- 12 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Belum genap 2 tahun pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming berjalan, dinamika politik menuju Pemilihan Presiden 2029 mulai mengemuka.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia menegaskan bahwa partainya telah memutuskan mendukung Prabowo Subianto untuk kembali maju sebagai calon presiden pada 2029.
Keputusan tersebut, menurut Doli, didasarkan pada keyakinan bahwa masa jabatan lima tahun belum cukup untuk menuntaskan visi, misi, dan program pemerintahan.
Sementara itu, pengamat komunikasi politik Universitas Padjadjaran, Kunto Adi Wibowo, menilai sikap Jokowi yang lebih berhati-hati dalam membicarakan Pilpres 2029 merupakan langkah politik yang wajar.
Baca Juga Dulu Dukung Dua Periode, Kini Jokowi Sebut Pilpres 2029 Masih Jauh | SAPA PAGI di https://www.kompas.tv/nasional/695184/dulu-dukung-dua-periode-kini-jokowi-sebut-pilpres-2029-masih-jauh-sapa-pagi
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/695211/full-beda-jalan-jokowi-dan-partai-koalisi-prabowo-di-pilpres-2029-ini-kata-golkar-dan-pengamat
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia menegaskan bahwa partainya telah memutuskan mendukung Prabowo Subianto untuk kembali maju sebagai calon presiden pada 2029.
Keputusan tersebut, menurut Doli, didasarkan pada keyakinan bahwa masa jabatan lima tahun belum cukup untuk menuntaskan visi, misi, dan program pemerintahan.
Sementara itu, pengamat komunikasi politik Universitas Padjadjaran, Kunto Adi Wibowo, menilai sikap Jokowi yang lebih berhati-hati dalam membicarakan Pilpres 2029 merupakan langkah politik yang wajar.
Baca Juga Dulu Dukung Dua Periode, Kini Jokowi Sebut Pilpres 2029 Masih Jauh | SAPA PAGI di https://www.kompas.tv/nasional/695184/dulu-dukung-dua-periode-kini-jokowi-sebut-pilpres-2029-masih-jauh-sapa-pagi
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/695211/full-beda-jalan-jokowi-dan-partai-koalisi-prabowo-di-pilpres-2029-ini-kata-golkar-dan-pengamat
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Belum genap 2 tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, dinamika politik sudah mulai terlihat, termasuk untuk Pilpres 2029 mendatang.
00:07Terlebih pernyataan terbaru Jokowi Dodo yang tak lagi tegas soal Prabowo-Gibran 2 periode.
00:12Apakah ini merupakan sinyal bahwa Jokowi dan Partai Koalisi Pengusung Prabowo-Gibran tak lagi sejalan?
00:18Kita akan bahas dalam dialog bersama dengan Wakil Ketua Umum Partai Golkar,
00:22Bung Ahmad Doli Kurnia, kemudian juga ada pengamat komunikasi politik dari Universitas Pajajaran, ada Mas Kunto Adiwibowo.
00:30Selamat pagi, Assalamualaikum Bapak-Bapak.
00:33Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
00:35Pagi.
00:36Ya, Bung Doli ini kalau kita mencermati pernyataan dari Pak Jokowi, begitu ya,
00:41kalau pemilu masih lama, kemudian juga Golkar juga tegas sudah mendukung Prabowo untuk Pilpres 2029,
00:48tapi tidak sekaligus dengan Wapresnya.
00:50Nah, ini mengisyaratkan memang sudah lagi tak sejalan atau seperti apa untuk 2029 bersama Gibran?
00:58Saya kira juga tidak bisa ditafsirkan secara penuh seperti itu, ya.
01:05Karena begini, ini sebetulnya pernyataan saya dan pernyataan resmi Pak Tegolkar tentang penjalanan Pak Prabowo ini kan sudah lama, ya.
01:15Karena kami waktu itu menyampaikan keputusan itu pada saat rapat pimpinan nasional di akhir tahun 2004,
01:21tepatnya di bulan Oktober pada saat itu, ya.
01:24Oktober-Desember kalau tidak salah.
01:26Nah, pertimbangannya pada saat itu adalah bahwa kami kan di dalam menerikan dukungan kepada Pak Prabowo sebagai calon presiden pada
01:35tahun 24,
01:36dan kemudian berpasangan sama Pak Gibran itu kan, apa namanya, kita diskusinya panjang, ya.
