00:03Intro
00:04Ide besar program prioritas pemerintah seperti MBG KDMP
00:09Patut diapresiasi memang arahnya sangat baik
00:11Tapi diakui oleh pemerintah sendiri bahwa tata kelolonya belum maksimal
00:14Tadi dikatakan oleh Bung Kurnia
00:16Bahkan kepala BGNnya sendiri sudah menjadi tersangka sekarang
00:22Mantan kepala BGNnya ya
00:23Dan itu membuktikan bahwa ini ada tata kelolonya yang belum beres
00:26Tapi di satu sisi ya tadi suasem badepangan
00:29Dikatakan juga sudah berhasil dan segala macam
00:32Saya bertanya dari perspektif lembaga survei kalau gitu
00:35Kalau apa yang dikatakan apa yang sudah saya paparkan
00:40Nah ini menilainya program pemerintah yang meskipun saat ini dikritik
00:43Tapi tidak juga sedikit yang merasakan dampak langsung dan manfaatnya seperti yang saya katakan
00:47Seperti MBG, sekolah rakyat, bahan sos dan lain-lain
00:50Apa artinya program ini akan terus berjalan dan berkembang
00:53Sampai mencapai target yang diinginkan Presiden Prabowo
00:56Atau bagaimana menurut perspektif lembaga survei
00:58Kalau kita lihat dari data-data yang ada sekarang
01:02Mestinya sih pemerintah melakukan evaluasi yang sangat serius terhadap program ini
01:06Ini kan kami menelitinya khusus mengenai dua program
01:11KDMP dan makan bergizi gratis itu dan sentimen negatif terhadap dua program ini sangat besar
01:17Ini kan sebenarnya aneh, orang dikasih makan gratis
01:21Tetapi kemudian publik menilainya secara negatif
01:24Itu artinya publik kita sebenarnya prosedural legitimacy
01:28Jadi publik itu tidak hanya melihat dari output dari program itu
01:32Tetapi juga prosedurnya bagaimana
01:33Nah itu yang saya kira menyebabkan
01:35Kenapa program seperti makan bergizi gratis
01:39Begitu populer di awal-awal
01:41Tahun lalu lah katakan demikian
01:43Approval rating Pak Prabowo juga sangat tinggi ketika itu
01:46Tapi kemudian seiring dengan berjalannya waktu
01:48Melihat bagaimana peristiwa
01:50Apa prosedurnya, tata kelolanya bagaimana
01:51Kemudian ini dievaluasi secara negatif
01:54Padahal program ini kan berjalan semakin besar kan
01:57Semakin daya jangkauannya semakin luas
02:00Nah ini membuktikan bahwa masyarakat kita bukan hanya memperhatikan programnya apa
02:04Niat baiknya apa
02:05Klaim dari pemerintah apa
02:07Janjinya apa
02:08Tetapi mereka juga melakukan evaluasi secara kritis terhadap pelaksanaan di lapangan
02:12Jadi dua hal itu saya kira yang harus diperhatikan oleh pemerintah
02:16Dan menurut saya program-program ini
02:18Yang menarik adalah bahwa justru pelaksanaan yang dinilai buruk dari program ini
02:22Yang menurunkan approval rating pemerintah
02:24Itu artinya saya kira ada persoalan yang cukup fundamental di sana
02:29Karena ketika pemerintah sudah berusaha memperbaiki
02:32Misalnya katakanlah kepala BGE-nya diganti
02:35Ada tadi berapa ribu sekolah yang kemudian tidak masuk di dalam daftar penerima program itu
02:41Dan seterusnya tetapi evaluasi publik yang kritis tetap tinggi
02:4561, sekian persen
02:47Dan itu artinya ada yang lebih fundamental dari perbaikan-perbaikan yang sudah dilakukan oleh pemerintah sekarang
