Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Kabupaten Bogor menjadi salah satu wilayah yang terdampak kemarau panjang. Kondisi ini membuat warga kesulitan mendapatkan air bersih, bahkan untuk kebutuhan sehari-hari.

Salah satunya dirasakan warga Desa Weninggalih, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, yang mengaku telah mengalami kekeringan selama empat hingga lima bulan.

Agus Setiawan, warga Kabupaten Bogor, mengatakan kekeringan telah berdampak langsung terhadap aktivitas sehari-harinya.

Sebagai petani, Agus mengaku kesulitan mendapatkan air untuk menggarap sawah dan ladang.

"Jangan kan buat garap sawah, buat garap ladang, buat mandi aja susah. Udah kekeringan banget, bahkan sumur saya aja yang deket rumah udah agak kurang airnya," ungkapnya.

Sumur sedalam sembilan meter yang berada di dekat rumah Agus kini debit airnya terus menyusut.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia harus menimba air pada pagi dan sore hari.

Bahkan, satu kali timba tidak cukup untuk memenuhi satu ember air.

Kondisi tersebut membuat Agus dan istrinya harus mencari sumber air lain. Mereka berjalan sekitar 200 meter dari rumah untuk mencuci di kali bersama warga lainnya.

Keterbatasan air juga membuat warga terpaksa menggunakan air kali untuk berbagai kebutuhan, meski kondisi air dinilai tidak layak.

Menurut Agus, kondisi tahun ini lebih parah dibandingkan tahun sebelumnya. Krisis air juga berdampak langsung pada sektor pertanian.

Petani harus mengeluarkan biaya tambahan untuk memompa air dari kali yang dangkal.

Namun, biaya tersebut tak selalu sebanding dengan hasil panen.

Tak hanya kesulitan modal, Agus mengatakan petani juga mulai kesulitan menyediakan bibit untuk musim tanam berikutnya akibat gagal panen.

Ia berharap ada bantuan bibit bagi kelompok tani agar warga tetap bisa kembali bercocok tanam pada musim berikutnya.

Bagaimana menurut Anda? Tuliskan di kolom komentar.

Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/Y3BwHxQBDFM

Baca Juga [FULL] El Nino dan Krisis Air, Bagaimana Mitigasinya? | DIPO INVESTIGASI di https://www.kompas.tv/video/693218/full-el-nino-dan-krisis-air-bagaimana-mitigasinya-dipo-investigasi