01:44Melalui apa sih sebetulnya yang akan dikerjakan selama 5 tahun ke depan, visinya seperti apa, programnya seperti apa.
01:50Nah, ketika kami menyatakan atau kita bersama menyatakan bahwa visi ini adalah yang paling tepat untuk Indonesia ke depan,
01:59visi yang dibangun dan disampaikan oleh Pak Prabowo,
02:02maka kami juga punya komitmen untuk bagaimana supaya semua visi, misi, dan perang-perang itu delivered.
02:08Nah, kami menilai bahwa 5 tahun itu tidak cukup waktunya.
02:13Kemudian yang kedua, nah seorang presiden di dalam konstitusi kita juga punya fasilitas maksimal bisa menjadi presiden 2 perode, gitu.
02:22Nah, jadi dalam rangka untuk supaya program-program yang disusun berdasarkan visi, misi, dan asra cita itu bisa mahal di
02:33-deliver pada masyarakat,
02:35kami menilai butuh waktu yang maksimal yang disipikan atau di-deliver oleh konstitusi.
02:41Nah, makanya kami waktu itu menyatakan Pak Prabowo harus kembali kita calonkan untuk menutaskan semua visi, misi, dan program yang
02:50sudah dirumuskan separat menjadi calon presiden.
02:54Nah, soal presidennya, itu tidak bisa kita tetapkan buru-buru, gitu ya.
03:00Karena melihat pengalaman pada saat menghadapi pil pres-pres sebelumnya, selalu penetapan waktunya presiden itu di ujung atau menjelang pendaftaran
03:13calon presiden, waktunya presiden dalam pil pres.
03:17Kenapa? Pertama, itu adalah nanti hak kewenangan prerogatifnya si calon presiden.
03:25Karena si calon presiden inilah yang kemudian nanti bisa menilai mana orang yang tepat kemistrinya dan seterusnya.
03:32Yang kedua, itu nanti diwisahkan selalu sebutan dari calon presiden, itu diarahkan antar partai-parti konsum.
03:41Nah, ini kan sekarang kan, apa namanya, yang baru menyatakan secara resmi di formal rapat pimpin nasional itu kan, satunya
03:50adalah Golkar.
03:52Kalian belum tahu nanti ke depan siapa-siapa saja yang mengusung, kan begitu, ya, secara resmi.
03:59Nah, karena itu, dan yang ketiga, coba kita lihat pengalaman ya, pada saat menjelang, eh, apa, kapan penetapan calon presiden
04:09itu?
04:09Selalu diinjil kemarin, waktu 2004, penetapan Pak Gibran juga di ujung.
04:15Waktu itu kan berada macam-macam nama ya, Pak Tohir, ada Erlangga, ada Kepuliasan, terusnya gitu.
04:22Tapi diinjil kemarin, kemudian diputuskan.
04:24Sama Pak Jokowi juga begitu.
04:26Dua kali menjadi calon presiden, pasti selalu diunjil.
04:30Bahkan kedua, itu ada cerita yang menarik ya, ketika waktu itu semua orang sudah mengatakan calon presiden ini adalah Pak
04:38Mahfud, eh, dan katanya sudah munggu di tempat pakai jas yang rapi.
04:42Tiba-tiba berubah jadi Pak Mahfud Amin, gitu.
04:45Nah, Pak SP juga begitu.
04:47Oke.
04:47Nah, jadi sebetulnya, jangan ditafsirkan kita, jangan ditafsirkan kita menutup kemungkinan siapa-siapa gitu.
04:58Ya, saya lanjutkan, tugas kami, tugas kami di Protegor, setelah menatakan mencalonan kembali Pak Prabowo sebagai calon presiden 29, tugas
05:12kami terus sama dengan para jajan pantar adalah ikut mengsukseskan, mengsukseskan jalannya pemerintahan perode ini.
05:19Oke.
05:19Kenapa? Kalau misalnya produk ini sukses, semua program delivered, ya, itu salah satu cara atau modal penting untuk memudahkan pencalonan
05:28Pak Presiden di tahun 2009.
05:31Oke.
05:31Kita akan mudah meyakinkan saya untuk bobak.
05:34Nah, kalau ini sukses pemerintahan ini, ini juga satu paket secara seluruhan, kan, gitu, termasuk Pak Gibran di dalamnya.