02:52Jangan-jangan mereka misalnya ingin kembali ke target awal
02:55Bahwa yang ingin diselesaikan program ini misalnya adalah stunting
02:59Dan itu artinya hanya sekitar 10 juta warga gitu ya
03:02Umur 3 tahun ke bawah
03:03Bukan 82 juta
03:05Bicara soal evaluasi tidak hanya lewat survei
03:08Tapi suara-suara itu diutarakan langsung
03:10Lewat aksi unjuk rasa
03:11Bung Irawan
03:13Kemarin tepat 2 tahun
03:16Pak Prabowo dan juga Gibran
03:18Jalani pemerintahan selama 2 tahun ini
03:21Suara-suara itu juga muncul
03:23Termasuk dengan mengkritik program-program prioritas pemerintah
03:26Lagi-lagi MBG, KDMP dan lain-lain
03:28Nah Anda sebagai partai koalisi
03:30Apa yang harusnya diserap oleh pemerintah
03:34Termasuk juga partai koalisi yang juga bisa memberikan masukan terhadap pemerintah
03:38Dari suara-suara yang hadir di publik
03:39Iya
03:40Jadi program presiden itu sebenarnya tidak hanya 2 hal tersebut
03:45KDMP dan kanan bergisi gratis
03:48Cuma kan sentimen terhadap program tersebut
03:51Selalu terawat ininya
03:54Tingkatnya
03:55Tingkatannya
03:56Dan bahkan dari beberapa survei misalnya yang dilakukan SMRC
03:59Itu hanya fokus terhadap 2 hal tersebut
04:03Yakni KDMP dan makanan bergisi gratis
04:05Seandainya kemudian SMRC mencoba untuk melakukan evaluasi terhadap program-program lain
04:11Atau memotret program-program lain
04:13Saya yakin publik bisa memiliki persepsi yang berbeda terkait dengan kinerja pemerintahan
04:18Itu satu
04:19Yang kedua
04:19Sebelum saya masuk ke pertanyaan tersebut
04:22Saya ingin mempertanyakan yang terkait dengan data 41 atau 42 menteri tadi
04:27Yang disampaikan itu harus dievaluasi
04:30Saya kira
04:31Apa yang disampaikan tersebut
04:33Datanya harus dipertanyakan
04:35Karena
04:36Kalau kita lihat jumlah kementerian saat ini
04:40Hanya 41 kementerian
04:427 menko
04:44Dan
04:455
04:4742 ini maksudnya menteri dan wakil menteri ya
04:50Apakah
04:51Oh 42 itu menteri dan wakil menteri
04:53Sekiranya hanya menteri saja
04:54Karena
04:54Tentu kan itu kita harus
04:56Dan ini penilaian dari fraksi green
04:57Data fraksi green
04:59Karena jumlah menteri saja hanya 41
05:02Ditambah menko 7
05:03Nah
05:04Terkait dengan hal tersebut
05:06Tentu
05:06Setiap kementerian kan memiliki
05:10Ukuran masing-masing terhadap kinerjanya
05:12Kami di DPR tentu memiliki penilaian tersendiri
05:16Terhadap kinerja menteri-menteri tersebut
05:18Tetapi
05:19Presiden
05:20Bagi Presiden juga memiliki
05:21Penilaian tersendiri
05:23Terhadap menteri-menteri yang bekerja di bawahnya
05:26Dan sejauh ini
05:27Saya kira
05:27Apa yang dilakukan oleh Presiden
05:29Sangat
05:30Bagus dengan melakukan evaluasi terhadap menteri-menteri
05:33Yang menurut Presiden
05:34Kurang optimal dalam bekerja
05:37Terus ketiga
05:38Kaitannya dengan pertanyaan
05:39Bahwa bagaimana dengan aksi yang disampaikan oleh publik
05:44Melalui berbagai demonstrasi
05:47Terkait misalnya terakhir mengenai
05:51Kebakaran hutan dan lahan
05:53Terus kedua
05:55Tadi diulang lagi mengenai makanan bergisi gratis dan KDMP
05:59Sekali lagi bahwa Presiden juga
