Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Rupiah kini kembali berbalik memasuki jalur depresiasi, mendekati level Rp18 ribu per dolar AS. Padahal, sejak mencatatkan pelemahan pada Juni lalu, rupiah terpantau menunjukkan tren apresiasi. Sementara itu, IHSG juga kian rontok setelah BEI meresmikan batas bawah harga saham menjadi satu rupiah.

Padahal sebelumnya, pemerintah dan Bank Indonesia bertemu untuk memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter demi menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, sekaligus memperkuat stabilitas sistem keuangan serta memperkuat sinergi pusat dan daerah.

Komitmen sinergi pemerintah dan Bank Indonesia diuji saat IHSG dan rupiah terus melemah.
Apa yang perlu dilakukan pemerintah dan BI untuk meningkatkan kepercayaan pasar dan stabilitas rupiah?

Simak ulasannya bersama Ekonom INDEF, Abra Talattov, dalam program Kompas Bisnis pada Selasa (29/9/2026).

Baca Juga Rupiah Melemah ke Rp17.933, Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed Jadi Tekanan di https://www.kompas.tv/ekonomi/692574/rupiah-melemah-ke-rp17-933-ekspektasi-kenaikan-suku-bunga-the-fed-jadi-tekanan

#rupiah #ihsg #menkeu #gubernurbi #bankindonesia

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/ekonomi/693195/full-rupiah-ihsg-melemah-ekonom-singgung-sinergi-menkeu-gubernur-bi-kompas-bisnis
Transkrip
00:09Intro
00:11Saudara-saudara penyaksikan Kompas Bisnis bersama saya Nanda Aprilia
00:15Ditegah komitmen antara pemerintah dengan Bank Indonesia untuk bisa memperkuat sinergi fiskal moneter, rupiah dan IHSG justru kian melemah
00:28Rupiah kini kembali berbalik memasuki jalur depresiasi mendekati level 18 ribu per dolar Amerika Serikat
00:35Padahal saudara sejak mencatatkan pelemahan pada Juni lalu rupiah terpantau menunjukkan tren apresiasi
00:42Sementara itu IHSG juga kian rontok setelah B. B. B. Efek Indonesia resmikan batas bawah harga saham jadi 1 rupiah
00:51Padahal sebelumnya pemerintah dan Bank Indonesia bertemu untuk perkuat sinergi kebijakan fiskal dan juga moneter
00:58Demi menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat stabilitas sistem keuangan
01:02Serta memperkuat sinergi pusat dan juga daerah
01:10Tadi disampaikan
01:12Pemerintah terus mendorong untuk perkuatan ekonomi
01:16Agar pertumbuhan bisa terjaga di atas 5 persen
01:20Dan per semester 1 kita sudah mencapai 5,45 dan inflasi sekitar 3,19 atau 2,5 plus minus 1
01:30Koordinasi pusat daerah menjadi penting
01:34Terutama untuk menjaga stabilitas harga
01:38Memperkuat produksi cadangan pangan
01:41Distribusi daripada barang
01:44Dan juga kita memperkuat early warning system
01:48Terutama menghadapi El Niño
01:53Dari data yang ada saksikan saat ini saudara
01:56Dari Jisdor Bank Indonesia
01:58Pada penutupan perdagangan Senin 28 September
02:01Rupiah kepali melemah 48 poin ke level 17.965 per dolar Amerika Serikat
02:07Dari perdagangan Jumat pekan lalu di angka 17.917
02:12Artinya adalah tinggal 35 poin
02:15Rupiah bisa menyentuh 18.000 per dolar
02:18Sementara selama sepakaian rupiah berada di tren pelemahan
02:21Di level 17.800 sampai dengan 17.900an
02:34Tidak hanya itu saudara
02:35Tren pelemahan rupiah juga terlihat dari perdagangan di pasar spot
