Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 1 menit yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya menyoroti perencanaan dan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang dinilainya terlalu instan dan berisiko menimbulkan persoalan dalam tata kelola pemerintahan.

"Ini yang menurut saya menjadi catatan kritik terhadap KDMP dengan MBG itu sama. Ada nuansa insting dan nuansa instan tadi yang membuat akhirnya semuanya harus jungkir balik menyelaraskan hal yang sifatnya insting dan instan tadi," kata Yunarto.

Hal tersebut muncul di tengah pembahasan evaluasi dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.

Baca Juga Dua Tahun Prabowo-Gibran, Publik Menanti Perbaikan | SATU MEJA di https://www.kompas.tv/talkshow/697287/dua-tahun-prabowo-gibran-publik-menanti-perbaikan-satu-meja



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/697288/yunarto-wijaya-program-mbg-kopdes-tak-bisa-dijalankan-bermodal-insting-satu-meja
Transkrip
00:03Intro
00:04Ide besar program prioritas pemerintah seperti MBG KDMP
00:09Patut diapresiasi memang arahnya sangat baik
00:11Tapi diakui oleh pemerintah sendiri bahwa tata kelolonya belum maksimal
00:14Tadi dikatakan oleh Bung Kurnia
00:16Bahkan kepala BGNnya sendiri sudah menjadi tersangka sekarang
00:22Mantan kepala BGNnya ya
00:23Dan itu membuktikan bahwa ini ada tata kelolonya yang belum beres
00:26Tapi di satu sisi ya tadi suasem badepangan
00:29Dikatakan juga sudah berhasil dan segala macam
00:32Saya bertanya dari perspektif lembaga survei kalau gitu
00:35Kalau apa yang dikatakan apa yang sudah saya paparkan
00:40Nah ini menilainya program pemerintah yang meskipun saat ini dikritik
00:43Tapi tidak juga sedikit yang merasakan dampak langsung dan manfaatnya seperti yang saya katakan
00:47Seperti MBG, sekolah rakyat, bahan sos dan lain-lain
00:50Apa artinya program ini akan terus berjalan dan berkembang
00:53Sampai mencapai target yang diinginkan Presiden Prabowo
00:56Atau bagaimana menurut perspektif lembaga survei
00:58Kalau kita lihat dari data-data yang ada sekarang
01:02Mestinya sih pemerintah melakukan evaluasi yang sangat serius terhadap program ini
01:06Ini kan kami menelitinya khusus mengenai dua program
01:11KDMP dan makan bergizi gratis itu dan sentimen negatif terhadap dua program ini sangat besar
01:17Ini kan sebenarnya aneh, orang dikasih makan gratis
01:21Tetapi kemudian publik menilainya secara negatif
01:24Itu artinya publik kita sebenarnya prosedural legitimacy
01:28Jadi publik itu tidak hanya melihat dari output dari program itu
01:32Tetapi juga prosedurnya bagaimana
01:33Nah itu yang saya kira menyebabkan
01:35Kenapa program seperti makan bergizi gratis
01:39Begitu populer di awal-awal
01:41Tahun lalu lah katakan demikian
01:43Approval rating Pak Prabowo juga sangat tinggi ketika itu
01:46Tapi kemudian seiring dengan berjalannya waktu
01:48Melihat bagaimana peristiwa
01:50Apa prosedurnya, tata kelolanya bagaimana
01:51Kemudian ini dievaluasi secara negatif
01:54Padahal program ini kan berjalan semakin besar kan
01:57Semakin daya jangkauannya semakin luas
02:00Nah ini membuktikan bahwa masyarakat kita bukan hanya memperhatikan programnya apa
02:04Niat baiknya apa
02:05Klaim dari pemerintah apa
02:07Janjinya apa
02:08Tetapi mereka juga melakukan evaluasi secara kritis terhadap pelaksanaan di lapangan
02:12Jadi dua hal itu saya kira yang harus diperhatikan oleh pemerintah