05:42Nah, kalau ini nanti semua program delivered, semua masyarakat merasa terbantu, senang, semua masalah bisa diselesaikan, juga dipertimbangkan jelas secara
05:54satu calon presiden kembali.
05:57Tapi itu tidak mungkin bicarakan sekarang, gitu.
06:00Oke, nah, tapi saya ingin tahu juga kalau dari sisi politiknya, kalau dari Mas Kunto, dari perspektif Anda Mas Kunto,
06:07soal pernyataan Presiden Jokowi yang mengatakan pemilu masih lama,
06:11kemudian Presiden Jokowi juga sudah lagi tegas soal Prabowo Gibran dua periode.
06:17Benarkah Jokowi-Dodo dan koalisi di Pilpres 2029 ini sinyalnya sudah berbeda jalan?
06:26Ya, kalau menurut saya, yang pertama Pak Jokowi sangat tahu situasi politik.
06:32Sehingga ketika Mas Gibran itu terkena isu administratif dan hukum, tentu harus lebih merendah, gitu ya, Mbak, ya.
06:44Lebih slow, lebih santai, gitu, dengan ambisi politiknya di 2029.
06:51Dan itu terlihat bahwa Pak Jokowi seperti menahan diri.
06:56Apalagi saya setuju dengan Bang Doli tadi, ada tren ganti wakil di periode kedua di Indonesia ini.
07:02Jadi Presiden ketika dua periode, ya periode keduanya selalu ganti wakil Presiden, gitu kan.
07:08Dan ini apalagi kalau Mas Gibran ternyata tidak mampu kemudian keluar dari problem legitimasi soal ijazahnya ini,
07:18ya akan jadi beban politik tentu saja buat Pak Prabowo di tahun 2029.
07:24Nah, ini yang problem selanjutnya adalah juga soal koalisi.
07:29Karena masing-masing koalisi tentu ingin mendorong nama kadernya sebagai wakil Presiden.
07:36Kulakar dan Kupengen.
07:39Anggota partai koalisi yang lain juga jelas ingin.
07:43Dan ketika hari ini Pak Jokowi memaksa, tentu akan jadi nggak enak di koalisi, gitu.
07:49Orang Mas Gibran yang masih kena masalah, kok dipaksa-paksa ke 2029.
07:54Jadi menurut saya ini secara politik bisa dianggap sesuatu yang wajar.
08:00Pak Jokowi berusaha merendah, berusaha tidak terlalu memaksa Mas Gibran,
08:06apalagi di tengah situasi yang sedang dihadapi oleh Mas Gibran.
08:11Termasuk juga soal pertemuan antara Jokowi Dodo dan juga Presiden Prabowo Subianto di Kertanegara.
08:18Beberapa hari lama?
08:19Ya, kalau menurut saya pasti ini kan tadi problemnya adalah putusan MK kemarin.
08:27Walaupun ditolak ya, tapi kan problem ijazah ini masih tetap jadi masalah.
08:34Dan sekarang powernya bergeser.
08:37Kalau kemarin 2024, tingkat ketergantungan politiknya Pak Prabowo itu besar ke Jokowi untuk elektoral.
08:45Nah, sekarang ini bergeser nih kompas powernya, kompas kekuasaannya.
08:51Pak Prabowo menurut saya punya bargaining position yang lebih tinggi daripada Pak Jokowi,
08:56apalagi soal isu Mas Gibran ini.
08:58Karena tadi saya setuju dengan Pak Mahfud juga kemarin bahwa ini yang bisa memutuskan ya Pak Prabowo.
09:08Apakah mau diimpeach, mau diperhentikan, mau diganti atau apa itu sangat tergantung Pak Prabowo.
09:15Oke, jadi memang bandul politiknya ini di pemerintahan, di kekuasaan,
09:19salah satunya ya tak lain dan tak bukan lagi adalah di Presiden Prabowo Subianto.
09:23Saya ingin bertanya juga, berarti ke Bung Doli-Bung Doli, tadi disebutkan oleh Mas Kunto,
09:28bahwa ada problem legitimasi soal ijazah dari Wakil Presiden Gibran Raka Buming,
09:33yang tentu saja bisa menjadi beban politik untuk, tidak hanya untuk Gibran di 2029,
09:39tapi juga untuk partai politik, koalisi, pendukung Prabowo Subianto.
09:43Benarkah ini juga menjadi bahan pertimbangan selain soal keberhasilan program pemerintahan Prabowo
09:48untuk mendeliver sampai 2029. Ini juga akan menjadi pertimbangan, tidak?