02:39Dari data Bloomberg
02:40Selama sebulan terakhir rupiah terus tertekan
02:44Dari level 17.693 per dolar pada 28 Agustus
02:49Melemah 285 poin
02:51Jadi 17.978 pada 28 September
02:56Padahal pada 9 September
02:59Rupiah sempat menguat ke level 17.500an
03:12Kita lihat juga data di perbankan pada Senin 28 September
03:16Rupiah bahkan sudah dijual di angka 18.000an per dolar Amerika Serikat
03:22Dari lima bank besar di Indonesia
03:24BNI menjual dolar paling tinggi
03:27Yaitu di level 18.110 rupiah
03:30BTN 18.100 dan BCA 18.030
03:35Sedangkan Mandiri dan juga BRI masih menjual dolar di level 17.900an
03:41Sementara harga beli BRI paling tinggi di 17.934
03:54Tidak hanya rupiah sodara
03:56IHSG juga menunjukkan tren pelemahan disini
03:59Bahkan setelah pemberlakuan batas
04:01Bahwa harga saham menjadi 1 rupiah
04:03Pada Senin 28 September
04:05IHSG turun 1,51%
04:08Atau 94 indeks poin
04:10Ke level 6,147
04:12Sementara pada penutupan perdagangan Jumat bakal lalu
04:15IHSG berada di angka 6.241
04:19Selama lima hari terakhir ini
04:21IHSG terpantau terus memerah
04:30Komitmen sinergi pemerintah dan Bank Indonesia
04:33Di uji IHSG dan rupiah yang terus melemah
04:37Apa yang perlu dilakukan pemerintah dan juga Bank Indonesia
04:41Untuk meningkatkan kepercayaan pasar
04:43Dan juga stabilitas rupiah
04:45Kita akan bahas bersama dengan Abra Talatov
04:48Ekonomi Indef yang sudah terhubung bersama kami
04:50Di Kompas Bisnis pagi ini
04:52Selamat pagi Mas Abra
04:54Selamat pagi Mbak Nanda
04:55Oke Mas Abra
04:57Kita melihat sebenarnya disini
04:59Apa saja itu sentimen yang membuat rupiah
05:01Kian tertekan padahal kan sempat menguat pada Juni lalu
05:04Ya betul
05:06Jadi memang kalau kita melihat
05:08Hari kemarin Mbak ya
05:10Tekanan terhadap nilai tukar rupiah
05:11Termasuk juga mata uang negara-negara lain
05:14Itu memang akibat adanya fenomena strong dollar
05:17Mbak
05:17Penguatan dolar AS ini
05:19Terjadi karena memang
05:21Kebijakan pemerintah Amerika
05:23Yang saat ini
05:25Sedang ekspansif
05:27Karena memang kebutuhan terhadap
05:29Kewajiban mereka yang besar
05:31Dan kedua juga dari
05:33Kebijakan bangsa Central Amerika
05:34The Fed
05:35Yang telah menaikkan
05:37Suku bunga cuana
05:38Dan akan ada potensi kenaikan lagi
05:40Karena memang
05:41Amerika saat ini mengadapi
05:43Risiko inflasi yang sangat tinggi ya
05:45Nah inflasi yang tinggi ini kan juga memang disebabkan oleh
05:48Ulah Amerika sendiri
05:49Dimana
05:49Saat ini ya konflik
05:51Antara Amerika dengan Iran
05:53Ya ini belum juga putus
05:55Ya artinya gangguan
05:58Energi dunia melalui
05:59Satu horums ini masih ada
06:02Tekanan
06:03Dan kita tahu bahwa sekarang harga minyak mentah
06:05Khususnya jenis brand yang
06:07Masih di atas 100 dollar per barrel
06:09Bahkan di hari kemarin
06:10106 dollar per barrel
06:11Ini memberikan tekanan besar terhadap inflasi global
06:14Jadi ya Amerika tentunya
06:15Sebagai faktor apa
06:17Aktor utama yang menyebabkan
06:19Tensi geopolitik dunia ini masih tinggi
06:22Ini juga terdampak
06:24Nah akibatnya
06:25Kenaikan
06:25Inflasi yang tinggi di Amerika
06:28Juga harus direspon
06:29Dengan
06:30Kebijakan
06:31Apa
06:32Bunga tinggi juga
06:34Dari
06:35The Fed
