Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 3 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV Sejumlah partai politik masih berbeda sikap dalam menyikapi wacana pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka setelah putusan Mahkamah Konstitusi (MK).

Pengamat Politik dan Militer Universitas Nasional, Selamat Ginting, menilai sikap partai-partai politik masih dinamis.

"Karena itu belum tepat memang menganggap seluruh partai di luar PDIP telah mengambil satu sikap politik yang beragam. Nah, secara politik tentu saja perbedaan ini menunjukkan ada dinamika yang sangat tinggi di DPR," kata Selamat di Bola Liar, Jumat (9/10/2026).

Selamat mengatakan, diperlukan waktu sekitar satu pekan agar sikap politik masing-masing partai semakin jelas.

Anggota Komisi II DPR dari Fraksi Golkar, Ahmad Irawan, mengatakan fraksinya terbuka untuk membahas persoalan ini dalam proses politik yang berjalan.

"Presiden mungkin punya sikap, punya penilaian sendiri terkait dengan proses dan hiruk pikuk yang ada sekarang. DPR sebagai satu institusi yang di dalamnya ada partai-partai, ada fraksi-fraksi itu punya hak untuk memandang dan menilai proses ini. Baik itu putusan MK sebagai satu putusan hukum," kata Ahmad Irawan.

Sementara itu, Ketua Umum Gerakan Cinta Prabowo, Kurniawan, menilai Presiden Prabowo Subianto tidak akan mengambil sikap secara terburu-buru terkait polemik tersebut.

Kurniawan juga menilai polemik tersebut berpotensi mengganggu stabilitas sosial dan politik. Ia berharap persoalan ini dapat ditangani dengan mempertimbangkan kondisi politik nasional.

