Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 4 menit yang lalu
JAKARTA, KOMPASTV Dewan Pembina Gibranisti, Ade Darmawan, turut menyinggung latar belakang pendidikan Presiden Prabowo Subianto saat menanggapi polemik ijazah SMA Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Ade mempertanyakan mengapa persoalan ijazah SMA hanya diarahkan kepada Gibran.

Menurutnya, Prabowo juga menempuh pendidikan di luar negeri sehingga perlu melihat persoalan tersebut secara menyeluruh.

"Kalau kita perhatikan, sama-sama tidak memiliki ijazah SMA. Kita tidak bicara ijazah luar negeri atau certificate luar negeri, karena memang pendidikannya di luar negeri. Pak Prabowo justru SD dan SMP-nya tidak di dalam negeri, bahkan di luar negeri. Apakah hanya Mas Gibran yang dipersoalkan? Kok wakil presidennya saja? Padahal kalau berbicara ijazah SMA, Pak Prabowo juga tidak memiliki itu," kata Ade, di Kompas Petang, Minggu (1/11/2026).

Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia, menegaskan, persoalan ijazah Gibran tidak ada kaitannya dengan Presiden Prabowo dan saat ini masih dipelajari oleh Golkar.

"Jelas, apa hubungannya dengan Pak Prabowo? Apa urusannya putusan MK dengan putusan MA ini sampai ke Pak Prabowo? Apalagi disinggung-singgung soal ijazah. Semuanya sedang kita pelajari. Ini urusannya cuma satu saja, ijazah seseorang wakil presiden. Enggak ada urusan dengan presiden," kata Doli.

Ade menegaskan, dirinya tidak sedang menyatakan polemik ijazah Gibran merupakan upaya menyeret Prabowo.

Ia menyebut perbandingan tersebut muncul dari komentar masyarakat di media sosial.