06:01Dalam pemahaman kami
06:03Telah menyadari dan sangat mendengar
06:06Kaitannya dengan perlunya perbaikan tata kelola
06:09Tersebut
06:10Tetapi sekali lagi bahwa
06:12Dua program ini adalah dua program utama Presiden
06:15Dan pemerintah yang juga
06:17Memang wajib disukseskan
06:20Termasuk bagi kami di
06:21Partai Koalisi
06:22Tetapi
06:23Yang penting saya ingin melanjutkan bahwa
06:25Ada banyak hal lain yang bagus sebenarnya
06:27Yang telah dilakukan oleh pemerintah
06:29Yang harus juga kita apresiasi
06:31Misalnya Mas Soto
06:33Kaitannya dengan makanan MBG
06:35Tadi dikatakan bahwa kita jocoran
06:37Setahu saya
06:38Anggarannya telah kita lakukan efisiensi
06:41Kalau dulu
06:41Hampir 360 triliun lebih
06:43Sekarang tinggal 246 triliun
06:46Terus kemudian memang
06:47Kalau kita menggunakan ukuran
06:49Dana transfer daerah
06:51Terakhir 2024
06:52Itu sekitar
06:53960 triliun
06:55Sempat turun 620
06:56Sekarang naik lagi menjadi
06:57720 triliun
06:58Itu adalah bagian dari koreksi terhadap
07:01Berbagai kebijakan yang
07:02Memang harus dilihat skala prioritasnya
07:05Seperti apa
07:05Tetapi
07:06Ada juga sebenarnya yang harus kami
07:08Sampaikan ke publik
07:09Terkait dengan hal ini
07:10Misalnya
07:10Yang tertinggi sebenarnya
07:11Misalnya subsidi di bidang energi
07:13Kalau ICP kita di atas 102 dolar
07:16Kemungkinan
07:16Besar subsidi kita di bidang energi
07:18Itu menyentuh
07:19Angka 700 triliun
07:20Yang diproyeksikan
07:22Dalam APBN
07:22Sekitar 500 triliun
07:23Itu untuk apa
07:24Agar kemudian
07:25Rakyat
07:26Bisa
07:28Terjaga daya belinya
07:29Kemudian ekonomi
07:30BBM tidak naik
07:31BBM tidak naik
07:32Dan itu pemerintah telah memberikan jaminan
07:34Bahwa BBM tidak naik
07:36BBM yang subsidi
07:37Saya mau jawab
07:38Silahkan langsung saja
07:39Pertama tentang MBG
07:41Balik lagi ya
07:43Saya mungkin ingin menjawab sedikit
07:44Ini bukan salah
07:45Helembaga survei juga
07:46Kenapa sih
07:47Fokus pada dua pertanyaan itu
07:48Yang selalu
07:50Mengulang-ulang
07:51Itu adalah Pak Presiden sendiri
07:52Dalam setiap bidatonya
07:54Selalu berbicara mengenai dua program ini
07:56Dan ketika berbicara mengenai porsi anggaran pun
07:59Jelas BGN adalah lembaga terbesar
08:01Yang mendapatkan porsi dalam dua tahun terakhir
08:03Jadi tentu saja
08:05Porsi perhatian juga akan sangat besar
08:06Kepun tadi anggaran subsidi energi besar juga katanya
08:09Yang kedua
08:10Nanti saya akan masuk ke sana
08:11Poin masukan saya adalah seperti ini
08:13Koreksi betul ada
08:14Tapi bukan ini cara bernegara
08:16Dalam perencanaan dan mengeksekusi
08:18Apalagi ketika kemudian
08:20Perencanaan di koreksi itu
08:21Sudah terlanjur memiliki implikasi
08:24Kepada daerah
08:25Kepada sektor lain
08:26Yang ingin saya berikan masukan bukan tentang
08:30Kritikus memusuhi programnya Pak Prabowo
08:32Tidak
08:33Saya yakin semua program
08:34Kalau mau ditarik-tarik
08:35Pasti konstitusional
08:36Pasti niatnya baik
08:37Tapi yang paling penting sebenarnya adalah
08:39Saya sebut istilahnya 2i
08:41Yang pertama
08:42Jangan instan
08:45Kenapa?