Produser: Yuilyana

Thumbnail Editor: Aqshal

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/695299/parpol-berbeda-sikap-prabowo-belum-bersuara-usai-putusan-mk-terkait-gugatan-ijazah-wapres-gibran
Transkrip
00:00Pak Selamat, ini kan kalau kita lihat mayoritas di parlemen adalah pendukung Prabowo.
00:04Dengan kata lain, yang namanya kelanjutan wacana pemakzulan ada di tangan Presiden Prabowo Subianto.
00:10Secara matematika, pemakzulan bakal terjadi atau hanya sekedar saran saja dari Mekad?
00:14Jadi politik itu sangat dinamis, betul ya.
00:17Jadi kalau kita melihat peta di dalam parlemen, hingga hari ini, 9 Oktober,
00:24Ini menarik untuk disimak, misalnya tadi ada pernyataan dari PDI Perjuangan melalui Dedicitorus
00:32yang menilai temuan MK itu penting untuk ditindaklanjuti dan menyebut pansus atau hak angket
00:41sebagai opsi politik yang bisa dilakukan oleh DPR.
00:46Dan ini tentu saja menempatkan DPR sebagai salah satu arena untuk menguji persoalan administrasi
00:54dan pencalonan serta kemungkinan tanggung jawab pihak terkait.
00:58Gerindra menyatakan akan meminta polemik ini dihentikan dan putusan MK dihormati.
01:05Lalu pendekatan ini juga tentu menekankan pada kepastian hukum dan keberlanjutan pemerintahan.
01:14Golkar responnya memperlihatkan dua lapis persoalan.
01:18Ada pandangan bahwa putusan MK tidak otomatis menjadi dasar pemakjulan.
01:24Sementara pemberitaan lainnya juga mengutip bahwa tindak lanjut politik perlu mempertimbangkan konsensus antar pimpinan.
01:40Nah PKB, Nasdem, Demokrat dan partai lain responnya beragam ya dari menghormati keputusan hingga menyatakan masih mempelajarinya.
01:50Karena itu belum tepat memang menganggap seluruh partai di luar PDIP telah mengambil satu sikap politik yang beragam.
01:57Nah secara politik tentu saja perbedaan ini menunjukkan ada dinamika yang sangat tinggi di DPR.
02:07Nah ini tentu perlu memakan waktu kira-kira satu pekan untuk kemudian terjadi kristalisasi.
02:16Ini kan seluruhnya saling intip begitu ya.
02:20Saling intip terjadi, akan terjadi perubahan-perubahan dari DPR sekali.
02:27Nah ini juga tadi dikemukakan oleh Bung Lukas misalnya dari Nasdem.
02:32Tentu Nasdem juga tahu diri dalam tanda petik bukan masuk ke dalam tiga partai besar.
02:40Karena itu sangat ditentukan juga oleh partai-partai besar.
02:45Golkar, kemudian Gerindra dan PDIP.
02:50Nah kita harus juga melihat latar belakang ketua umum partai yang dulu terlibat di dalam kasus mendukung Jokowi tiga periode.
03:01Ya Golkar dalam hal ini Erlangga Hartarto terlibat, kemudian ketua umum PAN Julhas terlibat, ketua umum PKB terlibat.
03:12Ini kemudian ada irisan juga dengan pemerintahan Jokowi.
03:17Ini juga pasti secara politik akan dikaji.
03:21Kemungkinannya mereka akan kemana, tetapi politik tentu dinamis akan dilihat juga.
03:26Apa kecenderungan Pak Prabowo?
03:29Jadi mereka tentu akan sangat pragmatis begitu.
03:33Sangat pragmatis.
03:34Jadi Mas Hirawan, sejauh ini bagaimana perbincangan antar di partai koalisi terhadap permaksudan?
03:40Kalau kami pragmatis, tentu putusan MK ini satu opportunity bagi kami.
03:48Tapi kan tidak sesederhana itu melihat putusan MK ini, saya kira sedampak politiknya.
03:58Tadi berulang kali disampaikan bahwa kaitannya dengan angket pansus itu membutuhkan satu konsensus politik di parlemen.
04:12Tetapi saya mengatakan bahwa fraksi partai Golkar terbuka untuk mendiskusikannya secara politik, untuk melihat dinamika dan perkembangannya.
04:22Melihat dinamika, perkembangan sampai berapa lama?
04:24Apakah Golkar juga tengah menunggu sikap dari Pak Presiden?
04:28Kemarin Pak Presiden bertemu dengan Pak Jokowi by the way?
04:30Setahu saya, sepanjang pengetahuan saya, Presiden itu adalah satu institusi kepresidenan yang tersendiri, yang berbeda dengan DPR.
04:41Presiden mungkin punya sikap, punya penilaian sendiri terkait dengan proses dan hiruk-pikuk yang ada sekarang.
04:49DPR sebagai satu institusi yang di dalamnya ada partai-partai, ada fraksi-fraksi, itu punya hak untuk memandang dan menilai
04:57proses ini.
04:59Baik itu putusan MK sebagai satu putusan hukum, baik itu putusan MK sebagai bagian dari proses politik yang sedang berjalan.
05:10Terus kemudian...
05:11Oke, dalam proses politik yang sedang berjalan, kita juga melihat Bang Kurniawan bahwa sudah banyak di daerah juga seorang parlamen
05:17yang meminta untuk Gibran mundur.
05:20Lalu kemudian kita juga ada gerakan untuk mencopot fotonya Wapres.
05:24Mana yang kira-kira akan ditimbang oleh Pak Prabowo?
05:26Saya rasa seorang presiden tidak gampang juga cepat memutuskan ya, untuk investment ataupun pemazulan tentu prosesnya tidak 3x24 jam juga
05:36tidak ya.
05:37Apalagi kan ini baru berapa hari.
05:40Biarkan bola dulu bergulir dulu sambil melihat kawan-kawan DPR menyikapinya bagaimana, masalahnya secara luas bagaimana.
05:47Karena saat ini Pak Prabowo ini masih menjaga kondusivitas itu yang paling penting ya.
05:55Nah, dengan muncul masalah ini tentu mengganggu juga kehidupan sosial politik dengan Indonesia ini.
06:05Kita tunggu aja, mudah-mudahan minggu depan sudah ada langkah-langkah yang diambil dari kawan-kawan DPR, dari daerah bagaimana,
06:13termasuk dari Pak Prabowo bagaimana.
06:15Kita monitor aja Mbak, ke depannya Mbak.

Dianjurkan