09:54Ya, pasti. Pastikan menjadi pertimbangan ya.
09:57Yang saya kira bukannya untuk nanti, tapi sekarang juga saya kira ini harus ada ujungnya ya.
10:03Ini kan sekarang sudah terjadi polemik di mahat kita ya,
10:06bahkan perusahaan mahkamah konstitusi itu.
10:10Nah, tinggal semua orang tentu berharap penyelesaiannya adalah penyelesaian secara politik.
10:16Karena penyelesaian secara hukum sudah dianggap selesai sementara di Mahkamah Konstitusi.
10:21Nah, oleh karena itu, dalam beberapa kali kesempatan kemarin kemarin,
10:24saya mengatakan, kalau semua orang berpikir,
10:30sekarang ini terjadi bola liar,
10:34dan kemudian kalau bola liar menjadi bola panas di luar ke DPR,
10:37nah tinggal ada kesepakatan, keputusan kesepakatan,
10:41konsensus politik ya, diantara elit-elit partai politik,
10:46elit-elit politik termasuk para pimpinan-pimpinan partai politik.
10:52Ini mau diapakan, ya kan?
10:54Sekarang kan banyak cuma teman-teman,
10:56kalau gitu kita buat hak angket,
10:59kemudian membentuk pansus gitu.
11:02Nah, kalau saya diskusinya,
11:05clear dulu, ini dibawa ke DPR konteks apa.
11:09Kalau misalnya, ada baik dari beberapa,
11:15diksi yang selalu lama itu kan ditimbulkan,
11:18kita nelajari oleh DPR,
11:20dari Pak Gibran kan menyatakan bahwa,
11:23sekalipun halnya tidak dapat dibuktikan,
11:26tidak ada ijah atau saat keterangan itu,
11:28tentu tidak bisa, kan kan begitu.
11:32Nah, sepertinya,
11:34kalau mau kebendar membuktikan itu,
11:37pertama, saya, apa namanya,
11:42sepenuhuk saya ya,
11:44ketika kita atau institusi,
11:46seperti kamar,
11:47konstitusi usukan sesuatu,
11:50ya saya,
11:51itulah putusan yang paling dikatakan,
11:54apa namanya,
11:57putusannya final ending.
11:59lucu, kita kemudian melakukan DPR,
12:05melakukan angket,
12:06angket itu kan,
12:08apa namanya,
12:09sebuah hak yang diperguna untuk,
12:12untuk kita seluruh panggit.
12:14Nah, sekarang,
12:15kalau soal-soal usaha MK,
12:17lah,
12:18itu,
12:19saya tidak,
12:20oke,
12:22mempertangkan,
12:23melakukan,
12:24sehingga melakukan,
12:26Bung Doli,
12:27maaf sekali,
12:28Bung Doli,
12:29maaf sekali,
12:30sinyal,
12:30sinyal Anda terputus-putus,
12:32nanti kita akan,
12:33mencoba kembali,
12:34untuk bisa menghubungi,
12:36Bung Doli,
12:36untuk bisa ber,
12:38apa,
12:38memperbaiki komunikasi,
12:39tapi saya beralih dulu ke,
12:42Mas Kunto,
12:43Mas Kunto,
12:44jadi,
12:44dengan adanya,
12:45kasus,
12:46yang ada di kemarin,
12:47begitu ya,
12:48di MK,
12:48putusan MK,
12:50kalau dari,
12:51perhitungan politik,
12:52begitu ya,
12:53dari perhitungan politik,
12:54untuk 2029,
12:56Mas Kunto,
12:57sosok Gibran,
12:59apakah masih kuat,
13:00untuk Pilpres 2029,
13:02dan apa,
13:03kira-kira yang akan dilakukan,
13:05oleh,
13:05Joko Widodo,
13:07untuk strategi kekuatan,
13:08Joko Widodo,
13:09untuk 2029,
13:10untuk bisa,
13:11apa ya,
13:13bisa memajukan kembali,
13:15anaknya,
13:16yakni Gibran Raka Buming.
