00:00Masih lainnya saudara, seorang warga kota Palembang meninggal dunia diduga karena terpapar kabut asap.
00:05Pihak keluarga mengungkapkan sebelum meninggal, korban yang mengidap asma mengaku sesak nafas
00:11karena menghirup kabut asap yang saat ini tengah melanda kota Palembang.
00:18Sedihan masih menyelimuti keluarga Hardian Syah.
00:22Sang istri Rika Yunita Sari bilang,
00:24selama Palembang dilanda kabut asap, suaminya, Almarhum Hardian Syah, kerap mengalami sesak nafas.
00:31Hingga pada Jumat lalu, korban sempat dibawa ke IGD rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong.
00:38Sang suami mengalami sesak nafas dan langsung dibawa ke RSUD Palembang, Bari.
00:44Namun sayang, nyawa sang suami tidak terselamatkan lagi.
00:48Pihak RSUD Palembang, Bari, juga belum sempat mendiagnosa penyebab kematian Almarhum Hardian Syah
00:54karena sudah meninggal.
01:15Dan saudara, untuk mengetahui informasi terkini kabut asap, dampak kebakaran hutan dan lahan,
01:21kita sudah terhubung dengan jurnalis Kompas TV Purwantoro di Palembang, Sumatera Selatan.
01:26Selamat siang, Purwantoro. Bagaimana dengan kondisi kabut asap di sana hari ini?
01:33Selamat siang, Imbron. Untuk hari ini memang kepekatannya, itu seperti bisa di lihat di belakang saya,
01:41memang tidak kepekat tiga hari atau empat hari sebelumnya.
01:45Namun, kondisi indeks pencemaran udara di Palembang pada pukul 10 pagi itu masih bertahan pada level berbahaya
01:59dengan konsentrasi partikulat 2,5, itu sebesar 471 mikrogram per meter kubik.
02:08Namun, pada pukul 11 tadi sudah berubah kondisinya saat ini berada pada level tidak sehat.
02:16Fluktuasi udara yang ada di Palembang berada pada kondisi yang tidak sehat,
02:24kemudian sangat tidak sehat dan berbahaya, ini sudah dirasakan oleh warga Palembang.
02:30Itu hampir dua bulan, semenjak terjadinya kebakaran lahan dan hutan yang ada di sejumlah wilayah,
02:39terutama yang ada di Kabupaten, Ogan, Komeri, Ilir.
02:43Karena yang saat ini terbakar adalah lahan-lahan gambut dalam.
02:48Dampak kabut asap yang ada di Palembang, yang menyelingkuti Palembang hingga saat ini,
02:57itu sudah meningkatkan jumlah kasus-kasus, terutama keluhan kesehatan yang mengeluhkan,
03:08warga mengeluhkan adanya gangguan pada penamatan, kemudian mata.
03:16Dan sejumlah sekolah saat ini sudah kembali melanjutkan untuk pembelajaran jarak jauh,
03:26yang sebelumnya memang dengan kondisi yang fluktuasi udara di Palembang ini,
03:32itu sebelumnya dilakukan pembelajaran dengan terbatas.
03:38Namun karena konsentrasi, kemudian peningkatan udara yang kian memburuk,
03:45membuat pembelajaran dilakukan secara jarak jauh.
03:52Indeks pencemaran udara di wilayah Palembang masih menunjukkan atau berada pada level berbahaya dan tidak sehat.
03:58Terima kasih atas laporan Anda, jurnalis Kompas TV, Purwantoro, yang melaporkan dari Palembang, Sumatera Selatan.