Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 9 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Wantimpres Rocky Gerung menyinggung sosok Syahganda Nainggolan dan Qodari dalam pidatonya pada acara serah terima jabatan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (BAKOM).

Rocky menggambarkan perbedaan karakter komunikasi keduanya, termasuk menyebut Qodari memiliki pendekatan yang lebih "attacking", sementara Syahganda disebut memiliki penampilan yang lebih "adem".

Baca Juga FULL! Pidato Rocky Gerung di Sertijab Kepala Bakom Syahganda-Qodari di https://www.kompas.tv/video/694458/full-pidato-rocky-gerung-di-sertijab-kepala-bakom-syahganda-qodari

Rocky juga menyinggung pernyataan Qodari terkait Gibran dan menyebut publik saat ini tengah menunggu keputusan Mahkamah Konstitusi.

Rocky kemudian membahas pentingnya strategi komunikasi pemerintah dalam menghadapi persepsi publik dan informasi yang berkembang di media sosial.

Dalam bagian lain pidatonya, Rocky mengaitkan pembahasan tersebut dengan proses dan keputusan MK yang sedang menjadi perhatian publik.

Pernyataan Rocky disampaikan dalam konteks evaluasi gaya komunikasi serta peran Syahganda dan Qodari di lingkungan pemerintahan.

Produser: Prayogi Haro

Editor: Lintang

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/694460/sentilan-rocky-gerung-singgung-syahganda-qodari-hingga-putusan-sidang-ijazah-gibran-di-mk
Transkrip
00:00Ganda pernah ini, ganda pernah itu, kemarin dia bahkan jadi menteri, baru diangkat dia udah ngoceh tentang gibran.
00:07Padahal itu...
00:13Esok.
00:15Padahal itu sebelum.
00:17Walaupun substansinya nggak siap protes.
00:23Tapi kan itu kejujuran tuh.
00:25Hari-hari ini, orang nunggu apa keputusan makamah konstitusi.
00:30Tidak bisa kita sembunyikan.
00:33Tidak mungkin seluruh kalimat kita, kita edit untuk melayani kedunguan para...
00:44Sebut aja, kedunguan mereka yang tidak mampu untuk mencernah isi komunikasi.
00:50Dan kedunguan itu yang sekarang dioperasikan melalui sistem algoritma.
00:57Ada berapa banyak operasi?
01:00Yang salah tempat.
01:02Biasa di pinggir desa, tidak ada, kita cari di hutan.
01:06Di hutan nggak ada, kita cari di kuburan.
01:08Di kuburan nggak ada, kita cari di tengah laut.
01:12Promosikan bahwa memang ada kantor koperasi, bukan koperasi, bangunan koperasi di tengah hutan, bangunan koperasi di tengah kuburan, bangunan koperasi
01:26di tengah laut.
01:26Sudah berapa banyak?
01:29Sudah 8.733.000 sampai hari ini.
01:37Gimana mengatasi?
01:38Pindahin aja kan?
01:40Gampang, memindahkan 8.333.000 koperasi yang salah tempat, gampang dipindahinnya.
01:44Pakai apa? AI.
01:46Pindahin aja, klik.
01:49Kan itu fakta yang dibuat oleh AI.
01:52Yang kemudian dikutip 8.333.000 kali, lalu orang anggap ada 8.375.000 kali.
02:00Persepsi di situ.
02:03Persepsi sudah terbentuk.
02:05Bahwa koperasi itu salah tempat.
02:07Padahal cuma 7 yang salah tempat.
02:10Nah bagian ini nggak mungkin kita bantai dengan data cuma 7.
02:14Tidak.
02:15Sudah terbentuk persepsi di situ.
02:18Taking the impossible.
02:21Counter logics.
02:24Hanya itu yang bisa dilakukan kan?
02:26Apalagi netizen ini.
02:28Begitu ditunjukkan logika lu itu.
02:31Penuh dengan falsi situ.
02:33Terangin.
02:34Bagaimana mungkin ada 8 juta?
02:36Padahal proyeknya cuma 20.000.
02:38Oh begitu ya pak?
02:40Nggak ada yang ngerti.
02:42Jadi kita ingin ada satu komunikasi yang betul-betul attacking the data.
02:49By putting logics first.
02:52Ini buat netizen yang terdidik.
02:58Tapi bagaimana dengan mereka yang memang nggak mungkin dibenahi logikanya?
03:03Eh bilangin aja oke.
03:05Itu buat kalian.
03:07Apalagi kalau kita ngeyel sedikit.
03:09Ya yang 8 juta itu yang ada di kuburan, yang ada di laut, yang ada di hutan.
03:15Itu sebetulnya kooperasi bayangan.
03:18Dibuat oleh kabinet bayangan.
03:20Kooperasi bayang-bayang.
03:21Kan enak bercanda-nya begitu kan?
03:25Jadi sekali lagi, ada keahlian khusus memang untuk ngeyel.
03:30Tetapi dengan prinsip bahwa apapun yang diucapkan oleh seorang pejabat komunikator,
03:37dia mesti jadi impact terhadap perubahan cara berpikir, perubahan sikap.
03:44Dan itu yang namanya penampilan awal.
03:50Pak Kodari memang nggak cocok di situ dalam evaluasi saya.
03:57Nah ini saya mau terangin ini sebagai persahabatan.
04:02Karena Pak Kodari dilatih untuk attacking.
04:07Bukan untuk attacking the impossible, tapi attacking the possibility itu.
04:12Pak Kodari sebetulnya lebih pantas jadi kemudian berimob.
04:19Karena itu kalau beliau dipindahkan ke wanting bersama itu yang paling tepat.
04:24Karena dia akan mengatur strategi komunikasi tanpa terlihat wajah gantengnya itu.
04:34Ya kalau nggak di-sort kamera ganteng.
04:38Begitu di-sort kamera,
04:42profil itu langsung ditangkap.
04:44Karena itu,
04:45ini karena saya kenal beliau.
04:47Sebaliknya,
04:49Pak Asyaganda,
04:52penampilannya itu adem.
04:54Padahal kalau nggak tahu,
04:56kawan saya ini ketika masih aktif di ITB,
04:58kerjaannya lagi gamparin berimob.
05:03Bakar motor polisi lah,
05:06kabur,
05:07bekelahi tuh.
05:09Jadi memang,
05:11ada hal yang masih bisa kita evaluasi dari postur-postur.
05:16Terima kasih.
05:16Terima kasih.

Dianjurkan