Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Kalimantan terdeteksi memasuki atmosfer Jakarta sejak Jumat, 16 Oktober 2026. BMKG mengindikasikan sebaran asap berada di wilayah DKI Jakarta, sebagian Banten, dan Jawa Barat.

Prakirawan BMKG Wahyu Argo menjelaskan, asap berada di lapisan atmosfer menengah hingga atas dan belum tentu mencapai permukaan tanah. BMKG juga belum dapat memastikan sejauh mana asap tersebut memengaruhi kualitas udara.

Berdasarkan data IQAir pada pukul 17.00 WIB, kualitas udara Jakarta berada pada angka 153 dengan konsentrasi PM2.5, masuk kategori tidak sehat. Kondisi ini berisiko bagi kelompok rentan, seperti lansia, ibu hamil, dan anak-anak. Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno mengimbau warga tidak panik, menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, dan mengurangi aktivitas di luar rumah.

#asapkarhutla #kualitasudara #jakarta #bmkg #karhutla #kompastv

Baca Juga 4 Relawan Tewas saat Padamkan Karhutla di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru | BERUT di https://www.kompas.tv/regional/696591/4-relawan-tewas-saat-padamkan-karhutla-di-taman-nasional-bromo-tengger-semeru-berut

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/696595/asap-karhutla-kalimantan-masuk-atmosfer-jakarta-kualitas-udara-tercatat-tidak-sehat-berut
Transkrip
00:00Asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan mulai memasuki atmosfer Jakarta.
00:05Warga diimbau menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan.
00:13BMKG mendeteksi asap kebakaran hutan dan lahan dari Kalimantan
00:17memasuki atmosfer Jakarta sejak Jumat 16 Oktober.
00:21Indikasi sebaran asap berada di DKI Jakarta, sebagian wilayah Banten, dan Jawa Barat.
00:27Namun, perakirawan BMKG Wahyu Argo menjelaskan,
00:32asap berada pada lapisan menengah hingga atas dan belum tentu mencapai permukaan tanah.
00:37BMKG juga belum bisa memastikan sejauh mana asap memengaruhi kualitas udara.
00:42Kondisi ini menunjukkan bahwa asap telah terpantau di atmosfer wilayah Jakarta sejak pagi hari tadi.
00:49Namun, perlu dipahami bahwa asap yang terdeteksi melalui citra satelit belum tentu telah mencapai permukaan tanah.
00:55Belum dapat dipastikan kapan dan sejauh mana asap tersebut dapat mempengaruhi kualitas udara di dekat permukaan.
01:02Kekhawatiran menyergap warga.
01:05Warga mendesak pemerintah serius menangani karhutlah yang hingga kini belum padam di sejumlah daerah.
01:12Khawatirnya ispanya, efeknya ya, efek berkepanjangannya sih gitu.
01:17Jadi sebenarnya ya harusnya pemerintah lebih banyak menanggulangi hal itu gitu.
01:24Kukup ngeri dan cepat kaget ya gitu karena ya ampun sudah sampai sini aja gitu.
01:29Karena kan lumayan jauh sebenarnya kalau kita ngomongin jarak tapi itu udah nyampe.
01:33Dan kalau misalnya dari berita-berita itu lebih ke ini sih kaget juga karena ternyata setelah sekian lama kebakaran itu
01:41juga masih terjadi gitu ya.
01:43Itu makin hari cuacanya makin panas gitu ya.
01:48Khususnya saya yang bekerja di bidang lapangan, sering ke lapangan, saya dari ke pabrik-pabrik apalagi ditambah dengan kabut asap
01:54yang semakin parah dengan kondisinya juga itu.
01:58Kalau yang saya rasakan seperti batuk mas gitu ya.
02:01Kalau sudah mempengaruhi kesehatan saya gitu mas.
02:04Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno mengimbau warga Jakarta tidak panik.
02:09Ia mengingatkan warga untuk selalu menggunakan masker saat aktivitas di luar rumah.
02:14Yang pasti kita nggak boleh panik.
02:16Ini situasi yang memang alam sedang seperti ini.
02:19Kalau dikatakan apa usaha kita Jakarta mungkin bukan hanya ini.
02:23Tapi mesti dilakukan lagi Pak Sekda.
02:24Waktu itu kita bikin apa itu yang semprot air itu?
02:27Water itu salah satu juga bukan satu-satunya.
02:31Salah satunya untuk mengendalikan di beberapa wilayah.
02:34Yang kedua masker barangkali memang harus karena ya sekarang maaf ya bukan hanya asap.
02:40Juga mungkin di beberapa tempat sudah terjadi yang disebut flu A.
02:45Berdasarkan data IQR.com, kualitas dan polusi udara di Jakarta pada pukul 18 waktu Indonesia Barat
02:52berada di angka 153 dan PM 2,5 atau kategori tidak sehat.
02:58Kondisi ini berisiko bagi masyarakat rentan,
03:01yakni lansia, ibu hamil dan anak-anak.
03:04Tim Liputan Kompas TV

Dianjurkan