00:00Saya enggak ingin panjang lebar lah, nanti biar Mas Seri dapat bagian, kalau saya semua nanti enggak kebagian beliau.
00:05Tapi yang menarik, eh bahasa Inggrisnya kok E8 ya?
00:12Ini kunci ini, kenapa enggak lulus di UTS Insert?
00:17Ini bahasa Inggris lulus apa enggak nih E8 begini?
00:20Ini kayaknya teman-teman yang sedang ngeluarkan ini, lagi diprotes nih sama Bohir di Solo nih.
00:26Kalian dokumen enggak lulus bahasa Inggris kok diterbitkan, waduh gimana sih?
00:32Kecolongan kayaknya nih, transkrip 1 E8 di bahasa Inggrisnya E8.
00:38Terus gimana dong?
00:40Gitu, nanti lebih jauhnya Mas Seri lah.
00:43Yang mereka tunjukkan Advance Diploma.
00:46Iya dong, NDIS.
00:49Kalau yang begini, jawaban kita, nah ini kayak yang Inalim lah, yang di MK.
00:55Ya, Advance Diploma itu yang setara SMA.
00:58Tapi saya lebih percaya Profesor Strupikal Amir, yang dari NTUS, yang ngajar di Singapura, yang bilang,
01:05Advance Diploma itu bukan A-level.
01:07Sama sekali fatal kalau mengatakan Advance Diploma itu A-level lulus SMA.
01:12Karena Advance Diploma ini lembaga kursus.
01:15Kalau A-level itu sulit sekali.
01:18Ini cara-cara untuk sekolah di Singapura tanpa lewat A-level, tanpa lulus SMA.
01:23Jadi jelas kalau menurut Sulfiqar Amir, ini tidak bisa jadi dasar lulus SMA.
01:31Iya kan?
01:33Yang lain adalah, terima kasih kepada pihak intervensi, kuasa hukum Gibran, yang menghadirkan ini dan berkata,
01:41Eh, ini loh bukti dia lulus SMA.
01:44Loh, kok Anda lupa surat keterangannya bitaran UTS Inserts?
01:50Yang dijadikan dasar, yang di Sydney.
01:53Artinya kalau mereka sekarang pindah ke MDIS, Singapura, berarti mereka mengatakan,
02:00Iya, surat keterangan kami salah nih.
02:03Yang betul adalah harusnya MDIS yang kami setarakan.
02:08Berarti gugatan BUMESEL dikabulkan dong.
02:11Karena mereka bicara sekarang MDIS Singapura.
02:15Padahal surat keterangannya bicara UTS Inserts.
02:19Kenapa mereka sekarang berubah?
02:21Nah, tanya ke mereka.
02:23Kenapa dulu minta penyetaraannya UTS Inserts Sydney, sekarang tiba-tiba memunculkan Advanced Diploma.
02:31Nah, saya menduga, karena yang punya mereka ternyata setelah dikorek-korek, ya cuma sertifikat over attendance.
02:40Cuma hadir, absen, tapi nggak lulus.
02:45Ini sertifikat over attendance.
02:47Setelah kuliah tiga semester, awalnya 2004-2007 ngakunya,
02:53tapi di EMK kemudian diketahui bahwa kata dari kementerian hanya sertifikat over attendance.
02:59Dari 14 Februari 2005 sampai 31 Oktober 2006.
03:06Satu setengah tahun lebih dikit lah.
03:08Tiga semester.
03:10Dapatnya sertifikat over attendance.
03:12Jadi, bukan, ini loh, lulus.
03:18Ini adat kebetulan, saya kemarin ke Melbourne.
03:22Eh, ternyata ada tetangga yang kuliah di UTS Inserts.
03:27Tetangga.
03:28Saya UTS Inserts, Pak, kata dia.
03:30Tuan berapa?
03:312008.
03:32Oh, ini 2005-2006.
03:34Ya, mirip-mirip lah.
03:35Mana?
03:35Ada nggak yang lulusnya?
03:36Ada, Pak.
03:37Apa?
03:38Diploma Business and Commerce.
03:40Oh, saya bilang di brand diploma bisnis.
03:42Mirip lah itu.
03:43Sini, saya ke...
03:44Ya, dapet lah.
03:45Ini sertifikat dia.
03:47Itu harus ditutup namanya.
03:49Dan detail pribadinya, karena nggak boleh.
03:52Tapi, kalau lulus, sama tiga semester juga dia,
03:57dapetnya ini.
03:58Bukti lulus.
04:00Bukan sertifikat over attendance.
04:02Tapi, diploma.
04:05Bukti lulus.
04:07Lengkap.
04:07Nah, lebih lengkap lagi, dia kasih juga.
04:12Transkripnya butuh nggak, Pak?
04:13Oh, butuh, saya bilang.
04:15Transkrip.
04:17Ada delapan belasan lah ini, mata kuliah.
04:21Lengkap ini, transkrip.
04:23Nah, sekarang pertanyaan kepada para kuasa hukum.
04:28Dan sebenarnya kepada Mas Gibran, sih.
04:31Mas Gibran, Bin Jokowi.
04:34Mana transkrip nilai di UTS Insights?
04:38Jangan cuma nunjukin sertifikat of attendance saja.
04:41Kenapa dapat sertifikat of attendance?
04:44Bukan sertifikat of completion?
04:46Coba yang ditutupin ini.
04:49Saya kalau ini, kalau ini sekarang ada.
04:52Dulu, dulu ijazahnya nggak ada.
04:53Berani kita sayembara.
04:5510,3 miliar nggak ada barang itu.
04:57Kalau sekarang saya sayembara, keluar via transkrip ini.
05:01Cuman ini nggak dikeluarin.
05:03Yang tadi bocor, satu E.
05:05Kalau ini keluar, akan kelihatan berapa yang fair.
05:08Yang mereka nggak berani tunjukkan.
05:12Ini saya tantangin nih, para kuasa hukum Gibran.
05:15Para termul.
05:17Dan teman-teman yang mendukung pendidikan Gibran.
05:23Terutama Mas Gibran sendiri.
05:25Dan terutama Pak Jokowi sendiri.
05:27Tolong ditunjukkan transkrip nilai di UTS Insights.
05:32Kuncinya di sini.
05:34Dia tidak lulus di UTS Insights itu.
05:39Hanya dapat sertifikat of attendance itu.
05:41Karena di sinilah dia akan kelihatan dia tidak lulus banyak.
05:45Tidak lulus banyak.
05:47Ingat, di sidang MK.
05:49Kata Yang Mulia Profesor Saldi Isra.
05:52Eh, ini ada yang berhasil lulus.
05:55Ada yang fail juga ya.
05:57Ada yang gagal juga ya.
05:58Tahu tidak berapa yang gagal?
06:02Di situ akan terjawab.
06:04Yuk, kalau Mas Gibran memang merasa lulus, merasa memang punya kualitas.
06:10Tantangannya adalah tunjukkan transkrip nilai di UTS Insights.
06:17Saya punya keyakinan.
06:20Banyak yang fail.
06:21Banyak yang gagal.
06:23Kenapa?
06:24Kalau banyak yang lulus, ya ditunjukin.
06:28Kenapa banyak yang fail?
06:30Ya, di Singapurnya bahasa Inggrisnya fail.
06:35Bahasa Inggrisnya fail.
06:37Terus gimana mau kuliah di Sydney?
06:39Wajar kalau kemudian banyak yang fail.
06:42Kalau apa yang saya katakan ini salah, silahkan tunjukkan.
06:46Buktikan kalau saya salah.
06:48Tunjukkan transkrip nilai di UTS Insights.