Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Usai putusan Mahkamah Agung yang membatalkan keabsahan surat keterangan penyetaraan pendidikan SMA Gibran Rakabuming, dan putusan MK soal ijazah SMA Gibran, partai politik mulai menunjukkan sikap, termasuk partai koalisi, yakni PKB.

Anggota Komisi II DPR Fraksi PKB, Muhammad Khozin, menyatakan, putusan MA dan MK bisa menjadi pijakan dan mengubah dinamika sikap partai politik merespons polemik ijazah Gibran.

Muhammad Khozin bilang, PKB telah melakukan komunikasi intensif secara informal dengan partai lain untuk membahas polemik ijazah Gibran.

Soal manuver sejumlah partai politik terkait polemik ijazah Gibran, Sekjen Projo, Freddy Damanik, menilai polemik ijazah ini tak hanya menargetkan Wapres Gibran, tetapi juga menargetkan Presiden Prabowo.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Indikator Politik, Burhanuddin Muhtadi, menyebut polemik ijazah Gibran berpotensi punya implikasi ke Presiden Prabowo Subianto.

Setelah MK dan MA memutus perkara syarat pendidikan Wapres Gibran, bola panas polemik ijazah Gibran kini berada di tangan Gibran dan partai politik di DPR.

Lalu, bagaimana arah polemik ijazah Gibran selanjutnya? Kita bahas bersama Dewan Pembina Gibranisti, Ade Darmawan, Pengajar STH Jentera Institute, Bivitri Susanti, dan Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia.

Baca Juga Suket Ijazah Dibatalkan MA, Gibran Bakal Mundur? | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/regional/699178/suket-ijazah-dibatalkan-ma-gibran-bakal-mundur-sapa-malam

#pkb #ijazahgibran #suketijazah #politik

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/699180/full-ade-darmawan-ahmad-doli-bivitri-soal-arah-polemik-ijazah-gibran-bakal-merembet-ke-prabowo
Transkrip
00:00Intro
00:05Saudara usai putusan MA dan MK terkait perkara syarat pendidikan WAPRS Gibran
00:09Partai Koalisi mulai bersuara dan menyatakan kalau putusan jadi pijakan atas sikap partai
00:16Sementara itu pendukung Gibran juga menyuarakan kalau Presiden Prabowo jadi target utama polemik ijasa Gibran
00:22Lalu bagaimana arah polemik ijasa Gibran selanjutnya kita bahas bersama dengan Dewan Pembina Gibranisti
00:27Bang Ade Darmawan yang telah hadir di studio Menara Kompas dan saya Sapa melalui sambungan JUM
00:33Ada pengajar STH, Jentara Institut, Mbak Bivitri Susanti, Akrab di Sapa Mbak Bibit
00:39Selamat sore Mbak Bibit, saya cek dulu suaranya aman
00:43Selamat sore
00:44Aman oke, saya ke Bang Ade dulu
00:46Bang Ade kenapa akhirnya ini tiba-tiba dari kubu anda tadi kita dengarkan berita pengantar
00:51Bang Freddy Budiman bilang target sebenarnya Presiden Prabowo
00:54Freddy Damanik sorry, target utamanya itu Presiden Prabowo
01:00Ini melalui Wapres Gibran
01:03Ya jadi gini Bang Yaser, kalau kita perhatikan sama-sama gak memiliki ijasa
01:08Itu yang pertama memiliki ijasa SMA
01:11Yang judulnya SMA ya, sekolah menengah atas
01:15Kita gak bicara ijasa luar negeri atau sertifikat luar negeri
01:21Sama-sama gak memiliki itu karena memang pendidikannya di luar negeri
01:25Kalau Pak Prabowo justru SD SMPnya gak di dalam negeri
01:29Bahkan di luar negeri itu
01:30Cuman apakah hanya Mas Gibran yang dipersualkan
01:35Kan seperti itu
01:37Ini kan analogi kita kan melihat begini
01:39Logika daripada satu peristiwa
01:42Wah kok Wapresnya saja
01:45Padahal kalau berbicara ijasa SMA
01:47Ya itu juga Pak Prabowo juga tidak memiliki itu
01:51Kenapa akhirnya baru sekarang disuarakan
01:53Karena pengen menyarat Pak Prabowo juga
01:56Atau bagaimana nih dari tim Anda
01:57Bukan suara daripada kami pendukung Mas Gibran
02:02Tetapi ini adalah suara-suara netizen yang mengomentari beberapa kolom komentar
02:07Karena mereka juga mencari tahu kan
02:10Nah terus kemudian apakah bisa hal ini dibawa ke DPR
02:15Pertanyaannya sederhana
02:17Apakah persoalan yang dikatakan tidak memiliki syarat itu
02:22Itukah yang dimaksud
02:23Apakah itu yang dimaksud
02:25Tidak memiliki syarat
02:26Dalam aturan dan perundangan
02:28Tidak memiliki syarat lagi
02:29Bukan itu
02:30Kalau tidak memiliki syarat
02:31Garing
02:32Berhalangan tetap
02:34Itu artinya
02:35Dalam kondisi sakit
02:38Yang tidak sembuh-sembuh
02:42Seperti itu
02:43Nah inilah yang menjadi saya rasa
02:46Hal ini tentu menjadi bola panas di teman-teman di DPR
02:49Ini yang lagi ditelah lebih dalam di DPR ya
02:52Pasti harus ditelah lebih dalam
02:53Teman-teman di DPR juga memahami
02:55Karena paham banget undang-undang 7A 7B itu kan
02:58Tentang impeachment dan lain-lain sebagainya
03:01Saya rasa dasarnya jelas
03:03Kalau tidak memiliki syarat sebagai presiden atau wakil presiden
03:06Bukan berarti syarat administrasi
03:09Tidak disebutkan di situ
03:10Eksplisit syarat administrasi
03:12Oke saya ke Bang Doli
03:14Bang Doli yang Anda lihat ini
03:16Kalau dari kubunya Gibran
03:19Target utamanya Presiden Prabowo
03:21Yang Anda baca
03:22Polemik ijasa Gibran
03:23Yang sekarang bola panasnya ada di DPR
03:25Akan dibawa kemana?
