00:03Ya, pertama yang kita jelaskan bahwa dalam rangka dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran,
00:15kita ingin memastikan bahwa semua pikiran-pikiran Bapak Presiden dan program-programnya
00:23itu bisa dijelaskan kepada teman-teman dari Kadin.
00:30Alhamdulillah, pada hari ini saya dan beliau dari Ketua Umum Kadin, Pak Nindia,
00:37berusaha untuk mendengar keluhan-keluhan apa yang terjadi dalam dunia usaha,
00:44kepastian ekonomi ke depan karena ada bencana, kebakaran hutan, dan lain-lain itu muncul dalam satu diskusi tadi.
00:51Dan saya sebagai Kepala Bakom berusaha mendengar untuk menyampaikan kepada seluruh stakeholder di pemerintahan,
00:57KL-KL dan lain-lain, dan saya senang sekali karena Kadin adalah kelompok-kelompok terdepan,
01:04pengusaha-pengusaha sampai ke daerah-daerah yang bisa menjadi kekuatan pemerintah menyampaikan yang benar.
01:11Yang seperti tadi, tolong dicatat oleh media, beliau sendiri, Ketua Kadin sebagai pelaku usaha menyatakan bahwa
01:19MBG itu yang disebut selama ini buruk, ternyata menurut beliau dari pengalamannya sangat baik sekali dampaknya kepada kesejahteraan masyarakat.
01:28Itu mungkin yang penting dari saya.
01:30Kalau tadi Pak pengusaha menyampaikan, masih Pak kan ada kakitlah, apakah pengusaha juga mengalami kesulitan dengan keadaan bencana-bencana itu?
01:39Ya kan tadi sudah dijelaskan bahwa Pak Presiden itu sungguh-sungguh ingin menghadapi bencana, apapun bencana termasuk karutlah.
01:47Nah kemudian tadi kan kita melihat bahwa sama seperti Pak Anin tadi mengatakan ini memang kita, negara kita adalah negara
01:58ring of fire.
01:59Ini negara penuh bencana.
02:01Tapi kita harus yakin bahwa dengan ini kita akan menjadi lebih kuat, resilensi terhadap semua kemungkinan-kemungkinan.
02:10Dan kita alhamdulillah kita melihat bahwa dari segi growth, pertumbuhan ekonomi, ekonomi pemerhatan dan lain-lain tidak ada berhenti gitu.
02:18Nah memang kita sedih dengan kasus karutlah karena saya sendiri lihat di Pontianak ya, kemudian di beberapa daerah lain, di
02:25Riau,
02:25rakyat kita lagi sesak nafas, asma dan lain-lain.
02:29Kita mendoakan agar ini bisa segera turun hujan ya.
02:32Kita harus sebagai masyarakat beragama kan penting ya untuk mendoakan ya.
02:36Kalau turun hujan itu datang, benar-benar sebentar lagi ya itu akan kembali normal udaranya.
02:43Termasuk terakhir kan kesupatan ada Malaysia dan Singapura juga melayarkan proses darah-darah akan bimbas karutlah itu sampai ke mereka.
02:50Kami juga dapat info, PM Anwar dan lain-lain juga sudah berkomunikasi telpon kepada Pak Prabowo juga untuk menanggarkan karutlah
02:57ini.
02:58Sejauh mana konsennya itu bisa mengurangi kadar tanggungan biar tidak ada proses lagi dari negara-negara?
03:01Kan kita hubungan dengan Malaysia itu kan cukup baik ya.
03:05Yang kita ini kan juga berusaha menjelaskan kepada mereka.
03:10Kita bukan hanya mengirim asap, tapi kalau asapnya nggak ada, kita mengirim oksigen.
03:17Ya kan oksigen Singapura dan Malaysia itu kan datang dari hutan-hutan kita.
03:21Jadi kita juga minta kepada semua tetangga kita untuk mengerti ini adalah di luar beyond human, beyond our human error.
03:32Ini betul-betul alam.
03:34Kemudian Perdana Menteri Malaysia, Datuk Sri Anwar Ibrahim mengirim Menteri Luar Negerinya
03:42untuk dengan Menteri Luar Negerinya kita mendetailkan pembicaraan agar bisa bersama-sama mengatasi karutlah tersebut.
