Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 11 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meminta Kapolri menindak praktik penampungan dan penjualan kembali BBM subsidi dengan harga industri.

Bahlil menyoroti kendaraan yang dimodifikasi dengan tangki berkapasitas besar, bahkan mencapai 700 hingga 1.000 liter, untuk menampung BBM subsidi. Menurut Bahlil, subsidi BBM ditanggung negara sehingga penyalahgunaannya perlu ditindak melalui proses hukum.

Bahlil juga menjelaskan bahwa persoalan pasokan BBM di sejumlah daerah berkaitan dengan distribusi, bukan stok di kilang.

Pemerintah meminta penambahan kapal untuk mempercepat distribusi BBM, termasuk pada jalur Jawa TimurBali.

Bagaimana upaya pemerintah mengatasi penyalahgunaan BBM subsidi dan menjaga kelancaran distribusi energi nasional?

Produser: Prayogi Haro

Editor: Novaltri

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/696362/ultimatum-bahlil-desak-kapolri-tindak-penimbun-bbm-subsidi-soroti-tangki-modifikasi-1-000-liter
Transkrip
00:00Sekarang kan nililisasi itu kan yang kita inginkan adalah endingnya nilai tambah 100% disini.
00:05Tapi di industri sekarang smelter masih ada produk sasaran antara 60% 50%.
00:13Nah yang menghasilkan produk yang turunannya baru 50-60% ini, ini mungkin setelah nanti kajian dulu ya,
00:22kalau memang kita ini sudah terjadi oversupply di nikel itu.
00:24Terjadi oversupply 2,5 juta antara konsumsi dunia dengan produksi.
00:33Nah ke depan kita akan dorong adalah industri-industri hilirnya,
00:37supaya bahan baku setengah jadi ini tidak semuanya dibawa ke luar negeri.
00:42Itu yang dimaksudkan.
00:59Itu masih dieksersis, belum ya.
01:02Nanti kalau sudah pasti baru kita kutuskan.
01:05Ini juga bukan pernyataan saya ya, jangan kalian kasih judul ya.
01:08Ya aku kasih tau.
01:30Bukan begitu maksudnya Mbak, ini hati-hati jangan jadi judul juga nih.
01:36Di Makassar itu contohkan mobil-mobil bagus, Pak Jero.
01:39Tapi kan mereka membuat tanki di belakang kan, sampai menampung 700 liter sampai 1000 liter.
01:47Itu artinya apa mereka menampungkan kemudian dijual lagi, itu yang maksudnya.
01:53Ya kalau begini, pasalnya ya, udah jelas itu aparat penegak hukum yang mengerti pasalnya ya.
01:59Saya bukan menteri hukum ini, bahaya.
02:02Baik, teman-teman.
02:29Yang bisa mengevaluasi menteri itu hanya bahwa penegak hukum ini.
02:33Karena menteri itu adalah jabatan pembantu presiden.
02:39Dan mengangkat, memberhentikan, mengevaluasi, mengapakan pun anggota kabinet, itulah hak progretif Bapak Presiden.
02:50Itu konstitusi menjamin, jadi kita serahkan semuanya kepada Bapak Presiden.
02:55Sebagai yang mempunyai pemegang mandat rakyat.
02:57Ya, baik.
02:58Makasih.
03:02Makasih ya, aku masih ada tamu.
03:04Iya, aku masih ada tamu.
03:09Iya, aku masih ada tamu.
03:11Iya, aku masih ada tamu.
03:11Ili dov thinking papa.
03:13Akuаци online.
03:13Terima kasih.

Dianjurkan