentu saja kita beraspirasi yang dipilih adalah putra atau putri terbaik di Republik Indonesia.
04:56Itu saja.
04:57Terima kasih teman-teman.
04:58Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.