02:16Dan menurut saya program-program ini
02:18Yang menarik adalah bahwa justru pelaksanaan yang dinilai buruk dari program ini
02:22Yang menurunkan approval rating pemerintah
02:24Itu artinya saya kira ada persoalan yang cukup fundamental di sana
02:29Karena ketika pemerintah sudah berusaha memperbaiki
02:32Misalnya katakanlah kepala BGE-nya diganti
02:35Ada tadi berapa ribu sekolah yang kemudian tidak masuk di dalam daftar penerima program itu
02:41Dan seterusnya tetapi evaluasi publik yang kritis tetap tinggi
02:4561, sekian persen
02:47Dan itu artinya ada yang lebih fundamental dari perbaikan-perbaikan yang sudah dilakukan oleh pemerintah sekarang
02:52Jangan-jangan mereka misalnya ingin kembali ke target awal
02:55Bahwa yang ingin diselesaikan program ini misalnya adalah stunting
02:59Dan itu artinya hanya sekitar 10 juta warga gitu ya
03:02Umur 3 tahun ke bawah
03:03Bukan 82 juta
03:05Bicara soal evaluasi tidak hanya lewat survei
03:08Tapi suara-suara itu diutarakan langsung
03:10Lewat aksi unjuk rasa
03:11Bung Irawan
03:13Kemarin tepat 2 tahun
03:16Pak Prabowo dan juga Gibran
03:18Jalani pemerintahan selama 2 tahun ini
03:21Suara-suara itu juga muncul
03:23Termasuk dengan mengkritik program-program prioritas pemerintah
03:26Lagi-lagi MBG, KDMP dan lain-lain
03:28Nah Anda sebagai partai koalisi
03:30Apa yang harusnya diserap oleh pemerintah
03:34Termasuk juga partai koalisi yang juga bisa memberikan masukan terhadap pemerintah
03:38Dari suara-suara yang hadir di publik
03:39Iya
03:40Jadi program presiden itu sebenarnya tidak hanya 2 hal tersebut
03:45KDMP dan kanan bergisi gratis
03:48Cuma kan sentimen terhadap program tersebut
03:51Selalu terawat ininya
03:54Tingkatnya
03:55Tingkatannya
03:56Dan bahkan dari beberapa survei misalnya yang dilakukan SMRC
03:59Itu hanya fokus terhadap 2 hal tersebut
04:03Yakni KDMP dan makanan bergisi gratis
04:05Seandainya kemudian SMRC mencoba untuk melakukan evaluasi terhadap program-program lain
04:11Atau memotret program-program lain
04:13Saya yakin publik bisa memiliki persepsi yang berbeda terkait dengan kinerja pemerintahan
04:18Itu satu
04:19Yang kedua
04:19Sebelum saya masuk ke pertanyaan tersebut
04:22Saya ingin mempertanyakan yang terkait dengan data 41 atau 42 menteri tadi
04:27Yang disampaikan itu harus dievaluasi
04:30Saya kira
04:31Apa yang disampaikan tersebut
04:33Datanya harus dipertanyakan
04:35Karena
04:36Kalau kita lihat jumlah kementerian saat ini
04:40Hanya 41 kementerian
04:427 menko
04:44Dan
04:455
04:4742 ini maksudnya menteri dan wakil menteri ya
04:50Apakah
04:51Oh 42 itu menteri dan wakil menteri
04:53Sekiranya hanya menteri saja
04:54Karena
04:54Tentu kan itu kita harus
04:56Dan ini penilaian dari fraksi green
04:57Data fraksi green
04:59Karena jumlah menteri saja hanya 41
05:02Ditambah menko 7
05:03Nah
05:04Terkait dengan hal tersebut
05:06Tentu
05:06Setiap kementerian kan memiliki
05:10Ukuran masing-masing terhadap kinerjanya
05:12Kami di DPR tentu memiliki penilaian tersendiri
05:16Terhadap kinerja menteri-menteri tersebut
05:18Tetapi
05:19Presiden
05:20Bagi Presiden juga memiliki
05:21Penilaian tersendiri
05:23Terhadap menteri-menteri yang bekerja di bawahnya
05:26Dan sejauh ini
05:27Saya kira
05:27Apa yang dilakukan oleh Presiden
05:29Sangat
05:30Bagus dengan melakukan evaluasi terhadap menteri-menteri
05:33Yang menurut Presiden
05:34Kurang optimal dalam bekerja