03:50Nah ini kan baru kemarin ya, satu hari, dua hari lalu. Nanti saya lihat ya, saya masih akan cari.
03:55Pak, tadi kan Bapak juga sempat diambil dalam arahannya yang menjelang dua tahun ini.
03:59Kalau Bapak sendiri kan ini baru ya Pak, Bapak sendiri melihatnya gimana sih pemerintahan Presiden Prabowo dan Pak Prabowo selama
04:07dua tahun ini secara keseluruhan?
04:08Kalau saya ini kan semua teman-teman tahu, saya ini kan aktivis ya.
04:12Dari saya mimpin pergerakan mahasiswa ITB tahun 80-an sampai sekarang.
04:16Dan saya nggak mau di pemerintahan.
04:20Jadi yang bisa saya mau itu yang saya yakin benar gitu loh.
04:23Dan saya yakin Pak Prabowo benar gitu loh.
04:25Jadi Pak Prabowo ini udah benar semua, makanya saya mau bergabung gitu loh.
04:29Terima kasih dua program Pak yang selalu menjadi sorotan MBG dan KDNV.
04:34Bapak sendiri melihatnya setiap apa-apa kan memang sudah sesuai jauh dan sekarang ada dengan pemimpin baru di MBG?
04:41Ini konsepnya ini ada ininya.
04:44Konsep ini ada filosofisnya yang banyak orang tidak tahu.
04:48Selain soal data praktisnya, misalkan data praktis apa?
04:52Asian Development Bank mencatat 2018 itu 20 juta orang stunting.
04:57Ya kan, itu kan fakta dari sebuah lembaga yang kredibel, EDB.
05:00Ya kan, nah tapi Presiden juga punya konsep yang namanya bagaimana memperbesar welfare.
05:08Jadi dalam teori-teori welfare, welfare teori itu extended daripada welfare seperti MBG ini memang diharuskan untuk seperti bangsa Indonesia.
05:20Nah yang kedua, KDMP.
05:22KDMP ini memang yang tadi belum terceritakan di Kadin, jadi kan ada ketimpangan antara swasta yang menguasai 90% perekonomian
05:32Indonesia,
05:34BUMN yang menguasai 1.001 triliun dolar mungkin sekarang setelah di restruktur di antara,
05:40dan kooperasi yang merupakan sokoguru kita yang didatakan di dalam pasal 33.
05:45Asetnya cuma 300 triliun.
05:49Jadi wajar dong Bapak Presiden kemudian melakukan pemihakan,
05:52memperkuat kooperasi itu sebagai agen-agen konstitusi.
05:58Jadi itu memang luar biasa Presiden, kita lihat aja dalam berapa tahun ke depan,
06:03apakah kooperasi bisa menjadi pelaku usaha yang saiznya lebih besar.
06:07Jadi sampai 2 tahun ini progres untuk program MBG dan KDMP,
06:12kalau Bapak sendiri melihatnya apakah sudah sesuai dengan progres atau dengan target yang ingin dicapai ke depannya?
06:17Ya Pak Presiden sudah bagus dia, ketika targetnya itu 300 triliun untuk MBG,
06:25kemudian ada kegoncangan dalam tata kelola, kemudian refleksi,
06:28kan semua organisasi kan begitu kan, organisasi teorinya gitu, ada refleksinya,
06:32refleksi beliau dia turunin sekarang jadi 200-an.
06:35Ya kan? Begitu juga KDMP yang tadinya mau dipaksakan 81 ribu kooperasi,
06:42tapi kemudian dikoreksi sekarang 26.600 ya Pak Deputi ya.
06:4526.600. Jadi saya pikir dari teori organisasi Presiden sangat benar,
06:51jadi dia akan mengejas kembali gitu.
06:53Kalau untuk pemijakan politik luar negeri sendiri, gimana melihatnya asal lama 2 tahun?