13:19Ya,
13:19kalau menurut saya,
13:20apakah,
13:21Mas Gibran,
13:22akan jadi,
13:23calon wakil presiden,
13:24di 2029,
13:26sangat tergantung,
13:27dari beberapa faktor,
13:28yang pertama,
13:29adalah,
13:30sejauh mana,
13:31Pak Jokowi,
13:32itu mampu menjaga,
13:33pengaruh politiknya,
13:35baik itu,
13:36di nasional,
13:37maupun,
13:37langsung ke Pak Prabowo,
13:39secara interpersonal,
13:40gitu kan,
13:41dan,
13:42ini,
13:42jelas,
13:43salah satu modal politik,
13:44Pak Jokowi,
13:45sekarang adalah,
13:46PSI,
13:47gitu kan,
13:47dan,
13:48ya,
13:49menurut saya,
13:49kalau,
13:50Pak Jokowi,
13:51masih tanggung,
13:52setengah-setengah,
13:53ke PSI,
13:54agak susah,
13:55gitu,
13:55jadi,
13:56harusnya,
13:56Pak Jokowi,
13:57langsung ambil,
13:58langkah yang,
13:59lebih drastis,
14:00ini,
14:00soal PSI,
14:01tapi,
14:02bisa jadi berbeda,
14:03karena,
14:03Pak Jokowi,
14:04punya,
14:04cara berpikir,
14:05yang memang,
14:06agak unik,
14:06lalu,
14:07yang kedua,
14:08soal,
14:08Mas Gibran,
14:09ya,
14:10apakah Mas Gibran,
14:11mampu mempertahankan,
14:15legitimasi politiknya,
14:16hari ini,
14:16yang sebenarnya,
14:17sangat susah,
14:19gitu kan,
14:19dan,
14:20apalagi,
14:20ada tekanan-tekanan,
14:21dari partai koalisi,
14:23tadi,
14:23soal,
14:23Hanket,
14:24yang sudah disinggung oleh,
14:25Bang Doli,
14:26lalu,
14:26kemudian,
14:27ya,
14:28semua,
14:29elit partai,
14:30pasti,
14:30ingin,
14:31dapet tiket,
14:32jadi,
14:32Wakil Presiden,
14:33di,
14:33tahun,
14:34tahun,
14:34kan,
14:35Pak,
14:35nah,
14:35ini,
14:36pertarungannya,
14:37akan,
14:37jangan,
14:38lebih,
14:38apa ya,
14:39lebih keras,
14:40dan,
14:40Mas Gibran,
14:41harus berani tampil sendiri,
14:43tidak,
14:43kemudian,
14:44berlindung,
14:45di,
14:45nama besar,
14:46bapaknya,
14:47gitu,
14:47nah,
14:48ini,
14:48yang,
14:49yang,
14:49kita harus lihat,
14:50apakah,
14:50kemudian,
14:52dalam,
14:52beberapa tahun nanti,
14:54Pak Jokowi,
14:54dan Mas Gibran,
14:55bisa melakukan,
14:56hal-hal tersebut,
14:57gitu.
14:58Oke,
14:58jadi,
14:58perlu kerja keras,
14:59tentu saja,
15:00ketika memang,
15:01Jokowi Dodo,
15:02dan juga anaknya,
15:03yakni,
15:03Wapres Gibran,
15:04ingin,
15:04kemudian,
15:05bisa tampil,
15:06kembali,
15:06dalam tanda kutip,
15:07di,
15:072029,
15:09begitu ya,
15:09Bung Doli,
15:10kalau,
15:13dari,
15:14hitung-hitungan politik,
15:15begitu ya,
15:17memangnya,
15:17nggak mau,
15:18kalau,
15:19Cawapresnya,
15:20juga dari Golkar,
15:21kader Golkar,
15:22juga banyak,
15:23yang kompeten,
15:24dan juga,
15:26punya kapabilitas,
15:26yang mumpuni,
15:27begitu.
15:31Kami,
15:32sampai saat ini,
15:33ya,
15:34sudah putuskan,
15:34kalau untuk calon presiden,
15:36sudah final,
15:37ya,
15:37tadi,
15:38dengan pertimbangan,
15:39yang saya sampaikan,
15:39di awal tadi,
15:41Nah,
15:41kalau saya wakil presiden,
15:42ya,
15:42biasanya kan,
15:43selalu,
15:44yang kita anggap,
15:45kader terbaik,
15:45itu adalah,
15:46ketua umum,
15:47ya,
15:47ketua umum,
15:47itu terpilih,
15:48menjadi seseorang,
15:49terpilih menjadi ketua umum,
15:51itu,
15:51karena dia dianggap,
15:53kader terbaik,
15:54di perode itu.
