00:00Ya sebelum pada kesimpulan diskusi kita malam hari ini, saya memberi kesempatan pada Bung Kurnia Ramadana untuk merespons apa yang
00:08dikatakan oleh Mas Ato tadi.
00:10Bahwa the devils in the details. Bagaimana menjelaskan ketika detail-detail yang ada itu tidak sesuai dengan apa yang diucapkan
00:18oleh pemerintah?
00:19Iya terkait misalnya contoh soal MBG. Tentu Presiden melihat permasalahan stunting ini bukan permasalahan kuantitatifnya tidak sedikit.
00:32Banyak daerah yang problemnya adalah tentang stunting.
00:37Maka dari itu Presiden memperlebar proses makan bergizi gratis agar anak-anak kita yang menjalani proses pendidikan bisa juga dijamin
00:52kesehatannya.
00:53Itu satu. Kemudian yang kedua, saat ini karena banyak juga masukan kepada pemerintah, kenapa tidak menyasar daerah 3T misalnya?
01:04Dan hari ini datanya sudah lebih dari 1.300 SPPG yang berdiri di daerah 3T dan spesifik pada daerah-daerah
01:16yang angka stuntingnya amat sangat tinggi.
01:19Bahwa pada kepemimpinan BGN sebelumnya ada permasalahan misalnya tentang pengadaan-pengadaan yang aneh misalnya,
01:28pengadaan-pengadaan yang melanggar hukum dan sudah dijawab salah satunya oleh pimpinan BGN yang baru,
01:34salah satunya adalah pengadaan LED bermasalah.
01:38Nilainya 535 miliar rupiah.
01:42Ini terbuka saja karena memang itu pemerintah akui bahwa ada pengadaan-pengadaan yang janggal dan tata kelolanya bermasalah,
01:51maka dari itu hari ini ingin diperbaiki dengan anggaran yang se-efisiensi mungkin agar penajaman penerima manfaat itu bisa dirasakan.
02:00Oke, untuk menutup diskusi kita malam hari ini, saya akan memberikan kesempatan masing-masing narasumber untuk memberikan penilaian dan konklusi
02:09ya dari perbincangan kita malam hari ini.
02:11Apakah kinerja 2 tahun pemerintahan Prabowo Gibran ini bisa dibilang kerja nyata atau hanya retorika?
02:20Yang pertama adalah bahwa kalau menurut hasil studi yang kami lakukan memang kinerja Presiden Prabowo di 2 tahun pertama ini
02:28sangat buruk,
02:29bahkan di bawah 50% orang yang puas terhadap kinerja Presiden.
02:33Dan kita ada studi yang lain yang menggunakan para pakar, mereka yang tahu informasi mengenai politik,
02:39juga angkanya semacam itu, skor yang diberikan oleh para pakar itu hanya sekitar 5 dalam skor saat 0 sampai 10,
02:50para pakar memberi nilai kepada Presiden Prabowo sekarang sekitar 5.
02:55Lalu kemudian skor yang negatif ini ternyata merambat kemana-mana.
03:00Misalnya kita juga melakukan studi mengenai evaluasi publik terhadap pelaksanaan demokrasi,
03:05itu 40 nilainya, kemudian bahkan semakin banyak warga Republik Indonesia ini menyatakan bahwa negara kita
03:12sedang berjalan ke arah yang keliru atau yang menyatakan negara kita masih berjalan ke arah yang benar
03:19itu tinggal 47%, di bawah 50%.
03:23Ini artinya menurut saya ini sangat berbahaya, bukan hanya berbahaya untuk kelompok politik Prabowo Subianto
03:30karena kan beliau masih bisa maju sebagai Presiden, tapi bahkan sudah mulai mengancam eksistensi negara.
03:36Ketika semakin banyak warga yang menyatakan negara kita ke arah yang benar,
03:40maka bukan tidak mungkin ke depan akan semakin banyak orang yang berpikir mungkin kita tidak memerlukan lagi negara.
03:47Karena persoalan yang sedangkan akut ini.
03:48Jangan sampai terjadi.
03:50Bung Irawan, 2 tahun Prabowo Gibran, kerjanya atau retorikan?
03:54Tidak ada pemerintahan yang sempurna.
03:56Seperti diskusi awal kita tadi.
04:00Dan saya kira apa yang dilakukan oleh Presiden saat ini,
04:03memang saya kembali kepada tantangan yang dihadapi oleh pemerintahan saat ini.
04:07Satu adalah residu dari program-program yang disampaikan oleh SMRC tadi.
04:12Makanya kemudian persepsi dan sentimen yang terbangun di publik itu kesannya negatif.
04:18Tetapi sekali lagi bahwa tata kelola tersebut telah diperbaiki,
04:21kemudian publik telah melihat bahwa mereka yang terlibat dalam penyimpangan pelaksanaan program-program pemerintah ini
04:28telah ditindak secara hukum oleh penegah hukum.
04:32Oleh karena itu bahwa bagi kami di Partai Golkar,
04:35yang penting pada saat ini adalah pemerintah mendengar apa yang kemudian disampaikan oleh rakyat dan kami Partai Golkar,
04:44itu komitmen konsisten dan loyal terhadap apa yang kemudian akan dilaksanakan oleh Presiden.
04:51Dan memang tantangannya juga pada saat ini adalah bahwa berbagai program yang dilaksanakan oleh pemerintah saat ini
04:58itu bersifat transformasi dan struktural.
05:01Dan itu kami minta agar pihak-pihak kementerian, kemungkinan lembaga-lembaga negara
05:07memang yang berfungsi, bertugas untuk kemudian menyampaikan capaian-capaian pemerintah itu,
05:12itu agar bekerja ekstra keras untuk menghadapi tantangan persepsi dan sentimen tadi itu.
