00:05Teman-teman media, terima kasih banyak atas harirannya pada sore hari ini di acara Serah Terima Jabatan.
00:14Saya dan wakil saya ada di sini.
00:17Pertama, saya tegaskan bahwa setelah saya dan wakil saya dilantik pada tanggal 2, kemudian tanggal 4 kami berdua dipanggil ke
00:32hambalan,
00:33kediaman Bapak Presiden dan diberikan arahan-arahan.
00:37Inti arahannya adalah kita harus menjadikan bakom itu untuk mendengarkan se-mendengar-dengarnya suara rakyat.
00:50Jadi Bapak Presiden setelah tahun ke-2 ini tentunya beliau ingin sekali tahu apa yang terjadi dari hasil-hasil pikiran
01:02dan kerja beliau selama ini.
01:04Jadi pengen mendengar.
01:05Nah kita mohon bantuan dari Bapak-Bapak, Ibu-Ibu untuk bisa menjadi bagian penting dalam menerima apa-apa yang didengar
01:19masyarakat dan apa-apa yang akan didengar masyarakat tentunya.
01:24Karena ini situasinya kan bolak-balik ya, artinya peristiwanya dialogis.
01:29Nah yang kedua kita diminta untuk menjadi orkestrator dari berbagai instrumen pemerintah yang ada di Republik Indonesia,
01:43baik di vertikal, lembaga vertikal, instrasi vertikal, maupun horizontal, maupun sampai ke lembaga-lembaga otonomi.
01:51Ya, desa dan lain-lain.
01:54Pokoknya semua yang ada humasnya, yang ada bagian daripada ininya, apa kepentingan medianya,
02:04itu kita harus bekerjasama, berkolaborasi sesuai dengan tugas bakom yang diatur oleh Perpres tersebut.
02:14Demikian mungkin yang perlu kami sampaikan, mudah-mudahan kita bisa, apa namanya, bekerjasama.
02:21Selanjutnya saya serahkan kepada wakil saya untuk menambahkan.
02:27Izin teman-teman media semua, sebagaimana tadi yang disampaikan oleh Bapak Kepala Bakom,
02:34bahwa kita sudah dilantik sejak tanggal 2 dan kemudian tanggal 4 dipanggil oleh Bapak Presiden,
02:44di sana berdiskusi mengenai penguatan Badan Komunikasi Pemerintah untuk agar program-program dan ide serta gagasan,
02:57serta kebijakan yang sudah dilaksanakan oleh pemerintah dapat sampai masyarakat seluas-luasnya.
03:05Juga Bapak Presiden menekankan kepada Badan Komunikasi Pemerintah untuk bisa menjangkau seluruh masyarakat
03:16dengan menggunakan bahasa-bahasa yang mudah dipahami dan sederhana,
03:22sehingga bisa lagi-lagi menjangkau masyarakat seluas-luasnya.
03:26Juga tidak hanya untuk menyampaikan informasi,
03:29juga Bapak Presiden mengharapkan Badan Komunikasi Pemerintah untuk aktif mendengarkan,
03:37baik itu berupa usulan, masukan, keluhan, bahkan kritik yang disampaikan oleh masyarakat,
03:48sehingga bisa kita teruskan jajaran kementerian dan lembaga terkait dan juga disampaikan juga kepada beliau.
03:57Mungkin itu tambahan dari saya.
04:00Untuk kedepannya, kepada teman-teman media, kita akan bekerjasama lebih intens lagi ke depan,
04:06sehingga apa yang tadi dimaksudkan bisa terwujud,
04:10sehingga semua informasi itu bisa diterima oleh masyarakat secara utuh.
04:15Terima kasih.
04:20Selamat siang, Bang.
04:21Pernahkan saya Naoval dari sianindonesia.com.
04:24Bang, saya kan kalau waktu Pak Kodari dilantik, Pak Kodari bilang menyinggung strategi ofensif gitu ya,
04:31beliau mengibaratkan sebagai striker gitu.
04:34Jadi gaya komunisinya kan ofensif ke depan.
04:36Nah kalau dari abang sendiri, ke depannya approach abang akan kayak gimana ya bang?
04:41Baik ke publik, baik ke media atau kemanapun itu.
04:43Itu yang pertama bang.