15:55Nah,
15:55untuk kasus,
15:57untuk perode yang ini,
15:58Pak Bahlil sudah menyatakan,
16:00berkali-kali,
16:01bahwa,
16:02Pak Bahlil tidak akan,
16:03menurutkan diri,
16:04sebagai,
16:07dengan tegas,
16:08menyatakan,
16:09ikut menjadi,
16:10anggota,
16:14dengan berbagai pertimbangan,
16:16saya kira,
16:18apa namanya,
16:19kita,
16:19teman-teman,
16:20karena selama ini,
16:22memang,
16:23apa ya,
16:24Reddit,
16:25dienjukan,
16:26adalah,
16:27partai karya,
16:28terbuka,
16:29partai,
16:30partai,
16:31jadi,
16:33kita,
16:33di tanggung jawab,
16:35kita,
16:36kita,
16:37kita,
16:37kita,
16:38diajak,
16:38di dalam sebuah pemerintahan,
16:40ya,
16:40kita fokus,
16:41untuk membantu presiden,
16:42wakil presiden,
16:43di dalam menjalankan proses,
16:46pembangunan,
16:46dalam perode ini,
16:47oke,
16:48selanjutnya,
16:49apakah,
16:49sudah ada instruksi,
16:51dari,
16:51partai pemenang,
16:52Pilpres,
16:52dalam hal ini,
16:53adalah partai,
16:53Gerindra,
16:54yang diketuai,
16:55oleh,
16:56Pak Prabowo Subianto,
16:57untuk,
16:57kemudian,
16:59menindaklanjuti,
16:59dari putusan MK ini,
17:01endingnya,
17:01akan seperti apa,
17:03kan kita semua,
17:04pengen tahu gitu loh,
17:05jadi,
17:05ini akhirnya,
17:06akan seperti apa,
17:07kalau dari MK,
17:07kan sudah jelas,
17:09putusannya seperti itu,
17:11nah,
17:11kemudian,
17:11inilah yang harus,
17:12ditindaklanjuti oleh,
17:13DPR selanjutnya,
17:15sudah ada instruksi,
17:16atau,
17:16komunikasi,
17:17di antara partai politik,
17:19koalisi,
17:20pemerintah,
17:21di sana,
17:21seperti apa?
17:24Sepengetahuan saya,
17:25belum ya,
17:26dan justru itu yang,
17:27kita tunggu sebetulnya,
17:28saya lanjutkan,
17:29yang terputus tadi ya,
17:31kalau misalnya,
17:32ditindaklanjuti,
17:33ke DPR itu,
17:35dual,
17:35kalau misalnya,
17:37kembali,
17:38mempersoalkan,
17:39pukul mahkamah konstitusi,
17:40saya kira,
17:40itu bukan kewenangan DPR,
17:42ya,
17:42untuk kemudian,
17:43menyatakan,
17:44atau menyelidiki,
17:45perusahaan makamah konstitusi itu,
17:47itu,
17:47saya kira,
17:48kalau,
17:48berdasarkan keputusan itu,
17:50ya,
17:51mungkin,
17:51yang bisa dilakukan oleh,
17:53DPR adalah,
17:54ya,
17:55mengambil pelajaran,
17:56ya,
17:56kenapa misalnya,
17:57peristiwa kemarin itu,
17:59bisa terjadi,
17:59sehingga,
18:00makamah konstitusi,
18:00memutuskan hal yang berbeda,
18:02seperti,
18:03yang sama ini,
18:03kita,
18:04kita,
18:05laksan,
18:06kayak begitu ya,
18:07nah,
18:07mungkin,
18:07yang dikatakan,
18:08kalau seperti itu,
18:10komisi dua,
18:11apa saja,
18:12kita mulai,
18:13dari bagaimana,
18:15mempertanyakan,
18:15minta penjelasan,
18:16dari penyelangga pemilu,
18:18ada KPU,
18:18Wawaslu,
18:19DKPP,
18:20salah macam,
18:20seperti itu,
18:21nah,
18:22di mana,
18:22letak persoalannya,
18:23sehingga kemarin,
18:24keputusan makamah konstitusi,
18:26mengambil keputusan,
18:28yang berbeda,
18:29dalam,
18:30apa yang sedangkan lakukan,
18:31dalam,
18:31perdaftaran,
