Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV Wakil Ketua BEM UI 2026, Fathimah Azzahra, menitipkan pesan kepada Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan yang juga aktivis 1998, Budiman Sudjatmiko.

"Kalau seandai tadi Abang bilang Pak Prabowo sudah berkomitmen, maka berarti PR-nya mungkin untuk sekarang satu, Bang, yang saya titipkan ke Abang," ujar Fathimah Azzahra.

"Saya titip mungkin di grup menteri itu, Bang, perlu diingatkan agar laporan-laporan mereka sesuai dengan apa yang betul-betul terjadi di masyarakat. Karena kalau tidak, kasihan Pak Prabowo nanti dia tertipu dia pikir dia berhasil," lanjutnya.

#prabowo #mahasiswa #demo #budimansudjatmiko

Mahasiswa di berbagai daerah bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda menggelar aksi demonstrasi. Mereka meneriakkan sejumlah tuntutan, mulai soal perbaikan ekonomi, pendidikan, hukum hingga demokrasi. Aksi ini dirangkum dalam tagar #IndonesiaSadar.

Apakah tuntutan mahasiswa ini didengar dan diperhatikan pemerintah, sehingga berujung pada perbaikan berbagai kebijakan atau sebaliknya?

Program ROSI mengundang Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan yang juga aktivis 1998, Budiman Sudjatmiko. Juga Wakil Ketua BEM UI 2026, Fathimah Azzahra.