04:44Lalu kedua,
04:46sejak 20 Oktober 2024 kan terhitung sudah 4 atau 5 kepala bakom ya bang yang menjabat gitu.
04:54Nah kalau dari abang sendiri, evaluasi yang paling mendasar atau fundamental itu apa sih bang terkait dengan komunikasi pemerintah?
05:00Karena kan Pak Presiden juga pernah bilang, katanya mengakui kalau komunikasi kemarin juga agak kurang efektif dan lain-lain.
05:06Jadi mungkin kalau dari abang, yang paling fundamental yang harus diperbaiki itu apa gitu bang dari bakom?
05:11Itu dari saya, terima kasih.
05:13Ya terima kasih novelnya tadi ya dari CNN.
05:17Jadi pada intinya memang
05:20Bapak Presiden itu menginginkan itu, pikiran-pikiran beliau dengan kehendak rakyat itu tidak ada jarak.
05:36Kalau selama ini ada distorsi misalkan, berarti itu memang bakomnya harus lebih mendengar.
05:45Jadi Bapak Presiden sendiri ingin lebih mendengar suara rakyat, bakomnya juga harus strateginya lebih mendengar.
05:55Mungkin kalau tadi Pak Kodari disebutkan punya strategi yang lebih striking tadi, ya kita lebih menjemput bola, ya kan, mendengar.
06:06Jadi bukan kita lebih banyak mendisiminasi, ya, tapi kita lebih banyak ingin mengetahui.
06:14Itu yang mungkin strategi dari saya dan Pak Waka.
06:18Jadi strategi kita adalah strategi mendengar tadi.
06:21Yang kedua, kalau pergantian-pergantian itu tentu di luar wilayah saya, ya tapi dari apa yang saya sudah rapat dengan
06:31para deputi,
06:32saya didampingin oleh Pak Waka, saya melihat sebenarnya dari segi progres, ya itu cukup bagus.
06:39Progres, ya, karena ini kan embryo, ya artinya lembaga ini kan tadinya PCO.
06:44Ya kan, cuma kantor komunikasi pemerintah, tapi kemudian berkembang.
06:51Jadi dalam teori perkembangan organisasi, ya dalam ilmu perkembangan organisasi,
06:57menurut saya ini sudah bagus, sudah melewati batas embryo, kita sudah punya kantornya,
07:02sudah punya jaringan kepada humas-humas dan staf khusus pemerintah bidang media,
07:09kita sudah mempunyai tools, ya, baik big data, kemudian baik, apa namanya, jaringan-jaringan media, wartawan.
07:19Jadi misalkan kita sudah punya pertemuan-pertemuan rutin, tiap rabu dengan wartawan, dan lain-lain,
07:24itu kan sudah lebih daripada embryo.
07:27Jadi buat saya dan wakil tadi sudah bersepakat bahwa kita dengan apa yang ada selama ini,
07:34kita yakin kita bisa optimalkan.
07:44Selamat siang, perkenalkan Pak Asyaganda, Mas Fadli, saya Nia, wartawan Harian Kompas.
07:50Saya pertanyaannya mau, mungkin mau menyambung yang tadi Pak, soal rencana kerja ke depan kan akan ada perubahan strategi,
07:58tadi strategi yang lebih mendengar ini, maksudnya strategi lebih mendengar ini akan diwujudkan seperti apa Pak?
08:04Apakah BAKOM akan punya public hearing, public hearing, atau apa?
08:08Kemudian aspirasi yang masuk ke BAKOM ini nanti juga akan, apa ya, akan outcome-nya diapakan gitu Pak, itu yang
08:15pertama.
08:15Terus yang kedua, selama ini yang jadi sorotan juga posisi BAKOM ini kan badan komunikasi pemerintah,
08:22tapi seringkali pimpinan BAKOM tidak memberikan respons terhadap banyak situasi secara cepat, kayak gitu Pak.
08:36Nah, apakah itu juga nanti akan menjadi bagian dari perbaikan yang akan dilakukan?
08:40Oh, ternyata saya ada satu pertanyaan lagi Pak, tadi soal pertemuan dengan Pak Presiden gitu ya.
08:46Nah, selain yang tadi sudah disampaikan, apakah Pak Presiden juga menyinggung soal badan ini adalah lembaga yang termasuk paling sering
08:57pejabatnya di reshuffle gitu Pak?
