Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KARAWANG, KOMPAS.TV - Korban keracunan gas kimia dari pabrik di Desa Kuta Mekar, Kecamatan Ciampel, Karawang, Jawa Barat terus bertambah.

Hingga Kamis (29/10/2026) sore, total yang masuk ke Rumah Sakit Rosela berjumlah 40 orang.

Winarti, warga Desa Kuta Mekar, Kecamatan Ciampel, Jawa Barat terkulai lemas dan mendapat perawatan di RS Rosela Karawang.

Winarti diduga keracunan uap gas kimia pabrik yang ada di kawasan tempatnya tinggal.

Jumlah korban keracunan gas kimia di Desa Kuta Mekar, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang terus bertambah.

Korban terus berdatangan ke sejumlah rumah sakit rujukan yang ditunjuk pihak perusahaan. Total hingga Rabu (28/10/2026) sore berjumlah 40 orang.

Hasil sementara penyelidikan, bahan kimia jenis TCCA ditemukan tersimpan di area luar ruangan dan terkena air hujan. Bahan kimia ini diduga berasal dari pabrik PT Pindo Deli Dua Karawang.

Reaksi kimia dari zat yang basah terkena hujan, yang uapnya menyebar ke permukiman, hingga menimbulkan sejumlah gejala, seperti lemas, mual hingga pingsan.

Selain merujuk korban ke sejumlah rumah sakit, pihak perusahaan berupaya menangani area terdampak, termasuk penyemprotan menggunakan mobil pemadam kebakaran milik perusahaan.

Selengkapnya soal kasus dugaan keracunan gas dari pabrik di Karawang, Jawa Barat, ada Kompol Ali Jupri, Kasat Reskrim Polresta Karawang.

Baca Juga Diduga Terpapar Uap Kimia Pabrik, 40 Warga Karawang Jadi Korban Keracunan Gas | BERUT di https://www.kompas.tv/regional/698748/diduga-terpapar-uap-kimia-pabrik-40-warga-karawang-jadi-korban-keracunan-gas-berut

