Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 9 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (BAKOM) Syahganda Nainggolan mengungkap strategi komunikasi pemerintah ke depan.

Syahganda mengatakan BAKOM akan lebih banyak mendengar suara rakyat dan menjemput bola, bukan hanya mendiseminasikan informasi pemerintah.

Masukan, usulan, keluhan hingga kritik masyarakat nantinya akan diteruskan kepada kementerian, lembaga, maupun pemerintah daerah terkait.

Dalam kesempatan yang sama, Syahganda merespons isu kekerasan terhadap mahasiswa serta proses putusan Mahkamah Konstitusi terkait perkara ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Ia menyebut Presiden Prabowo Subianto menyerahkan persoalan tersebut kepada aparat hukum dan lembaga yudikatif.

Syahganda juga menegaskan BAKOM akan berupaya bekerja lebih cepat serta memperkuat jejaring dengan pemerintah dan media untuk mendapatkan umpan balik dari masyarakat.

Produser: Prayogi Haro

Editor: Lintang

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/694465/full-usai-sertijab-syahganda-ungkap-strategi-baru-bakom-lebih-banyak-dengar-suara-rakyat
Transkrip
00:05Teman-teman media, terima kasih banyak atas harirannya pada sore hari ini di acara Serah Terima Jabatan.
00:14Saya dan wakil saya ada di sini.
00:17Pertama, saya tegaskan bahwa setelah saya dan wakil saya dilantik pada tanggal 2, kemudian tanggal 4 kami berdua dipanggil ke
00:32hambalan,
00:33kediaman Bapak Presiden dan diberikan arahan-arahan.
00:37Inti arahannya adalah kita harus menjadikan bakom itu untuk mendengarkan se-mendengar-dengarnya suara rakyat.
00:50Jadi Bapak Presiden setelah tahun ke-2 ini tentunya beliau ingin sekali tahu apa yang terjadi dari hasil-hasil pikiran
01:02dan kerja beliau selama ini.
01:04Jadi pengen mendengar.
01:05Nah kita mohon bantuan dari Bapak-Bapak, Ibu-Ibu untuk bisa menjadi bagian penting dalam menerima apa-apa yang didengar
01:19masyarakat dan apa-apa yang akan didengar masyarakat tentunya.
01:24Karena ini situasinya kan bolak-balik ya, artinya peristiwanya dialogis.
01:29Nah yang kedua kita diminta untuk menjadi orkestrator dari berbagai instrumen pemerintah yang ada di Republik Indonesia,
01:43baik di vertikal, lembaga vertikal, instrasi vertikal, maupun horizontal, maupun sampai ke lembaga-lembaga otonomi.
01:51Ya, desa dan lain-lain.
01:54Pokoknya semua yang ada humasnya, yang ada bagian daripada ininya, apa kepentingan medianya,
02:04itu kita harus bekerjasama, berkolaborasi sesuai dengan tugas bakom yang diatur oleh Perpres tersebut.
02:14Demikian mungkin yang perlu kami sampaikan, mudah-mudahan kita bisa, apa namanya, bekerjasama.
02:21Selanjutnya saya serahkan kepada wakil saya untuk menambahkan.
02:27Izin teman-teman media semua, sebagaimana tadi yang disampaikan oleh Bapak Kepala Bakom,
02:34bahwa kita sudah dilantik sejak tanggal 2 dan kemudian tanggal 4 dipanggil oleh Bapak Presiden,
02:44di sana berdiskusi mengenai penguatan Badan Komunikasi Pemerintah untuk agar program-program dan ide serta gagasan,
02:57serta kebijakan yang sudah dilaksanakan oleh pemerintah dapat sampai masyarakat seluas-luasnya.
03:05Juga Bapak Presiden menekankan kepada Badan Komunikasi Pemerintah untuk bisa menjangkau seluruh masyarakat
03:16dengan menggunakan bahasa-bahasa yang mudah dipahami dan sederhana,
03:22sehingga bisa lagi-lagi menjangkau masyarakat seluas-luasnya.
03:26Juga tidak hanya untuk menyampaikan informasi,
03:29juga Bapak Presiden mengharapkan Badan Komunikasi Pemerintah untuk aktif mendengarkan,
03:37baik itu berupa usulan, masukan, keluhan, bahkan kritik yang disampaikan oleh masyarakat,
