Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Diduga tersinggung dengan ekspresi wajah, sejumlah pelajar mengeroyok sesama siswa yang merupakan adik kelasnya di Gorontalo. Akibat kejadian ini, korban terluka.

Aksi kekerasan antarpelajar menggegerkan warga Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Gorontalo.

Sejumlah siswa terekam CCTV saling kejar dan terlibat penganiayaan.

Baik siswa hingga guru berupaya meredam perkelahian, tetapi seorang siswa telanjur terluka.

Pihak sekolah menyebut, korban dikeroyok kakak kelasnya, diduga akibat tersinggung.

21 orang yang diduga terlibat diskors pihak sekolah, tetapi diberi kelonggaran mengikuti TKA.

Selain sanksi disiplin dari sekolah, orang tua korban melaporkan kasus penganiayaan ke polisi.

#penganiayaan #gorontalo #siswa

Baca Juga Meutya Hafid Bantah Komdigi Batasi Konten Karhutla di Medsos di https://www.kompas.tv/nasional/697267/meutya-hafid-bantah-komdigi-batasi-konten-karhutla-di-medsos



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/697270/gegara-ekspresi-wajah-kakak-kelas-aniaya-adik-kelasnya-di-gorontalo-berita-utama
Transkrip
00:00Diduga tersinggung dengan ekspresi wajah, sejumlah pelajar mengeroyok sesama siswa yang merupakan adik kelasnya di Gorontalo.
00:09Akibat kejadian ini korban terluka.
00:17Aksi kekerasan antar pelajar menggegerkan warga sekolah menengah atas negeri satu Gorontalo.
00:22Sejumlah siswa terkam CCTV saling kejar dan terlibat penganiayaan.
00:26Baik siswa hingga guru berupaya meredam perkelahian, tapi seorang siswa terlanjur terluka.
00:32Pihak sekolah menyebut korban dikeroyok kakak kelasnya, diduga akibat tersinggung.
00:3721 orang yang diduga terlibat di skor pihak sekolah, tapi diberi kelonggaran mengikuti TKA.
00:43Dari pihak sekolah itu, untuk sementara kami skorsing untuk siswa-siswa yang bermasalah,
00:50tapi untuk siswa yang kelas 12, yang kena skorsing itu pada saat TKA, mereka tetap ikut TKA.
00:59Selain sanksi disiplin dari sekolah, orang tua korban melaporkan kasus penganiayaan ke polisi.
01:04Fikar Buntuan, Kompas TV, Gorontalo.

Dianjurkan