Produser: Yuilyana

Thumbnail Editor: Lintang

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/699213/momen-ade-darmawan-singgung-ijazah-sma-prabowo-di-tengah-polemik-ijazah-gibran
Transkrip
00:00Saya ke Bang Ade dulu, Bang Ade kenapa akhirnya ini tiba-tiba dari kubu Anda tadi kita dengarkan berita pengantar
00:06ya Bang Fredy Budiman bilang target sebenarnya Presiden Prabowo, Fredy Damanik sorry, target utamanya itu Presiden Prabowo ini melalui Wapres
00:16Gibran.
00:17Ya jadi gini Bang Yaser, kalau kita perhatikan sama-sama gak memiliki jasa, itu yang pertama memiliki jasa SMA, yang
00:27judulnya SMA ya, sekolah menengah atas, kita gak bicara jasa luar negeri atau sertifikat luar negeri, sama-sama gak memiliki
00:37itu karena memang pendidikannya di luar negeri.
00:39Kalau Pak Prabowo justru SD SMP-nya gak di dalam negeri, bahkan di luar negeri itu, cuman apakah hanya Mas
00:48Gibran yang dipersoalkan, kan seperti itu, ini kan analogi kita kan melihat begini, logika daripada satu peristiwa, kok Wapresnya saja
01:00padahal kalau berbicara jasa SMA, ya itu juga Pak Prabowo juga tidak memiliki itu.
01:06Kenapa akhirnya baru sekarang disuarakan, karena pengen menyaret Pak Prabowo juga atau bagaimana nih dari tim Anda?
01:12Bukan suara daripada kami, pendukung Mas Gibran, tetapi ini adalah suara-suara netizen yang mengomentari beberapa kolom komentar, karena mereka
01:23juga mencari tahu kan.
01:24Nah terus kemudian, apakah bisa hal ini dibawa ke DPR?
01:30Pertanyaannya sederhana, apakah persoalan yang dikatakan tidak memiliki syarat itu, itukah yang dimaksud?
01:38Apakah itu yang dimaksud, tidak memiliki syarat dalam aturan dan perundangan?
01:43Tidak memiliki syarat lagi?
01:44Bukan itu, kalau tidak memiliki syarat, garing, berhalangan tetap, itu artinya dalam kondisi sakit, yang tidak sembuh-sembuh.
01:57Nah inilah yang menjadi saya rasa hal ini tentu menjadi bola panas di teman-teman di DPR.
02:04Ini yang lagi di telah lebih dalam di DPR ya?
02:14Impeachment, dan lain sebagainya, saya rasa dasarnya jelas.
02:17Kalau tidak memiliki syarat sebagai presiden atau wakil presiden, bukan berarti syarat administrasi.
02:23Tidak disebutkan di situ, eksplisit syarat administrasi.
02:27Jadi menurut, oke saya ke Bang Doli-Bang Doli, yang Anda lihat ini, kalau dari kubunya Gibran, target utamanya Presiden
02:35Prabowo.
02:35Yang Anda baca, polemik ijasa Gibran yang sekarang bola panasnya ada di DPR, akan dibawa kemana?
02:42Ya, pertama kan saya sudah berkali-kali mengatakan ya, bahwa kalau ini kemudian ditujukan ke DPR ya, kami ini juga
02:52sedang mempelajarinya secara serius.
02:54Dan saya juga mengatakan bahwa ini sangat juga kita harapkan ada pertemuan dari pimpinan-pimpinan partai politik.
03:02Nah, jadi ya kita tunggu saja, nah bahwa kemudian ada beberapa fraksi yang ingin membangun dialog, kemudian ingin melihat diskusi.
03:13Ya kami, ya namanya biasa saja di DPR itu, kami kan setiap hari di DPR itu 90 orang teman kita
03:19semua ya, antara fraksi kita hubungnya selama ini baik-baik saja gitu loh.
03:23Nah, tapi untuk yang berkaitan dengan soal ini, saya kira memang kita harus cermati betul, harus hati-hati betul, karena
03:30ini saya sebutkan sebagai politik negara gitu ya.
03:33Berhati-hatinya dalam hal apa nih Bang Doli?
03:35Ya, tunggu saja.
03:37Nah, cuman begini, kalau kemudian juga ada yang membawa-bawa ini ke Pak Prabowo, ya menurut saya ini juga nggak
03:44benar gitu loh, ya kan.
03:46Loh kami juga belum mau ngapa-ngapain, kok udah kemudian mau dibawa ke Pak Prabowo gitu loh.
03:50Jadi, masalahnya yang satu belum selesai, mau munculkan masalah yang baru.
03:55Nah, ini akan bukanya, kami kan mau cari solusi yang terbaik ya.
03:59Oke.
03:59Nah, kalau cuman ada, ada kelompok masyarakat yang mau bawa-bawa ini ke Pak Prabowo lagi, ya ini nggak, ya
04:04apa, akan nambah masalah besar lagi nih menurut saya.
04:08Jadi dari Golkar sendiri menyanggah ya, sebenarnya kalau target utama dari polemik ijazah Gibran ini adalah Presiden Prabowo?
04:15Loh ya, ya jelas ya, apa hubungannya dengan Pak Prabowo gitu loh.
04:19Ya, apa urusannya putusan MK dengan umsuan MA ini, urusannya ke Pak Prabowo?
04:25Apalagi disinggung-singgung tadi soal misalnya ijazah, salah macam itu.
04:28Saya nggak tahu, kita juga dulu nggak pernah tahu nih soal ijazah Pak Gibran ini, gitu loh.
04:33Tapi kan ada putusan MK, ya yang sekarang sedang kita pelajari.
04:37Ada putusan MA yang senang kaget, kok tiba-tiba ada putusan MA itu kan gitu loh.
04:42Nah ini semuanya sedang kita pelajar.
04:44Dan ini urusannya cuma satu saja ijazah seseorang waktu Presiden.
04:48Nggak ada urusan dengan Presiden.
04:49Oke, tahan sampai disitu. Nggak ada urusannya Bang.
04:52Satu-satu.
04:52Jadi begini, begini, bukan persoalan bawa urusannya kepada Presiden.
04:58Kan tadi ditanyakan bahwa kalau terkait persoalan ijazah dan administrasi,
05:04kan publik atau masyarakat Indonesia bisa juga Bang menilai, kan?
05:08Apasah itu hak rakyat juga yang menilai.
05:11Bukan berarti kita harus dipaksakan untuk tidak mengerti bahwa kemudian ada ijazah itu tidak dari SMA ya.
05:18Kita berbicara ijazah SMA.
05:21Administrasi perseratan paslon.
05:23Kan seperti itu.
05:25Jadi, dasarnya apa akhirnya menyatakan bahwa polemik ijazah Gibran ini targetnya Presiden Prabowo.
05:32Bang Doli sendiri sudah menyangkal tadi.
05:33Jelas, Bang Deni Ndrayana kan juga mengatakan di dalam beberapa pernyataannya.
05:38Bahwa kalau enggak kita mundurkan aja sekalian, kan begitu.
05:42Kan itu yang terjadi.
05:43Kan banyak seleweran di TikTok, bukan dari kami Bang Doli.
05:48Kami mencermati netizen yang ada, kemudian komentar-komentar yang berseleweran di media medsos.
05:55Tapi kalau atas dasar netizen dan juga yang berseleweran di media sosial kan kurang kuat.
06:00Begini, ya Sir.
06:01Kalau kita berbicara persoalan ini, bahwa ijazah Mas Gibran itu tidak ada, itu sama.
06:07Ada.
06:08Tetapi, yang menjadi soal adalah bukan SMA.
06:12Terus yang kedua, terkait syarat.
06:14Itu sudah selesai.
06:16Dan ingat, sukit ini digunakan hanya sekali dalam setiap pemilu.
06:21Biasanya seperti itu.
06:23Oke.
06:24Karena banyak teman-teman calon ketika kemudian masih mencalonkan lagi,
06:27dia mesti mengurus lagi surat keterangan.
06:29Masalahnya di mana?
06:30Baik, ini masalahnya di mana?
06:32Ini pertanyaan.

Dianjurkan