00:00Beranjaga berita mancanegara, milisi Houthi menjadi perhatian di kawasan timur tengah,
00:04usai serangan mematikan ke Arab Saudi.
00:06Selain pertempuran melawan tentara pemerintah Yaman,
00:08Houthi juga menyatakan akan melanjutkan serangan ke Saudi.
00:23Milisi Houthi menyerang istana kepresidenan Yaman di kota Pelabuhan Aden.
00:27Menurut saksi, setidaknya enam redakan terjadi pada Kamis waktu setempat.
00:32Operasi serangan juga dilakukan pemerintah Yaman pada kelompok Houthi
00:36yang menyasar komandan lapangan dan sarana militer.
00:39Rekaman CCTV serangan terhadap bandara di Abha, Najran, dan Najan di Arab Saudi
00:45ditayangkan saat pertemuan Koalisi Pemulihan Legitimasi di Yaman.
00:50Koalisi pimpinan Saudi yang mendukung pemerintah Yaman yang diakui dunia pada hari Kamis
00:55menyuruhkan kepada pasukan Houthi untuk segera menghentikan serangan terhadap fasilitas sipil
01:00termasuk bandara, pelabuhan, dan infrastruktur minyak.
01:04Minisi Houthi memperoleh teknologi canggih dengan bantuan pihak-pihak regional
01:08menjadi kelompok teroris pertama yang memiliki rudal balistik hingga drone serang.
01:12Mereka memperoleh kemahiran jahat Yaman
01:54Menurut pakar geopolitik dan keamanan nasional Wibawanto Nugroho Widodo, serangan milisi huti bersifat sporadis,
02:01dengan sasaran utamanya adalah fasilitas perusahaan minyak Arab Saudi yang diperkirakan akan memberi dampak pada harga energi dunia.
02:13Sifatnya itu irreguler dan tidak mengikuti pasar-pasar konvensional dalam berperang.
02:20Akhirnya Amerika juga akan berlaku dengan cara yang sama.
02:23Nah Arab Saudi dalam posisi seperti ini, sebenarnya dia melihat bahwa ini bukan hanya masalah huti melawan Arab Saudi,
02:30tetapi akan ada shifting dari balance of power yang ada di timur tengah.
02:34Karena di sasari itu bukan hanya Arab Saudi sebagai negara, gedung administrasi bandara dan lain-lain infrastruktur strategis,
02:41tetapi infrastruktur minyak ini akan terimplikasi kepada APBN kita, karena itu kaitan dengan energi.
02:50Sebelumnya jurubicara militer huti mengumumkan serangan ke Arab Saudi dengan sasaran bandara dan fasilitas minyak masih akan berlanjut hingga beberapa
02:58hari ke depan.
03:01Kualisi yang dipimpin Arab Saudi menuding ada yang membantu huti memperoleh teknologi canggih dalam serangan ke bandara di Arab Saudi.
03:09Lalu apakah koalisi yang dibentuk Saudi ini mampu menghentikan pergerakan huti?
03:13Bergabung untuk diskusi sore ini, Aisyah Kusuma Sumantri, peneliti senior Indo-Pacific Strategic Intelligence.
03:18Mbak Aisyah, apa kabar Mbak?
03:20Baik, terima kasih Mas.
03:22Terima kasih juga sudah meluangkan waktu bersama kami.
03:24Yang dimaksud koalisi bentukan Saudi ini ditudingnya ke arah mana sebetulnya? Iran atau kelompok lain Mbak?
03:29Ya, kalau kita lihat di sini memang ansharullah atau huti ini, ini kan tergabung di dalam axis of resistance.
03:37Bahkan sebenarnya hubungan di antara Iran dan huti ini merupakan salah satu yang paling lama dibandingkan dengan kelompok-kelompok milisi
03:43lain dengan Iran.
03:45Nah, kita bisa melihat bahwa dalam jangka waktu satu dekade terakhir, khususnya dari tahun 2015, sebenarnya huti ini mengalami banyak
03:52transformasi.
03:53Pertama, kita bisa melihat bahwa di tahun 2015 dia kehilangan banyak sekali kemudian komandan-komandan militernya.
04:00Sehingga dia harus mengganti komandannya dengan orang-orang baru yang sekarang kita kenal dengan pimpinan-pimpinan huti saat ini.
04:06Lalu yang kedua, kita melihat bahwa Iran ini juga memang memberikan sejumlah bantuan khususnya dari segi pelatihan militer serta kemudian
04:15transfer teknologi ke huti.
04:17Ada satu hal yang kemudian seringkali kita luput ya, terkait kenapa sih sebenarnya industri militer itu sangat berkembang.
04:23Karena dari tahun 2015 sebenarnya sampai sekarang, yang berbeda adalah huti ini menguasai sana A.
04:28Yang merupakan sebenarnya secara de jure ya, itu adalah ibu kota dari Yaman.
