Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengungkapkan alasannya mengusulkan agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) masuk kurikulum sekolah.

Sudaryono mengetahui usulan tersebut sedang ramai diperbincangkan masyarakat di media sosial.

"Sekarang lagi ramai, Kepala BGN minta MBG dan pendidikan gizi masuk kurikulum misalnya, itu maksudnya adalah menjadi satu kesatuan dari unsur pendidikan kita," ucap Sudaryono, Kamis (29/10/2026).

Video editor: Novaltri

#sudaryono #kepalabgn #mbg

Baca Juga Momen Kepala BGN Sudaryono Berbahasa Jepang Bahas Inovasi MBG, Disambut Tepuk Tangan di https://www.kompas.tv/nasional/698817/momen-kepala-bgn-sudaryono-berbahasa-jepang-bahas-inovasi-mbg-disambut-tepuk-tangan



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/698821/kepala-bgn-sudaryono-ungkap-alasan-usulkan-mbg-masuk-kurikulum-sekolah
Transkrip
00:00Mungkin sekarang lagi rame, Kepala BGN minta MBG dan Pendidikan Gisi masuk kurikulum misalnya,
00:07itu maksudnya adalah menjadi satu kesatuan dari unsur pendidikan kita.
00:13Dikasih waktu khusus di dalam, jadi tidak mengganggu jam pelajaran.
00:19Tidak salah, keputusannya adalah untuk anak MD kelas 1, kelas 2 yang pulang pagi,
00:24itu sebelum pulang sekolah jam 10 dia makan.
00:28Untuk yang pulang siang, itu diseberikan waktu jam 12 sampai dengan jam 1, 1 jam itu makan MBG,
00:34sambil diberi pencerahan terkait kenapa kok harus makan karbo,
00:39kenapa kok harus makan protein hewani, apa fungsi protein hewani,
00:43kenapa harus makan protein hewani, kenapa harus makan sayur.
00:47Tidak banyak diantara anak-anak dan kita semua yang ada di sini, itu kemudian memahami itu dulu.
00:53Sekarang karena jadi orang kota, paham.
00:55Tapi di daerah-daerah ini orang enggak tahu kenapa makan kangkung bedanya sama makan bayam itu apa, enggak ada yang
01:01tahu.
01:02Pokoknya kangkung ditumis pakai ikan asin, enak gitu.
01:07Bayam itu misalnya di sayur.
01:09Jadi pendidikan ini penting supaya orang aware.
01:12Dan keinginan dari pemerintah bukan hanya intervensi gisi dari MBG,
01:17tapi dengan pengetahuan terkait gisi, maka kemudian di rumah-rumah mereka masing-masing,
01:22itu kemudian gisinya ditambah dengan belanja bahan-bahan makanan itu yang kandungan gisinya juga menopang pertumbuhan dari anak-anak kita.
01:31Jadi tidak hanya mengandalkan dari MBG.
01:33Itu tujuan dari visinya dari Bapak Presiden kita.
01:38Yang berikutnya adalah,
01:40kalau kemarin di periode sebelumnya MBG ini atau BGN ini ekspansif, yang penting banyak dulu,
01:46tapi kemudian tidak merata, maka dalam 3 bulan atau 100 hari kami ini,
01:52kami prioritaskan kita harus menyentuh daerah-daerah yang sangat amat membutuhkan dulu.
01:57Kami sudah membuka 480 di Indonesia Timur, 3T, dan stunting tinggi,
02:02dan juga kami nambah di base kedua sudah 980 di bulan Oktober tanggal 14 itu di wilayah Sumatera, Kalimantan, dan
02:11Bali.
02:13Ada pertanyaan, yang sudah dibuka ini kok lama sekali tidak jalan.
02:19Kami sangat hati-hati.
02:21Kami harus cek dulu dapurnya, kami cek dulu relawannya,
02:25sudah dilatih apa belum, sudah benar apa belum.
02:28Kemudian sebelum melayani Rp3.000, sebelum melayani Rp2.500,
02:32kalau layani dulu Rp500, dari Rp500 naik jadi Rp700,
02:36jadi Rp1.000, Rp1.500 baru nanti optimal.
02:40Sehingga tidak kemudian asal dibuka.
02:42Kalau asal dibuka, nambah masalah.
02:44Jadi kami betul-betul secara terstruktur, tersistem, pekerjaan ini kami kerjakan.
02:51Dan ini akan terus kita buka daerah-daerah yang membutuhkan,
02:55memang jauh banyak sekali orang di pulau-pulau, orang di ujung-ujung.
02:59Gunung itu kemudian memang butuh MBG, Pak.
03:03Selain itu, ini ada nggak ya di sini?
03:05Oh nggak.
03:06Selain itu kami sudah juga mengeluarkan sekitar 1.600 sekolah elit
03:10dari daftar sekolah yang terima MBG.
03:14Jadi ada 1.600-an kami exclude, karena ini sekolah-sekolah memang sekolah mampu.
03:19Kenapa mampu? Salah satu tola ukurnya adalah sekolah ini tidak mau menerima dana BOS.
03:27Jadi dia tidak mau dibantu sama pemerintah untuk menerima dana bantuan operasional sekolah.
03:33Karena apa? Karena sekolahnya sudah mampu, diisi oleh orang mampu,
03:36iurannya mahal, itu kemudian kami exclude.
03:39Nah, yang berkembang di medsos, itu kemudian dibalik.
03:44Tadi saya jelaskan, sekolahnya nggak terima BOS dulu,
03:47dia katakanlah menolak BOS karena mampu,
03:49kemudian tidak kami berikan MBG.
03:51Bukan berarti kalau tidak menerima MBG, dana BOSnya dihentikan.
03:55Itu dua persoalan yang berbeda.
03:57Bapak-Ibu paham ya?
03:58Ini yang terdistorsi di medsos ini seolah-olah nanti kalau kamu nolak MBG,
04:04maka dana BOS sekolah akan dihentikan.
04:05Bukan begitu.
04:07Jika A maka B, bukan berarti.
04:09Jika B maka A.
04:10Bukan.
04:11Ini penting untuk kemudian jadi pemahaman kita bersama.
04:44Cara baru nonton di Smart TV.
04:47Nonton live streaming dan ribuan tayangan Kompas Gramedia
04:50langsung dari Smart TV kamu.
04:53Cara installnya, buka Google Play Store di Smart TV kamu.
04:56Cari Kompas TV melalui pencarian.
05:00Pilih aplikasi, lalu install.
05:03Selesai, kamu bisa menonton video pilihan editorial Kompas TV.
05:08Download Kompas TV apps di TV kamu sekarang juga.

Dianjurkan