Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV Kuasa Hukum Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menunjukkan sejumlah dokumen riwayat pendidikan Gibran, mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga S1 University of Bradford.

Dokumen tersebut diperlihatkan kuasa hukum Wapres Gibran kepada awak media dalam konferensi pers pascapersidangan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta terkait gugatan Denny Indrayana cs pada Kamis (29/10/2026).

Baca Juga [FULL] Buka-bukaan! Kuasa Hukum Wapres Gibran Beber Riwayat Pendidikan hingga Tunjukkan Ijazah di https://www.kompas.tv/nasional/698760/full-buka-bukaan-kuasa-hukum-wapres-gibran-beber-riwayat-pendidikan-hingga-tunjukkan-ijazah

#ijazahgibran #gibran #wapresgibran

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/698762/penampakan-ijazah-wapres-gibran-dari-sd-smp-hingga-s1-university-of-bradford
Transkrip
00:00Oke, bagian dari teman-teman bisa lihat, ini merupakan bagian dari jawaban kami yang terdapat di halaman 50, mulai dari
00:1450.
00:16Kami sudah melampirkan dalam jawaban kami, yaitu Ijazah Pak Gimran, tingkat SD.
00:26Oke, kemudian selanjutnya, kami juga melampirkan di dalam jawaban kami, Ijazah Pak Gimran di tingkat SLTP, teman-teman bisa lihat.
00:42Bisa saya lanjut ya.
00:45Oh, ulang dari SD ya.
00:54Ini Ijazah Pak Gimran, kemudian bisa lanjut.
01:06Ini Ijazah Pak Gimran, tingkat SLTP.
01:10Beliau lulus dari SLTP Negeri 1 Surakarta.
01:32Ini adalah sertifikat O-Level Pak Gimran, yang diperoleh di tingkat secondary saat bersekolah di Singapura.
01:45Ini adalah Certificate of Attendance, yang diperoleh dari GTS Insert.
02:02Dan selanjutnya, ini adalah Ijazah Pak Gimran, yang diperoleh di MBIS tingkat pre-university, gelarnya adalah Advanced Diploma.
02:17Advanced Diploma inilah yang secara jenjang berada setara dengan A-Level, secara jenjang.
02:31Oke, selanjutnya, ini Ijazah S1 beliau, University of Brentford.
02:41Nah, jadi teman-teman sekalian, kami di sini juga sekaligus ingin memberikan penjelasan terkait dengan bagaimana sih jenjang pendidikan yang
02:54ditempuh Pak Gimran.
02:56Karena ini kaitannya adalah dengan sistem pendidikan yang ada di Indonesia maupun ada di luar negeri.
03:08Jadi di sini kami membuat dua bagan, yaitu sistem pendidikan di Indonesia yang di atas, sedangkan yang di bawah adalah
03:15sistem pendidikan di luar negeri.
03:17Pertama Pak Gimran, beliau menyelesaikan pendidikan dasarnya di Indonesia, di sini, kemudian beliau melanjutkan pendidikannya di SMP juga di Indonesia,
03:33dan memperoleh Ijazah SMP.
03:36Kemudian setelah SMP, beliau masuk atau pindah pendidikan di luar negeri.
03:44Nah, di luar negeri, teman-teman bisa lihat, pada pendidikan menengah ini, di Indonesia dikenal pendidikan menengah adalah menengah pertama
03:55dan menengah atas, totalnya adalah 6 tahun.
03:58Sedangkan di singap di luar negeri, pendidikan menengah itu dikenal dengan secondary, dan jangka waktunya hanya 4 tahun.
04:06Nah, di sini adalah gap pertama antara sistem pendidikan di Indonesia dan di luar negeri.
04:15Oke, yang kedua, setelah Pak Gimran menyelesaikan pendidikannya di tingkat secondary, beliau memperoleh sertifikat O-Level.
04:27Setelah beliau memperoleh sertifikat O-Level, beliau melanjutkan ke jenjang selanjutnya.
04:32Nah, jenjang selanjutnya adalah di sini, yang tidak ada di Indonesia.
04:38Namanya adalah jenjang pre-university.
04:42Jenjang pre-university ini dikenal di sistem pendidikan di Indonesia.
04:49Saat beliau memasuki jenjang pre-university, ya kan, itu ternyata di sistem pendidikan di luar negeri itu terdapat banyak pilihan.
05:02Yang pertama ada pilihan...
05:08Ada pathway, yang diambil oleh Pak Gimran adalah jalur pathway, kemudian ada jalur teknik, dan jalur vokasi.
05:19Nah, jadi di sini kita bisa lihat, teman-teman, bahwa di jenjang pre-university ini,
05:28jalur pathway adalah sama jenjangnya dengan jalur A-Level,
05:33yaitu sama-sama di pre-university.
05:36Nah, dalam hal ini, Pak Gimran menempuh jalur pathway adalah di UTS In Search.
05:43Oke?
05:45Saat di UTS In Search, beliau telah menyelesaikan sebanyak 90% dari total mata pelajaran yang tersedia.
05:58Dan itu dibuktikan dengan namanya Certificate of Attendance.
06:03Nah, setelah dari UTS In Search, beliau pindah sekolah ke MDIS, pada jenjang yang sama, yaitu jenjang pre-university.
06:16Nah, jadi di jenjang pre-university ini beliau sekolah di dua sekolah, satu di UTS In Search, kemudian pindah ke
06:23MDIS.
06:24Oke? Nah, dari UTS In Search, sebagai bukti bahwa beliau betul sebagai pelajar di UTS In Search,
06:34UTS In Search mengeluarkan Certificate of Diploma, yang tadi saya sebutkan,
06:39yang untuk dipergunakan sebagai bukti yang diterbitkan oleh UTS In Search,
06:44bahwa bagi sekolah yang akan datang, yang akan dimasuki oleh Pak Gibran dalam hal ini MDIS,
06:53UTS In Search menyatakan melalui Certificate of Attendance-nya bahwa,
06:57lalu, betul, Pak Gibran adalah pelajar di sekolah kami, dan beliau telah menyelesaikan sebanyak 90 persen,
07:07dan bukti inilah yang kemudian oleh MDIS diadikan dasar untuk melakukan yang namanya transfer kredit,
07:15artinya transfer nilai.
07:18Nah, kemudian beliau menyelesaikan jenjang pendidikan di Pre-University-nya di MDIS,
07:28dan di situ beliau memperoleh ijazah berupa Advanced Diploma.
07:35Setelah selesai di Pre-University, beliau melanjutkan ke tingkat perguruan tinggi,
07:41yaitu Bradford University yang bekerja sama dengan MDIS.
07:50Ini merupakan gambaran yang lengkap, runut, dan telah memenuhi setiap tahap.
07:58Inilah yang kami buktikan di dalam persidangan.
08:02Dan kami berharap,
08:04ini merupakan suatu penjelasan yang sangat gamblang,
08:08bisa memberikan gambaran yang sederhana dan bisa dimengerti oleh masyarakat
08:17tentang bagaimana sih riwayat pendidikan,
08:23dan bagaimana riwayat diperolehnya ijazah bagi beran yang lengkap,
08:27sejak SD sampai dengan S1.
08:29begitu.

Dianjurkan