06:35Nah oleh karena itu memang
06:36Hari Senin kemarin
06:38Faktor utama itu
06:40Lebih disebabkan dari
06:42Tekanan eksternal
06:43Nah di dalam
06:44Negeri sendiri
06:45Memang
06:46Kita tahu bahwa
06:47Saat ini pemerintah
06:49Dengan DPR
06:50Sedang membahas
06:51RAPBN
06:522027
06:52Dimana hari ini
06:54Rencananya akan diketok
06:55Mbak
06:55Berbagai
06:56Asumsi makroekonomi
06:58Di tahun
06:58Depan
06:59Dan tentu juga investor melihat
07:02White NC juga
07:02Bagaimana keputusan pemerintah
07:04Dan DPR
07:04Untuk
07:06Secara rasional
07:07Menyempakati target-target
07:09Pertumunan ekonomi
07:10Dan juga
07:10Inflasi termasuk juga
07:12Asumsi
07:13Nelihat tukar rupiah
07:13Jadi saya pikir
07:15Bukan hanya Indonesia
07:16Mengalami tekanan
07:17Tapi juga negara-negara lain
07:18Tetapi memang yang paling
07:19Mesti diwaspadai adalah
07:21Antisipasi
07:22Jika
07:22Tekanan eksternal itu
07:24Terus berlanjut
07:24Secara
07:24Lama
07:25Itu akan memberikan
07:28Keterbatasan
07:29Ruang kebijakan
07:30Moneter
07:30Dan juga fiskal
07:31Kita untuk bisa meredam
07:32Adanya
07:33Volatilitas
07:34Nelihat tukar rupiah kita
07:35Oke berarti saya tangkap
07:36Di sini tekanan utamanya
07:37Adalah dari eksternal
07:38Sebenarnya ya
07:39Mas Sabra
07:40Kita mengingat
07:41Sempat disampaikan oleh
07:43Menteri Keuangan
07:44Dan juga komitmen
07:45Bersama dengan
07:45Gubernur Bank Indonesia
07:47Untuk bisa memperkuat
07:48Sinergi moneter fiskal
07:49Apakah kemudian
07:50Pelemahan rupiah
07:51Dan juga
07:52IHSG
07:53Ini jadi ujian
07:54Kedua pihak
07:54Yang harus segera
07:55Dibereskan
07:56Dan juga dibenahkan
07:56Mas Sabra
07:57Iya betul Pak
07:58Jadi memang tentu
07:59Publik dan juga investor
08:00Tetap memperhatikan
08:02Bagaimana
08:02Kredibilitas kebijakan
08:04Moneter ini
08:05Dijaga betul ya
08:06Artinya
08:07Kita memahami
08:08Bahwa
08:09Strategi Bank Indonesia
08:10Di bulan
08:11September kemarin
08:12Ketika keputusan
08:13Di RDG
08:14Tetap mempertahankan
08:15Suku bunga cuan
08:16Dengan tidak
08:17Melakukan
08:18Kenaikan
08:18Itu memang
08:19Karena melihat
08:20Fundamental
08:21Makro ekonomi kita
08:23Khusus inflasi
08:24Masih
08:24Di dalam
08:25Ambang batas
08:26Yang
08:26Apa
08:27Terjaga
08:27Masih di bawah
08:28Target inflasi
08:293,5%
08:30Tetapi
08:31Karena memang
08:32Bank Indonesia
08:34Juga memperhatikan
08:35Cadangan devisa kita
08:36Yang juga
08:37Terbatas
08:38Artinya
08:39Harus dijaga betul
08:40Jangan sampai nanti
08:40Ketika
08:41The Fed
08:43Kembali menaikkan
08:44Apa
08:44Fed rate-nya
08:46Di bulan
08:46Oktober nanti
08:48Dan juga di akhir
08:49Sampai akhir tahun itu
08:50Terus dilakukan
08:51Kita amunisinya
08:52Semakin tipis
08:53Maka memang
08:53Yang paling penting adalah
08:54Menjaga
08:55Momentum
08:56Pertumbuhan ekonomi ini
08:57Jadi
08:58Stabilitas itu
08:59Saya pikir
09:00Harus dikombinasikan
09:01Dengan menjaga
09:02Apa namanya
09:03Target pertumbuhan ekonomi
09:04Jadi dari BI
09:05Yang bisa dilakukan
09:06Opsinya
09:07Selain mempertahankan
09:08Apa
09:09BI rep
09:10Adalah
09:10Dengan
09:12Mengandalkan
09:13Kebijakan
09:14Di saluran lain
09:15Yaitu
09:15Makro prudensial
09:16Khususnya
09:17Yang mendorong
09:17Kredit perbankan
09:19Agar tetap tumbuh
09:20Tinggi
09:20Yang kedua
