Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Hasil Survei SMRC: Gibran Memimpin Simulasi Tiga Capres Teratas, Ungguli Prabowo dan AHY

Lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) kembali merilis peta elektabilitas politik terbaru melalui simulasi tiga nama calon presiden.

Dalam rilis hasil survei tersebut, Gibran Rakabuming Raka tercatat berada di posisi puncak, mengungguli figur utama lainnya seperti Prabowo Subianto dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Simulasi tiga nama ini memberikan gambaran dinamis mengenai tren dukungan publik serta pergeseran preferensi pemilih dalam kontestasi politik nasional. Keunggulan angka elektabilitas yang diraih memperlihatkan makin menguatnya daya tarik serta persepsi publik terhadap kepemimpinan anak muda di kancah nasional.

#GibranRakabuming #SMRC #Capres

Creative/Video Editor: Icha/Evan
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00Kita lanjut mendiskusikan hasil survei SMRC yang terbaru
00:05yang kita lakukan pada 1-10 Oktober 2026.
00:09Kali ini temanya tentang elektabilitas Presiden Prabowo.
00:15Tadi sudah anda singgung, kita sebelumnya sudah juga merilis
00:20tentang approval rating tingkat kepuasan masyarakat terhadap Presiden Prabowo
00:26yang sudah berada di bawah batas psikologis, di bawah 50% kita temukan pada survei ini.
00:34Sekarang kita masuk ke elektabilitas Presiden Prabowo, seberapa besar efek dari penurunan approval rating itu
00:47dan juga kondisi-kondisi makro yang dinilai oleh masyarakat.
00:54Pertama saya jelaskan terlebih dahulu bahwa populasi survei adalah seluruh warga negara Indonesia
01:05yang punya hak pilih dalam pemilu, yaitu 17 tahun ke atas atau sudah menikah.
01:12Dalam survei dibagi populasi itu menjadi dua subpopulasi.
01:18Yang pertama adalah mereka yang punya handphone dan yang kedua yang tidak punya handphone.
01:24Dari subpopulasi yang punya handphone, kita melakukan survei secara lewat telepon
01:33dengan metode double sampling, sampelnya ada 1013 orang, kemudian pada subpopulasi yang tidak punya handphone,
01:44mereka tentu tidak bisa diwawancara lewat telepon.
01:47Kita lakukan dengan wawancara secara tetap muka, jumlahnya 200 respondent.
01:54Kenapa kita menggunakan dua mode ini?
01:59Karena di populasi ada sekitar 80% yang punya handphone,
02:06dan untuk efisiensi kita melakukan survei telepon terhadap mereka yang punya telepon
02:13dan sisanya kita wawancara secara tetap muka,
02:17sehingga total sampelnya ada 1213 respondent.
02:21Dan margin of error survei diperkirakan plus minus 2,9% pada 3,9% pada 3,9%.
02:28Jadi artinya kalau nanti kita membahas temuan survei,
02:34selisih antara persentase yang satu, kategori yang satu dengan yang lain,
02:40itu diperlukan selisih lebih dari 5,8% untuk menyimpulkan bahwa ada perbedaan
02:48misalnya elektabilitas antara tokoh yang satu dengan yang lain.
02:54Selanjutnya, ini tentang flowchart penarikan sampel dalam survei telepon
03:00yang disebut double sampling,
03:02dan ini flowchart penarikan sampel untuk populasi yang tidak punya handphone,
03:09atau multistage random sampling.
03:12dan tidak lupa saya sampaikan bahwa kita melakukan validasi sampel
03:18dengan membandingkan profil demografi sampel terhadap populasi,
03:24dari sisi wilayah, gender, desa kota, umur, pendidikan, etnis, dan agama,
03:32dan kita melakukan apa yang dinamakan pembobotan atau kalibrasi,
03:40sedemikian sehingga sampel yang kita analisis,
03:43ini memiliki profil yang dekat dengan populasi dari sisi demografi.
03:52Seperti apa? Profil sampel yang kita analisis dari sisi wilayah, provinsi,
03:59itu kita sudah cek, kita bandingkan, sangat proporsional,
04:07wilayah yang penduduknya banyak atau pemilihnya besar,
04:11seperti Jawa Barat, sampelnya juga besar, begitu.
04:15Kemudian dari sisi penggunaan handphone,
04:18juga kita sudah proporsionalkan lewat kalibrasi.
04:24Selain itu juga dari sisi gender, desa kota, umur, agama, etnis, pendidikan,
04:32terlihat bahwa profil sampel, demografi sampel,
04:37ini sangat dekat dengan populasi.
04:40Oleh karena itu kita yakin temuan kita bisa di-generalisasi ke populasi pemilih yang besar.
04:52Nah, kita masuk masa iliman pada temuan.
04:56Temuan survei ini tentang elektabilitas calon-calon presiden,
05:04terutama tentang kekuatan elektoral presiden Prabowo sebagai pertahanan.
05:13Dalam survei kita menanyakan kepada responden pertanyaan semi terbuka.
05:20Semi terbuka artinya dalam wawancara surveyor atau enumerator
05:28itu memberikan daftar banyak nama.
05:33Di sini ada totalnya 24 nama.
05:36Nama-nama tokoh, nama-nama calon, nama-nama politisi
05:41yang potensial lah, potensial mungkin saja maju sebagai calon presiden.
05:49Dan memberikan kesempatan kepada masyarakat responden
05:55untuk menyebut nama lain.
05:59Jika yang ingin dipilih tidak ada di daftar.
06:04Dari pertanyaan semi terbuka tentang siapa
06:10yang akan ibu atau bapak pilih sebagai presiden
06:14diantara nama-nama berikut, kita memperoleh respon
06:18ada 35,5 persen yang memilih Deddy Mulyadi.
06:26Itu yang paling tinggi ya.
06:29Setelah Deddy Mulyadi, ada Anis Baswedan,
06:3410,3 persen.
06:37Jadi Deddy dengan Anis itu signifikan bedanya ya.
06:4125 persen selisihnya.
06:44Kemudian setelah itu ada Prabowo Subyanto.
06:489,8 persen.
06:50Jadi ini imbang ya.
06:52Dari sisi, dari pertanyaan semi terbuka ini,
06:57Anis dengan Prabowo imbang.
06:59Juga diimbangi oleh Gibran.
07:02Sekarang posisinya wakil presiden 8,4 persen.
07:06Jadi tiga tokoh itu selisihnya sangat kecil.
07:10Bisa dikatakan Gibran dan Anis mengimbangi Prabowo.
07:17Oke ya.
07:18Tetapi kalau Deddy memang dia di atas ya.
07:22Signifikan unggul dalam simulasi semi terbuka.
07:26Selanjutnya juga ada sejumlah nama yang signifikan ya.
07:315 persen untuk Purubaya, Yudi.
07:34Nah ini menteri yang sudah baru saja tidak menjabat ya.
07:39Di reshuffle ya.
07:40Di keuangan.
07:41Kemudian Ganjar, Pranowo, 5 persen ya.
07:45Di bawah itu ada sejumlah tokoh-tokoh lain di bawah 3 persen ya.
07:53Nah ini tapi masih ada sekitar 13,9 persen yang belum tahu ya.
08:02Belum punya pilihannya.
08:11Terima kasih telah menonton!

Dianjurkan