Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV Eks Wamenkumham, Denny Indrayana, dan penggugat surat keterangan (suket) ijazah SMA Wapres Gibran Rakabuming, Subhan Palal, buka suara saat ditanya sosok pengganti Gibran jika nantinya posisi wapres kosong.

"Saya belum jawab itu. Kita tidak mau bicara figur deh. Nanti kita dianggap mendorong figur, nanti kita dianggap masuk ke wilayah-wilayah politik praktis. Peran kami di sini adalah menegakkan aturan konstitusi, aturan bernegara," ujar Denny Indrayana pada Senin (2/11/2026).

"Kalau ternyata nanti memang ada kekosongan wakil presiden, siapa yang menggantikannya? Maka itu boleh dikatakan adalah hak prerogatif Presiden untuk memilih dua nama," lanjutnya.

Baca Juga Denny Indrayana Enggan Usulkan Nama Pengganti Gibran: Kita Tidak Bicara Figur di https://www.kompas.tv/nasional/699423/denny-indrayana-enggan-usulkan-nama-pengganti-gibran-kita-tidak-bicara-figur

#gibran #dennyindrayana #wapresgibran #breakingnews


Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/699456/jawab-denny-indrayana-subhan-palal-saat-ditanya-sosok-pengganti-wapres-gibran-jika-mundur
Transkrip
00:00Saya mau nanya Pak, sebenarnya ini kalau misalnya tidak terjadi perubahan yang diinginkan seperti itu,
00:07apakah nanti akan terjadi demonstrasi bisa disarankan?
00:10Atau karena misalnya disini kan tidak ada penggantian ahayu dan anis yang dimunculkan namanya?
00:15Apabila Gibran menolak ini, dan bagaimana tindakan sanjidmu?
00:20Dan apakah memang hatinya Prabowo mendukungmu dan bagaimana rekanan sanjidnya supaya ini semua bisa terlaksana?
00:28Ya prosesnya kan kalau pemberhentian DPR, DPR partai politik, partai politik tergantung bagaimana kebijakan koalisi,
00:38kebijakan pemimpin partai politik, kebijakan pemimpin partai politik juga.
00:44Kalau tidak, pasti ada aspirasi yang muncul dari masyarakat.
00:50Apakah itu menjadi aksi masa dan seterusnya? Mungkin saja.
00:54Tapi pesan kami tentu tetap menjaga kedamaian, menjaga keterdiban, kondisivitas, tidak boleh anarkis.
01:03Tapi kalau tersumbat aspirasi politik pada ceto welo-welo, kristal clear,
01:11putusan MK dan MA-nya ini ada pelanggaran, tidak memenuhi salat pendidikan,
01:16saudara Gibran Raka Buming Raka dan yang bersangkutan, saya pakai bahasa Jawa lagi tapi agak tegas diminta maaf,
01:24ndablek, ya ini sudah muncul di sosial media tapi kelihatannya perlu disampaikan.
01:29Tetap ndablek, tidak mundur, maka jangan heran kalau ada reaksi atas kendablekan itu.
01:40Untuk kemudian makin membesar aspirasi meminta yang bersangkutan mundur.
01:45Nah ini tentu harus disikapi dengan bijak.
01:49Kita sedang punya banyak masalah, seharusnya lah saudara Gibran dan seharusnya lah Bapak Jokowi menunjukkan saatnya nih
02:01untuk memikirkan kepentingan Republik.
02:04Yang paling sederhana memang, yang paling sederhana cepat, murah, tidak memperpanjang masalah ini dan mundur.
02:11Nah kita lihat lah, mudah-mudahan tidak terlalu lama ya, karena kelihatannya masih terkendala teknis reses.
02:24Reses, jadi kita tunggu.
02:27Tapi ini tanggal 2, artinya kan seminggu lagi, harusnya sudah mulai ada gerakan-gerakan awal untuk melakukan hak menyatakan pendapat
02:36itu.
02:37Paling tidak ditunjukkan.
02:38Saya mendengar beberapa partai akan melakukan penyikapan.
02:43Kita tunggu.
02:45Saya dengar ada beberapa partai yang akan mungkin menyatakan apa sikapnya, apa positioningnya,
02:52dan salah satunya saya harap menghormati putusan MK dan putusan Mahkamah Agung.
02:59Teman-teman, saya pikir itu ya.
03:02Terima kasih banyak atas keajaran teman-teman, minta maaf tempatnya sempit.
03:08Mudah-mudahan kita bisa ke depan mendapatkan kejelasan dari proses ini,
03:14sehingga Indonesia, Republik akan lebih keluar dari persoalan-persoalan yang memberatkan ini.
03:24Kita tetap tentu berharap ke depan akan lebih baik.
03:28Terima kasih.
03:28Saya tutup, Bapak.
03:31Oh sedikit, oke.
03:32Tadi ada pertanyaan bagus di beluga saya.
03:36Penggantinya siapa?
03:39Nah, kalau diberikan kepada toko-toko politik yang ada,
03:45pasti akan ribut.
03:47Kalau gitu gimana?
03:48Kalau saya aja penggantinya.
03:50Nah, itu ya.
03:51Oke.
03:53Saya belum jawab itu.
03:55Kita tidak mau bicara figur deh.
03:58Nanti kita dianggap mendorong figur, nanti kita dianggap masuk ke wilayah-wilayah politik praktis.
04:05Peran kami di sini adalah menegakkan aturan di aturan bernegara.
04:13Kalau ternyata nanti memang ada kekosongan wakil presiden,
04:16siapa yang menggantikannya,
04:18maka itu boleh dikatakan adalah hak prerogatif presiden untuk memilih dua nama.
04:25Ya sudah beliau, silahkan.
04:26Tentu kita punya harapan, punya aspirasi,
04:32yang dipilih adalah putra-putri terbaik di Republik.
04:38Mencari yang lebih...
04:42Nah, sudah lah.
04:43Di situ saja.
04:44Kalau dibandingkan dengan Gibran, nanti belok lagi.
04:48Tentu saja kita beraspirasi yang dipilih adalah putra atau putri terbaik di Republik Indonesia.
04:56Itu saja.
04:57Terima kasih teman-teman.
04:58Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Dianjurkan