09:21Dengan mendorong
09:22Apa namanya
09:24Transaksi
09:25Falas ini
09:26Ditidak langsung
09:27Langsung dilakukan
09:29Intervensi secara
09:30Apa namanya
09:31Harian ataupun
09:32Di pasar sport
09:33Tetapi dengan
09:34Mengandalkan
09:34Pasar DNDF
09:35Maupun pasar NDF
09:36Nah itu
09:37Yang menjadi
09:38Opsi kedua
09:39Opsi ketiga adalah
09:40BI juga
09:41Sudah melakukan
09:43Pemberian insentif
09:44Untuk melakukan hedging
09:45Jadi bagi para
09:46Pelaku usaha
09:47Ini juga didorong
09:48Untuk melakukan hedging
09:49Dan ada insentif
09:51Yang diberikan
09:51Oleh Bank Indonesia
09:52Saya pikir itu juga
09:53Menjadi salah satu cara
09:55Yang dilakukan
09:56Bank Indonesia
09:56Untuk menjaga
09:57Nilai tukar rupiah
09:58Kita memang sudah
10:00Mendekati batas
10:01Psikologis
10:0118 ribu
10:02Tetapi menurut saya
10:03Yang penting
10:03Bukan
10:04Batas psikologis
10:06Tetapi volatilitasnya
10:07Jangan sampai
10:07Volatilitasnya itu
10:08Terlalu tinggi
10:09Jadi
10:10Kelemahannya itu
10:11Terlalu drastis
10:12Dan itu saya pikir
10:13Harus menjadi
10:15Atensi yang besar
10:16Dari Bank Indonesia
10:17Tetapi tentu
10:18Kebijakan dilakukan
10:19Bank Indonesia sendiri
10:20Tidak akan cukup
10:21Dengan tadi saya katakan
10:22Cadangan devisa kita
10:23Yang terbatas
10:24Tentu juga harus ada
10:25Upaya yang lebih keras
10:27Dilakukan oleh pemerintah
10:28Ya bukan hanya
10:29Kementerian Keuangan
10:29Saya pikir
10:30Kementerian Teknis
10:31Karena
10:31Tekanan harga
10:33Minyak mentah
10:34Yang tinggi ini
10:35Ini kan juga
10:35Mendorong
10:36Importasi
10:37BBM yang sangat tinggi
10:39Baik secara volume
10:40Maupun kebutuhan
10:42300 dolar yang tinggi
10:43Yang itu dikhawatirkan
10:44Akan terus menekan
10:45Nilai tukar rupiah kita
10:46Yang kedua
10:47Juga menjaga
10:48Inflasi kita
10:48Khususnya
10:49Inflasi pangan
10:49Karena
10:50Mau seberapa besar pun
10:53Devisa
10:53Yang diintervensi oleh BI
10:55Untuk melakukan
10:56Stabilitas
10:57Nilai tukar rupiah
10:58Kalau misalnya
10:59Inflasi dari pangan
11:00Khususnya tidak bisa
11:01Diredam
11:01Itu juga akan
11:03Sia-sia
11:04Maka
11:04Kemarin kan
11:06Sempat di bulan Agustus
11:08Itu ada tekanan inflasi
11:09Dari beras
11:10Kemudian juga
11:11Ayam
11:11Nah itu juga pemerintah
11:13Khususnya di Kementerian Pertanian
11:14Dan Kementerian Perdagangan
11:15Harus juga
11:16Ikut campur
11:17Ataupun intervensi
11:18Lebih maksimal lagi
11:19Apalagi
11:20Kita tahu
11:20Dari proyeksi
11:22Di semester kedua ini
11:24Akan ada
11:25Efek
11:25Lanjutan
11:26El Nino
11:27Dimana
11:28Proyeksi produksi
11:29Padi Nasional
11:30Itu akan menurun
11:31Nah itu juga akan
11:32Memberikan
11:33Tekanan terhadap
11:34Inflasi pangan
11:34Di semester kedua ini
11:35Oke
11:36Ini menarik
11:37Mas Sabra
11:38Tadi juga dipertegas
11:40Harus ada sinergi
11:41Yang lebih luas ya
11:42Tidak hanya instansi
11:43Terkait disini
11:43Tapi kalau berbicara lagi
11:45Mengenai pelemahan
11:46Dampak nyata
11:47Dari pelemahan rupiah
11:48Itu sendiri di sektoril
11:49Kita tahan dulu jawabannya
11:50Mas Sabra
11:51Dan juga saudara
11:51Tetaplah bersama kami
11:52Di Kompas Bisnis
11:53Kami akan kembali
11:53Kami akan kembali
11:54Usai Jeddah
11:58Terima kasih telah menonton!