18:32itu,
18:33nah,
18:34yang kedua,
18:34ini,
18:34ini,
18:36ini,
18:36yang menurut saya,
18:38harus,
18:39dengan penuh,
18:39kehati-hatian,
18:41orang,
18:41kan,
18:41sudah,
18:42bicara tentang,
18:42soal pemakzulan,
18:43ya,
18:44kan,
18:45ya,
18:45memang,
18:45ini,
18:46yang disebut,
18:46menurut saya,
18:47bola panas itu,
18:48ya,
18:49dilempar ke DPR,
18:50kenapa,
18:50kena di makamah konstitusi,
18:51kan,
18:51kemarin,
18:53ya,
18:53makamah konstitusi,
18:54juga,
18:55apa,
18:56sudah mempositikannya,
18:57secara tepat,
18:58sebagai institusi,
18:59hukum,
19:00ketika ada,
19:01ajuan,
19:02gugatan,
19:02untuk melakukan,
19:04diskualifikasi,
19:05ya,
19:05itu,
19:05tidak dilakukan oleh,
19:06makamah konstitusi,
19:07yang memang,
19:08itu,
19:08bukan kewenangannya,
19:09gitu,
19:09makanya,
19:09dan diserahkan kepada,
19:10lembaga lain,
19:12lembaga lain,
19:13nah,
19:13lembaga lain itu,
19:14tidak disebutkan,
19:17lembaga lain,
19:18di dalam,
19:18undang dasar 1945,
19:19itu,
19:20ada tiga nanti,
19:22sebetulnya,
19:22kalau bicara tentang,
19:23soal pemazulan,
19:24DPR,
19:25MK,
19:25dan MPR,
19:26gitu,
19:27nah,
19:28makanya,
19:28kalau itu,
19:30ya,
19:30yang di,
19:31yang kemudian,
19:33didefinisikan,
19:34untuk ditindaklancuti DPR,
19:36itu yang saya katakan,
19:37kita harus sangat hati-hati,
19:40kenapa,
19:40karena ini juga sangat,
19:42ini kan sudah bicara tentang,
19:43soal politik,
19:45negara,
19:46ya,
19:47kita harus timbang-timbang,
19:49betul,
19:49gitu,
19:50apa namanya,
19:52kalau memang langkah itu,
19:53mau diambil,
19:54ya,
19:55pertama,
19:56ya,
19:57mengambil keputusan itu,
19:58atau mengambil,
19:59kesepakatan,
20:00eh,
20:00mengambil keputusan itu,
20:01berdasarkan,
20:02sekat-sekat,
20:03pindahan partai politik,
20:04yang ada di DPR,
20:05saya katakan,
20:07ya,
20:07tadi,
20:08kembali,
20:08kita sepertinya menunggu,
20:10ya,
20:11dan setahu saya,
20:12memang belum ada pembicaraan,
20:13oke,
20:14kami,
20:14seperti di Golar,
20:15misalnya,
20:16kami sedang mempelajari,
20:17sepertinya,
20:18atau,
20:19mahkamah konstitusi itu,
20:21itu,
20:21sepertinya soal,
20:24eh,
20:25politik,
20:25atau tidak politik,
20:26ya,
20:27yang tadi,
20:28saya katakan,
20:29harus komunikasi dengan,
20:31dengan,
20:31partai politik yang lain,
20:33gitu.
20:34Oke,
20:34terakhir,
20:35saya ingin bertanya ke Mas Kunto,
20:36Mas Kunto,
20:36ini kan tentu kita ingin tahu ya,
20:38publik endingnya akan seperti apa,
20:40setelah adanya putusan,
20:41mahkamah konstitusi ini,
20:42bagaimana kemudian nasib,
20:44eh,
20:45seorang Wapres Gibran,
20:46setelah putusan MK,
20:47ini yang menjadi pertanyaan besar,
20:49selanjutnya,
20:50eh,
20:50dari kacamata Anda,
20:52begitu ya,
20:52apa yang nantinya akan,
20:54dinamika apa yang akan terjadi,
20:56dalam pemerintahan,
20:57dalam perpolitikan kita,
20:58untuk 2029,
21:00dan siapa yang,
21:01paling diuntungkan,
21:03dari posisi,
21:04Gibran saat ini?