#elnino #indonesia #krisisair



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/693224/krisis-air-dan-kekeringan-5-bulan-warga-bogor-buat-mandi-saja-susah-dipo
Transkrip
00:15Musim kemarau panjang mencengkram lebih dari setengah daratan negeri.
00:19Fenomena El Nino yang sangat kuat membuat musim hujan datang terlambat.
00:23Bantuan air bersih mulai disebar, modifikasi cuaca juga jadi salah satu upaya.
00:28Tapi rintik hujan buatan hanya datang singkat.
00:32Krisis air tetap melanda warga.
00:34Di tengah kondisi iklim ekstrim bagaimana warga bertahan?
00:37Apa langkah pemerintah memitigasi bencana jangka panjang?
00:41Berikut penelusuran kami di sejumlah wilayah yang terdampak kekeringan dan krisis air dalam episode ke-90 di Poinvestigasi.
00:53Di tengah kondisi kekeringan yang masih berjalan saat ini, karena musim kemarau dan El Nino sangat kuat,
01:01kondisi Enso diprediksi akan bertahan pada fase El Nino hingga awal tahun 2027.
01:07Awal musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi datang lebih lambat atau mundur,
01:14yaitu di 529 zona musim atau 61,08 persen luas daratan Indonesia.
01:24Kita sudah memasuki yang kita sebut dengan kemarau yang sangat panjang,
01:29atau dalam bahasa yang populer sekarang disebut dengan Godzilla El Nino.
01:32Nah itu indikasinya adalah di mana hari tanpa hujan itu bisa melebihi dari 1 bulan.
01:38Dan di mana dampaknya itu terjadi krisis air bersih, pusoh di mana-mana, pertanian gagal, dan seterusnya itu.
01:43Kita bisa lihat di sini adalah Godzilla El Nino itu mengenai dampak untuk daer-daer di selatan Sumatera.
01:49Selatan Sumatera dan hampir 2 per 3 di Jawa, dan di Kalimantan Selatan, dan di Sulawesi, bahkan di Papua, bagian
01:57selatan.
01:58Kita lihat di sini bahwa yang hijau ini adalah apabila hari tanpa hujannya itu kurang dari 10 hari lah.
02:04Jadi tidak terlalu ekstrim gitu.
02:06Nah kalau yang kuning itu sudah mulai menengah, itu hari tanpa hujannya hampir 20 hari.
02:11Nah super tinggi itu apa ekstrim, yang kita sebut ekstrim tadi lebih dari 2 bulan.
02:25Kabupaten Bogor menjadi salah satu wilayah terdampak kemarau panjang.
02:29Sejak Juni lalu, Pemkap Bogor telah tetapkan status tanggap darurat bencana kekeringan.
02:34Hingga 25 September, PPB di Kabupaten Bogor mencatat kekeringan telah dirasakan lebih dari 380 ribu jiwa di 236 desa atau
02:44kelurahan.
02:45Salah satunya di Desa Weninggali, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor.
02:52Perkenalkan nama saya Agus Setiawan, Kampung Tegal Mupi, Desa Weninggali, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor.
03:01Di kampung saya ini kena dampak kekeringan, udah nyampe 4 bulan sampai 5 bulan sekarang nih kekeringan.
03:12Bahkan sehari-hari kerja saya kan seorang petani, jadi kesusahan air.
03:18Jangankan buat garap sawah, buat garap ladang, buat mandi aja susah.
03:24Udah kekeringan banget, bahkan sumur saya aja yang dekat rumah udah agak kurang airnya.
03:30Inilah sumur lokasinya, sumur saya nih.
03:39Ini saya pagi sama sore, ngerek nimba ini, buat nyuci, minum.
03:47Ini aja udah kering, Pak, airnya nih.
03:50Udah surut, ini aja udah nggak tenggelam memberin ini.