12:27Terima kasih telah menonton!
13:05Dengan ekonomi indef
13:06Dari The Fed
13:07Ya itu akan
13:09Menciptakan fenomena
13:10Higher full longer
13:11Jadi
13:13Pemerintah memang
13:14Harus siap sedia
13:15Dengan tekanan inflasi global
13:17Yang akan
13:18Semakin tinggi
13:19Dan efeknya terhadap Indonesia
13:20Tadi saya katakan
13:21Selain tekanan terhadap
13:21Nel tukar rupiah
13:22Yang kedua
13:23Juga kebutuhan terhadap
13:24Importasi bahan baku
13:25Impor kita yang tinggi
13:26Khususnya untuk industri
13:28Yang memang
13:28Ketergantungan bahan baku
13:29Impornya
13:30Ini juga
13:31Akan memberikan
13:32Tekanan terhadap
13:34Kenaikan biaya produksi
13:35Artinya
13:36Pertama
13:36Bukan hanya
13:39Harga jual
13:40Yang akan
13:41Meningkat drastis
13:43Di level stream
13:44Manufaktur kita
13:45Jadi
13:45Tekanan ganda
13:47Yang dihadapi oleh
13:49Sektor real
13:49Itu sangat nyata
13:50Nanti kita akan
13:51Lihat
13:52Rilis di BPS
13:53Di akhir September
13:54Seperti apa
13:54Tekanan terhadap
13:56Tingginya
13:57Nilai import
13:58Dari bahan baku
14:00Maupun
14:00Barang modal
14:01Yang kedua
14:02Yang juga
14:03Sangat tinggi resikonya
14:04Adalah
14:04Kenaikan harga
14:06Energi
14:07Khususnya BBM
14:08Apalagi kita tahu
14:10Di bulan
14:11September ini
14:12Ketika harga minyak mentah
14:13Selalu di atas
14:14Level 100 dolar
14:15Per barrel
14:15Ini kan ada
14:16Sudah ada
14:17Kekhawatiran
14:19Oleh masyarakat
14:20Sepertinya
14:21Belanda usaha
14:21Yaitu
14:22Pertamina
14:22Akan melakukan
14:23Penyesuaian kembali
14:24Harga BBM
14:25Non-subsidi
14:25Nah ketika
14:26Harga BBM
14:28Non-subsidi
14:28Ini kembali
14:29Melonjak tajam
14:31Di awal
14:31Oktober nanti
14:32Itu kan nanti
14:33Selain
14:34Akan memberikan
14:36Tekanan inflasi
14:37Dari komponen
14:38Apa
14:39Inflasi yang diatur
14:40Harganya dari pemerintah
14:41Yang kedua
14:42Juga akan memberikan
14:43Tekanan
14:43Daya beli masyarakat
14:44Yang ketiga
14:45Terjadi
14:45Resiko
14:46Migrasi konsumen
14:48BBM
14:48Non-subsidi
14:49Ke subsidi
14:49Yang dimana
14:50Di bulan September
14:51Kemarin kita lihat
14:51Di beberapa daerah
14:52Sudah terjadi
14:53Antrenan panjang
14:54Di beberapa
14:55SBBU
14:55Di daerah-daerah
14:56Nah ini akan punya
14:57Hefek secara psikologis
14:59Dihawatirkan
14:59Masyarakat menganggap
15:00Bahwa ke depan
15:01Inflasinya
15:03Terus
15:04Bertahan tinggi
15:05Mbak
15:06Jadi
15:06Memang itu yang harus dijaga
15:08Adalah ekspektasi
15:09Terhadap inflasi
15:09Khususnya inflasi pangat
15:11Dan inflasi energi
15:12Dan artinya
15:12Ketika nanti
15:13Daya beli masyarakat
15:14Itu ikut tertekan