21:06Ya,
21:07yang pertama kan,
21:08kita harus lihat kembali,
21:09Pak Prabowo itu,
21:10pengennya kan,
21:11stabilitas politik,
21:13ya kan,
21:13demi menyukseskan,
21:15pemerintahannya,
21:16dan program-programnya,
21:17di periode pertama ini,
21:19jadi kalau,
21:20taruhannya adalah,
21:21stabilitas politik,
21:23menggeser Mas Gibran,
21:24jadi berat,
21:25gitu,
21:26karena,
21:27ya,
21:27tentu ketika,
21:29tadi Pak Prabowo punya,
21:30power yang besar,
21:31lalu kemudian,
21:32exercise powernya,
21:34lalu kemudian,
21:35memberikan arahan,
21:36ke partai koalisi,
21:38di DPR,
21:38untuk kemudian,
21:39apa,
21:41melengsarkan Mas Gibran,
21:42dengan,
21:43cara apapun,
21:44maka,
21:45yang jadi taruhan,
21:46adalah stabilitas politik,
21:48karena,
21:49tentu,
21:50Pak Jokowi,
21:51nggak akan diam saja,
21:52pasti akan,
21:53melawan balik,
21:54dan,
21:54ini,
21:56dan ini,
21:56mungkin,
21:56taruhannya terlalu besar,
21:58buat Pak Prabowo,
21:59jadi,
22:00kemungkinan,
22:01ya,
22:01akan ada,
22:02penyelesaian-penyelesaian politik,
22:04baik itu di DPR,
22:05maupun di luar,
22:06gitu kan,
22:07yang kemudian,
22:09tadi,
22:09Pak Prabowo,
22:11semakin berkuasa,
22:12panduannya,
22:13semakin ke Pak Prabowo,
22:15lalu,
22:15kemudian,
22:16bisa mengontrol,
22:17Mas Gibran,
22:18gitu kan,
22:19terutama,
22:20dengan,
22:20move-move politiknya,
22:22yang,
22:22justru,
22:23agak bertentangan,
22:24salah satunya,
22:25soal MPG,
22:26saja,
22:26gitu,
22:27dan,
22:27kemudian,
22:28ini,
22:28juga bisa mengontrol,
22:29kekuatan Pak Jokowi,
22:31untuk,
22:312029,
22:31jadi,
22:33apakah ini,
22:33akan diselesaikan di elit,
22:35atau,
22:35diselesaikan secara publik,
22:37di DPR,
22:38ini pilihan-pilihannya,
22:40tapi,
22:40menurut saya,
22:41ya tadi,
22:42stabilitas politik,
22:43jadi penting,
22:43buat Pak Prabowo.
22:45Oke,
22:46dan terakhir,
22:47siapa yang paling diuntungkan,
22:47dari posisi ini,
22:48saat ini?
22:50Ya,
22:50semuanya sebenarnya,
22:51diuntungkan sih,
22:52asal bisa mainin kartunya,
22:54dengan baik,
22:54gitu,
22:55tidak hanya,
22:56Pak Prabowo,
22:57bisa jadi,
22:58partai-partai koalisi,
22:59juga,
23:00diuntungkan,
23:00gitu kan,
23:01Pak Jokowi,
23:03juga,
23:03mungkin,
23:04diuntungkan sedikit,
23:05dengan,
23:05semakin populernya dia,
23:08tidak,
23:08tenggelam,
23:09di isu publik,
23:10gitu kan,
23:10lalu,
23:11kemudian,
23:11mungkin,
23:12BDI juga,
23:13diuntungkan,
23:13saya juga,
23:15tergantung dari,
23:16cara memainkan,
23:17kartu politiknya,
23:18Oke,
23:19baik,
23:19terima kasih,
23:19pengamat komunikasi politik,
23:21dari Universitas Pajajaran,
23:22Mas Gunto Adiwibowo,
23:23telah bergabung,
23:24bersama kami,
23:25dan juga,
23:25ada Wakil Ketua Umum,
23:26Partai Golkar,
23:28Bung Ahmad Doli Kurnia,
23:29juga,
23:29sudah bergabung,
23:30bersama kami,
23:30sehat selalu,
23:31Bapak-Bapak,
23:31kita akan nantikan,
23:32bagaimana dinamika politik,
23:33nantinya,
23:34Selamat pagi,
23:35Assalamualaikum,
23:36Waalaikumsalam,
23:37Walaikumsalam,
23:37Walaikumsalam,
23:38Walaikumsalam,
23:38Walaikumsalam,
23:38So,
23:40Terima kasih,