00:00Ganda pernah ini, ganda pernah itu, kemarin dia bahkan jadi menteri, baru diangkat dia udah ngoceh tentang gibran.
00:07Padahal itu...
00:13Esok.
00:15Padahal itu sebelum.
00:17Walaupun substansinya nggak siap protes.
00:23Tapi kan itu kejujuran tuh.
00:25Hari-hari ini, orang nunggu apa keputusan makamah konstitusi.
00:30Tidak bisa kita sembunyikan.
00:33Tidak mungkin seluruh kalimat kita, kita edit untuk melayani kedunguan para...
00:44Sebut aja, kedunguan mereka yang tidak mampu untuk mencernah isi komunikasi.
00:50Dan kedunguan itu yang sekarang dioperasikan melalui sistem algoritma.
00:57Ada berapa banyak operasi?
01:00Yang salah tempat.
01:02Biasa di pinggir desa, tidak ada, kita cari di hutan.
01:06Di hutan nggak ada, kita cari di kuburan.
01:08Di kuburan nggak ada, kita cari di tengah laut.
01:12Promosikan bahwa memang ada kantor koperasi, bukan koperasi, bangunan koperasi di tengah hutan, bangunan koperasi di tengah kuburan, bangunan koperasi
01:26di tengah laut.
01:26Sudah berapa banyak?
01:29Sudah 8.733.000 sampai hari ini.
01:37Gimana mengatasi?
01:38Pindahin aja kan?
01:40Gampang, memindahkan 8.333.000 koperasi yang salah tempat, gampang dipindahinnya.
01:44Pakai apa? AI.
01:46Pindahin aja, klik.
01:49Kan itu fakta yang dibuat oleh AI.
01:52Yang kemudian dikutip 8.333.000 kali, lalu orang anggap ada 8.375.000 kali.
02:00Persepsi di situ.
02:03Persepsi sudah terbentuk.
02:05Bahwa koperasi itu salah tempat.
02:07Padahal cuma 7 yang salah tempat.
02:10Nah bagian ini nggak mungkin kita bantai dengan data cuma 7.
02:14Tidak.
02:15Sudah terbentuk persepsi di situ.
02:18Taking the impossible.
02:21Counter logics.
02:24Hanya itu yang bisa dilakukan kan?
02:26Apalagi netizen ini.
02:28Begitu ditunjukkan logika lu itu.
02:31Penuh dengan falsi situ.
02:33Terangin.
02:34Bagaimana mungkin ada 8 juta?
02:36Padahal proyeknya cuma 20.000.
02:38Oh begitu ya pak?
02:40Nggak ada yang ngerti.
02:42Jadi kita ingin ada satu komunikasi yang betul-betul attacking the data.
02:49By putting logics first.
02:52Ini buat netizen yang terdidik.
02:58Tapi bagaimana dengan mereka yang memang nggak mungkin dibenahi logikanya?
03:03Eh bilangin aja oke.
03:05Itu buat kalian.
03:07Apalagi kalau kita ngeyel sedikit.
03:09Ya yang 8 juta itu yang ada di kuburan, yang ada di laut, yang ada di hutan.
03:15Itu sebetulnya kooperasi bayangan.
03:18Dibuat oleh kabinet bayangan.
03:20Kooperasi bayang-bayang.
03:21Kan enak bercanda-nya begitu kan?
03:25Jadi sekali lagi, ada keahlian khusus memang untuk ngeyel.
03:30Tetapi dengan prinsip bahwa apapun yang diucapkan oleh seorang pejabat komunikator,
03:37dia mesti jadi impact terhadap perubahan cara berpikir, perubahan sikap.
03:44Dan itu yang namanya penampilan awal.
03:50Pak Kodari memang nggak cocok di situ dalam evaluasi saya.
03:57Nah ini saya mau terangin ini sebagai persahabatan.
04:02Karena Pak Kodari dilatih untuk attacking.
04:07Bukan untuk attacking the impossible, tapi attacking the possibility itu.
04:12Pak Kodari sebetulnya lebih pantas jadi kemudian berimob.
04:19Karena itu kalau beliau dipindahkan ke wanting bersama itu yang paling tepat.
04:24Karena dia akan mengatur strategi komunikasi tanpa terlihat wajah gantengnya itu.
04:34Ya kalau nggak di-sort kamera ganteng.
04:38Begitu di-sort kamera,
04:42profil itu langsung ditangkap.
04:44Karena itu,
04:45ini karena saya kenal beliau.
04:47Sebaliknya,
04:49Pak Asyaganda,
04:52penampilannya itu adem.
04:54Padahal kalau nggak tahu,
04:56kawan saya ini ketika masih aktif di ITB,
04:58kerjaannya lagi gamparin berimob.
05:03Bakar motor polisi lah,
05:06kabur,
05:07bekelahi tuh.
05:09Jadi memang,
05:11ada hal yang masih bisa kita evaluasi dari postur-postur.
05:16Terima kasih.
05:16Terima kasih.