03:29Pertama kan saya sudah berkali-kali mengatakan ya
03:32Bahwa
03:33Kalau ini kemudian ditujukan ke DPR
03:36Kami ini juga sedang mempelajarinya secara serius
03:39Dan saya juga mengatakan bahwa
03:42Ini sangat juga kita harapkan
03:44Ada pertemuan dari pimpinan-pimpinan partai politik
03:47Nah jadi
03:49Jadi ya kita tunggu saja
03:51Nah bahwa kemudian ada beberapa fraksi
03:54Yang ingin membangun dialog
03:56Kemudian ingin mendapat diskusi
03:58Ya kami
03:59Ya namanya biasa saja di DPR itu
04:01Kami kan setiap hari DPR itu
04:03580 orang itu meneman kita semua ya
04:06Antara fraksi kita hubungnya selama ini baik-baik saja gitu loh
04:09Nah tapi untuk yang berkaitan dengan soal ini
04:11Saya kira
04:12Memang kita harus cermati betul
04:14Harus hati-hati betul
04:15Karena ini saya sebutkan sebagai politik negara gitu ya
04:18Berhati-hatinya dalam hal apa nih Bang Doli?
04:21Ya tunggu saja
04:22Nah cuman begini
04:23Kalau kemudian juga ada yang membawa-bawa ini ke Pak Prabowo
04:28Ya menurut saya ini juga gak benar gitu loh
04:31Ya kan
04:31Loh kami juga belum mau ngapa-ngapain
04:33Kalau udah kemudian mau dibawa ke Pak Prabowo gitu
04:35Jadi masalahnya yang satu belum selesai
04:39Memunculkan masalah yang baru
04:41Nah ini akan bukanya
04:42Kami kan mau cari solusi yang terbaik ya
04:44Oke
04:45Nah kalau cuman ada ada kelompok masyarakat
04:47Yang membawa-bawa ini ke Pak Prabowo lagi
04:49Ya ini gak
04:49Ya apa
04:50Kenambah masalah besar lagi nih menurut saya
04:53Jadi dari Golkar sendiri menyanggah ya
04:55Sebenarnya kalau target utama dari polemik ijazah Gibran ini adalah
04:58Presiden Prabowo
05:01Loh ya ya jelas ya
05:02Humpungannya dengan Pak Prabowo gitu loh
05:04Ya apa urusannya putusan MK dengan umsuan MA ini
05:08Urusannya ke Pak Prabowo
05:10Apalagi disinggung-singgung tadi soal misalnya ijazah
05:13Salah macam itu
05:14Saya gak tahu
05:14Kita juga dulu gak pernah tahu nih
05:16Soal ijazah Pak Gibran ini
05:18Gitu loh
05:19Tapi kan ada putusan MK
05:20Yang sedang kita pelajari
05:22Ada putusan MA yang senang kaget
05:25Kok tiba-tiba ada putusan MA itu kan gitu loh
05:28Nah ini semuanya sedang kita pelajar
05:29Dan ini urusannya cuma satu saja ijazah
05:32Seseorang wakil presiden
05:33Gak ada urusan dengan presiden
05:35Oke tahan sampai disitu
05:36Gak ada urusannya Bang Adi
05:37Satu-satu
05:38Jadi begini
05:40Begini
05:40Bukan persoalan bawa urusannya kepada presiden
05:43Kan tadi ditanyakan
05:45Bahwa kalau terkait persoalan ijazah dan administrasi
05:49Kan publik atau masyarakat Indonesia bisa juga Bang menilai kan
05:53Apasah itu hak rakyat juga yang menilai
05:56Bukan berarti kita harus dipaksakan untuk tidak mengerti bahwa
06:00Kemudian ada ijazah itu tidak dari SMA ya
06:03Kita berbicara ijazah SMA
06:05Administrasi Perseratan Paslon
06:09Kan seperti itu
06:10Jadi
06:11Jadi dasarnya apa
06:13Akhirnya menyatakan bahwa
06:14Polemik ijazah Gibran ini targetnya Presiden Prabowo
06:17Bang Doli sendiri sudah menyangkal tadi
06:19Jelas Bang Deni Indrayana kan juga mengatakan
06:22Di dalam beberapa pernyataannya
06:24Bahwa kalau kita mundurkan aja sekalian
06:26Kan begitu
06:27Kan itu yang terjadi
06:28Kan banyak seleweran di
06:30TikTok bukan dari kami Bang Doli
06:33Ya kan
06:34Kami mencermati
06:35Netizen yang ada
06:36Kemudian komentar-komentar yang berseleweran
06:39Di media medsos
06:41Ya kan
06:41Tapi kalau atas dasar netizen dan juga yang berseleweran di media sosial
06:45Kan kurang kuat
06:46Begini ya Sir
06:47Kalau kita berbicara persoalan ini
06:49Bahwa ijazah Mas Gibran itu tidak ada
06:51Itu sama
06:52Ada
06:53Tetapi
06:54Yang menjadi soal adalah bukan SMA
06:57Ya kan
06:58Terus yang kedua
06:59Terkait syarat
07:00Oke
07:00Itu sudah selesai
07:01Dan ingat
07:02Sukit ini digunakan hanya sekali
07:04Dalam setiap pemilu
07:07Biasanya seperti itu
07:08Oke
07:09Banyak teman-teman calon
07:10Ketika kemudian masih
07:11Mau mencalonkan lagi
07:12Dia mesti
07:13Mengurus lagi surat keterangan
07:15Masalahnya dimana
07:16Baik
07:16Masalahnya dimana
07:17Nah ini terpenuhi semua kok
07:19Terpenuhi semua
07:20Kami
07:22Dari relawan
07:23Kami menerima
07:24Semua ijazah
07:25Semua
07:28Sertifikate
07:28Ada
07:29Terus masalahnya dimana
07:31Apa kepalsuannya gitu loh
07:32Nah oke
07:33Saya ke Mbak Bibit
07:34Mbak Bibit
07:34Kalau dari aturan hukum sendiri
07:36Ini mungkin bisa menggambarkan juga nih
