Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Suami siri ditetapkan sebagai tersangka atas pembunuhan berencana istri dan anak. Teka-teki mengungkap dugaan keterlibatan orang lain masih menjadi misteri.

Prarekonstruksi aksi pembunuhan dengan 48 adegan di sejumlah lokasi, mulai dari hotel, rumah orang tua, hingga rumah pribadi tersangka.

Praktisi kepolisian, Brigjen Purnawirawan Sri Suari, menduga pelaku tak mungkin beraksi seorang diri, terutama ketika menghilangkan jejak kedua korban.

Lalu, jika benar ada keterlibatan orang lain dalam kasus pembunuhan istri siri dan anak di Madiun, kita berbincang dengan praktisi kepolisian, Brigjen Purnawirawan Sri Suari.

#madiun #pembunuhanistrisiri #suamibunuhistrisiri

Baca Juga [FULL] Faldo Maldini & Rangga Kusumo Bahas Pertemuan PKS Dengan PDIP soal Hak Angket Gibran di DPR di https://www.kompas.tv/nasional/698912/full-faldo-maldini-rangga-kusumo-bahas-pertemuan-pks-dengan-pdip-soal-hak-angket-gibran-di-dpr



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/698915/full-polisi-bahas-pembunuhan-istri-siri-anak-di-madiun-benarkah-pelaku-beraksi-seorang-diri
Transkrip
00:00Lalu pertanyaannya jika benar ada keterlibatan orang lain di kasus pembunuhan istri siri dan anak di Madiun, bagaimana cara membuktikannya?
00:08Kita berbincang dengan praktisi kepolisian Brigjen Purnawirawan Sri Suwari.
00:12Bu Sri selamat sore.
00:17Selamat sore.
00:19Ya, Bu Sri jika polisi sampai sekarang menyebut pelaku pembunuhan berencana istri siri dan anak di Madiun, seorang diri, bagaimana
00:32caranya ini bisa mendalami dugaan keterlibatan orang lain jika betul memang pelaku tidak bergerak sendiri?
00:42Baik, pada dasarnya polisi bekerja bukan berdasarkan asumsi, tapi polisi bekerja berdasarkan fakta yang ditemukan ketika mengolah TKP.
00:55Ini TKP-nya kan banyak nih, kemudian menganalisis keterangan pelaku, menganalisis keterangan saksi, menganalisis hasil laboratorium prudensik, maka polisi melakukan
01:13prarekonstruksi.
01:15Prarekonstruksi itu adalah mencoba merangkai keterangan demi keterangan tadi dengan fakta-fakta lapangan.
01:23Katakanlah saat ini kita menduga, kita menduga, tidak mungkin satu orang, tapi polisi harus membuktikan benarkah tidak satu orang?
01:34Ternyata begitu diolah TKP dari ruang hotel, dari kamar hotel menuju ke mobil, jenazahnya misalnya diseret, kan itu pakai sleeping
01:46bed ya, dan sebagainya.
01:48Nah, itu masih masuk akal dilihat tuh korelasi antara keterangan tersangka dengan fakta, faktual di lapangan.
01:56Jadi demikian, prarekonstruksi itu adalah melihat logika.
02:01Apakah logika ini saling terhubung satu sama lain atau berbalikan.
02:08Itu jadi, apapun yang dikatakan oleh penyidik saat ini, kita harus meyakini itu bahwa berdasarkan fakta.
02:17Fakta itu nanti akan diuji di pengadilan.
02:21Mencari apakah pelakunya satu atau dua orang itu adalah mencocokkan semua tadi.
02:27Keterangan yang ada. Mulai dari olah TKP, fakta-fakta di TKP, hasil pemeriksaan tersangka, hasil keterangan saksi yang berada di
02:36sekitar TKP.
02:37Fakta-fakta metode kerja yang digunakan.