Saksikan dalam #ROSIKompasTV episode "Aksi #IndonesiaSadar: Membaca Aspirasi, Merawat Demokrasi", Kamis, 29 Oktober 2026 pukul 20.30 WIB LIVE di KompasTV!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/698769/fathimah-titip-pesan-ke-budiman-ungkit-laporan-laporan-menteri-ke-prabowo-rosi
Transkrip
00:01Saya masih berdiskusi bersama Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan
00:04sekaligus mantan aktivis Budi Masujat Miko
00:06dan Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia 2026 Fatima Azahra.
00:11Soal sejahtera tanpa kerja, sederhananya realistis atau gimana?
00:15Ya menurut saya itu menarik karena itu sepertinya lebih advance ya Bang
00:18dibanding apa yang mungkin hari-hari ini banyak orang-orang tuntut gitu.
00:23Dan justru karena itu saya rasa kenapa itu menjadi lebih advance
00:26karena sebenarnya ada satu barrier sebelum kesana
00:28yaitu bahwa sekarang pemerintah sendiri pun masih belum bisa sampai pada titik se-advance itu Bang
00:34bahwa misalnya Abang mengatakan oke orang bisa sejahtera tanpa kerja dan sebagainya
00:40justru itu yang menjadi keresahan banyak orang hari ini tentang program MBG misalnya Bang
00:44bahwa orang-orang itu harusnya idealnya mereka bisa makan secara normal bergizi
00:50tanpa harus menunggu diberi di sekolahnya satu kali sehari misalnya
00:53itu adalah satu advancement yang seharusnya hari ini bisa kita achieve
00:57bisa kita capai gitu Bang dengan konsep bahwa memberi makan bergizi itu
01:02nggak harus dengan kita bikin dapur secara megah-megahan banyak di mana-mana
01:06kemudian kita bikin orang-orang nih dikasih di sekolahnya
01:10satu kali semua pakai tempat makan segala macam terus setelah dari situ pulang
01:14kemudian ini menjadi oke program yang memberi makan orang-orang satu kali sehari tapi gitu
01:20jadi kita sebenarnya mengharapkan bahwa abstraksi semacam itu bahwa orang harus
01:24bisa sejahtera tanpa kerja juga pada akhirnya dan sebagainya itu berlaku pada program-program lain
01:29di mana seharusnya hal-hal manual tuh bisa di cut di mana orang tuh bisa mesejahterakan dirinya sendiri secara mandiri
01:35gitu Bang
01:36ini saya kira ini khas pandangan libertarian
01:43gini kenapa negara harus campur tangan
01:46kenapa negara harus campur tangan
01:48pada soal makan
01:51saya nggak tahu sebuah alih gizi
01:53tentu Fatim aja bisa lebih paham karena seorang dokter
01:56tapi intinya gini
01:57yang saya lihat dan berusaha hitung-hitungan
01:59pertama dari setelah makan bergizi
02:03prosentase kehadiran siswa meningkat
02:07karena bagi banyak orang ternyata
02:09makan bergizi dan nikmat bukan cuma bergizi
02:12bergizi bagi anak-anak nikmat itu lebih penting kadang-kadang ya
02:15itu juga rupanya menjadi salah satu insentif model
02:20atau model imbalan bagi sejumlah komunitas di Indonesia
02:25untuk mereka meningkatkan kehadiran anak sekolah
02:29itu ada tuh angka-angkanya
02:30satu itu
02:30kedua
02:32soal format
02:34kenapa harus ada
02:36sebenarnya agak aneh juga di Indonesia
02:38karena sebenarnya ini bukan program yang unik Indonesia
02:40banyak negara melakukannya
02:41di Brazil sudah 40 juta siswa
02:44menjadi beneficiaris dari program ini
02:47it works
02:48dan
02:49saya sekaligusnya bukan alih gizi
02:51tapi saya ingin mengatakan bahwa
02:52saya gak mengatakan manusia sama dengan komputer
02:57daya kognisi manusia itu
02:59sama seperti komputer
03:00baik
03:00makan itu soal hardware-nya
03:03pendidikan itu soal software-nya
03:05menurut saya jangan dipertentangkan
03:06menurut saya jangan dipertentangkan
03:08apakah itu cukup atau tidak
03:09itu mungkin bisa dikritikan disitu
03:11atau mungkin Fatima mengatakan
03:13harus dua kali
03:14tapi
03:15misalnya contohnya
03:16harus dua kali makan ya
03:17tapi hanya untuk
03:18kelas masyarakat bawah
03:20atau 3T saja
03:22sementara
03:22wilayah kampung-kampung kaya
03:24gak usah
03:25bisa gak gitu
03:25bisa aja usulannya
03:27nah kalau kita kembali dari diskusi kita
03:29ujungnya karena
03:30aksi Indonesia sadar itu tadi
03:33sepuas apa bahwa
03:34aksi teman-teman ternyata
03:35membuat
03:36yaudah
03:36semua orang tersadarkan bahwa
03:38ada kerja
03:38ada evaluasi disitu
03:39puas gak kira-kira
03:42tentu yang kita harapkan adalah
03:43bukan hanya
03:44oke kita sudah bekerja
03:46lalu ada evaluasi dan sebagainya ya
03:47seperti yang saya katakan tadi gitu
03:48pada akhirnya masyarakat tuh
03:50baru akan merasakan
03:51oh ini hasilnya
03:51ketika mereka memang sudah merasakannya gitu
03:53dan saya rasa
03:53itu adalah hal yang wajar gitu
03:55banyak mungkin Bang
03:56salah satu hal yang membuat masyarakat
03:58kecewa adalah
03:59ketika pemerintah tuh bilang
04:00bahwa ya jangan tunggu sekarang dong
04:02hasilnya orang kita baru mulai
04:03masalahnya mereka udah mulai nyoblas
04:05bukan dari zamannya Pak Prabowo aja gitu loh Bang
04:07jadi kayak mereka tuh merasa
04:08oke dari setiap zaman
04:09mereka selalu disuruh tunggu
04:10tunggu tunggu tunggu
04:11mau sampai kapan ditunggu
04:12orang yang tadinya
04:13masih muda sampai mereka udah tua
04:15udah punya anak
04:16masih sama terus narasinya
04:17sebenarnya sangat wajar
04:19kalau misalnya mereka
04:19pengen ada hasil yang bisa mereka rasakan
04:22mulai sekarang juga gitu loh
04:23sehingga kalau kemudian
04:24masih belum sadar juga
04:26menurut perspektif teman-teman mahasiswa
04:28maka kalian akan melakukan apa lagi
04:29demo lagi
04:30atau ada tindakan lain