03:54Ini kita nimba, bahkan pagi sama sore, buat nyuci, buat minum, buat ngerebus, masak, udah kering.
04:09Ini kedalaman 9 meter, sumurnya ke-8-9 meter.
04:20Nih, satu kerek aja nggak penuh.
04:23Kita sampe 2-3 kali, satu ember gini aja, sampe 2-3 kali ngerek nimba.
04:29Tahun-tahun sebelumnya, kemarin Alhamdulillah, udah muncul ada hujan.
04:34Nggak terlalu kering begini, sekarang mah malah kering begini sekarang.
04:38Jadi, parahan tahun sekarang.
04:49Nah, ini saya sama istri saya mau nyuci kekali cicada, satan api, lewi kacapi.
04:56Karena di rumah udah kering, sumur juga, udah nggak ada air.
05:00Makanya kita bersama istri suka kekali sini, nyuci sama tetangga-tetangga sini.
05:08Bahkan kita sampe bawa motor, jalan kaki udah jauh.
05:11Dari rumah sekitar ada 200 meter mah, Bu.
05:15Ini airnya juga kayak gini, kalau nyuci layak mah ya...
05:19Nggak layak.
05:21Kalau nggak ada air yang diminum, ya, dong.
05:23Nggak apa-apa, daripada kebulan.
05:25Sehubungan ya, gimana lagi kita butuh air?
05:29Ya nyuci, mandi, nyuci beras, buat masak.
05:34Ya, apalagi kita daripada nggak ada air?
05:46Ini mah kalau ini banyak, Bu, yang nyuci.
05:49Pagi sama sore.
05:50Oh, apa apa yang anak itu tuh tadi, Pak?
05:51Pagi sama sore banyak ya tiga desa.
05:56Penuh di sini, Pak.
05:56Suka giliran, yang udah kelar, nanjak, turun lagi yang baru.
06:03Udah beres satu orang, nanjak, turun lagi.
06:06Jadi kalau musim hujan, mah, dibilang kepake ya...
06:11Kepake, bilang nggak kepake ya kepake yang pulang dari sawah, mandi sini.
06:16Terus yang kembalas sapi, mandi sini, habis nyangkul.
06:22Kayak gitu doang, Bu, kalau musim hujan, mah.
06:24Nggak kayak gini.
06:26Kemarin ini, parangkali ada kiriman kali.
06:30Biasanya kering nih, sempet.
06:43Kalau kemarinnya cuma segini airnya, ngocornya.
06:46Kadang-kadang abis di kendungnya situ, abis nggak ada ngocor, nggak ada ngalir.
06:52Nggak ada ngalir.
06:53Kemarin-kemarin, 2 kg untuk RP.
06:56Oh, kliknya paling ujung, loh, di situ.
06:58Lalu ada 3 kg, loh.
06:59Iya, paling ujung, loh.
07:00Nggak ada buatan yang mudah.
07:03Nggak ada kali, kalinya cuma satu di sini.
07:09Meski aliran air di Kaliluwi kecapi, dangkal, dan minim,
07:12warga tetap harus berbagi dengan para petani yang membutuhkan air untuk mengairi tanaman palawija.
07:18Di musim kemarau panjang, petani tak punya banyak pilihan.
07:22Memompak air dari kali dangkal membutuhkan modal besar yang bahkan seringkali tak tertutupi oleh hasil panen palawija.
07:30Petani itu, sayangnya sekarang agak tertutupi.
07:34Macam bahan bakar, warga itu harus menari solar kemana-mana.
07:39Jadi, terkurangnya di situ, kalau misalkan bisa maaf, saya tolong dibantu sekarang untuk pertanian di bidang bibit.
07:48Jangan kan buat modal, buat bibit aja, saya nggak ada.
07:53Karena gagah panen itu kan nggak bisa buat bibit.
07:58Nah, di Kepayate kan kebetulan kalau pokok tani, saya bilang begini.
08:01Jadi, kalau misalkan kalau usahain buat bibit, kalau musim tanam yang akan datang,
08:07saya juga nggak ada bibit.
08:17Lihat ke lokasi sawah yang nggak kepanen, ya keburu kemarau.
08:23Dikarenakan nggak ada aliran air.
08:27Airigasi juga ada, cuman nggak hujan.