07:38Kepada pemirsa Kompas TV
07:40Impactnya apakah bisa langsung
07:42Sampai ke Presiden Prabowo
07:43Polemik ijazah
07:44Wapres Gibran yang
07:46Dari MA sama MK ini
07:47Juga sudah hasil
07:48Keputusannya sudah keluar
07:50Tidak bisa langsung
07:52Tentu saja
07:52Karena kita
07:53Tidak bisa bermain
07:54Sebentar saya peruskan dulu
07:55Kita tidak bisa bermain
07:57Asumsi
07:58Ataupun kata netizen
07:59Ingat
08:00Yang sedang kita bahas
08:01Adalah putusan
08:02Mahkamah Agung
08:03Dan Mahkamah Konstitusi
08:05Jadi
08:05Bahwa nanti kita bisa
08:07Argumenkan
08:08Di DPR
08:09Apakah misalnya
08:10Pak Prabowo
08:11Bisa terkena
08:12Soal
08:12Alasan-alasan lainnya
08:14Yang ada di Pasal 7A
08:16Karena Pasal 7A itu kan ada
08:17Perbuatan tercelah juga
08:18Misalnya begitu ya
08:19Tapi kalau kita fokus
08:20Pada soal
08:21Ijazah
08:22Kita tidak bisa
08:23Bermain dengan
08:24Cara berpikir
08:25Mutatis
08:26Mutandis
08:27Begitu
08:27Karena
08:27Ijazahnya Gibran
08:29Yang dianggap
08:29Yang dianggap
08:30Tidak sah
08:30Persulat keterangannya
08:31Dianggap
08:31Tidak sah
08:31Oleh Mahkamah Agung
08:32Maka
08:33Pak Prabowo
08:34Juga tidak
08:34Karena kan
08:35Proses di Mahkamah Agung
08:37Maupun Mahkamah Konstitusi
08:38Itu ada
08:39Proses yang panjang
08:40Memeriksa semua
08:42Saksi
08:43Semua dokumen
08:44Kemudian ditemukan
08:45Diputuskan secara jelas
08:47Jadi tidak boleh
08:48Diasumsikan
08:49Atau kata netizen saja
08:50Ini adalah
08:51Sebuah perisiwa
08:52Hukum Tata Negara
08:53Yang
08:53Implikasinya
08:54Besar sekali
08:55Nah jadi memang
08:56Tidak bisa dianalogikan
08:58Begitu saja
08:58Kira-kira begitu
09:00Konstruksinya
09:01Gak bisa langsung
09:03Begitu Bang Ade
09:03Jadi gini
09:04Gak bisa
09:05Kalau Mahkamah
09:06Silahkan ajukan dulu
09:07Ke pengadilan
09:08Kita mengerti
09:09Kita mengerti
09:10Bahwa tidak bisa langsung
09:11Ini kan
09:12Tadi Bang Yastir bertanya
09:14Ini targetnya apa sih
09:16Kan begitu
09:17Targetnya
09:18Satu-satu
09:19Itu
09:19Jadi
09:20Itu loh
09:21Dari
09:21Itu yang kita
09:22Kita lihat
09:23Melihat bahwa
09:24Polemik Ijazah Gibran
09:25Ini target utamanya
09:26Adalah Presiden Prabowo
09:28Iya
09:28Itu hanya sasaran
09:30Antara
09:30Masih berani
09:31Bang Doli tanggapannya
09:37Saya
09:39Di DR
09:40Dan kemudian
09:42Kita mencermat
09:43Dan menurunkan
09:45Sebenarnya
09:45Apa yang
09:46Kemudian
09:46Akan ditindak
09:47DP
09:47Nah kalau
09:48Ya selalu
09:49Pendekat itu
09:51Dan kedua
09:56Ini kan kemudian
10:00Dari ini
10:01Kemudian
10:02Karena ada
10:03Kulutan
10:03M.A
10:05Yang terkait dengan
10:07Ijazah
10:08Wakil
10:09Nah saya
10:10Mendengar ya
10:12Kata
10:13Nese
10:13Komen saya
10:15Gak
10:15Kata
10:16Nese
10:16Tadi saya
10:17Menanggi
10:18Bang Doli
10:18Bang Doli
10:21Bang Doli mohon maaf
10:21Saya potong dulu
10:23Bang Doli mohon maaf
10:24Saya potong
10:25Karena suaranya
10:26Tidak putus-putus
10:27Tidak dikerima
10:28Secara baik
10:29Begitu
10:29Tapi yang ingin saya tanya
10:30Karena sebenarnya
10:31Parpol Koalisi
10:32Itu sudah menjalin komunikasinya
10:35Ke arah mana ini
10:36Terkait dengan
10:37Hal ini
10:40Gak
10:42Sudah dengar belum nih ya
10:43Sudah bisa dengar ya
10:44Oke
10:45Silahkan
10:46Bang Doli
10:47Sudah ya
10:49Sudah Bang
10:50Silahkan
10:51Gini
10:51Kan saya diundang ini
10:53Tentu
10:54Wakil DPR
10:55Ya
10:56Ya
10:57Dan kebiayaan
10:59Kesahaya
11:00Oh kan
11:01Nunggu sekarang
11:02Apa yang akan
11:02Tindak terlanjuti
11:03Nah
11:05Tanya-tanya
11:06Kenapa
11:06DPR
11:06Menelanjuti
11:08Tidak
11:09Karena apa
11:10Gitu
11:11Karena
11:11Pertusan K
11:13Pertusan A
11:14Yang terkait dengan
11:15Iaza
11:16Wakil Presiden kita
11:17Gitu
11:18Ya
11:19Jadi kalau
11:19Saya selalu
11:20Dekatannya itu
11:21Pendekatan institusional
11:23Dan
11:23Pendekatan institusional
11:24Gara
11:25Bang Doli
11:25Mohon maaf
11:26Bang Doli
11:27Mohon maaf
11:27Saya potong lagi
11:28Audionya masih belum jelas
11:30Begitu
11:31Diperbaiki dulu
11:32Namun
11:33Saya ke
11:33Mbak Bibit dulu nih
11:34Sembari
11:35Mas Doli
11:36Memperbaiki
11:36Sambungannya
11:37Kalau dari Mbak Bibit sendiri
11:38Melihat
11:39Sekarang kan
11:40Bola panasnya ada
11:41Di DPR
11:42Begitu
11:42Tinggal melihat
11:43Bagaimana sebenarnya
11:44Langkah mereka apa
11:44Yang jadi pertanyaan kita
11:46Mungkin juga Mbak Bibit
11:47Bisa menganalisa
11:48Sebenarnya yang jadi
11:49Pertimbangan dari
11:50DPR sekarang
11:50Itu apa sih Mbak?