15:15Otomatis
15:16Juga
15:17Ekspektasi
15:18Ekspektasi terhadap
15:19Dunia usaha
15:20Terhadap sektor real
15:21Ini juga akan terdampak
15:23Artinya
15:23Minat
15:25Ataupun
15:25Animo
15:27Dari investor
15:28Untuk bisa
15:29Meningkatkan
15:30Apa
15:31Output produksinya
15:33Itu juga akan terpengaruh
15:34Dari sentimen
15:35Apa
15:37Rumah tangga
15:38Nah memang harus dijaga betul
15:39Sentimen dari
15:40Rumah tangga ini
15:42Agar
15:42Inflasi
15:43Bisa dikendalikan
15:45Secara real
15:45Tetapi juga
15:46Ekspektasi inflasi itu
15:47Juga bisa dikelola dengan baik
15:48Oke
15:50Berarti tadi
15:50Disinggung juga
15:51Mengenai
15:52Kondisi kenaikan
15:52Harga impor
15:53Mas Sabra
15:55Sejauh mana kemudian
15:56Pelemahan rupiah ini
15:57Bisa memicu
15:57Masalah ekonomi
15:58Yang lebih luas
15:59Apabila tadi
15:59Kondisinya kenaikan
16:00Harga impor
16:01Akan berubah menjadi
16:02Kenaikan harga konsumen
16:03Mas Sabra
16:07Ya jadi
16:09Memang ini kan
16:10Suatu implikasi
16:11Mbak
16:11Akibat
16:16Implikasi akibat
16:17Tekanan
16:18Terhadap nilai tukar rupiah
16:20Maka
16:21Kita juga
16:22Akan sangat
16:23Menunggu
16:25Bagaimana respon
16:26Bank Indonesia
16:27Dan pemerintah
16:27Apakah nantinya
16:28Ketika tekanan nilai tukar rupiah
16:30Ini semakin besar
16:32Nantinya di bulan Oktober
16:34BI akan menaikan
16:35Suku bunga cuan
16:36Nah itu memang
16:37Satu sisi
16:38Dalam jangka medek
16:39Akan bisa meredam
16:41Valatilitas nilai tukar rupiah
16:42Tetapi dalam jangka
16:44Menengah
16:45Itu bisa memberikan
16:46Tekanan terhadap
16:46Teknologi
16:47Karena nanti
16:48Implikasinya adalah
16:49Akan ada resiko
16:50Kenaikan
16:50Suku bunga
16:51Di perbankan
16:52Khususnya
16:53Suku bunga kredit
16:53Nah itu kan tadi
16:55Target pemerintah
16:55Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi
16:57Ini juga bisa terganjal
16:58Ketika ada efek
17:00Dari kenaikan
17:00Suku bunga cuan
17:01Apalagi kita tahu bahwa
17:02Pemerintah
17:03Sangat ambisius sekali
17:05Untuk
17:07Mencapai target
17:08Pertumbuhan ekonomi tinggi
17:09Dimana di tahun depan
17:10Dalam APBN
17:112027
17:11Itu direncanakan
17:12Masih dalam pembahasan
17:14Akan diketok hari ini
17:15Target pertumbuhan ekonomi
17:16Kita 6%
17:17Nah untuk bisa mencapai
17:196% itu kan artinya
17:20Sektor real ini
17:21Harus bisa bergerak
17:22Sektor real itu
17:23Pertama dari sisi
17:24Belanja rumah tangga
17:25Ya tadi
17:26Daya belinya harus dijaga
17:27Agar
17:28Ditentukan dari
17:29Tingkat inflasi yang rendah
17:31Kedua adalah dari
17:33Sektor perbankan
17:35Intermediasinya
17:36Harus bisa
17:37Tumbuh