04:34Nah, permasalahannya kan pemerintah resmi dari Yaman ini sudah tergeser ke wilayah timur.
04:38Sehingga saat ini, huti atau ansharullah ini sudah menguasai sebagian besar industri-industri strategis yang dimiliki oleh Yaman.
04:45Termasuk diantaranya adalah industri militer.
04:49Nah, dari Iran ini diberikanlah teknologi-teknologi yang sifatnya itu adalah modular pertama.
04:54Lalu yang kedua adalah sesuatu yang murah dan sifatnya itu swarming.
04:58Ini sesuatu yang kemudian sebenarnya mirip dengan apa yang dihasilkan karakteristiknya dengan produksi dalam negeri di Iran.
05:04Nah, menariknya memang ini dikombinasikan dengan serangkaian strategi-strategi khusus yang dimiliki oleh huti.
05:10Di antaranya adalah pertama, ini swarming strategi ya.
05:13Yang kedua adalah Perang Gerilya yang memanfaatkan battle terrain atau kemudian landscape geografi.
05:20Di mana kemudian Yaman Utara ini merupakan daerah pegunungan sehingga sulit bagi Arab Saudi untuk menjangkau wilayah-wilayah tersebut.
05:26Dan yang ketiga, dia tahu betul bahwa Arab Saudi ini merupakan salah satu negara yang paling luas sebenarnya di kawasan
05:32Asia Barat.
05:32Sehingga mudah bagi Yaman untuk kemudian bisa menyasar aspek-aspek strategis khususnya kemudian misalnya perusahaan,
05:40lalu kemudian fasilitas publik seperti bandara dan lain-lain di Arab Saudi.
05:43Karena dia tahu bahwa rudal patriot yang dimiliki oleh Arab Saudi sebagai air defense system itu tidak akan mungkin kemudian
05:49menyasar satu per satu rudal-rudal dari Yaman.
05:53Jadi sebenarnya dia berusaha untuk memanfaatkan wilayah yang sangat besar yang dimiliki Arab Saudi terhadap sebagai kelemahan Arab Saudi itu
06:01sendiri.
06:02Nah itu menariknya.
06:03Ini juga kan menimbulkan pertanyaan terkait kemudian kemampuan air defense system Arab Saudi secara keseluruhan di dalam mengatasi tadi ya
06:09swarming drone yang kemudian dimiliki oleh Houthi.
06:13Sederhananya Saudi bisa bergerak sendiri untuk melawan Houthi atau harus minta bantuan Amerika Serikat juga?
06:18Saya kira begini, kalau misalnya dilihat dari segi kekuatan militer, Arab Saudi ini memiliki kemampuan yang cukup untuk bisa mengalahkan
06:28Houthi.
06:29Permasalahannya bukan bisa atau tidak, tetapi kemudian mau atau tidak.
06:34Karena pertama kita bisa melihat bahwa strategi yang kemudian digunakan Houthi, ini adalah strategi yang sifatnya adalah protracted war.
06:41Yang diincar, sekali lagi, ini bukan kemenangan head to head dari segi militer, tetapi kemenangan yang didapatkan melalui perang jangka
06:48panjang yang mengincar kemampuan Saudi untuk bisa melakukan kegiatan ekonominya.
06:55Dan Houthi ini tahu betul bahwa Arab Saudi ini mengincar sebenarnya vision 2030, di mana Arab Saudi ini berusaha untuk
07:02mendiversifikasi sumber perekonomiannya dari yang tadinya terkonsentrasi ke dalam ekspor minyak,
07:08menjadi kemudian sesuatu yang lebih beragam.
07:11Seperti misalnya kita tahu ada proyek pembangunan Neom, lalu kemudian investasi besar-besaran di bidang cyber, lalu kemudian kita juga
07:18tahu di bidang AI, dan lain-lain ya.
07:19Jadi ini merupakan salah satu hal yang diincar bahwa Houthi ini berusaha untuk menekan MBS sebenarnya to some extent untuk
07:27kemudian bisa membuat keputusan-keputusan yang pada akhirnya perlu digunakan Saudi.
07:33Karena apa? Kita lihat di sini juga kemudiannya Saudi juga belajar dari tahun 2015 bahwa dia bisa saja menurunkan pasukan
07:40darat untuk kemudian pergi ke Yaman.
07:42Permasalahannya nanti yang akan dihadapi adalah perang yang pertama mahal, ya pasti akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi.
07:49Yang kedua, selain mahal, ini akan berlangsung secara jangka panjang.
07:53Jadi Arab Saudi ini berada di dalam kondisi yang sebenarnya tidak menguntungkan bagi Arab Saudi.
07:59Karena kalau kita lihat juga, dia cukup terisolir di dalam dunia internasional, apalagi sekarang hubungannya dengan US ini memasuki sebenarnya
08:06babak baru.
08:07Oke, kalau membaca perangnya sudah seperti itu Houthi dengan Arab Saudi, ini semacam, bisakah kemudian dikatakan sebagai bargain-nya Iran
08:14untuk menyasar ke Amerika Serikat juga sekaligus?