05:37Terus ketiga
05:38Kaitannya dengan pertanyaan
05:39Bahwa bagaimana dengan aksi yang disampaikan oleh publik
05:44Melalui berbagai demonstrasi
05:47Terkait misalnya terakhir mengenai
05:51Kebakaran hutan dan lahan
05:53Terus kedua
05:55Tadi diulang lagi mengenai makanan bergisi gratis dan KDMP
05:59Sekali lagi bahwa Presiden juga
06:01Dalam pemahaman kami
06:03Telah menyadari dan sangat mendengar
06:06Kaitannya dengan perlunya perbaikan tata kelola
06:09Tersebut
06:10Tetapi sekali lagi bahwa
06:12Dua program ini adalah dua program utama Presiden
06:15Dan pemerintah yang juga
06:17Memang wajib disukseskan
06:20Termasuk bagi kami di
06:21Partai Koalisi
06:22Tetapi
06:23Yang penting saya ingin melanjutkan bahwa
06:25Ada banyak hal lain yang bagus sebenarnya
06:27Yang telah dilakukan oleh pemerintah
06:29Yang harus juga kita apresiasi
06:31Misalnya Mas Soto
06:33Kaitannya dengan makanan MBG
06:35Tadi dikatakan bahwa kita jocoran
06:37Setahu saya
06:38Anggarannya telah kita lakukan efisiensi
06:41Kalau dulu
06:41Hampir 360 triliun lebih
06:43Sekarang tinggal 246 triliun
06:46Terus kemudian memang
06:47Kalau kita menggunakan ukuran
06:49Dana transfer daerah
06:51Terakhir 2024
06:52Itu sekitar
06:53960 triliun
06:55Sempat turun 620
06:56Sekarang naik lagi menjadi
06:57720 triliun
06:58Itu adalah bagian dari koreksi terhadap
07:01Berbagai kebijakan yang
07:02Memang harus dilihat skala prioritasnya
07:05Seperti apa
07:05Tetapi
07:06Ada juga sebenarnya yang harus kami
07:08Sampaikan ke publik
07:09Terkait dengan hal ini
07:10Misalnya
07:10Yang tertinggi sebenarnya
07:11Misalnya subsidi di bidang energi
07:13Kalau ICP kita di atas 102 dolar
07:16Kemungkinan
07:16Besar subsidi kita di bidang energi
07:18Itu menyentuh
07:19Angka 700 triliun
07:20Yang diproyeksikan
07:22Dalam APBN
07:22Sekitar 500 triliun
07:23Itu untuk apa
07:24Agar kemudian
07:25Rakyat
07:26Bisa
07:28Terjaga daya belinya
07:29Kemudian ekonomi
07:30BBM tidak naik
07:31BBM tidak naik
07:32Dan itu pemerintah telah memberikan jaminan
07:34Bahwa BBM tidak naik
07:36BBM yang subsidi
07:37Saya mau jawab
07:38Silahkan langsung saja
07:39Pertama tentang MBG
07:41Balik lagi ya
07:43Saya mungkin ingin menjawab sedikit
07:44Ini bukan salah
07:45Helembaga survei juga
07:46Kenapa sih
07:47Fokus pada dua pertanyaan itu
07:48Yang selalu
07:50Mengulang-ulang
07:51Itu adalah Pak Presiden sendiri
07:52Dalam setiap bidatonya
07:54Selalu berbicara mengenai dua program ini
07:56Dan ketika berbicara mengenai porsi anggaran pun
07:59Jelas BGN adalah lembaga terbesar
08:01Yang mendapatkan porsi dalam dua tahun terakhir
08:03Jadi tentu saja
08:05Porsi perhatian juga akan sangat besar
08:06Kepun tadi anggaran subsidi energi besar juga katanya
08:09Yang kedua
08:10Nanti saya akan masuk ke sana
08:11Poin masukan saya adalah seperti ini
08:13Koreksi betul ada
08:14Tapi bukan ini cara bernegara
08:16Dalam perencanaan dan mengeksekusi
08:18Apalagi ketika kemudian
08:20Perencanaan di koreksi itu
08:21Sudah terlanjur memiliki implikasi
08:24Kepada daerah
08:25Kepada sektor lain
08:26Yang ingin saya berikan masukan bukan tentang
08:30Kritikus memusuhi programnya Pak Prabowo
08:32Tidak
08:33Saya yakin semua program
08:34Kalau mau ditarik-tarik
08:35Pasti konstitusional
08:36Pasti niatnya baik
08:37Tapi yang paling penting sebenarnya adalah
08:39Saya sebut istilahnya 2i
08:41Yang pertama
08:42Jangan instan
08:45Kenapa?