03:48sehingga bisa kita teruskan jajaran kementerian dan lembaga terkait dan juga disampaikan juga kepada beliau.
03:57Mungkin itu tambahan dari saya.
04:00Untuk kedepannya, kepada teman-teman media, kita akan bekerjasama lebih intens lagi ke depan,
04:06sehingga apa yang tadi dimaksudkan bisa terwujud,
04:10sehingga semua informasi itu bisa diterima oleh masyarakat secara utuh.
04:15Terima kasih.
04:20Selamat siang, Bang.
04:21Pernahkan saya Naoval dari sianindonesia.com.
04:24Bang, saya kan kalau waktu Pak Kodari dilantik, Pak Kodari bilang menyinggung strategi ofensif gitu ya,
04:31beliau mengibaratkan sebagai striker gitu.
04:34Jadi gaya komunisinya kan ofensif ke depan.
04:36Nah kalau dari abang sendiri, ke depannya approach abang akan kayak gimana ya bang?
04:41Baik ke publik, baik ke media atau kemanapun itu.
04:43Itu yang pertama bang.
04:44Lalu kedua,
04:46sejak 20 Oktober 2024 kan terhitung sudah 4 atau 5 kepala bakom ya bang yang menjabat gitu.
04:54Nah kalau dari abang sendiri, evaluasi yang paling mendasar atau fundamental itu apa sih bang terkait dengan komunikasi pemerintah?
05:00Karena kan Pak Presiden juga pernah bilang, katanya mengakui kalau komunikasi kemarin juga agak kurang efektif dan lain-lain.
05:06Jadi mungkin kalau dari abang, yang paling fundamental yang harus diperbaiki itu apa gitu bang dari bakom?
05:11Itu dari saya, terima kasih.
05:13Ya terima kasih novelnya tadi ya dari CNN.
05:17Jadi pada intinya memang
05:20Bapak Presiden itu menginginkan itu, pikiran-pikiran beliau dengan kehendak rakyat itu tidak ada jarak.
05:36Kalau selama ini ada distorsi misalkan, berarti itu memang bakomnya harus lebih mendengar.
05:45Jadi Bapak Presiden sendiri ingin lebih mendengar suara rakyat, bakomnya juga harus strateginya lebih mendengar.
05:55Mungkin kalau tadi Pak Kodari disebutkan punya strategi yang lebih striking tadi, ya kita lebih menjemput bola, ya kan, mendengar.
06:06Jadi bukan kita lebih banyak mendisiminasi, ya, tapi kita lebih banyak ingin mengetahui.
06:14Itu yang mungkin strategi dari saya dan Pak Waka.
06:18Jadi strategi kita adalah strategi mendengar tadi.
06:21Yang kedua, kalau pergantian-pergantian itu tentu di luar wilayah saya, ya tapi dari apa yang saya sudah rapat dengan
06:31para deputi,
06:32saya didampingin oleh Pak Waka, saya melihat sebenarnya dari segi progres, ya itu cukup bagus.
06:39Progres, ya, karena ini kan embryo, ya artinya lembaga ini kan tadinya PCO.
06:44Ya kan, cuma kantor komunikasi pemerintah, tapi kemudian berkembang.
06:51Jadi dalam teori perkembangan organisasi, ya dalam ilmu perkembangan organisasi,
06:57menurut saya ini sudah bagus, sudah melewati batas embryo, kita sudah punya kantornya,
07:02sudah punya jaringan kepada humas-humas dan staf khusus pemerintah bidang media,
07:09kita sudah mempunyai tools, ya, baik big data, kemudian baik, apa namanya, jaringan-jaringan media, wartawan.
07:19Jadi misalkan kita sudah punya pertemuan-pertemuan rutin, tiap rabu dengan wartawan, dan lain-lain,
07:24itu kan sudah lebih daripada embryo.
07:27Jadi buat saya dan wakil tadi sudah bersepakat bahwa kita dengan apa yang ada selama ini,
07:34kita yakin kita bisa optimalkan.
07:44Selamat siang, perkenalkan Pak Asyaganda, Mas Fadli, saya Nia, wartawan Harian Kompas.
07:50Saya pertanyaannya mau, mungkin mau menyambung yang tadi Pak, soal rencana kerja ke depan kan akan ada perubahan strategi,
07:58tadi strategi yang lebih mendengar ini, maksudnya strategi lebih mendengar ini akan diwujudkan seperti apa Pak?
08:04Apakah BAKOM akan punya public hearing, public hearing, atau apa?
08:08Kemudian aspirasi yang masuk ke BAKOM ini nanti juga akan, apa ya, akan outcome-nya diapakan gitu Pak, itu yang
