Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 1 menit yang lalu
JAKARTA, KOMPASTV - Denny Indrayana mengaku bertemu dengan seorang tetangganya di Melbourne yang pernah menempuh pendidikan di UTS Insearch pada 2008.

Menuru Denny, tetangganya tersebut memperoleh Diploma of Business and Commerce setelah menyelesaikan tiga semester pendidikan.

Ia juga memiliki dokumen kelulusan berupa diploma dan transkrip nilai yang mencantumkan mata kuliah secara lengkap.

Denny kemudian membandingkannya dengan dokumen pendidikan Gibran yang dipersoalkan karena hanya berupa Certificate of Attendance.

"Saya kebetulan kemarin ke Melbourne, ternyata ada tetangga yang kuliah di UTS Insearch. Saya tanya, lulus? Ada, Pak. Diploma Business and Commerce," cerita Denny kepada wartawan, Jumat (30/10/2026).

"Kalau lulus tiga semester juga dia dapat bukti lulus, bukan Certificate of Attendance, tetapi diploma bukti lulus lengkap. Lebih lengkap lagi, dia juga memberikan transkripnya,"' lanjutnya.

Denny pun menantang Gibran terkait bukti transkrip yang dimilikinya.

"Sekarang pertanyaannya kepada Mas Gibran, mana transkrip nilai di UTS Insearch? Jangan cuma menunjukkan Certificate of Attendance saja," katanya.