11:52Yang saya dengar
11:53Tentu saja
11:54DPR membutuhkan
11:55Satu kepastian
11:56Yang sebenarnya
11:57Kemarin sudah keluar
11:58Yang dari Mahkamah Agung
11:59Karena
12:00Yang dari Mahkamah Konstitusi
12:02Kan sebenarnya
12:03Perkaranya
12:04Persisian hasil
12:05Panggilan umum
12:06Kemudian sebenarnya
12:07Posisinya tidak dapat
12:08Diterima
12:08Walaupun ada pernyataan
12:09Soal surat keterangan
12:10Tidak ditemukan
12:11Kalau yang Mahkamah Agung
12:13Ini memang yang ditunggu
12:14Yang saya dengar begitu
12:15Kenapa ditunggu?
12:16Karena dia telat
12:17Mengatakan
12:17Karena
12:18Surat keterangan itu
12:20Ternyata
12:21Apa namanya
12:23Batal demi hukum
12:24Istilah
12:24Istilahnya begitu
12:26Nah
12:26Jadi
12:27Yang kita harus
12:28Lihat disini
12:31DPR
12:32Tidak
12:32Pertama gini
12:33Kan ada dua masalah
12:34Satu masalah hukumnya
12:36Di pengadilan
12:37Yang kedua
12:37Baru masalah politiknya
12:38Di DPR
12:39Seandainya
12:40DPR
12:41Ada salah satu fraksi
12:42Misalnya
12:43Yang kemudian
12:44Mengajukan dua-duanya
12:45Bisa saja
12:46Karena alasan
12:47Dalam pasal 7A itu
12:48Tidak hanya
12:50Soal tidak lagi
12:51Memenuhi syarat
12:52Tapi juga misalnya
12:53Perbuatan tercelah
12:54Misalnya begitu
12:54Tapi dugaan saya
12:56Kalau kita membaca
12:57Situasi politik di DPR
12:59Dengan tujuh
13:00Koalisinya
13:00Pak Prabowo
13:02Saya kira jalan ke arah situ
13:03Akan jauh lebih panjang
13:05Walaupun
13:05Secara normatif
13:06Saya harus bilang
13:07Terbuka
13:08Begitu ya
13:09Nah cuma
13:10Saya kira itu
13:11Sebenarnya ditunggu oleh DPR
13:12Karena DPR membutuhkan
13:14Kepastian juga
13:14Untuk memproses
13:15Pasal 7B
13:16Mengenai pemakdulan ini
13:18Oke
13:19Sehingga kita lihat nih
13:21Dinaika yang ada di DPR
13:22Ini akan seperti apa
13:23Apalagi tadi
13:23Disampaikan ke Bang Ade
13:25Ini Bang Ade betul yakin
13:26Apakah akan dibawa
13:27Ke
13:29Arah
13:29Akan dilakukan hak angkat
13:31Atau seperti apa Bang Ade
13:32Tapi jangan dijawab dulu
13:33Kita lanjutkan ya
13:34Perbincangan kita
13:35Usia jeda berikut ini
13:36Tetaplah bersama kami
13:37Di Kompas
13:47Bivitri Susanti
13:48Pengajar STH Jentara
13:49Dan juga Bang Ade Darmawan
13:51Dewan Pembina Gimranisti
13:52Masih bergabung bersama kami
13:53Di diskusi kita
13:54Pada petang ini
13:55Nanti juga akan bergabung
13:56Bang Doli
13:57Kurnia
13:58Dari Waketum Golkar
13:59Saya tadi
14:00Bang Bivitri
14:01Melihat bahwa
14:02Sebenarnya pertimbangannya
14:03Ini ada di DPR
14:04Begitu ada dua poin
14:05Hukum di pengadilannya
14:07Dan juga politik
14:07Di DPRnya
14:08Kalau dari Bang Ade sendiri
14:10Melihat sebenarnya
14:11Yang dipertimbangkan DPR ini
14:12Seperti apa
14:12Mengarah kemana
14:13Lebih menguntungkan Gimran
14:14Atau malah sebaliknya
14:15Tadi kan Mbak Fitri menyebutkan
14:17Bahwa tidak memiliki syarat
14:19Syarat
14:19Sebagai
14:21Wakil Presiden
14:23Terus kemudian
14:24Perbuatan tercelah
14:25Pertanyaannya sederhana
14:27Kepada DPR
14:28Teman-teman DPR
14:29Nanti
14:29Ketika misalkan
14:30Nanti terjadi
14:31Mekanisme itu
14:32Teman-teman DPR
14:33Pasti bertanya
14:34Dimana
14:35Perbuatan tercelahnya
14:37Itu dulu
14:39Kalau terkait cukit
14:41Terus kemudian
14:42Terkait syarat
14:44Kita tidak boleh
14:45Memaknai
14:46Syarat itu adalah
14:47Persyaratan
14:48Di dalam aturan itu
14:49Tidak memilih syarat
14:50Garing
14:51Atau berhalangan tetap
14:52Itu syaratnya itu
14:53Bukan berarti persyaratan
14:55Pada saat mendaftar
14:57Oke
14:57Gitu loh
14:58Jadi itu dua hal yang berbeda
14:59Inilah yang saya katakan
15:02Bahwa bagaimana
15:03Memaknai
15:03Serta membaca
15:04Aturan itu
15:05Ya kan
15:06Tafsirnya itu harus jelas
15:08Di aturan peralihan
15:0977B itu ada kok
15:11Yang dimaksud syarat itu
15:12Syaratnya yang seperti apa
15:13Itu sakit yang parah