08:46Jangan ujuk-ujuk tiba-tiba muncul
08:48Target secepat-cepatnya
08:50Seakan-akan ingin masuk rekor dunia
08:52Disebutkan oleh Pak Prabowo sendiri
08:54Kita sudah mengalahkan Afrika Selatan
08:55Mengalahkan Singapura
08:57Mengalahkan Brazil
08:58Bukan itu target seorang kepala merintahan
09:01Saya takut pidato itu dimaknai
09:03Oleh teman-teman BGN dan kementerian
09:05Ayo kita kejar sebanyak-banyaknya jumlah penerima manfaat
09:09Dan itulah yang kemudian terjadi dalam perencanaan anggaran
09:11Akhirnya harus dikoreksi
09:13Yang kedua
09:14Ketika berbicara mengenai
09:16I kedua
09:18I-nya ini jangan pakai insting
09:20Presiden itu berhenti pada level atau wangsit bahasa lainnya
09:23Presiden berbicara mengenai mimpi besar
09:26Mimpi besar itu diterjemahkan jadi visi
09:28Misi dan program
09:30Ketika berbicara berapa jumlah anggaran yang pantas
09:33Berbicara mengenai siapa yang harusnya mendapatkan sebagai penerima manfaat
09:38Serahkan itu kepada struktur yang teknokratis
09:41Ada yang namanya perencanaan
09:44Ada yang namanya kementerian koordinator
09:46Ada yang namanya kementerian teknis
09:47Saya takut ini semuanya berasal dari titah seorang presiden
09:51Ini yang menurut saya menjadi catatan
09:53Kritik terhadap KDMP dengan MBG itu sama
09:57Ada nuansa insting dan nuansa instan tadi
10:01Yang membuat akhirnya semuanya harus jungkir balik
10:04Menyelaraskan hal yang sifatnya insting dan instan tadi
10:08Kalau ini dibenahi dari sisi mindset ini
10:11Saya pikir program-program bagus ini tidak akan mengalami
10:14Sebuah domino efek yang seperti kita bahas ini
10:17Terkait juga bagaimana keinginan pemerintah
10:20Mempertahankan misalnya subsidi terhadap BBM
10:23Kita apresiasi kalau kita bandingkan negara luar lonjakannya luar
10:27Biasa tapi kita juga ingin the devil is in the details
10:30Jangan sampai niatan baik ini kemudian menimbulkan masalah di kemudian hari
10:35Saya pikir jelas apa yang terjadi sekarang dan seringkali ini menjadi sebuah barter ya
10:40Upaya untuk kemudian menahan sebuah harga
10:42Seringkali ketika tidak diikuti oleh perhitungan yang cermat
10:46Itu berimplikasi kepada kelangkaan ketika cash flow-nya akhirnya berantakan
10:51Saya tidak tahu apa yang terjadi apakah pemerintah sedang menahan
10:54Bayaran kompensasi dari subsidi BBM
10:57Sehingga kemudian ada kesulitan dari Pertamina yang
11:00Outcome-nya sudah jelas tuh
11:02Saya kemarin dari dua daerah di Sulawesi
11:04Jelas itu mengular yang namanya antrian di SPBU
11:07Di Bali dan di lain-lain
11:09Itu yang menurut saya
11:10Balik lagi jangan sampai ada lack of honesty
11:13Walaupun niatannya baik
11:14Karena itu akan jadi bom waktu ke depan
11:17Baik, the devils in the details
11:19Itu yang saya garis bawahi dari pernyataan Bung Toto tadi
11:22Lalu apakah pada akhirnya penilaian dua tahun pemerintahan Prabowo Gibran ini adalah hasil nyata atau retorika?
11:28Satu meja The Forum segera kembali
11:29Sesaat lagi
11:30Terima kasih

Dianjurkan