00:00Udara sehari tidak diguyur hujan, kabut asap di Palangkaraya, Kalimantan Tengah mulai tampak dan terasa kualitas udara masih dalam level
00:08tidak sehat.
00:09Sementara kepulauan asap masih keluar dari dalam bara lapisan gambut.
00:15Kabut asap di Palangkaraya kian tipis namun kualitas udara masih dalam level tidak sehat dengan konsentrasi partikuler PM 2,5
00:25pada angka 107 mikrogram per meter kubik.
00:29Tentu saja dengan kualitas udara seperti ini warga yang beraktivitas di luar ruangan tetap menggunakan masker sebagai pelindung kesehatan dari
00:36papanan kabut asap.
00:39Kalau menurut saya sih ada terasa asap dari tadi malam agak sedikit menyengat juga.
00:46Sedangkan kemarin sudah pulih, dari sekarang kayaknya kembali sedikit berkabut.
00:51Dan untuk memantau perkembangan terkini di Palangkaraya, Kalimantan Tengah kita telah terhubung dengan jurus kompasivi Kurnia Tarigan.
00:58Kurnia untuk saat ini bagaimana dengan kondisi asap yang informasinya masih dalam kualitas tidak sehat?
01:15Oke Kurnia untuk saat ini informasinya kabut asap mulai menipis namun status kualitas udara atau indeks kualitas udara masih dalam
01:24level tidak sehat.
01:26Lalu seperti apa pantauan Anda dan juga aktivitas warga di sana?
01:30Ya selamat siang Juno dan Saudara.
01:33Dapat kami informasikan kondisi terkini dari Palangkaraya terkait dengan kejadian kebakaran hutan dan lahan yang sudah 6 bulan terjadi di
01:42kota Palangkaraya.
01:43Dampaknya 4 bulan kabut asap terus menyelimuti kota Palangkaraya.
01:48Namun Juno dan Saudara dalam sepekan terakhir kondisi kabut asap di kota Palangkaraya jauh lebih baik dibandingkan hari-hari sebelumnya.
01:58Hal tersebut disebabkan karena tingginya intensitas curah hujan yang turun dalam sepekan yang lalu membuat banyak titik api di lokasi
02:09kebakaran hutan dan lahan menjadi padam.
02:11Namun Juno kebakaran hutan dan lahan yang di lahan gambut yang menyisakan bara api dalam lapisan gambut masih terus aktif
02:21sehingga kepulan asap masih terus keluar dari dalam lapisan gambut yang berasal dari bara api yang masih aktif di lapisan
02:29gambut.
02:30Hari ini kondisi cuaca atau kondisi udara di kota Palangkaraya sangat tidak baik.
02:38Sejak pagi tadi kami memantau bahwasannya kepulan asap atau sebaran asap di kota Palangkaraya mulai tampak menyebar bahkan sedikit lebih
02:50pekat dari hari-hari sebelumnya bahkan lebih pekat daripada pagi tadi.
02:54Tentu saja kondisi ini membuat kualitas udara di kota Palangkaraya.
02:59Pagi tadi kami memantau sekitar pukul 8 kualitas udara di kota Palangkaraya pada konsentrasi partikulat PM 2,5 mencapai 75
03:10mikrogram per meter kubik.
03:12Namun saat ini konsentrasi partikulat PM 2,5 di Palangkaraya sudah memasuki pada angka 287 atau kembali kepada level berbahaya.
03:24Kondisi seperti ini sangat sulit selama 4 bulan untuk mencari kualitas udara sehat di Palangkaraya, Juno.
03:35Ya kondisi untuk saat ini juga kita mengatau bahwa intensitas hujan tinggi namun kendala terkait dengan lapisan gambut bar api
03:45masih terjadi.
03:45Dia lu seperti apa titik api yang masih ada dan juga terdeteksi oleh tim Basarnas ataupun tim SAR ataupun tim
03:54BNPB yang berada di sana?
03:56Ya benar sekali Juno.
03:58Sehingga saat ini memang intensitas hujan yang cukup tinggi membantu upaya pemadaman dari Satgas, Karutlah, kota Palangkaraya.
04:07Namun upaya tersebut atau curah hujan tersebut hanya mampu memadamkan api yang sedang terbakar pada permukaan lahan gambut.
04:19Namun Juno dan Saudara, barak api yang berada dalam lapisan gambut sampai saat ini masih terus aktif.
04:26Bahkan berpotensi akan kembali menyala di saat angin bertiup kencang.
04:31Bisa membakar pohon dan ranting yang kering yang ada di sekitarnya.
04:36Untuk itu sampai saat ini memang kami memantau Satgas, Karutlah, kota Palangkaraya dan provinsi masih terus berupaya untuk melakukan upaya
04:47pemadaman barak api yang hingga saat ini masih terus aktif.
04:53Menggunakan semprotan khusus yaitu dengan penyuntikan, menggunakan alat khusus penyuntikan ke dalam lapisan gambut.
05:03Dengan harapan barak api yang berada dalam lapisan gambut bisa dipadamkan dengan tuntas sehingga tidak terus mengeluarkan kabut asap yang
05:14terus akan menyelimuti kota Palangkaraya tentunya akan berdampak buruk bagi seluruh aspek kehidupan warga kota Palangkaraya.
05:22Bahkan Juno memang sudah dalam sepekan jalur pendidikan yang sebelumnya sudah sempat menjalani masa pendidikan pembelajaran jarak jauh dari rumah
05:33melalui daring selama dua bulan sudah sepekan ini memang dimulai kembali tetap muka.
05:39Namun mengingat kondisi kabut asap yang berangsur-angsur mulai tampak dan menyelimuti kota Palangkaraya tidak akan menutup kemungkinan pendidikan akan
05:49dilanjutkan, akan diberlakukan lagi pembelajaran jarak jauh melalui daring dari rumah.
05:56Begitu juga Juno dan Saudara jalur penerbangan yang sudah dua hari mulai tampak ada aktivitas jalur penerbangan dari dan menuju
06:06Bandara Cili Kriwud Palangkaraya namun mengingat kondisi kabut asap yang terus semakin pekat tidak akan menutup kemungkinan juga Juno dan
06:14Saudara jalur penerbangan di kota Palangkaraya akan kembali lumpuh seperti waktu-waktu sebelumnya sejak awal Oktober sampai akhir Oktober, Juno.
06:23Baik, personel Mangga Lakni dan juga tim Satuan Gabungan Karhutlah masih terus melakukan pemadaman dan kita harapkan upaya pemadaman terus
06:33mendapatkan ataupun bantuan dengan adanya cuaca juga intensitas hijau yang tinggi agar pemadaman ini berhasil dan juga efektif.
06:41Terima kasih atas laporan Anda Jurnalis Kompasivi Kurnia Tarigan dari Palangkaraya, Kalimantan Tengah.