15:15Tidak akan sembuh-sembuh
15:15Saya rasa teman-teman DPR
15:16Mengertaui itu semua
15:17Oke
15:18Jadi maksud saya begini
15:19Kalau terkait putusan
15:21Yang dicabut
15:23Suket
15:24Sekali lagi saya sampaikan
15:25Suket itu hanya berlaku
15:26Pada saat itu
15:27Kemudian bisa gak dibuat lagi
15:28Bisa
15:29Tidak ada masalah
15:31Suket itu hanya berlaku
15:32Pada saat itu
15:32Dan ingat
15:33Suket ini melahirkan
15:35Penetapan
15:36Paslon
15:36Kalau kita berbicara
15:38PHPU
15:39Oke
15:39Iya kan
15:40PHPU
15:41Sudah selesai tahun
15:432024
15:43Pada pasca
15:44Selesainya
15:45Budatan
15:46Dari keberatan
15:47Pasangan salon
15:48Yang kedua
15:49Yang wajib
15:52Berkeberatan
15:53Adalah paslon
15:55Mau yang kalah
15:56Maupun yang
15:56Pada kalah ini
15:58Ini tidak ada
15:59Legal standingnya
16:00Untuk putusan
16:01Mahkamah Kondisi
16:02Untuk putusan
16:03Mahkamah Kondisi
16:05Syarat itu
16:05Yang namanya
16:06Suket
16:08Hari ini dibatalkan
16:10Dan ditarik
16:11Tidak masalah
16:12Karena udah selesai
16:13Gitu loh
16:14Bagaimana kita memaknai
16:15Kita harus berpikir
16:16Sederhana saja
16:17Melihat perkara itu
16:18Itu menurut
16:18Bang Ade ya
16:19Saya mau minta tangkapan
16:20Dari
16:20Betul begitu ya
16:22Aturan hukum
16:24Polanya
16:25Iya
16:27Jadi begini
16:28Kan kita
16:29Harus paham
16:30Bahwa
16:31Apa yang diputus
16:32Oleh Mahkamah Agung
16:33Itu memang
16:34Harus ditindaklanjuti
16:35Oleh DPR
16:36Jadi tidak ada
16:37Persoalan lagi
16:38Apakah misalnya
16:39Mau mengajukan
16:40Surat keterangan lagi
16:41Tentu tidak disitu
16:42Soalnya
16:42Soalnya adalah
16:43DPR
16:44Nanti kemudian
16:45Akan menilai
16:46Apakah
16:47Pasal 7A
16:48Syarat
16:49Bahwa
16:50Tidak lagi
16:51Memenuhi syarat
16:52Sebagai calon wakil presiden
16:53Itu sudah dipenuhi
16:54Atau tidak
16:55Itu tidak ada
16:56Garis miringnya
16:57Saya kan
16:57Belajarnya
16:58Hukum Tata Negara
16:59Jadi saya cukup
17:00Tidak ada
17:01Garis miringnya
17:02Bang Ade ya
17:02Dan
17:03Tidak ada
17:03Kemudian dimaknai
17:05Sudah oleh
17:05Mahkamah Konstitusi juga
17:07Jadi sebenarnya
17:08Kalau pertanyaannya
17:09Apakah bisa
17:10Melalui syarat itu
17:11Sebenarnya
17:12Bisa
17:12Nah tinggal sekarang
17:14Kemauan politiknya
17:15DPR
17:15Yang artinya
17:16Sudah beyond law
17:17Sudah di luar
17:18Masalah hukum
17:19Tapi
17:19Pasti ada
17:21Upaya tarik-menarik
17:22Negosiasi politik
17:23Yang mana wajah saja
17:24Di seluruh dunia
17:25Sudah begitu
17:26Namanya politik
17:26Jadi buat saya
17:27Sekarang bolanya
17:28Memang ada di DPR
17:29Kalau di Mahkamah Agung
17:31Saya kira kita sudah
17:31Tidak bisa persoalkan lagi
17:33Itu sudah kasasi
17:34Sudah level paling akhir
17:35Dan sudah jelas
17:36Bahwa syarat keterangannya
17:37Dinyatakan batal
17:38Demi hukum
17:39Sehingga
17:40Pada
17:41Asumsinya
17:42Memang ada
17:43Kalau dalam
17:44Bahasa yang
17:45Sehari-hari
17:46Bisa kita gunakan
17:47Ada semacam
17:48Mekanisme
17:50Disqualifikasi
17:51Karena ternyata
17:52Apa yang terjadi
17:53Pada
17:54November
17:56Atau Desember
17:572023
17:57Ternyata
17:58Batal demi hukum
18:00Juga
18:00Nah cuma
18:01Kan Mahkamah Konstitusi
18:02Sudah bilang
18:05Rezimnya
18:06Bukan rezim
18:07Disqualifikasi
18:08Tapi masuk ke
18:09Pasal
18:097A
18:10Sehingga
18:11Mahkamah Konstitusi
18:12Tidak menilainya
18:12Kira-kira begitu
18:13Nah dari
18:14Dengan penalaran
18:16Secara sistematis
18:17Kita bisa
18:18Kemudian
18:19Menggunakannya
18:20Di DPR
18:21Bila memang
18:22Situasi politiknya
18:23Memungkinkan
18:24Kira-kira begitu
18:25Konstruksinya
18:26Nah Bang Doli
18:27Gimana
18:27Situasi politiknya
18:28Memungkinkan
18:29Atau tidak
18:30Dan
18:30Yang ditanya
18:31Pertanyaan kita semua
18:33Ini kan bolanya
18:33Di DPR
18:34Yang sedang dilakukan
18:35DPR sekarang
18:35Apa sih Bang?