02:41Kalau Bu Sri berduganya, ini sebenarnya, kalau benar ada dugaan keterlibatan orang lain,
02:46di mana saat perencanaankah atau pasca pembunuhan bahwa di situ ada jejak menghilangkan korban?
02:56Kalau kita melihat, kita ini kan hanya orang luar. Pihak luar yang menduga-duga.
03:07Nampaknya, sinyalnya kurang bagus ya.
03:10Kita kan saat ini hanya menduga-duga.
03:13Nah, apakah kemungkinan dilakukan di awal, di akhir, saya sekali lagi ingin mengajak teman-teman semua,
03:20tidak perlu menduga-duga, tidak perlu mengasumsi.
03:23Tetapi, kita di luar boleh sama-sama menjadi praktisi, ingin melihat sejauh mana kinerja kepolisian.
03:31Tapi, menurut saya, melihat semua, saya yakin karena kasus ini sudah begitu disorot secara nasional,
03:39maka polisi akan melakukan rekaman semua kegiatan kepolisian, mulai dari olah TKP pertama sampai TKP terakhir.
03:47Lalu, bagaimana mungkin, yang paling mungkin terlibat ada pelaku lain, barangkali pelaku lain yang justru tidak kita duga di tempat
03:57pelarian.
03:59Misalnya, di sana bisa jadi tersangkanya kasus baru, yaitu obstruction of justice.
04:06Jadi, bisa juga. Jadi, banyak kemungkinan yang terjadi, maka kita berikan peluang kepada teman-teman penyidik,
04:15kita yang berada di luar, sama-sama mengawasi kinerja penyidik.
04:20Bu Sri, tapi bagaimana caranya atau bagaimana biasanya kerja dari penyidik ini untuk mengetahui ada dugaan unsur tambahan orang di
04:29luar pelaku yang sudah ditetapkan sebagai tersangka?
04:32Biasanya yang diperiksa ini harusnya dari lingkar mana atau di mana duluan, Bu?
04:39Tadi, sebagaimana sih?
04:41Ya, betul. Keluarganya.
04:45Oke.
04:46Agak terputus ya, Pak.
04:48Jadi, bagaimana untuk mengetahui itu?
04:52Tadi, kesesuaian antara keterangan itu berada dalam satu garis logika.
04:58Atau tidak?
05:00Tidak. Ketika dia tidak berada dalam satu garis logika yang bisa dipahami, maka itu menjadi bias.
05:08Menjadi bias, maka polisi akan merubah keterangan dari antaranya itu akan dikejar lagi.
05:14Apakah keterangan tersangka yang tidak sesuai?
05:17Atau keterangan pihak saksi yang tidak sesuai?
05:21Lalu, kenapa pihak saksi umpamanya?
05:24Pihak saksi nanti akan dikonfrontasi dengan pihak tersangka.
05:28Mungkin saat ini belum masuk kepada tahap konfrontasi bisa jadi.
05:32Karena polisi ingin melihat logika si pelaku ini sejauh mana.
05:37Karena ini kan, perancangan dia ini apakah sebelum kejadian, sebelum pembunuhan pertama,
05:47ataukah pembunuhan pertama itu benar-benar tasus yang karena impulsif.
05:53Nah, ini polisi juga akan hati-hati kalau kita melihat seperti ini.
05:56Jadi, polisi akan bekerja secara komprehensif mengawinkan semuanya, meramu semua keterangan termasuk hasil lapor.
06:08Karena laporlah yang membuat benda-benda mati itu bisa berbicara melalui keterangan ahli.
06:15Bu Sri, terima kasih untuk pandangannya.
06:17Berarti artinya tidak hanya cukup di pra-rekon atau rekonstruksi,
06:20tapi juga ada kesesuaian antara apa yang dikatakan oleh tersangka, para saksi, dan juga dari hasil lapor.
06:27Terima kasih, Bu Sri. Selamat sore.
06:29Terima kasih.
06:30Terima kasih.
06:30Terima kasih.

Dianjurkan