Produser: Yuilyana

Thumbnail Editor: Joshua

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/698869/denny-bandingkan-dokumen-gibran-dengan-tetangganya-yang-lulus-uts-insearch
Transkrip
00:00Saya enggak ingin panjang lebar lah, nanti biar Mas Seri dapat bagian, kalau saya semua nanti enggak kebagian beliau.
00:05Tapi yang menarik, eh bahasa Inggrisnya kok E8 ya?
00:12Ini kunci ini, kenapa enggak lulus di UTS Insert?
00:17Ini bahasa Inggris lulus apa enggak nih E8 begini?
00:20Ini kayaknya teman-teman yang sedang ngeluarkan ini, lagi diprotes nih sama Bohir di Solo nih.
00:26Kalian dokumen enggak lulus bahasa Inggris kok diterbitkan, waduh gimana sih?
00:32Kecolongan kayaknya nih, transkrip 1 E8 di bahasa Inggrisnya E8.
00:38Terus gimana dong?
00:40Gitu, nanti lebih jauhnya Mas Seri lah.
00:43Yang mereka tunjukkan Advance Diploma.
00:46Iya dong, NDIS.
00:49Kalau yang begini, jawaban kita, nah ini kayak yang Inalim lah, yang di MK.
00:55Ya, Advance Diploma itu yang setara SMA.
00:58Tapi saya lebih percaya Profesor Strupikal Amir, yang dari NTUS, yang ngajar di Singapura, yang bilang,
01:05Advance Diploma itu bukan A-level.
01:07Sama sekali fatal kalau mengatakan Advance Diploma itu A-level lulus SMA.
01:12Karena Advance Diploma ini lembaga kursus.
01:15Kalau A-level itu sulit sekali.
01:18Ini cara-cara untuk sekolah di Singapura tanpa lewat A-level, tanpa lulus SMA.
01:23Jadi jelas kalau menurut Sulfiqar Amir, ini tidak bisa jadi dasar lulus SMA.
01:31Iya kan?
01:33Yang lain adalah, terima kasih kepada pihak intervensi, kuasa hukum Gibran, yang menghadirkan ini dan berkata,
01:41Eh, ini loh bukti dia lulus SMA.
01:44Loh, kok Anda lupa surat keterangannya bitaran UTS Inserts?
01:50Yang dijadikan dasar, yang di Sydney.
01:53Artinya kalau mereka sekarang pindah ke MDIS, Singapura, berarti mereka mengatakan,
02:00Iya, surat keterangan kami salah nih.
02:03Yang betul adalah harusnya MDIS yang kami setarakan.
02:08Berarti gugatan BUMESEL dikabulkan dong.
02:11Karena mereka bicara sekarang MDIS Singapura.
02:15Padahal surat keterangannya bicara UTS Inserts.
02:19Kenapa mereka sekarang berubah?
02:21Nah, tanya ke mereka.
02:23Kenapa dulu minta penyetaraannya UTS Inserts Sydney, sekarang tiba-tiba memunculkan Advanced Diploma.
02:31Nah, saya menduga, karena yang punya mereka ternyata setelah dikorek-korek, ya cuma sertifikat over attendance.
02:40Cuma hadir, absen, tapi nggak lulus.
02:45Ini sertifikat over attendance.
02:47Setelah kuliah tiga semester, awalnya 2004-2007 ngakunya,
02:53tapi di EMK kemudian diketahui bahwa kata dari kementerian hanya sertifikat over attendance.
02:59Dari 14 Februari 2005 sampai 31 Oktober 2006.
03:06Satu setengah tahun lebih dikit lah.
03:08Tiga semester.
03:10Dapatnya sertifikat over attendance.
03:12Jadi, bukan, ini loh, lulus.
03:18Ini adat kebetulan, saya kemarin ke Melbourne.
03:22Eh, ternyata ada tetangga yang kuliah di UTS Inserts.
03:27Tetangga.
03:28Saya UTS Inserts, Pak, kata dia.
03:30Tuan berapa?
03:312008.
03:32Oh, ini 2005-2006.
03:34Ya, mirip-mirip lah.
03:35Mana?
03:35Ada nggak yang lulusnya?
03:36Ada, Pak.
03:37Apa?
03:38Diploma Business and Commerce.
03:40Oh, saya bilang di brand diploma bisnis.
03:42Mirip lah itu.
03:43Sini, saya ke...
03:44Ya, dapet lah.
03:45Ini sertifikat dia.
03:47Itu harus ditutup namanya.
03:49Dan detail pribadinya, karena nggak boleh.
03:52Tapi, kalau lulus, sama tiga semester juga dia,
03:57dapetnya ini.
03:58Bukti lulus.
04:00Bukan sertifikat over attendance.
04:02Tapi, diploma.
04:05Bukti lulus.
04:07Lengkap.
04:07Nah, lebih lengkap lagi, dia kasih juga.
04:12Transkripnya butuh nggak, Pak?
04:13Oh, butuh, saya bilang.
04:15Transkrip.
04:17Ada delapan belasan lah ini, mata kuliah.
04:21Lengkap ini, transkrip.
04:23Nah, sekarang pertanyaan kepada para kuasa hukum.
04:28Dan sebenarnya kepada Mas Gibran, sih.
04:31Mas Gibran, Bin Jokowi.
04:34Mana transkrip nilai di UTS Insights?
04:38Jangan cuma nunjukin sertifikat of attendance saja.
04:41Kenapa dapat sertifikat of attendance?
04:44Bukan sertifikat of completion?
04:46Coba yang ditutupin ini.
04:49Saya kalau ini, kalau ini sekarang ada.
04:52Dulu, dulu ijazahnya nggak ada.
04:53Berani kita sayembara.
04:5510,3 miliar nggak ada barang itu.
04:57Kalau sekarang saya sayembara, keluar via transkrip ini.
05:01Cuman ini nggak dikeluarin.
05:03Yang tadi bocor, satu E.
05:05Kalau ini keluar, akan kelihatan berapa yang fair.
05:08Yang mereka nggak berani tunjukkan.
05:12Ini saya tantangin nih, para kuasa hukum Gibran.
05:15Para termul.
05:17Dan teman-teman yang mendukung pendidikan Gibran.
05:23Terutama Mas Gibran sendiri.
05:25Dan terutama Pak Jokowi sendiri.
05:27Tolong ditunjukkan transkrip nilai di UTS Insights.
05:32Kuncinya di sini.
05:34Dia tidak lulus di UTS Insights itu.
05:39Hanya dapat sertifikat of attendance itu.
05:41Karena di sinilah dia akan kelihatan dia tidak lulus banyak.
05:45Tidak lulus banyak.
05:47Ingat, di sidang MK.
05:49Kata Yang Mulia Profesor Saldi Isra.
05:52Eh, ini ada yang berhasil lulus.
05:55Ada yang fail juga ya.
05:57Ada yang gagal juga ya.
05:58Tahu tidak berapa yang gagal?
06:02Di situ akan terjawab.
06:04Yuk, kalau Mas Gibran memang merasa lulus, merasa memang punya kualitas.
06:10Tantangannya adalah tunjukkan transkrip nilai di UTS Insights.
06:17Saya punya keyakinan.
06:20Banyak yang fail.
06:21Banyak yang gagal.
06:23Kenapa?
06:24Kalau banyak yang lulus, ya ditunjukin.
06:28Kenapa banyak yang fail?
06:30Ya, di Singapurnya bahasa Inggrisnya fail.
06:35Bahasa Inggrisnya fail.
06:37Terus gimana mau kuliah di Sydney?
06:39Wajar kalau kemudian banyak yang fail.
06:42Kalau apa yang saya katakan ini salah, silahkan tunjukkan.
06:46Buktikan kalau saya salah.
06:48Tunjukkan transkrip nilai di UTS Insights.

Dianjurkan