00:02Saudara Kapolri Jenderal Suyudi Ariyoseto buka suara soal polemik surat keterangan penyetaraan ijasa Wakil Presiden Gibran di Baras Krim.
00:11Kapolri pastikan laporan soal Suket Gibran masih dalam tahap penyidikan.
00:17Hal ini disampaikan Kapolri Jenderal Suyudi saat berkunjung ke Bursa Efek Indonesia BEI.
00:23Menurut Kapolri, pengaduan soal Suket Penyetaraan Ijasa Gibran yang dilayangkan Ahmad Kozinuddin masih dalam tahap penyidikan.
00:30Sebelumnya, Kozinuddin melaporkan adanya dugaan pemangsuan dokumen yang digunakan Gibran sebagai syarat pendidikan calon Wakil Presiden di Pilpres 2024 ke
00:41Baras Krim Polri.
00:44Kapolri Jenderal Suyudi terkait laporannya pengacara Kozinuddin, terkait dokumen ijasa Wakil Presiden Gibran ini seperti apa?
00:54Masih dalam proses penyidikan ya Pak? Ada tindakannya terhadap dokumen ijasa Wakil Presiden?
01:04Oke, terima kasih Pak.
01:07Ini ada operasi politik, kemudian ada penumpang gelap yang menunggangi lagi, jadi menjadi ramai sekali.
01:22Pasca putusan MK yang menyebut tak ditemukannya ijasa setara SMA Gibran, dampaknya terus memanas.
01:29Sejumlah kalangan masyarakat mendatangi partai-partai agar berani membentuk hak angket.
01:35Bahkan ada juga yang mendorong DPR ajukan hak menyatakan pendapat.
01:40Melihat hal tersebut, Jokowi kembali mengulang pernyataannya soal operasi politik untuk menjatuhkan reputasinya dan putranya Gibran melalui serangan ijasa.
01:50Bahkan Jokowi pastikan, polemik ijasa kini ditunggangi penumpang gelap.
01:56Ya kan sudah saya sampaikan sejak awal, ini ada operasi politik, kemudian ada penumpang gelap yang menunggangi lagi, jadi menjadi
02:08ramai sekali.
02:09Bisa saja memang sekali lagi operasi politik untuk mendowngrade reputasi politik seseorang.
02:20Bapak atau Mas Gimran kita maju?
02:22Ya dua-duanya bisa.
02:26Merespons Jokowi, Kupu Pengadu Gibran tegaskan, upaya mereka mendatangi parpol untuk mendesak pemakzulan Gibran hingga melaporkan suket Gibran ke bares
02:35krim adalah hak konstitusional warga negara.
02:40Reputasi itu ada manakala memang pihak-pihak yang terkait itu memiliki reputasi.
02:44Nah dua orang ini kan memang ada masalah, Jokowi dengan ijasa yang diduga palsu dari UGM, sementara Gibran dengan suket
02:51yang tidak ada objek untuk disetarakan baik itu dalam bentuk sertifikat, ijasa maupun diploma.
02:57Karena itu proses yang kami lakukan untuk meminta agar DPR melakukan proses pemajulan adalah proses konstitusional.
03:03Di rupik di beberapa hari ini itu bukan serangan politik.
03:10Langkah ke DPR itu adalah langkah untuk membuka pintu agar perkara ini tidak menjadi bola liar di publik.
03:20Sehingga kemudian publik mendapat kepastian bahwa Saudara Wakil Presiden memiliki ijasa setingkat SLTA atau tidak.
03:33Pernyataan Jokowi soal serangan politik dibalik kasus ijasa dirinya dan Gibran jauh sebelumnya juga pernah diungkapkan relawannya.
03:40Meski tak menyebut nama, namun relawan Jokowi melempar simbol warna sebuah partai.
03:47Seluruh Indonesia sudah melihat tampilan saya hari ini saya berbaju apa gitu.
03:51Ya kan? Nah sisa men-challenge saja, mencari pemikiran sendiri, berpikir masyarakat sendiri.
03:57Bahwa siapa sih kira-kira dalangnya gitu.
03:59Nah saat ini saya berbaju apa?
04:01Nah itu mungkin salah satu kulu yang bisa saya sampaikan.
04:07Meski serangan bertubi-tubi soal ijasa dirinya dan Gibran terus memanas,
04:12bahkan sampai kedorongan pemakzulan lewat DPR, Jokowi tetap enggan menyebut sosok.
04:18Ia mengaku serangan tersebut sebagai hal yang biasa.
04:22Tim Liputan Kompas TV
04:24Tim Liputan Kompas TV
04:26Tim Liputan Kompas TV