18:39Nah justru itu
18:40Orang sekarang
18:41Mengunggu
18:41Apa yang akan dilakukan
18:43Kalau DPR
18:43Nah saya mau jelaskan
18:45Saya ada
18:46Tentang di partai politik
18:47Pertama saya
18:48DPR
18:49Kita harus
18:51Tentang persis
18:52Orang tunggu ini
18:54Men-DPR
18:55Karena kan ada
18:57Putusan
18:58Mahkamah Konstitusi
18:59Dan Mahkamah Agung
19:00Soal
19:01I
19:02Sudah
19:03Apresi
19:04Makanya
19:05Sampai sekarang
19:06Ini
19:07Kita akan
19:08Maksimai
19:08Maksimai
19:09Maksimai
19:10Ini
19:12Men-DPR
19:12Ini
19:13Apa yang di
19:14Penganfaatnya
19:15Dan Mbak Fitri
19:16Itu ya
19:17Ini
19:18Semuanya
19:18Yang kami
19:19Maksimai
19:20Cuma
19:21Ya
19:21Sofri itu
19:22Mengutuskan
19:23Ada
19:23DPR
19:25Diri
19:25DPR
19:26Ini adalah
19:27Sediri
19:28Dan
19:29Tentang
19:29Tentang
19:29Tentang
19:29Tentang
19:30Karena
19:31Ini
19:31Kaya
19:31Tengah
19:32Tengah
19:32Tengah
19:32Tengah
19:33Tengah
19:33Tengah
19:33Tengah
19:33Tengah
19:33Tengah
19:33Tengah
19:34Tengah
19:34Tengah
19:35Tengah
19:36Tengah
19:39Tengah
19:48Bang Doli
19:49Bang Doli
19:53Mohon maaf
19:54Seharus saya potong lagi
19:56Bang Doli
19:57Mohon maaf
19:57Seharus saya potong lagi
19:58Karena
19:58Audionya masih kurang jelas
20:00Begitu
20:01Mohon maaf
20:02Saya potong lagi
20:03Saya ke
20:04Bapak
20:05Bibit
20:05Bapak Adi dulu
20:07Masih belum jelas
20:08Masih belum jelas
20:10Bang Doli
20:10Mohon maaf
20:11Sembari menunggu
20:12Perbaikan audionya
20:12Bang Doli
20:13Saya ke
20:13Mas Ade
20:15Bang Ade
20:15Kalau kita lihat
20:16Bang
20:16Babi Bitsini
20:17Tadi bilang
20:18Bahwa sebenarnya
20:18Efeknya itu tidak langsung
20:19Ke Presiden Prabowo
20:21Iya
20:21Jadi gini
20:22Kita ini tidak mau
20:23Mengkirim ke arah
20:24Bagaimana
20:25Pak
20:26Pemaksulan
20:27Daripada
20:28Sesuatu yang diharapkan
20:30Oleh segelintir
20:31Atau kelompok orang
20:32Yang mencoba
20:33Yang mencoba melihat
20:34Bahwa
20:34Oh ini ada putusan
20:35Yang sebenarnya
20:36Ini sudah selesai
20:38Kalau menurut kami
20:39Dari kajian kami
20:40Juga analogi kami
20:41Kalaupun di hukum
20:42Tata negara
20:43Bahwa syarat
20:43Syarat itu sama dengan
20:45Persyaratan itu
20:46Tergantung
20:46Itu tergantung
20:48Dari makna
20:48Dari Mbak Bibit
20:49Ya kan
20:49Ya kan
20:50Tetapi
20:50Kami juga
20:51Menafsirkan berbeda
20:53Bahwa syarat
20:53Yang dimaksud itu
20:54Adalah syarat
20:55Dimana
20:56Dimana wakil presiden
20:57Atau presidennya itu
20:58Sudah sakit-sakitan
20:59Tidak mempercayakan
21:00Jadi dengan kata lain
21:01Apapun hasil putusan
21:02MK yang menyatakan
21:03Bahwa
21:04Suket itu
21:06Ijab
21:06Ijab
21:07Ijab
21:07Ijab
21:07Ijab
21:08Ijab
21:08Ijab
21:09Ijab
21:09Ijab
21:10Ijab
21:10Ijab
21:11Ijab
21:11Ijab
21:11Ijab
21:16Ijab
21:16DPR
21:16Teman-teman DPR
21:18Menggunakan hanya
21:19Teman-teman DPR ini
21:21Kan memeriksa
21:22Melihat
21:23Ya kan
21:24Seperti apa
21:26Ijasanya mana
21:27Terus yang mana
21:27Yang disetarakan
21:29Oh ini seperti ini
21:30Kan DPR yang menilai
21:31Semoga aja
21:32Sepanjang konstitusional
21:34Sepanjang
21:35Jangan dibuat-buat juga
21:36Perbuatan tercelah
21:37Perbuatan tercelahnya dimana
21:39Apa yang dibuat
21:40Mas Gibran
21:41Suket itu bukan beliau yang bikin
21:42Beliau tidak pernah
21:44Memerintahkan
21:45Untuk membuat Suket
21:46Dengan model seperti ini
21:47ABC
21:48Itu standarisasi
21:49Daripada otoritas
21:51Masalahnya dimana
21:52Gitu loh
21:52Nah ini yang saya katakan
21:54Bahwa ini adalah
21:55Politik black campaign
21:56Saya rasa
21:57Black campaign dari siapa?