08:15pertama.
08:15Terus yang kedua, selama ini yang jadi sorotan juga posisi BAKOM ini kan badan komunikasi pemerintah,
08:22tapi seringkali pimpinan BAKOM tidak memberikan respons terhadap banyak situasi secara cepat, kayak gitu Pak.
08:36Nah, apakah itu juga nanti akan menjadi bagian dari perbaikan yang akan dilakukan?
08:40Oh, ternyata saya ada satu pertanyaan lagi Pak, tadi soal pertemuan dengan Pak Presiden gitu ya.
08:46Nah, selain yang tadi sudah disampaikan, apakah Pak Presiden juga menyinggung soal badan ini adalah lembaga yang termasuk paling sering
08:57pejabatnya di reshuffle gitu Pak?
08:59Nah, apakah disampaikan di situ juga instruksi khusus gitu, yang bagi Pak Prabowo mungkin nantinya tidak akan boleh terulang lagi
09:09yang terjadi di BAKOM?
09:11Kayak gitu Pak, terima kasih.
09:13Ya, terima kasih Nia ya. Saya jawab dari yang ketiga dulu yang lebih gampang saya ini.
09:19Jadi, kita ketemu dengan beliau tanggal 4 sore itu sampai malam.
09:25Intinya adalah bahwa Bapak Presiden itu akan men-speed up reprek beliau ya,
09:33baik yang sudah dikenal selama ini maupun yang baru-baru nanti ya, seperti apa namanya,
09:41di bidang teknologi, militer, pembangunan perkuan tinggi-perkuan tinggi yang baru,
09:48kemudian subsidi suasem pada, subsidi, macam-macam yang kita lihat Bapak Presiden akan speed up.
09:56Nah, kita diminta untuk antara pikiran dan tindakan Bapak Presiden itu bisa dipahami oleh rakyat secara mudah
10:07dan ada feedback dari masyarakat tadi,
10:10oh ini untuk apa membangun ini?
10:13Atau untuk apa kita digratiskan kalau yang swasta tidak dapat gratis apa segala kan,
10:19itu kan ada feedback yang kita perlu dengar dari masyarakat.
10:22Makanya kami nanti membuat jejaring kepada seluruh jajaran pemerintah sampai ke bawah
10:31untuk bisa memudahkan mendapatkan feedback tadi.
10:35Nah, feedback itu mau diapain?
10:36Tentu nanti kita akan memberikan feedback itu kepada pemerintah terkait,
10:41baik di pusat KL-KL itu maupun di daerah-daerah.
10:45Karena seringkali memang fungsi dari komunikasi ini bisa membantu untuk mengkolaborasikan
10:53antara beberapa instansi yang selama ini kadang-kadang kerjanya terpisah,
10:59padahal dia harus dilakukan secara inter-kementerian, inter-dev.
11:05Seperti itu, itu yang pertama.
11:07Nah, yang kedua tadi?
11:09Soal pimpinan bakom yang mungkin tidak segera merespons banyak fenomena di masyarakat gitu Pak.
11:16Ya, pertama memang kita diminta untuk tadi untuk bekerja cepat,
11:21makanya saya dikasih pembantu yang anak sangat muda sekali,
11:25karena makin muda makin enerjik tentunya ya kan.
11:29Nah, insya Allah kita bisa ngejar itu cepat ya.
11:32Yang pertama, ada apa tadi pertanyaannya?
11:36Pergantian?
11:39Oh iya, kita melanjutkan, kan kita sudah banyak.
11:42Selama ini kan kita sudah sering menggelar juga di sini,
11:44pertemuan dengan teman-teman media,
11:47ya berusaha untuk menjaring juga dengan new media,
11:50ya sebagai instrumen baru komunikasi kepada masyarakat.
11:55Jadi saya pikir kita meneruskan yang ada ini.
11:59Silahkan.
11:59Pak, ini Pak, karena tadi dibilang mau segera menjaring isu-isu,
12:04saya putuh dari Kompas TV, ini ada beberapa isu yang lagi ramai dibicarakan,
12:09ini adalah mungkin tugas pertamanya bakom untuk menjawab.
12:12Yang pertama terkait dengan masih adanya kekerasan terhadap mahasiswa,
12:17yang kemarin turun aksi,
12:19di mana koordinator dari BMI ini diserang orang tidak dikenal di Jakarta Selatan.
12:24Nah, dengan adanya kekerasan-kekerasan terhadap mahasiswa ini,
12:26sebetulnya sikap pemerintah seperti apa?
12:28Itu satu.
12:29Yang kedua, soal hari ini, ini juga nanti malam akan ada pembacaan