08:17Nah, ini cukup menarik karena sebenarnya hubungannya sangat kompleks.
08:21Pertama, kita mendengar sebenarnya informasi bahwa secara back channel ini dilakukan diplomasi di antara Arab Saudi dengan Iran.
08:27Dan di antara kemudian Arab Saudi dan Iran ini sebenarnya ada China sebagai faktor yang kemudian menjadi broker di antara
08:34keduanya.
08:35Jadi, masuknya melalui kemudian pembangunan ekonomi, lalu kemudian bantuan, transaksi minyak, dan lain-lain.
08:41Nah, di sini kita bisa melihat bahwa Saudi ini berharap bahwa China ini bisa menjadi salah satu mediator yang bisa
08:47membantu normalisasi di antara kedua negara.
08:49Nah, Iran di sisi lain juga berharap seperti itu.
08:52Karena dia sebenarnya sudah lama mengutarakan terkait kemudian keinginannya membentuk ukuhah Islamia atau kemudian persatuan di antara negara-negara yang
09:00memiliki mayoritas Muslim.
09:01Tetapi, permasalahannya memang tidak sesimpel itu memperbaiki hubungan di antara kedua negara.
09:07Karena secara sejarah, ideologi, lalu kemudian pemahaman, ini memang selalu bertolak belakang di kawasan.
09:13Apalagi sebenarnya kompetisi regional power di antara keduanya ini sudah kemudian berakar cukup jauh.
09:19Nah, di sisi lain sebenarnya kita bisa melihat bahwa Yaman ini meskipun tergabung di dalam axis of resistance,
09:25tetapi sebenarnya hubungannya tidak vertikal komandonya antara Asyarullah dengan pemerintah Iran.
09:31Tetapi, yang diharapkan oleh Arab Saudi di dalam menormalisasi hubungannya dengan Iran adalah
09:36Iran ini bisa menjadi aktor untuk kemudian bisa membuat pendekatan dari Asyarullah ini agak melunak.
09:42Sehingga kemudian negosiasi-negosiasi diplomatik itu bisa dilakukan di dalam kemudian mencari jalan keluar dari konflik-konflik tersebut.
09:50Sehingga sederhananya singkat saja mbak, kalau kemudian sudah ada Houthi versus Arab Saudi seperti ini,
09:55kemudian Iran versus AS juga belum kelar-kelar juga, ini bakal makan waktu berapa lama lagi pernah di kawasan timur
10:00tengah itu?
10:02Saya kira sebenarnya kita nggak bisa kemudian mengkuantifikasi ya waktunya berapa lama,
10:07tetapi memang ada intervening aspek yang bisa kita lihat.
10:10Misalnya dari Amerika Serikat, saya berharap sebenarnya pemilu nanti di tanggal 3 November ini bisa menjadi decisive factor
10:17yang membuat kemudian Amerika Serikat itu bisa mundur dari timur tengah.
10:21Bukan karena kekuatan militernya tidak kuat, karena secara sejarah memang Amerika Serikat tidak pernah terkalahkan kekuatan militernya.
10:28Tetapi karena adanya ya pertentangan dalam negeri yang membuat Amerika Serikat pada akhirnya harus mengambil keputusan politik
10:35untuk bisa menarik mundur pasukannya.
10:37Pertama itu, lalu kemudian kalau untuk Yaman, saya kira sebenarnya di sini ini kita masih sangat abu-abu,
10:42karena ini merupakan awal dari perang yang saya prediksi ini menjadi perang panjang,
10:46atau mungkin perang yang sangat menggantung di kedepannya.
10:49Nah selama kemudian Arab Saudi ini tidak membuat sebuah konsesi atau keinginan untuk kemudian bisa berdiplomasi,
10:55saya kira sebenarnya sulit bagi kedua negara untuk kemudian bisa sampai ke dalam kata damai gitu.
11:03Karena sejauh ini saya kira sebenarnya zone of possible agreement-nya itu belum ketemu di antara kedua negara.
11:08Jadi perlu ada negara ketiga, ya apakah itu misalnya negara tetangga seperti Turki, Pakistan yang tergabung dalam fakta Mekah,
11:15atau bahkan mungkin ya Mesir kemarin dikunjungi oleh MBS, atau bahkan Qatar gitu ya,
11:19untuk kemudian menjadi mediator, maju ke situ dan kemudian memaksa kedua negara untuk bisa berunding.
11:25Lagi-lagi efek perang ini nggak cuma bicara di kawasan, tapi sudah berdampak secara global.
11:30Kalau pun mau seperti itu lagi, efeknya harus dipertimbangkan juga oleh banyak pihak di sini.
11:35Mbak Aisyah, terima kasih banyak sudah berdiskusi bersama saya kali ini. Selamat sore Mbak.
11:39Terima kasih, selamat sore.