05:18Dan yang terakhir bahwa saya kira kaitannya dengan kritik-kritik tersebut kami juga di DPR
05:25mendengar apa yang kemudian melalui lembaga-lembaga survei, aksi-aksi demonstrasi publik
05:31dan kami juga sangat memahami apa yang kemudian disampaikan tersebut.
05:35Dan saya kira pemerintah juga mendengar dan dua tahun ini memang harus kita beranjak ke hal-hal yang lebih baik.
05:44Dan sekali lagi bahwa di dua tahun ini kami mengapresyasi apa yang kemudian kerja keras yang dilakukan oleh pemerintah.
05:50Oke, Mas Toto?
05:52Iya, Brazil pernah punya dua Presiden yang merasa dirinya kiri atas nama Sosialis.
05:57Satu partai, Partai Pekerja Sosialis.
05:59Satu bernama Lula da Silva, yang kedua Dilma Rousseff dalam 10 tahun terakhir.
06:02Dan kita tahu yang satu dianggap sangat berhasil, bernama Lula.
06:06Kenapa? Ketika dia jadi, dipilih, dia berhenti untuk menggunakan waktunya lebih banyak berpidato dan menjual mimpi.
06:14Yang dilakukan pertama adalah melakukan disiplin fiskal bahkan lebih baik dibandingkan dengan Presiden-Presiden yang dikatakan tidak kiri.
06:21Padahal Presiden yang kiri ini seringkali dianggap akan jor-joran dan menghabiskan anggaran.
06:26Dia sangat berhasil.
06:27Dilma Rousseff menggunakan strategi sebaliknya.
06:30Kebijakan populis yang menghabiskan anggaran dan kemudian menyebabkan pemerintah tidak stabil, pertumbuhan ekonomi malat terkontraksi.
06:37Dan saya berharap Pak Prabowo belajar di situ.
06:40Kritik bukan berarti kemudian berasal dari oligarki.
06:43Yang dikritik dari Pak Prabowo itu bukan tentang ideologinya.
06:46Bukan tentang mindsetnya.
06:49Yang dikritik adalah ketika mimpi besar,
06:52lalu kemudian tidak diikuti oleh kemampuan mengeksekusi.
06:57Yang terjadi adalah inkompetensi.
06:59Oke.
07:00Jadi itu yang menurut saya dibutuhkan saat ini.
07:03Ini bukan tentang melawan ideologi besar.
07:06Kita menghargai setiap program besar,
07:08tapi lebih menapak dan kemudian kompetensi itu harus dimunculkan.
07:13Baik, terakhir Mas Skornya singkat.
07:14Presiden Prabowo tidak pernah membungkam demokrasi.
07:20Presiden Prabowo membuka ruang kritik selebar-lebarnya.
07:23Contoh Mas Radi,
07:25belum pernah ada di kemimpinan pemerintahan
07:28Presiden berdiskusi secara terbuka
07:32dengan sejumlah pakar
07:34lebih dari 12 jam,
07:363 kali,
07:38dan disiarkan secara terbuka di Youtube.
07:41Ada jurnalis,
07:42ada pihak-pihak yang kerap mengkritik Presiden
07:46dan disana berdiskusi secara langsung dengan Presiden.
07:50Itu menjadi bukti konkret bahwa
07:52tidak pernah ada pembatasan kritik
07:54dan Mas Radi,
07:55pemerintahan ini masih berjalan sampai 2029.
08:00Sekali lagi saya tegaskan,
08:01pemerintahan Presiden Prabowo
08:03dan Wapres Gibran Raka Buming Raka
08:05pasti 100% belum sempurna.
08:08Namun capaian-capaiannya juga banyak
08:11dan mari kita kawal bersama,
08:13berikan masukan,
08:14berikan saran,
08:15dan berikan kritik.
08:16Masih ada 3 tahun untuk membuktikan
08:18pemerintahan Prabowo Gibran
08:19bisa memenuhi ekspektasi publik,
08:21termasuk memenuhi janji-janji kampanyenya.
08:23Terima kasih sudah hari di studio
08:25satu Menara Kompas,
08:27Bung Yunarto Hijaya,
08:28Direktur Eksekutif Sarta Politika,
08:29dan Bung Sediman Ahmad,
08:31Program Manager SMRC,
08:32Saiful Bujani Research and Consulting,
08:34dan juga Bung Kurnia Ramadana,
08:37Deputi Tiga Badan Komunikasi Pemerintah,
08:38ada juga Bung Ahmad Irawan,
08:40politis Partai Gulkar,
08:41yang juga saat ini duduk
08:42di Komisi 2 DPR RI.
08:44Saudara, 2 tahun memang belum bisa
08:46dijadikan ukuran keberhasilan
08:47sebuah pemerintahan
08:48atau sebuah kebijakan.
08:50Namun 2 tahun sudah bisa
08:52mengumpulkan bahan
08:53guna melakukan evaluasi
08:55dan perbaikan.
08:56Pemerintahan Prabowo Gibran
08:57masih memiliki kesempatan
08:58guna melakukan evaluasi
09:00dan perbaikan terkait
09:01sejumlah program yang dinilai
09:02tak tepat sasaran
09:03dan dianggap hanya
09:05buang-buang anggaran.
09:06Ini perlu dilakukan
09:07agar cita-cita Prabowo Gibran
09:09mensejahterakan rakyat
09:10dan mewujudkan keadilan
09:11bisa terwujud.
09:13Demikian
09:14satu meja di forum malam ini.
09:15Kita jumpa pekan depan.
09:16Terima kasih.
09:17Selamat malam.