08:46Jangan ujuk-ujuk tiba-tiba muncul
08:48Target secepat-cepatnya
08:50Seakan-akan ingin masuk rekor dunia
08:52Disebutkan oleh Pak Prabowo sendiri
08:54Kita sudah mengalahkan Afrika Selatan
08:55Mengalahkan Singapura
08:57Mengalahkan Brazil
08:58Bukan itu target seorang kepala merintahan
09:01Saya takut pidato itu dimaknai
09:03Oleh teman-teman BGN dan kementerian
09:05Ayo kita kejar sebanyak-banyaknya jumlah penerima manfaat
09:09Dan itulah yang kemudian terjadi dalam perencanaan anggaran
09:11Akhirnya harus dikoreksi
09:13Yang kedua
09:14Ketika berbicara mengenai
09:16I kedua
09:18I-nya ini jangan pakai insting
09:20Presiden itu berhenti pada level atau wangsit bahasa lainnya
09:23Presiden berbicara mengenai mimpi besar
09:26Mimpi besar itu diterjemahkan jadi visi
09:28Misi dan program
09:30Ketika berbicara berapa jumlah anggaran yang pantas
09:33Berbicara mengenai siapa yang harusnya mendapatkan sebagai penerima manfaat
09:38Serahkan itu kepada struktur yang teknokratis
09:41Ada yang namanya perencanaan
09:44Ada yang namanya kementerian koordinator
09:46Ada yang namanya kementerian teknis
09:47Saya takut ini semuanya berasal dari titah seorang presiden
09:51Ini yang menurut saya menjadi catatan
09:53Kritik terhadap KDMP dengan MBG itu sama
09:57Ada nuansa insting dan nuansa instan tadi
10:01Yang membuat akhirnya semuanya harus jungkir balik
10:04Menyelaraskan hal yang sifatnya insting dan instan tadi
10:08Kalau ini dibenahi dari sisi mindset ini
10:11Saya pikir program-program bagus ini tidak akan mengalami
10:14Sebuah domino efek yang seperti kita bahas ini
10:17Terkait juga bagaimana keinginan pemerintah
10:20Mempertahankan misalnya subsidi terhadap BBM
10:23Kita apresiasi kalau kita bandingkan negara luar lonjakannya luar
10:27Biasa tapi kita juga ingin the devil is in the details
10:30Jangan sampai niatan baik ini kemudian menimbulkan masalah di kemudian hari
10:35Saya pikir jelas apa yang terjadi sekarang dan seringkali ini menjadi sebuah barter ya
10:40Upaya untuk kemudian menahan sebuah harga
10:42Seringkali ketika tidak diikuti oleh perhitungan yang cermat
10:46Itu berimplikasi kepada kelangkaan ketika cash flow-nya akhirnya berantakan
10:51Saya tidak tahu apa yang terjadi apakah pemerintah sedang menahan
10:54Bayaran kompensasi dari subsidi BBM
10:57Sehingga kemudian ada kesulitan dari Pertamina yang
11:00Outcome-nya sudah jelas tuh
11:02Saya kemarin dari dua daerah di Sulawesi
11:04Jelas itu mengular yang namanya antrian di SPBU
11:07Di Bali dan di lain-lain
11:09Itu yang menurut saya
11:10Balik lagi jangan sampai ada lack of honesty
11:13Walaupun niatannya baik
11:14Karena itu akan jadi bom waktu ke depan
11:17Baik, the devils in the details
11:19Itu yang saya garis bawahi dari pernyataan Bung Toto tadi
11:22Lalu apakah pada akhirnya penilaian dua tahun pemerintahan Prabowo Gibran ini adalah hasil nyata atau retorika?
11:28Satu meja The Forum segera kembali
11:29Sesaat lagi
11:30Terima kasih