12:33sidang putusan Wakil Presiden soal ijazah di Mahkamah Konstitusi.
12:40Itu persiapannya seperti apa?
12:42Maksudnya apakah nanti ketika dikabulkan petitunya,
12:45sudah ada pembicaraan di internal pemerintah terkait dengan prosesnya seperti apa?
12:50Apakah diserahkan ke DPR atau akan seperti apa bolanya?
12:53Terima kasih.
12:55Ya, pertama soal kekerasan ya terhadap mahasiswa,
12:59itu kan tentu tuk foksi daripada aparat hukum sedang menyelidiki.
13:04Tapi Bapak Presiden sendiri, itu dia pro-demokrasi.
13:10Ya, walaupun kelihatan seperti pemimpin yang karismatik,
13:14tapi di banyak porsi, ya, sebenarnya kalau Bapak-Ibu-Ibu sekalian lihat,
13:21dia sering ketemu dengan wartawan, artinya dia ingin terbuka.
13:24Ya kan, dia membiarkan mahasiswa demo.
13:27Lihat aja anak-anak demo UI apa segala nggak pernah dilarang.
13:31Ya kan, kemudian dia membebaskan dulu ada Del Pedro dan teman-teman yang dipenjara
13:36karena demo Agustus 2025 yang kekerasan.
13:41Jadi Bapak Presiden sekali lagi, yang kita pahami adalah pro-demokrasi dan urusan tadi,
13:49seperti itu kita belum tahu, kita serahkan kepada aparat untuk menyelidiki
13:52apakah kekerasan itu karena aktivisme seorang mahasiswa atau kasus lain.
13:59Nah, yang kedua tadi yang soal putusan MK, Bapak Presiden mengatakan bahwa itu kewenangan daripada yurikatif.
14:08Nah, Presiden ini sudah berkali-kali memperlihatkan sebagai eksekutif tidak mengintervensi.
14:14Ya, seperti kasus judicial review dalam Undang-Undang Omnibus Law yang lalu,
14:22Presiden tidak mau intervensi.
14:24Ya, jadi saya pikir ini kita tunggu aja, saya yakin Bapak Presiden itu membiarkan
14:29Mahkamah Konstitusi.
14:30Itu yang saya tahu dari pertemuan kami kemarin di Ambalang,
14:35beliau bilang itu kita serahkan kepada yudikatif.
14:55Dari mana tadi?
14:57Oh ya.
14:59Terima kasih ya Irmanya.
15:00Jadi memang kan di dunia medsos sekarang ini, ya kalau teman-teman, saya bukan menjelekkan
15:05Neomedia ya, tapi teman-teman media mainstream itu kan dia bertongjop terhadap coverboard site,
15:11terhadap pertongjopan berita dan lain-lain.
15:15Nah, kalau video lama saya, ya, yang beredar, kemudian dibilang setelah dilantik,
15:23kan sebenarnya mereka melanggar prinsip-prinsip jurnalisme kan.
15:29Karena setelah saya dilantik, saya baru sekali ketemu media, ketemu wartawan.
15:36Jadi yang dibuat itu adalah video-video lama saya memang dulu saya begitu di luar sistem pemerintahan.
15:45Tapi di dalam sistem pemerintahan, otomatis saya harus sejalan dengan Bapak Presiden.
15:52Ya kan, saya nggak bisa, misalkan punya ide yang beda.
15:56Kalau Bapak Presiden misalkan punya ide, apa ya saya harus ngikutin.
16:00Jadi itu sekali lagi ya memang kita sesalkan ada media-media yang masih tidak bertongjop seperti itu.
16:10Kenapa?
16:12Oh nggak, bukan itu.
16:13Maksudnya saya ini pemerintah.
16:15Saya pemerintah, Presiden dan wakil Presiden satu pikiran, ya kan, dan kita menjalankan gitu.
16:21Intinya di situ.
16:23Saya nggak tahu, tapi saya itu udah lama setahu saya.
16:27Mungkin udah dua minggu sebulan sebelum saya dimana, dimasuk ke pemerintahan.
16:34Baik.
16:35Oke.
16:36Terima kasih ya rekan-rekan media.
16:37Terima kasih kepala BAKOM dan wakil kepala BAKOM.
16:40Rekan-rekan media akan disediakan makan siang ada di luar.
16:43Silahkan menikmati.
16:44Jangan sungkan untuk datang kembali.
16:45Terima kasih.
16:46Selamat sore.
16:46Foto sama media, boleh juga.
16:50Oke, oke.
16:51Yang ngambil dari depan ya.
16:53Oke, rekan-rekan media boleh.
16:54Ya, di sini Pak BAKOM.
16:56Karena kita pasti sangat dekat ke depan dengan media ini makin...

Dianjurkan