JAKARTA, KOMPAS.TV - Wakil Ketua BEM UI 2026, Fathimah Azzahra menitipkan pesan kepada Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan yang juga aktivis 1998, Budiman Sudjatmiko agar para menteri menyampaikan laporan yang sesuai dengan kondisi sebenarnya di masyarakat.
"Saya titip, mungkin di grup menteri itu bang perlu diingatkan, agar laporan-laporan mereka sesuai dengan apa yang betul-betul terjadi di masyarakat. Karena kalau tidak, kasihan Pak Prabowo. Nanti dia tertipu, dia pikir dia berhasil. Padahal ternyata masyarakat masih susah," katanya.
Fathimah juga menyoroti janji-janji pemerintah yang menurutnya harus mulai dibuktikan melalui hasil nyata di masyarakat.
Melalui gerakan Indonesia Sadar, mahasiswa mengusung subtema "Tepati atau Pergi". Fathimah menyebut, pemerintah harus serius menepati janji. Jika tidak, pejabat dinilai perlu mempertimbangkan untuk mundur.
Fathimah menilai, setelah pemerintahan berjalan dua tahun, masyarakat seharusnya sudah dapat melihat hasil dari berbagai program yang dijanjikan.
Menanggapi tuntutan tersebut, Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan yang juga aktivis 1998, Budiman Sudjatmiko, menyatakan Presiden Prabowo telah menyampaikan komitmen untuk tidak kembali mencalonkan diri jika gagal menyejahterakan masyarakat miskin.
Budiman kemudian menegaskan, baginya persoalan saat ini bukan semata-mata soal presiden harus mundur atau tidak.
Ia menilai, program yang diusung Prabowo memiliki kemiripan dengan cita-cita yang diperjuangkannya bersama rekan-rekan aktivis puluhan tahun lalu.
Bagaimana menurut Anda? Tuliskan di kolom komentar.
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/sFstPhIYbyM
Baca Juga WALHI Belum Lega 20 Korporasi Jadi Tersangka Karhutla: Harus Ada Pencabutan Izin hingga Pemulihan di https://www.kompas.tv/nasional/698927/walhi-belum-lega-20-korporasi-jadi-tersangka-karhutla-harus-ada-pencabutan-izin-hingga-pemulihan
#demomahasiswa #bemui #budimansudjatmiko
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/698970/fathimah-bem-ui-titip-pesan-ke-budiman-agar-menteri-prabowo-laporkan-kondisi-sebenarnya-rosi