08:59Nah, apakah disampaikan di situ juga instruksi khusus gitu, yang bagi Pak Prabowo mungkin nantinya tidak akan boleh terulang lagi
09:09yang terjadi di BAKOM?
09:11Kayak gitu Pak, terima kasih.
09:13Ya, terima kasih Nia ya. Saya jawab dari yang ketiga dulu yang lebih gampang saya ini.
09:19Jadi, kita ketemu dengan beliau tanggal 4 sore itu sampai malam.
09:25Intinya adalah bahwa Bapak Presiden itu akan men-speed up reprek beliau ya,
09:33baik yang sudah dikenal selama ini maupun yang baru-baru nanti ya, seperti apa namanya,
09:41di bidang teknologi, militer, pembangunan perkuan tinggi-perkuan tinggi yang baru,
09:48kemudian subsidi suasem pada, subsidi, macam-macam yang kita lihat Bapak Presiden akan speed up.
09:56Nah, kita diminta untuk antara pikiran dan tindakan Bapak Presiden itu bisa dipahami oleh rakyat secara mudah
10:07dan ada feedback dari masyarakat tadi,
10:10oh ini untuk apa membangun ini?
10:13Atau untuk apa kita digratiskan kalau yang swasta tidak dapat gratis apa segala kan,
10:19itu kan ada feedback yang kita perlu dengar dari masyarakat.
10:22Makanya kami nanti membuat jejaring kepada seluruh jajaran pemerintah sampai ke bawah
10:31untuk bisa memudahkan mendapatkan feedback tadi.
10:35Nah, feedback itu mau diapain?
10:36Tentu nanti kita akan memberikan feedback itu kepada pemerintah terkait,
10:41baik di pusat KL-KL itu maupun di daerah-daerah.
10:45Karena seringkali memang fungsi dari komunikasi ini bisa membantu untuk mengkolaborasikan
10:53antara beberapa instansi yang selama ini kadang-kadang kerjanya terpisah,
10:59padahal dia harus dilakukan secara inter-kementerian, inter-dev.
11:05Seperti itu, itu yang pertama.
11:07Nah, yang kedua tadi?
11:09Soal pimpinan bakom yang mungkin tidak segera merespons banyak fenomena di masyarakat gitu Pak.
11:16Ya, pertama memang kita diminta untuk tadi untuk bekerja cepat,
11:21makanya saya dikasih pembantu yang anak sangat muda sekali,
11:25karena makin muda makin enerjik tentunya ya kan.
11:29Nah, insya Allah kita bisa ngejar itu cepat ya.
11:32Yang pertama, ada apa tadi pertanyaannya?
11:36Pergantian?
11:39Oh iya, kita melanjutkan, kan kita sudah banyak.
11:42Selama ini kan kita sudah sering menggelar juga di sini,
11:44pertemuan dengan teman-teman media,
11:47ya berusaha untuk menjaring juga dengan new media,
11:50ya sebagai instrumen baru komunikasi kepada masyarakat.
11:55Jadi saya pikir kita meneruskan yang ada ini.
11:59Silahkan.
11:59Pak, ini Pak, karena tadi dibilang mau segera menjaring isu-isu,
12:04saya putuh dari Kompas TV, ini ada beberapa isu yang lagi ramai dibicarakan,
12:09ini adalah mungkin tugas pertamanya bakom untuk menjawab.
12:12Yang pertama terkait dengan masih adanya kekerasan terhadap mahasiswa,
12:17yang kemarin turun aksi,
12:19di mana koordinator dari BMI ini diserang orang tidak dikenal di Jakarta Selatan.
12:24Nah, dengan adanya kekerasan-kekerasan terhadap mahasiswa ini,
12:26sebetulnya sikap pemerintah seperti apa?
12:28Itu satu.
12:29Yang kedua, soal hari ini, ini juga nanti malam akan ada pembacaan
12:33sidang putusan Wakil Presiden soal ijazah di Mahkamah Konstitusi.
12:40Itu persiapannya seperti apa?
12:42Maksudnya apakah nanti ketika dikabulkan petitunya,
12:45sudah ada pembicaraan di internal pemerintah terkait dengan prosesnya seperti apa?
12:50Apakah diserahkan ke DPR atau akan seperti apa bolanya?
12:53Terima kasih.