21:58Ya
21:58Dari pihak-pihak tertentu
21:59Yang kita tahu sendiri
22:00Bahwa orang-orang ini
22:01Tentu ada pendukung di belakangnya
22:03Oke
22:03Saya kembang
22:04Pengugat
22:05Pengugat
22:05Oh siapapun
22:06Ya kan
22:07Nah ini
22:07Orangnya itu-itu aja kok
22:09Baik
22:10Kita perhatikan lah
22:10Di dunia
22:12Perpolitikan kita
22:13Itu-itu aja kok
22:14Nah ini sebenarnya
22:15Pengbenci
22:15Pengbenci Pak Jokowi
22:16Nah ini yang sebenarnya saya tanyakan
22:18Ke Bang Doli
22:18Tapi Bang Doli
22:19Belum bisa bergabung
22:20Jadi yang sehingga saya tanyakan
22:21Sudah
22:22Sudah
22:22Sudah bisa
22:24Oke
22:25Bang Doli
22:25Suaranya sudah jelas?
22:26Ya
22:28Sudah
22:28Oke nah sekarang nih
22:29Baru sudah jelas nih
22:30Jadi Bang Doli
22:31Kalau yang dilihat nih
22:32Nanti
22:33Dari
22:33Bang Ade sendiri
22:34Bilang bahwa
22:35Sebenarnya di DPR
22:35Nanti itu sebenarnya tidak
22:36Akan mempermasalahkan syarat
22:38Dan persarat ini
22:39Karena jelas berarti ya
22:40Tidak akan berpengaruh
22:41Begitu ya
22:42Ya
22:42Karena DPR akan
22:43Memeriksa secara detail
22:44Nanti
22:45Apakah syarat itu
22:46Dipenuhi atau tidak
22:46Kemudian
22:47Yang dimaksud
22:48Memenuhi syarat itu
22:49Persaratan
22:50Atau syarat
22:51Pada saat pencalonan
22:52Atau syarat
22:52Berikan kesempatan
22:53Ke Bang Doli
22:54Untuk menanggapi
22:54Seperti itu gitu loh
22:55Pasti teman-teman
22:56Lebih hebat
22:57Nanti DPR
22:59Silahkan Bang Doli
23:00Ya saya tidak bisa
23:02Mengatasi
23:02Namakan
23:03580
23:04Atau DPR
23:04Karena pembicaraan
23:05Sekitar belum mulai
23:06Kan saya sudah jelaskan tadi
23:08Betul
23:08Ya kami juga
23:09Masing-masing
23:10Sedang mengkaji
23:11Mendalami
23:12Di masing-masing
23:13Partai politik
23:14Nah dan kemudian
23:15Saya mendorong
23:17Dari dulu-dulu
23:18Supaya ini dipicarakan
23:19Di pimpinan
23:20Partai politik
23:21Yang ada DPR
23:21Bahwa kemudian
23:22Ada teman-teman
23:23Fraksi
23:24Yang sudah mulai
23:25Membicarakan itu
23:26Ya siasah aja
23:28Kita hormati
23:28Dan kalau mereka
23:29Mengajak
23:30Ya seperti biasa
23:31Kita dalam
23:31Saal hari-harinya
23:32Hubungan kita
23:33Antara fraksi
23:33Antara partai politik
23:34Kan bagus-bagus saja
23:35Nah cuma saya mengatakan
23:37Begini
23:37Saya selalu
23:38Pendekatannya
23:39Institusional dan konstitusional
23:40Masalah ini ada
23:42DPR ditunggu orang
23:43Karena kan tadi
23:44Ada putusan dua itu kan
23:45MK dan MA
23:46Yang berkaitan dengan
23:47Soal ijazah
23:48Wakil presiden kita
23:50Jadi
23:51Saya
23:51Dan tidak pernah
23:53Dengar-dengar kata netizen
23:54Apalagi ngikutin kata
23:56Denny Indrayana
23:57Yang selanjutnya
23:58Saya tadi menanggapi
24:00Pak Adek bilang
24:02Mengatakan
24:02Ini bisa
24:03Menyasar ke
24:04Pak Prabowo
24:05Saya mau
24:06Saya ingatkan itu saja
24:07Saya kira ini
24:07Tidak ada
24:08Urusan dengan Pak Prabowo
24:09Dan DPR
24:10Hanya fokus
24:11Bicara tentang
24:12Soal putusan
24:13MK dan MA
24:14Tidak kemana-mana
24:14Jadi
24:16Jangan kita
24:17Jangan kita
24:17Menyimpulkan masalah
24:18Baru
24:19Sementara masalah
24:20Yang serang
24:20Tidak harap ini
24:21Belum selesai
24:50Jadi
24:52Bahkan masuk
24:52Kami di
24:53Partai-partai
24:54Budik
24:54Dan
24:54Di DPR
24:56Dibantah oleh
24:57Bang Doli
24:58Tidak ada urusannya
24:59Dengan presiden Prabowo
25:00Masih tetap
25:01Berkeka
25:02Ini akan
25:03Menargetkan presiden
25:04Prabowo
25:05Polemiki jasa ini
25:06Begini Bang
25:06Ya Ser
25:07Saya hari ini
25:08Berbicara
25:09Di depan kompas ini
25:10Tidak berbicara
25:11Sebagai pribadi
25:12Dan atau
25:13Gibranisti
25:13Yang menyatakan
25:14Bahwa ini penyasaran
25:15Bahwa ada tanggapan
25:17Seperti itu
25:18Serat
25:19Itu
25:19Sasa saja
25:20Wajar saja
25:21Netizen
25:22Kemudian
25:23Beberapa kelompok
25:24Menyampaikan bahwa
25:26Wah ini
25:26Sasaran antara
25:27Itu kan
25:28Malar politik
25:28Kita tidak bisa
25:29Membatasi
25:30Pemikiran orang
25:31Tapi bisa