06:57Ya saya pikir Bapak Presiden bagus dalam konteks mengarung di 2 karang,
07:03antara Amerika yang tetap ingin menghegemoni dengan kekuatan selatan-selatan yang tadi beliau sampaikan,
07:10itu yang sekarang dikenal dengan teman-teman BRICS itu,
07:13ini kan makin seimbang ke depan.
07:15Ada harapan buat Indonesia menjadi negara-negara yang berpendapatan keluar dari middle income trap,
07:24dan kemudian bisa juga kita itu menjadi pemilik power middle up.
07:32Memang tidak nomor satu ya.
07:34Presiden berharap kita udah keluar dari tengah aja tapi ke atas, tengah middle up.
07:39Pak Genda, soalnya Mbak Genda ini, soalnya Mbak Genda ini, soalnya Mbak Genda ini, masalah putusan MK kemarin.
07:45Oke, Mbak-Mbak Genda ini kepada saya menyampaikan bahwa menghormati putusan itu dan masih akan mempelajari.
07:49Cuman sudah ada yang melakukan aksi tumpukan foto wang kerja.
07:53Ini dilakukan waktu kedua DPRP, Kota Sukabumi, Raja Asyari waktu itu,
07:58dengan alasannya bertujung pada putusan MK itu tadi.
08:01Sejauh mana pemerintah melihat sikap itu dan membaca putusan MK kemarin?
08:04Ya, yang paling penting kan kita menghormati, sebagai eksekutif menghormati yudikatif ya.
08:09Dan itu kekuasaan yudikatif sudah jelas bahwa tidak bisa di-impeach, ya kan, dari pasangan Bapak Presiden maupun Bapak Wakil
08:21Presiden.
08:22Nah, terkait tadi kemana alurnya, ini kan kita masih melihat kan, itu alurnya kan bisa ke politik, bisa kemudian ke
08:29hukum lainnya dan lain-lain.
08:30Yang kita memang melihat ini, kalau memang ada instabilitas yang diciptakan oleh ketidakkuasaan,
08:36ya itu jangan di luar jalur-jalur hukum.
08:39Seperti tadi misalkan penurunan foto, ya itu kan kurang baik lah ya,
08:44karena kan beliau bagaimanapun masih tetap sebagai Wakil Presiden gitu.
08:49Karena dia kan, kalau yang nurin foto misalkan tukang beca di pinggir jalan sih gak ada masalah ya kan.
08:54Tapi kalau anggota DPRD kan dia kan makan dari gaji negara, itu aja.
08:58Ya, mungkin kita berharap rakyat harus bersabar karena ini masih berproses gitu.
09:02Ada yang mencoba untuk melakukan impeachment juga dari Bini Indrena yang mengantukkan ke MK itu,
09:06mencoba untuk ke DPRD meminta agar proses itu...
09:08Ya itu silakan aja, kan itu rakyat kan, semua rakyat punya suara.
09:12Kan jadi pemerintah itu pengen rakyat itu melihat apa yang dilakukan oleh pemerintah,
09:18kita tidak mengintervensi, tidak ada cawe-cawe ngumpulin orang MK dan lain-lain, gak ada.
09:24Jadi Presiden dalam urusan MK, seperti Undang-Undang Omnibus Law ketika digugat oleh setikat-setikat buruh,
09:30Presiden juga tidak ikut.
09:33Dia menghormati, ya, dia kemerdekaan pengadilan lah.
09:36Tidak ada yang ini jadi tujian buat negatif masih Mas Gita sebagai presiden?
09:40Wah, itu saya gak tahu. Nanti saya tanya sama Pak Gibran ya.
09:43Saya pikir itu ya. Terima kasih ya.
09:45Saya pikir nanti kita lanjut lagi nanti ya. Terima kasih ya.
09:54Cara baru nonton di Smart TV.
09:57Nonton live streaming dan ribuan tayangan Kompas Gramedia langsung dari Smart TV kamu.
10:03Cara installnya, buka Google Play Store di Smart TV kamu.
10:08Cari Kompas TV melalui pencarian.
10:10Pilih aplikasi, lalu install.
10:13Selesai, kamu bisa menonton video pilihan editorial Kompas TV.
10:18Download Kompas TV Apps di TV kamu sekarang juga.