00:00Kita lanjut mendiskusikan hasil survei SMRC yang terbaru
00:05yang kita lakukan pada 1-10 Oktober 2026.
00:09Kali ini temanya tentang elektabilitas Presiden Prabowo.
00:15Tadi sudah anda singgung, kita sebelumnya sudah juga merilis
00:20tentang approval rating tingkat kepuasan masyarakat terhadap Presiden Prabowo
00:26yang sudah berada di bawah batas psikologis, di bawah 50% kita temukan pada survei ini.
00:34Sekarang kita masuk ke elektabilitas Presiden Prabowo, seberapa besar efek dari penurunan approval rating itu
00:47dan juga kondisi-kondisi makro yang dinilai oleh masyarakat.
00:54Pertama saya jelaskan terlebih dahulu bahwa populasi survei adalah seluruh warga negara Indonesia
01:05yang punya hak pilih dalam pemilu, yaitu 17 tahun ke atas atau sudah menikah.
01:12Dalam survei dibagi populasi itu menjadi dua subpopulasi.
01:18Yang pertama adalah mereka yang punya handphone dan yang kedua yang tidak punya handphone.
01:24Dari subpopulasi yang punya handphone, kita melakukan survei secara lewat telepon
01:33dengan metode double sampling, sampelnya ada 1013 orang, kemudian pada subpopulasi yang tidak punya handphone,
01:44mereka tentu tidak bisa diwawancara lewat telepon.
01:47Kita lakukan dengan wawancara secara tetap muka, jumlahnya 200 respondent.
01:54Kenapa kita menggunakan dua mode ini?
01:59Karena di populasi ada sekitar 80% yang punya handphone,
02:06dan untuk efisiensi kita melakukan survei telepon terhadap mereka yang punya telepon
02:13dan sisanya kita wawancara secara tetap muka,
02:17sehingga total sampelnya ada 1213 respondent.
02:21Dan margin of error survei diperkirakan plus minus 2,9% pada 3,9% pada 3,9%.
02:28Jadi artinya kalau nanti kita membahas temuan survei,
02:34selisih antara persentase yang satu, kategori yang satu dengan yang lain,
02:40itu diperlukan selisih lebih dari 5,8% untuk menyimpulkan bahwa ada perbedaan
02:48misalnya elektabilitas antara tokoh yang satu dengan yang lain.
02:54Selanjutnya, ini tentang flowchart penarikan sampel dalam survei telepon
03:00yang disebut double sampling,
03:02dan ini flowchart penarikan sampel untuk populasi yang tidak punya handphone,
03:09atau multistage random sampling.
03:12dan tidak lupa saya sampaikan bahwa kita melakukan validasi sampel
03:18dengan membandingkan profil demografi sampel terhadap populasi,
03:24dari sisi wilayah, gender, desa kota, umur, pendidikan, etnis, dan agama,
03:32dan kita melakukan apa yang dinamakan pembobotan atau kalibrasi,
03:40sedemikian sehingga sampel yang kita analisis,
03:43ini memiliki profil yang dekat dengan populasi dari sisi demografi.
03:52Seperti apa? Profil sampel yang kita analisis dari sisi wilayah, provinsi,
03:59itu kita sudah cek, kita bandingkan, sangat proporsional,
04:07wilayah yang penduduknya banyak atau pemilihnya besar,
04:11seperti Jawa Barat, sampelnya juga besar, begitu.
04:15Kemudian dari sisi penggunaan handphone,
04:18juga kita sudah proporsionalkan lewat kalibrasi.
04:24Selain itu juga dari sisi gender, desa kota, umur, agama, etnis, pendidikan,
04:32terlihat bahwa profil sampel, demografi sampel,
04:37ini sangat dekat dengan populasi.
04:40Oleh karena itu kita yakin temuan kita bisa di-generalisasi ke populasi pemilih yang besar.
04:52Nah, kita masuk masa iliman pada temuan.
04:56Temuan survei ini tentang elektabilitas calon-calon presiden,
05:04terutama tentang kekuatan elektoral presiden Prabowo sebagai pertahanan.
05:13Dalam survei kita menanyakan kepada responden pertanyaan semi terbuka.
05:20Semi terbuka artinya dalam wawancara surveyor atau enumerator
05:28itu memberikan daftar banyak nama.
05:33Di sini ada totalnya 24 nama.
05:36Nama-nama tokoh, nama-nama calon, nama-nama politisi
05:41yang potensial lah, potensial mungkin saja maju sebagai calon presiden.
05:49Dan memberikan kesempatan kepada masyarakat responden
05:55untuk menyebut nama lain.
05:59Jika yang ingin dipilih tidak ada di daftar.
06:04Dari pertanyaan semi terbuka tentang siapa
06:10yang akan ibu atau bapak pilih sebagai presiden
06:14diantara nama-nama berikut, kita memperoleh respon
06:18ada 35,5 persen yang memilih Deddy Mulyadi.
06:26Itu yang paling tinggi ya.
06:29Setelah Deddy Mulyadi, ada Anis Baswedan,
06:3410,3 persen.
06:37Jadi Deddy dengan Anis itu signifikan bedanya ya.
06:4125 persen selisihnya.
06:44Kemudian setelah itu ada Prabowo Subyanto.
06:489,8 persen.
06:50Jadi ini imbang ya.
06:52Dari sisi, dari pertanyaan semi terbuka ini,
06:57Anis dengan Prabowo imbang.
06:59Juga diimbangi oleh Gibran.
07:02Sekarang posisinya wakil presiden 8,4 persen.
07:06Jadi tiga tokoh itu selisihnya sangat kecil.
07:10Bisa dikatakan Gibran dan Anis mengimbangi Prabowo.
07:17Oke ya.
07:18Tetapi kalau Deddy memang dia di atas ya.
07:22Signifikan unggul dalam simulasi semi terbuka.
07:26Selanjutnya juga ada sejumlah nama yang signifikan ya.
07:315 persen untuk Purubaya, Yudi.
07:34Nah ini menteri yang sudah baru saja tidak menjabat ya.
07:39Di reshuffle ya.
07:40Di keuangan.
07:41Kemudian Ganjar, Pranowo, 5 persen ya.
07:45Di bawah itu ada sejumlah tokoh-tokoh lain di bawah 3 persen ya.
07:53Nah ini tapi masih ada sekitar 13,9 persen yang belum tahu ya.
08:02Belum punya pilihannya.
08:11Terima kasih telah menonton!