#keracunan #karawang #gaspabrik

_

Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/698761/full-update-polisi-ungkap-139-orang-jadi-korban-keracunan-gas-pabrik-di-karawang-kompas-malam
Transkrip
00:00Surah korban keracunan gas kimia dari pabrik di desa Kuta Mekar, Kecamatan Ciambel, Karawang, Jawa Barat terus bertambah.
00:06Hingga kami sore, total yang masuk ke rumah sakit Rosela berjumlah 40 orang.
00:14Hingga kami sore, putih, putih. Terus langsung spontan itu?
00:20Iya, perih ke mata.
00:21Ke mata.
00:22Aik ke tenggorokan.
00:28Masih kerasa ibu?
00:29Pusing.
00:30Pusing sekarang?
00:32Sempat pingsan tadi?
00:34Pingsan.
00:37Winarti, warga desa Kuta Mekar, Kecamatan Ciambel, Jawa Barat terkulai lemas dan mendapat perawatan DRS Rosela, Karawang.
00:46Winarti diduga keracunan uap gas kimia pabrik yang ada di kawasan tempatnya tinggal.
00:52Jumlah korban keracunan gas kimia di desa Kuta Mekar, Kecamatan Ciambel, Kabupaten Karawang terus bertambah.
00:59Korban terus berdatangan ke sejumlah rumah sakit rujukan yang ditunjuk pihak perusahaan.
01:05Total hingga Rabu sore, berjumlah 40 orang.
01:09Jadi, kalau penanganan awal di Gede, ya kita tergantung berjalannya.
01:12Nah, ini kan karena mungkin kena gas ya tadi katanya ya.
01:16Nah, rata-rata paling kayak misalnya sesek, terus kayak misalnya tenggorokannya gatel,
01:22terus dia, apa namanya, kayak matanya kering, rata-rata kayak gitu sih.
01:26Terus ada yang menemukan oksigen, rata-rata sih pasti oksigen.
01:30Total ada berapa banyak masing?
01:32Total, tadi kira-kira semuanya sih ada 40-an ya Pak Kulang Mati?
01:36Iya.
01:37Yang terdaftar ya tadi ya.
01:40Hasil sementara penyelidikan bahan kimia jenis TCCA ditemukan tersimpan di area luar ruangan dan terkena air hujan.
01:49Bahan kimia ini diduga berasal dari pabrik PT Pindo Deli 2 Karawang.
01:53Reaksi kimia dari zat yang basah terkena hujan, uapnya menyebar ke permukiman,
01:59hingga menimbulkan sejumlah gejala seperti lemas, mual, hingga pingsan.
02:04Ada barang favorit yang akan iklim ke customer, namun di posisi lokasi prak loading tersebut,
02:15karena tersimpan di luar, dengan tertentu terpal, dan di bawahnya menggunakan palet,
02:20dengan posisi satunya di luar, terjadi hujan besar, akhirnya terkena air hujan,
02:27sehingga menyebar di area sejumlah asap pun bau yang peningan.
02:36Selain merujuk korban ke sejumlah rumah sakit,
02:39pihak perusahaan berupaya menangani area terdampak,
02:42termasuk penyemprotan menggunakan mobil pemadam kebakaran milik perusahaan.
02:47Adi Wahadi, Kompas TV Karawang, Jawa Barat.
02:54Informasi lebih lengkap terkait dengan kasus dugaan keracunan gas dari pabrik di Karawang, Jawa Barat.
02:59Kita akan tanyakan pada Kompol Ali Jubri, Kasat Reskrim Polresta Karawang.
03:04Selamat malam, Pak Kasat.
03:09Selamat malam, Mas.
03:11Pak Kasat, jadi hingga Kamis malam, ada berapa korban atau berapa warga yang dirawat di rumah sakit sejauh ini, Pak?
03:20Sampai dengan malam ini kita mendapatkan informasi dari perusahaan ada 139 orang,
03:28warga dari desa Kota Mekar dan juga desa Kota Negara Kecamatan Ciampel,
03:34Kabupaten Karawang, yang menjadi korban terdampak daripada gas TCCA.
03:42139 kondisi mereka seperti apa? Apa yang mereka rasakan informasinya, Pak Kasat?
03:50Informasinya yang kita dapatkan, para korban merasa sesak nafas dan juga daripada masyarakat sesak nafas
04:00dan juga matanya merasa pedih daripada asap tersebut.
04:08Informasinya tadi kita simak ada warga yang melihat asapnya berwarna putih itu kejadiannya sejak kapan?
04:14Dan kondisi saat ini apakah sudah bisa ditanggulangi tidak, Pak, di dua desa tadi, Pak?
04:22Jadi asap itu berasal dari bahan-bahan CL yang ada di pabrik Pindodeli yang mana
04:34gudang yang ada penuh penyimpanan CL tersebut pihak dari pabrik Pindodeli menyimpan di luar
04:42dan ditutup terpal hanya tadi malam terjadi hujan besar dan angin sehingga terpal ini terbuka
04:50dan zat CL tersebut yang tidak bisa kena air tersiram air hujan
04:57yang menimbulkan asap dan mengakibatkan sisak nafas buat masyarakat sekitar.
05:03Pak Kasat, sebuah zat kimia disimpan di luar menggunakan terpal
05:09di mana zat tersebut tidak boleh tercampur atau terkontaminasi dengan air.
05:14Ini nampaknya ada dugaan kelalaian dalam SOP penyimpanan barang-barang yang berbahaya
05:21toksik atau yang beracun seperti itu, Pak Kasat.
05:24Ada dugaan ke arah sana tidak?
05:27Betul, sedang kami dalami beberapa pihak yang bertanggung jawab atas gudang tersebut
05:33kita minta keterangan dan minta untuk tanggung jawaban daripada barang-barang yang disimpan di luar
05:40daripada gudang. Kita sedang mendalaman dan menguliskan beberapa saksi
05:43dan juga yang bertanggung jawab di gudang tersebut, Mas.
05:47Ini baru pertama kali kejadian atau sebelumnya pernah juga terulang hal serupa, Pak Kasat?
05:54Kalau informasi yang kami dapatkan, kejadiannya adalah pertama kali yang terjadi di Pindu Deli tersebut, Mas.
06:01Sebetulnya seberapa jauh sih lokasi Pindu Deli dengan permukiman warga ini, Pak?
06:08Kalau dari jarak yang kita lihat, tidak beberapa jauh daripada perusahaan itu ada perumahan masyarakat
06:15yang dekat dengan gudang daripada Pindu Deli 2 tersebut, Mas.
06:20Nah, kalau dari keterangan dari perusahaan, bagaimana untuk menetralisir udara di sekitar daerah itu, Pak?
06:26Apakah cukup dengan disemprotkan air tadi, bantuan pemadang?
06:30Atau perlu ada metode khusus, Pak, informasinya, Pak?
06:36Kami sedang menjalani dengan, tadi kami pun bergerak dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kerawang
06:42untuk mencari solusi sehingga tidak terjadi lagi asap ataupun barang-barang tersebut kena air tes yang berupaya
06:51dengan cara beberapa jauh dari barang tersebut kita lakukan penyemprotan air oleh Damkar
07:00untuk mengantisipasi asap tersebut tidak banyak meluap ke masyarakat, Mas.
07:06Pak, kalau bentuk tanggung jawab dari perusahaan, bagaimana?
07:08Apakah seluruh biaya pengobatan warga juga ditanggung oleh perusahaan?
07:11Seperti apa sejauh ini, Pak?
07:14Sejauh ini perusahaan tadi siang pun sudah mengumumkan warga dan pihak perusahaan bertanggung jawab
07:20untuk pengobatan daripada masyarakat berdampak dari wanda sahab TCCA tersebut, Mas.
07:27Pak, kalau misalkan memang betul ditemukan dan terbukti ada dugaan kelayan SOP menyimpan benda yang berbahaya,
07:33ini melanggar amdal ya, apakah masuk juga dalam ranah pidana atau seperti apa pendegakan hukumnya, Pak Kasat?
07:42Sedangkan kami dalami, sedangkan kami dalami dengan pihak LH sendiri
07:46untuk menerapkan pasalnya disimpan dengan adanya kelelahan daripada pihak perusahaan tersebut, Mas.
07:53Baik, tentu nanti kita menantikan juga bagaimana perkembangan informasi hasil investigasinya.
07:57Tapi terima kasih untuk informasi sementara dari Kompol Ali Jupri, Pak Kasat Reskrim, dari Polresta Karawang.
08:04Terima kasih untuk informasinya di program Kompas Malam, Pak Kasat.

Dianjurkan