00:00Sejak menjadi kader posyandu pada 2019, Nur Halimah terus belajar untuk mendampingi masyarakat di Kampung Lubuk Dalam, Kabupaten Siak.
00:08Sebagai ketua posyandu Kamboja X, ia membantu orang tua memantau tumbuh kembang anak sekaligus memahami kebutuhan kesehatan dan gizi.
00:16Menurut Nur, peran posyandu kini semakin luas, tidak hanya berfokus pada balita tetapi juga mencakup berbagai kelompok usia.
00:23Perubahan tersebut sejalan dengan penerapan integrasi layanan primer, ILP, yang membuat kader perlu terus memperbarui pengetahuan dan keterampilannya.
00:31Penguatan kapasitas kader juga menjadi bagian dari program Community Development, SIDI, PT Riau Andalan Pulp & Paper, RAPP, di bidang
00:39kesehatan.
00:40Dukungan diberikan melalui pelatihan, edukasi kesehatan dan gizi, serta penyediaan peralatan posyandu sesuai kebutuhan.
00:47Head of SIDI RAPP Ferdinand Lohansen Simatupang mengatakan peningkatan kemampuan kader penting karena mereka menjadi salah satu penghubung terdekat antara
00:55layanan kesehatan dan masyarakat.
00:57Dengan pembekalan yang diberikan, kader diharapkan dapat memberikan pendampingan yang lebih baik kepada keluarga,
01:02sehingga informasi kesehatan yang diterima masyarakat diterapkan sesuai kebutuhan, jelas Leo.
01:07Hingga saat ini, dukungan SIDI RAPP telah menjangkau 320 posyandu di 138 desa di Kabupaten Pelalawan, Kampar, Kuantan Sinyinyi, Siak,
01:18dan Kepulauan Meranti.
01:19Sejak 2022, program peningkatan kapasitas juga telah menjangkau 2.885 kader dan tenaga kesehatan puskesmas,
01:27dengan materi antara lain pemenuhan gizi ibu dan anak, pemantauan tumbuh kembang, keterampilan dasar kader, komunikasi, serta pengukuran pertumbuhan anak.