08:30Dua minggu aja udah kering, irrigasi.
08:33Sawah kita sampai nggak kepanen.
08:35Buat bulan kebelakang, kita nggak sama sekali nggak kepanen.
08:39Keburu kemarau.
08:42Baru nabur pupuk.
08:44Udah nggak ada air, yaudah.
08:46Langsung kering.
08:47Langsung nggak sama sekali nggak kepanen.
08:49Kalau dulu makan kita bulan ini, tentu musim memajak sawah.
08:54Sekarang nggak susah.
08:56Jadi, di Ketama, di mana ada turun hujan,
08:59dua, tiga kali hujan, langsung kita turun garap sawah.
09:02Nah, ini ada masih hijau nih.
09:04Ya, kadang-kadang kita jadot dari kali situ,
09:07kali di bendung dulu.
09:08Kita suka komplain warga yang mau mandi.
09:10Pake jadot, ngeliri ini.
09:12Palawija, enam kacang.
09:14Bahkan sekarang panennya juga gini.
09:16Nggak maksimal.
09:17Ini gagal nih.
09:20Sehubungan, ya kemarauannya terlalu lama.
09:23Jadi dia nggak tahan.
09:24Nggak tahan panas.
09:30Nah, ini lokasinya.
09:32Salah.
09:33Kita yang nggak kepanen.
09:34Ini cuma bisa gini.
09:36Nggak kepanen.
09:39Seluas dua hektare.
09:40Menghabiskan modal 12 juta.
09:46Ini kan sapi juga nggak mau.
09:48Nggak mau makan.
09:49Kita ya pasrah aja.
09:51Ya, kita serabutan.
09:53Ada kerja bangunan.
09:55Kadang-kadang ada dua minggu,
09:57dua minggu kerja.
09:58Satu minggu nganggur.
10:00Lalu ada yang ngajak lagi,
10:02kerja bangunan lagi.
10:03Gitu-gitu aja tiap hari, tiap bulan.
10:04Jadi kalau dibilang cukup,
10:07ya nggak cukup.
10:14Kan ya kondisi yang nggak ada air,
10:18ya gimana lagi coba.
10:19Kita juga bingung.
10:21Mau nanam jagung,
10:22nggak ada air.
10:23Mau nanam kacang,
10:24ya kayak tadi.
10:25Kemarin ada satu malam tuh hujan.
10:28Ya kondisi cuma gini doang.
10:31Nggak tembus.
10:32Kalau masalah tanam,
10:33kita mah gimana ada hujannya.
10:39Soalnya kita ada hujan ini.
10:40Ini kalau biasa,
10:43sampai lima ton kita.
10:44Dua ton lima hektare.
10:45Ya harapannya untuk kedepannya,
10:47mudah-mudahan ada bantuan,
10:51semacam bendungan gitu.
10:52Buat mengaliri ke warga,
10:54ke sawah-sawah kita.
11:01Jawa Barat menjadi satu dari 17 provinsi
11:04yang alami hari tanpa hujan
11:05lebih dari 60 hari,
11:06alias ekstrim panjang.
11:08Pantauan BMKG hingga akhir September ini,
11:11ada 61,91 persen
11:13dari luas daratan Indonesia
11:15alami musim kemarau panjang.
11:34di bulan Mei kami sudah merasakan dampak.
11:37berarti lima bulan kebelakang,
11:41warga kami mengalami kekeringan.
11:44Akhirnya dari masyarakat melalui PRT,
11:47bikin pengajuan ke kantor desa.
11:49Makanya lima bulan kebelakang,
11:53kami hampir per minggu itu ada.
11:57kadang-kadang tiap hari
11:59bantuan dari PPPD,
12:01warga terutama di RT 11,
12:05ini kan jatuh di RT 11,
12:06sekitar 150 kakak.
12:16ya untuk konsumsi masyarakat,
12:20karena air itu sangat-sangat dibutuhkan.
12:24Kalau di desa kami itu,
12:25khusus di Uninggali itu,
12:27sudah jadi rutin,
12:28per tahun itu pasti ada kemarau.
12:31Kemarau tiga bulan,
12:32atau sekarang sudah lima bulan ya,
12:34lima bulan musim kemarau.
12:35makanya terasa sangat-sangat rasa sekali.
12:47Di wilayah jonggol ini,
12:49memang yang sering terdampak kekeringan itu,
12:54pertama, Uninggali.
12:56Karena kontur tanah Uninggali itu beda.
