00:00Hari ini tuh, setelah soal Jumat, ada wartawan itu ngobrol sama Gibran, mungkin udah denger juga informasinya.
00:05Katanya, Gibran disini menyatakan, ya yang memohonkan jadinya mundur, saya padahal mau datang dan memunggu ijasa.
00:13Alah.
00:15Maksudnya dia mohon ke kita nih.
00:17Iya, yang maksudnya penggugatnya mundur.
00:21Eh, Mas Gibran, kalau serius, kemarin DMK dong.
00:26Iya kan, itu lebih tinggi horumnya, tanpa merendahkan pengadilan Tata Usaha Negara ya, jangan salah tangkap.
00:34Tapi kan namanya peradilan dan mahkamah, iya kan.
00:38Beliau itu, tanpa harus diundang MK, itu bisa hadir dan meminta menjadi pihak terkait.
00:45Tapi Mas Gibran, dengan segala hormat, justru dalam pemahaman saya, merendahkan mahkamah konstitusi dengan menghadirkan relawan.
00:55Nah, harusnya beliau, pihak terkait itu, pasangan calon.
01:01Ya beliau hadirlah, sebagai wakil presiden, yang persoalannya di, sedang diuji di mahkamah konstitusi.
01:10Ini kayak kita yang menyebabkan beliau tidak hadir.
01:15Dari kapan juga tidak hadir?
01:17Dikugat oleh Subhan, tidak hadir.
01:21Itu di gugatan Subhan, tidak hadir.
01:25Dikugat di mahkamah konstitusi, tidak hadir.
01:29Gugat di Subhan itu juga di gugat di pengadilan negeri, tidak hadir juga.
01:33Sekarang hiliran kita, apa punya alasan untuk kabut, mau hadir.
01:38Katanya mau buka-bukaan, tapi penggugatnya mundur.
01:41Gak apa-apa mas, kita gak usah tanggapin lah.
01:45Sekarang pertanyaannya ke beliau, mas Gibran kapan mundur?
01:50Jadi bukan masalah penggugatnya mundur.
01:53Mahkamah konstitusi, lembaga peradilan tertinggi dari publik,
01:57sudah mengatakan dia tidak punya syarat pendidikan, di jasa.
02:01Mahkamah agung, sudah menegaskan,
02:04Subhan, Subhan yang beliau jadikan dasar untuk maju Cawapres,
02:07batal.
02:09Pertanyaannya bukan, kenapa penggugat mundur?
02:13Pertanyaannya kepada mas Gibran, kapan mundur?
02:17Ya kan?
02:18Atau lagi?
02:20Yes.
02:20Kalau terkait isu lain boleh?
02:22Aduh.
02:22Kalau audiensi PKS kemarin.
02:24Oh boleh, boleh, boleh.
02:25Ini kan juga masih mirip ya.
02:27Jadi kemarin sebenarnya kan sudah melakukan audiensi itu.
02:30Jadi bentuk respon jadi PKS itu gimana?
02:32Apakah ada komitmen atau jadwal lebih lanjut lagi misalnya setelah audiensi ini?
02:37Pertanyaannya lebih tepat diajukan ke PKS dong kalau komitmen PKS.
02:41Tapi belum dikabarin.
02:43Ya kemarin mereka tentu mengatakan menjadi jembatan komunikasi dan seterusnya.
02:49Tapi kalau pertanyaannya komitmen PKS,
02:51lebih tepat ditanyakan ke PKS mas.
02:54Nanti kalau saya ngomong saya jadi juru bicara PKS.
02:57Pertanyaan kedua pak.
02:58Kalau misalnya nanti PKS hanya menampung,
03:01tapi nggak ada aksi setelahnya gitu ya.
03:03Rencana dari Pak Denny gimana Pak?
03:05Kita ini harus optimis mas.
03:07Ini udah menang begini.
03:09Kemarin aja,
03:11Mahkamah Konstitusi saja,
03:12teman-teman Parlemen udah bergerak.
03:14Dengan Mahkamah Agung ini,
03:16saya yakin lebih bergerak.
03:18Nah, yang juga harus bergerak,
03:19masyarakat.
03:21Jangan diam aja.
03:22Punya Wakil Presiden tidak memenuhi syarat kok,
03:24diam aja.
03:25mahasiswa sudah bergerak dua kali,
03:2820 Oktober, 28 Oktober.
03:31Dengan cara-cara yang damai,
03:33dengan cara-cara yang bermartabat,
03:36mari kita suarakan penolakan terhadap Pak Pres
03:38yang tidak memenuhi syarat
03:40dengan dasar putusan Mahkamah Konstitusi
03:43dan putusan Mahkamah Agung.
03:46Cukup ya?
03:47Teman-teman,
03:48minta izin saya
03:49Engin ma Sporti
03:49penolakan
03:50kan