04:32sebetulnya dari tema Indonesia Sadar ini
04:34kita membawa satu sub-team juga Bang
04:38bahwa disini kita sebenarnya
04:40mengangkat tepati atau pergi
04:42which is disini pemerintah punya banyak janji-janji
04:45maka disini kita sangat mendorong bahwa
04:47kali ini pemerintah harus menganggap serius
04:50hal-hal ini
04:51tepati janji-janjinya
04:52maka kalau tidak ya pergilah gitu
04:55kita tahu bahwa di Jepang
04:56dan di tempat-tempat lain
04:58banyak dari mereka pejabat-pejabatnya
05:00yang ketika tidak mampu melakukan satu pekerjaan
05:02dan sebagainya
05:02yaudah mereka mundur dan sebagainya
05:04berarti dikasih deadline
05:05untuk itu
05:06kita akan menyerahkan pada masyarakat
05:08karena disini
05:09salah satu hal
05:10yang ingin kita sadarkan adalah
05:11masyarakat itu sendiri
05:12kita sebagai mahasiswa
05:13selalu reflect pada masyarakat
05:15kapan mereka merasa bahwa
05:16oke ini udah deadline-nya nih
05:18ini udah saatnya
05:18saya yakin Bang Budiman
05:20sebagai mantan aktivis
05:21pasti juga tahu bahwa
05:22ada animo-animo ketika masyarakat
05:25sudah mulai merasa bahwa
05:25oke ini sudah enough
05:26dan ini aksi kita
05:27Indonesia Sadar adalah
05:28salah satu hal yang kita upayakan
05:30supaya masyarakat ini menjadi
05:31lebih cepat sadar
05:33bahwa oke kita sudah berhak loh
05:34untuk menuntut sesuatu ketika
05:35pemerintah ini sudah berjalan dua tahun
05:37harusnya minimal
05:38kita sudah mendapatkan lah hasil-hasil
05:40minimal setengah dari apa yang sudah dilakukan gitu
05:42seperti itu
05:43tepati atau pergi
05:44cukup keras juga itu
05:46gimana nanti
05:46bakal menindak lanjut di tuntutan mereka ya deh
05:50bahkan sebelum
05:51tuntutan itu muncul
05:53sebelum satu tahun Pak Prabowo jadi presiden
05:55udah pidato
05:57saya tidak akan mencalonkan diri lagi
05:59kalau saya gagal
06:01merupati janji saya
06:02dan itu diucapkan di acara Gerindra
06:04yang saya ikuti
06:05waktu itu
06:06acara uang tahun juga tidak keliru
06:07tempat lain
06:08saya kaget sebagai salah satu pembantunya
06:11saya langsung berpikir
06:12wah
06:13Pak Prabowo ya
06:15sincere
06:15tulus-tulus aja
06:16tapi jangan seperti ini
06:17karena ini jadi kelihatan
06:19apa ya
06:20tapi saya ingin mengatakan
06:21kalau sekedar urus saya
06:23tepati atau pergi
06:23bahkan sebelum diminta pun
06:25bahkan sebelum satu tahun
06:26jadi presiden
06:27Pak Prabowo ngomong terbuka
06:28kalau saya gagal
06:30menepati janji saya
06:31menyejat raka orang miskin
06:33saya tidak mau dicanongkan lagi
06:35Pak Prabowo
06:36belum satu tahun
06:38dan saya belum pernah dengar
06:39presiden ngomong kayak gitu
06:40kepala desa ngomong kayak gitu
06:42bupati ngomong kayak gitu
06:43belum pernah dengar
06:43artinya kalau soal itu
06:45Pak Prabowo sudah mendahulunya
06:47tapi sekarang bukan soal pergi atau tidak pergi
06:50Pak Prabowo mundur atau tidak mundur
06:52pertanyaannya adalah
06:53sekali lagi
06:54ini perspektif
06:56ini soal ideologi
06:58bagi saya
06:59saya bagi saya
07:03saya tidak terlalu keberatan
07:04ketika disebut pengkhianat reformasi
07:06karena sejak awal saya maunya revolusi
07:10reformasi itulah second base saja
07:12yang terpaksa saya harus terima
07:14dan hari ini
07:16kalau saya mau bikin testimoni
07:18apa yang dibicarakan
07:20disusun
07:21soal pelaksanaan dan kekurangannya
07:23tentu saja kritikan bagus
07:25disusun dan disusun oleh
07:26presiden Prabowo
07:27mirip seperti apa yang kami mimpikan
07:2930 tahun 40 tahun lalu
07:31ketika saya baru jadi demonstran
07:33mirip
07:34baik
07:34mirip dan melampaui semua
07:37apa yang ditutup oleh reformasi
07:39masalahnya
07:40masalahnya
07:40Pak Prabowo tidak punya kemampuan waktu
07:42hanya di 5 tahun
07:43kalau bisa kemampuan lagi bagus
07:46karena
07:46apa yang dilakukan memang
07:48tidak bisa pandangnya dalam satu periode
07:49oke
07:50ya
07:50tapi beliau mengatakan
07:52jika gagal
07:52saya tidak akan mencoba diri lagi
07:55artinya apa
07:56kalau sekedar urusannya
07:57soal komitmen
07:58itu gak harus ditanya dari Pak Prabowo
07:59oke
07:59yang harus ditanya adalah
08:01oleh Anda
08:01orang seperti saya
08:02kalau saya budiman gagal
08:04mau mundur gak
08:05singkat Fatima silahkan
08:06saya akan mengatakan
08:06saya kalau disuruh mundur
08:08mundur
08:08dan saya tetap
08:09akan mendangung Pak Prabowo
08:10karena program beliau
08:12persis seperti mimpi kami
08:1340 tahun lalu
08:14silahkan Fatima singkat saya
08:15sangat singkat
08:15bang
08:16kalau sandai tadi
08:17abang bilang Pak Prabowo
08:18sudah berkomitmen
08:19maka berarti PRnya mungkin
08:20untuk sekarang
08:21satu bang
08:21yang saya titipkan ke abang
08:23yang sudah di dalam
08:24saya titip mungkin
08:25di grup menteri itu
08:26bang perlu diingatkan
08:27agar laporan-laporan mereka
08:28sesuai dengan apa yang
08:29betul-betul terjadi di masyarakat
08:30karena kalau tidak
08:31kasihan Pak Prabowo
08:32nanti dia tertipu
08:33dia pikir dia berhasil
08:34padahal ternyata masyarakat
08:35masih susah
08:36oke
08:36makasih
08:36oke
08:37makasih
08:37mas Budi, mas Ujad, Niko
08:39Fatima, Zara
08:40terima kasih sudah beri susi
08:41bersama kami kali ini
08:42terima kasih juga
08:43untuk Anda sudah menyaksikan
08:44Rosy
08:44jumpa lagi pekan depan
08:45saya Tifa Solesa
08:46tetap bersama kami di Kompas TV
08:48independen
08:48da percaya
08:49aplausos
08:51thank you
09:04selamat menikmati
09:26selamat menikmati

Dianjurkan