13:00Jadi kalau kita gali tanah,
13:02bikin sumur dangkal saja,
13:05kalau untuk bor ya,
13:06bor itu nggak bisa.
13:08Dampak pertama untuk kebutuhan kami sehari-hari,
13:12untuk rumah tangga,
13:13terus berdampak pun ke masa tanam.
13:16Masa tanam di wilayah kami itu otomatis.
13:19Ini kejadian kemarau,
13:22setelah panen.
13:23Nah, harusnya setelah panen,
13:24kami sudah bercocok tanam kembali,
13:27kan sudah melebajak.
13:28Karena musim kemarau,
13:29kami tidak bisa untuk bajak.
13:30Makanya,
13:31tentu ini sampai sekarang,
13:33biasanya di kami,
13:35masa tanam itu satu tahun itu,
13:36kami dua kali.
13:37Dua kali pun,
13:39itu udah rata-rata.
13:41Kalau dampak sawah yang,
13:43yang ada di wilayah Uninggali ya,
13:45Uninggali itu sekitar 300 hektare.
13:48Kalau untuk daerah dusun tiga,
13:49di antara 200 hektare.
13:51Satu hektare di sini,
13:53rata-rata 5 ton.
13:54Berarti kalau dinilaikan,
13:56sekarang 600 kali 300 hektare.
13:58Tinggal ngalirin sendiri,
14:00nonyet terlalu banyak, Bu.
14:08Kalau untuk jangka panjang itu,
14:11kami kan minta permohonan, Bu.
14:13Permohonan ke PDAM.
14:15Bahwa di kami itu,
14:16minta pemasangan PDAM.
14:19Cuma mungkin,
14:21kalau untuk wilayah jonggol itu,
14:26air yang ada di pemasok kecamatan jonggol,
14:30itu masih kurang.
14:32Mudah-mudahan,
14:33harapan kami ke depan.
14:35Kan di sini dibangun,
14:36bendungan Cijurei ya.
14:38Cijurei sama Cibet.
14:40Harapan kami,
14:41di saat ada bangunan tersebut,
14:43pasokan air yang kami meninggali itu,
14:45bisa tercapai.
14:46Terutama di PDAM,
14:48dan kedua untuk masa tanam.
14:50Karena di wilayah meninggali itu,
14:53pertanian yang ada di wilayah meninggali itu,
14:55tak ada hujan.
15:01Kekeringan dan krisis air mengancam ketahanan pangan.
15:04Menyajuh laporan Organisasi Pangan dan Pertanian,
15:06atau FAO,
15:07yang nginyo tahun 1997-1998,
15:11yang kuat,
15:12berdampak pada penurunan panen padi,
15:14di tahun 1998,
15:16di Indonesia,
15:17sebesar 6% dibandingkan panen tahun 1996.
15:22Sementara pada El Nino 2023-2024,
15:26BPS mencatat,
15:27terdapat penurunan produksi beras,
15:29pada Jadwari hingga April 2024,
15:32sebesar 14,74% dibandingkan periode yang sama,
15:36pada tahun sebelumnya.
15:39Ini untuk yang merah-merah ini adalah,
15:42ini yang harus kita lakukan,
15:43respon darurat itu di sini,
15:44sebenarnya yang paling terdampak lah istilahnya,
15:46untuk kasus El Nino.
15:47Yang jelas terjadi adalah,
15:49banyak pertanian yang gagal ya,
15:50pusoh,
15:51jadi gagal panen.
15:53Kerugiannya kalau dirupiahkan,
15:54bisa sampai,
15:54mungkin miliaran,
15:56bahkan triliunan.
15:57Sampai Jawa Timur,
15:58sampai Jawa Barat.
15:59Ini terasa di sini.
16:00Kalau di Jakarta,
16:01karena tidak punya pertanian,
16:02mungkin krisis air bersih ya,
16:03jadi kekurangan air.
16:07Sudah,
16:08emang gak pernah.
16:09Baru ini aja gitu.
16:10Kokoknya benar-benar banget deh.
16:12Benar-benar sekarang.
16:13Badan saya,
16:14ampe pada pegal,
16:15nantengin.
16:16Kayak kalau malam juga ini,
16:18ya Allah,
16:19kapan hujan?
16:20Ya tadi tuh.
16:22Sudah capeng ngangkutin air.
16:24Banyak pikiran tuh air,
16:26gak bisa tidur.

Dianjurkan