Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
BANJARMASIN, KOMPAS.TV - Di Banjarmasin, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia bersama BEM se-Kalimantan Selatan menggelar Aksi Kalsel Lumpuh. Mereka mendesak pemerintah segera menyelesaikan persoalan kebakaran hutan dan lahan, krisis air bersih, antrean BBM, hingga pemadaman listrik bergilir.

Selain menggelar aksi mimbar bebas, mahasiswa juga membagikan ribuan masker ke pengguna jalan maupun warga setempat sebagai antisipasi kabut asap yang selimuti Banjarmasin.

Sementara di Palembang, Sumatera Selatan, teknologi dry ice diterapkan untuk perbaiki kualitas udara akibat cemaran kabut asap.

Meski kadar polutan sempat turun, tetapi asap karhutla dari Ogan Komering Ilir dan sekitarnya diduga masih memicu tingginya pencemaran udara.

Menurut BPBD Sumsel, dari dua kali penyemaian bibit es, udara di Palembang sempat membaik untuk jarak pandang dan Indeks Standar Pencemar Udara. Namun tak bertahan lama, hal ini akan menjadi evaluasi. Uji dry ice oleh BPBD rencananya dijadwalkan selama 10 hari di udara Palembang.

Baca Juga Salah Satu Korban Meninggal Akibat Karhutla Bromo Dimakamkan di Probolinggo | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/regional/696429/salah-satu-korban-meninggal-akibat-karhutla-bromo-dimakamkan-di-probolinggo-sapa-malam

#karhutla #mahasiswa #bemui #kabutasap

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/696433/bem-ui-dan-bem-se-kalsel-desak-pemerintah-gerak-cepat-atasi-karhutla-sapa-malam
Transkrip
00:00adalah salam dari
00:01bergeser ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan
00:03badan eksekutif mahasiswa Universitas Indonesia
00:06bersama BEMSE Kalimantan Selatan
00:08menggelar rujuk rasa
00:09aksi kalsal lumpuh
00:12mereka mendesak pemerintah segera
00:13menyelesaikan persoalan kebakaran hutan dan lahan
00:16krisis air bersih
00:17antrean BBM hingga pemadaman
00:20listrik bergilir
00:21selain menggelar aksi mimbar bebas
00:23mahasiswa juga membagikan ribuan masker
00:25ke pengguna jalan maupun warga setempat
00:27sebagai antisipasi kabut asap
00:29yang menyelimuti Banjarmasin
00:36benarnya
00:37mahasiswa sebagai pemuda dan pemudi
00:40bersama masyarakat sekarang bergerak
00:42bukan karena berharap
00:44tapi karena sudah putus asa
00:46tidak ada jalan keluar selain bergerak
00:48untuk apa? memadamkan api secara serius
00:50mengusutuntas
00:52para pelaku pembakaran
00:53dan juga menahan
00:56lahan yang dibakar agar tidak digunakan
00:58dulu selama jangka waktu yang panjang
01:03bergeser ke Palembang, Sumatera Selatan
01:05di sana teknologi dry ice diterapkan
01:07untuk memperbaiki kualitas udara
01:09akibat cemaran kabut asap
01:11meski kadar polutan sempat turun
01:13tetapi asap karhutlah
01:15dari ogan komaring ilir dan sekitarnya
01:17diduga masih memicu tingginya
01:19pencemaran udara
01:20menurut BPBD Sumatera Selatan
01:22dari dua kali penyemayan BBTS
01:24udara dari Palembang sempat membaik
01:26untuk jarak pandang
01:27dan indeks standar pencemaran udara
01:29namun tidak bertahan lama
01:30hal ini akan menjadi bahan evaluasi
01:33uji dry ice oleh BPBD
01:35rencananya dijadwalkan selama 10 hari
01:37di udara Palembang
01:43Alhamdulillah setelah kita melaksanakan
01:45dua sorti OMC dry ice ini
01:50jarak pandang sudah bisa mencapai
01:53kurang lebih 2000 meter
01:55selain itu juga adanya penurunan
01:58ispu yang ada di kota Palembang
02:02yang mana sebelum dilaksanakan dry ice ini
02:05ispu kita masuk di kategori bahaya
02:08setelah dilaksanakan dry ice
02:10dua jam berikutnya
02:12ada penurunan yang sangat signifikan
02:15terhadap ispu ini

Dianjurkan