12:55Ya, pertama soal kekerasan ya terhadap mahasiswa,
12:59itu kan tentu tuk foksi daripada aparat hukum sedang menyelidiki.
13:04Tapi Bapak Presiden sendiri, itu dia pro-demokrasi.
13:10Ya, walaupun kelihatan seperti pemimpin yang karismatik,
13:14tapi di banyak porsi, ya, sebenarnya kalau Bapak-Ibu-Ibu sekalian lihat,
13:21dia sering ketemu dengan wartawan, artinya dia ingin terbuka.
13:24Ya kan, dia membiarkan mahasiswa demo.
13:27Lihat aja anak-anak demo UI apa segala nggak pernah dilarang.
13:31Ya kan, kemudian dia membebaskan dulu ada Del Pedro dan teman-teman yang dipenjara
13:36karena demo Agustus 2025 yang kekerasan.
13:41Jadi Bapak Presiden sekali lagi, yang kita pahami adalah pro-demokrasi dan urusan tadi,
13:49seperti itu kita belum tahu, kita serahkan kepada aparat untuk menyelidiki
13:52apakah kekerasan itu karena aktivisme seorang mahasiswa atau kasus lain.
13:59Nah, yang kedua tadi yang soal putusan MK, Bapak Presiden mengatakan bahwa itu kewenangan daripada yurikatif.
14:08Nah, Presiden ini sudah berkali-kali memperlihatkan sebagai eksekutif tidak mengintervensi.
14:14Ya, seperti kasus judicial review dalam Undang-Undang Omnibus Law yang lalu,
14:22Presiden tidak mau intervensi.
14:24Ya, jadi saya pikir ini kita tunggu aja, saya yakin Bapak Presiden itu membiarkan
14:29Mahkamah Konstitusi.
14:30Itu yang saya tahu dari pertemuan kami kemarin di Ambalang,
14:35beliau bilang itu kita serahkan kepada yudikatif.
14:55Dari mana tadi?
14:57Oh ya.
14:59Terima kasih ya Irmanya.
15:00Jadi memang kan di dunia medsos sekarang ini, ya kalau teman-teman, saya bukan menjelekkan
15:05Neomedia ya, tapi teman-teman media mainstream itu kan dia bertongjop terhadap coverboard site,
15:11terhadap pertongjopan berita dan lain-lain.
15:15Nah, kalau video lama saya, ya, yang beredar, kemudian dibilang setelah dilantik,
15:23kan sebenarnya mereka melanggar prinsip-prinsip jurnalisme kan.
15:29Karena setelah saya dilantik, saya baru sekali ketemu media, ketemu wartawan.
15:36Jadi yang dibuat itu adalah video-video lama saya memang dulu saya begitu di luar sistem pemerintahan.
15:45Tapi di dalam sistem pemerintahan, otomatis saya harus sejalan dengan Bapak Presiden.
15:52Ya kan, saya nggak bisa, misalkan punya ide yang beda.
15:56Kalau Bapak Presiden misalkan punya ide, apa ya saya harus ngikutin.
16:00Jadi itu sekali lagi ya memang kita sesalkan ada media-media yang masih tidak bertongjop seperti itu.
16:10Kenapa?
16:12Oh nggak, bukan itu.
16:13Maksudnya saya ini pemerintah.
16:15Saya pemerintah, Presiden dan wakil Presiden satu pikiran, ya kan, dan kita menjalankan gitu.
16:21Intinya di situ.
16:23Saya nggak tahu, tapi saya itu udah lama setahu saya.
16:27Mungkin udah dua minggu sebulan sebelum saya dimana, dimasuk ke pemerintahan.
16:34Baik.
16:35Oke.
16:36Terima kasih ya rekan-rekan media.
16:37Terima kasih kepala BAKOM dan wakil kepala BAKOM.
16:40Rekan-rekan media akan disediakan makan siang ada di luar.
16:43Silahkan menikmati.
16:44Jangan sungkan untuk datang kembali.
16:45Terima kasih.
16:46Selamat sore.
16:46Foto sama media, boleh juga.
16:50Oke, oke.
16:51Yang ngambil dari depan ya.
16:53Oke, rekan-rekan media boleh.
16:54Ya, di sini Pak BAKOM.
16:56Karena kita pasti sangat dekat ke depan dengan media ini makin...