25:33Dibendung loh
25:33Itu kan
25:35Pemikiran
25:36Bukan tindakan
25:37Asumsi
25:39Asumsi kan Bang
25:40Iya dong
25:41Tetapi
25:42Kalau berbicara
25:44Seperti itu
25:45Ya bisa saja
25:46Seperti itu
25:46Pemikiran mereka
25:48Tetapi hari ini
25:49Saya katakan
25:50Bahwa
25:50Kalau
25:51Terkait
25:52Persoalan
25:53Persaratan
25:54Kemudian
25:55Ada putusan
25:56Mahkamah Agung
25:58Saya rasa ini
25:58Clear
25:59Karena suket itu
26:00Sudah selesai
26:01Dan digunakan
26:02Sebagaimana mestinya
26:03Pada saat
26:04Pencalonan
26:04Dan itu sudah
26:05Tetap kong oleh
26:06HPU
26:07Balik lagi ke
26:07Topik dialog kita
26:08Dan ingat
26:09Ada pasal
26:1118
26:11Ya
26:13Poin 3
26:14Ya 3
26:14Ya PKP
26:16Nomor 19
26:16Clear tuh
26:17Balik lagi ke topik kita
26:18Tetap
26:19Anda berpendapat
26:20Bahwa ini akan
26:20Menyerat Presiden Prabowo
26:22Oh saya tidak berpendapat
26:23Seperti itu
26:23Tapi pendapatnya apa
26:24Saya melihat
26:26Beberapa
26:26Melihat
26:27Beberapa
26:28Tanggapan
26:28Oke
26:29Tanggapan-tanggapan dari
26:30Netizen
26:30Saya rasa itu hak mereka
26:31Ini yang kita bicarakan
26:33Gitu loh
26:33Tetapi kalau betul
26:34Kata Bang Doli
26:35Bahwa ya
26:36Kalau kita menyeret
26:37Kesana
26:37Tidak
26:38Tetapi tanggapan
26:39Kalau Bang Doli juga
26:40Tidak mau peduli
26:41Dengan tanggapan itu
26:41Kan
26:42Biasa saja
26:43Tidak ada masa
26:44Itu hal yang biasa
26:45Di masyarakat kita
26:46Bukan
26:47Silahkan Bang Doli
26:48Terakhir
26:49Ya
26:50Ini bukan soal
26:51Menanggapin
26:51Kan DPR ini kan
26:53Institusi resmi
26:55Negara
26:56Ya
26:57Maka kita bicara
26:58Tentang
26:59Putusan-putusan
27:01Kebijakan-kebijakan
27:02Negara saja
27:02Ya
27:03Dihadapkan
27:04Sekarang oleh DPR
27:05Itu adalah
27:06Usan Mahkamah Konstitusi
27:07Mahkamah
27:08Yang saya tidak perlu ulangi
27:09Dan itu ada
27:10Terkait dengan urusan
27:11Selain nama
27:12Wakil-wakil kita
27:13Apalagi Pak Prabowo
27:15Jadi
27:16Tidak apa-apa
27:17Kita menghardi
27:18Kalau misalnya
27:18Ada orang yang
27:19Menyakuin seperti itu
27:20Tapi DPR
27:21Apalagi Pak Tegok
27:22Tidak ada urusannya
27:24Pak Prabowo
27:25Baik
27:26Terakhir ke Mbak Bivitri
27:27Mbak Bivit
27:28Ini akan
27:28Akan
27:29Akan
27:30Betul-betul
27:30Menyeret Presiden
27:31Atau
27:32Hanya wacana aja
27:33Seperti yang disampaikan
27:34Oleh Bang Ade
27:34Ini hanya
27:35Ya isu-isu di netizen aja
27:38Kalau menurut saya
27:39Sangat-sangat sulit
27:40Untuk dibawa ke Pak Prabowo
27:41Ya
27:41Saya bicara normatif ya
27:43Karena sekali lagi
27:44Betapapun
27:45Gibranisti
27:46Atau siapapun
27:47Masih ingin mendebat
27:48Putusan
27:49Mahkamah Agung
27:49Ya tidak bisa
27:50Mau-mau berdebat
27:52Tapi ijazahnya ada
27:53Silahkan berdebat begitu
27:54Tapi yang akan dipegang
27:55Oleh DPR
27:55Karena itu adalah
27:56Forum formal
27:57Adalah putusan
27:58Mahkamah Agung
27:59Nah putusan
27:59Mahkamah Agungnya
28:00Memang hanya mengatakan
28:02Gibran Taka Buming
28:03Tidak mengatakan
28:04Prabowo
28:04Kalau mau masuk ke situ
28:06Silahkan proses juga
28:07Ijazahnya Pak Prabowo
28:08Kalau mau
28:09Tapi artinya
28:10Yang saat ini
28:11Harusnya direspon oleh DPR
28:12Adalah
28:13Putusan yang sudah ada
28:14Nah jadi secara
28:16Hukum Tata Negara
28:17Saya kira
28:18Agak jauh
28:19Kalau kita membicarakan
28:20Sampai ke soal
28:21Ijazahnya Pak Prabowo
28:23Kecuali ada
28:24Manuver lain yang
28:25Alasannya bukan
28:26Ijazah
28:26Tapi saya kira itu
28:27Di luar pembicaraan
28:28Hari ini
28:28Baik kita nantikan
28:29Seperti apa
28:30Ini polemik
28:30Ijazah Gibran ini
28:31Sekarang bola panasnya
28:32Ada di DPR
28:33Bang Doli dan teman-teman
28:34Kita tunggu nih
28:35Apa informasi terbaru
28:36Dari polemik ini
28:38Terima kasih Bang Doli
28:39Terima kasih Mbak Bibit
28:40Dan terima kasih Bang Ade
28:41Telah hadir
28:42Bersama kami
28:43Dan juga memberikan perspektifnya
28:44Di Kompas Petang
28:44Salam sehat semuanya
28:45Terima kasih

Dianjurkan