17:37Tinggi
17:38Dimana di bulan
17:39Juli kemarin
17:40Sudah mencapai
17:4113%
17:42Pertumbuhan kredit
17:43Nah maka momentum
17:44Pertumbuhan kredit yang tinggi
17:45Jadi harus dijaga
17:46Dengan caranya
17:47Salah satunya
17:47Menjaga
17:48Agar tingkat
17:49Bunga kredit
17:51Perbankan
17:52Itu tidak mengalami
17:53Kenaikan
17:53Memang ini
17:54Suatu
17:55Trade-off ya
17:56Kebijakan yang
17:57Sangat dilematis
17:59Satu sisi
17:59Menjaga
18:00Tuku rupiah
18:01Tapi sisi lain
18:01Menjaga
18:02Momentum
18:03Pertumbuhan ekonomi
18:04Tertinggi
18:04Nah maka
18:05Saya katakan tadi
18:06Tidak hanya
18:07Kebijakan fiskalnya
18:08Juga harus menjadi
18:09Booster terhadap
18:09Pertumbuhan ekonomi
18:10Artinya dengan
18:11Dana APBN
18:12Dan juga APBD
18:13Di masing-masing daerah
18:14Itu harus
18:15Ya diarahkan
18:16Belanjanya ini
18:17Belanja yang produktif
18:19Khususnya
18:20Belanja modal
18:21Jadi pemerintah
18:22Saya pikir harus
18:23Di dalam APBN
18:242027 nanti
18:25Harus bisa
18:26Memfokuskan
18:26Agar belanja modal
18:27Itu menjadi prioritas
18:28Ya jadi
18:29Efisiensi itu
18:30Diarahkan agar
18:31Fokusing anggaran kita
18:32Di tahun depan
18:33Ya itu bisa dibuktikan
18:34Dengan mendorong
18:35Pertumbuhan ekonomi
18:36Melalui belanja modal
18:37Dan yang kedua
18:38Dengan
18:40Mengarahkan
18:41Belanja-belanja tadi
18:42Itu tujuannya
18:43Menjaga produktivitas
18:44Dan menjaga
18:45Level inflasi
18:47Yang rendah
18:47Apalagi di tahun depan
18:48Pemerintah
18:49Menargetkan
18:49Inflasi itu
18:50Di level 2,5%
18:52Jadi tetap
18:53Masih optimis
18:54Di tengah tekanan
18:55Inflasi global yang tinggi
18:56Pemerintah
18:57Dan B Indonesia
18:58Tetap optimis
18:59Inflasi bisa
19:00Dijaga di level
19:02Nah ini
19:03Saya pikir
19:05Pertaruhan yang cukup
19:07Besar ya
19:07Karena
19:09Kebijakan apa
19:10Yang secara konkret
19:11Nanti
19:11Ternyata bisa
19:12Dirasakan oleh
19:13Masyarakat
19:13Oke berarti kan
19:14PR-nya
19:15Di stabilitas rupiah
19:17Dan juga kepercayaan investor
19:18Secara jangka pendek
19:19Langkah real
19:20Apa
19:21Yang
19:21Menurut Mas Sabra
19:22Bisa dilakukan
19:23Untuk
19:23Sinergi keduanya
19:24Agar hanya tidak
19:25Sebatas kebijakan saja
19:26Singkat saja Mas Sabra
19:30Ya saya pikir
19:31Yang paling penting ini adalah
19:32Sinyal ya
19:33Yang diberikan
19:34Pemerintah
19:34Dan Bangan Indonesia
19:35Adalah
19:37Bagaimana
19:38Mengoptimalkan
19:39Anggaran
19:40Negara
19:41PPN ini
19:41Yang memang
19:42Kita tahu
19:43Dana
19:44Sisa anggaran lebih
19:45Yang masih besar ini
19:46Bisa dioptimalkan
19:47Jadi jangan hanya
19:48Satu
19:50Tadi
19:54Ditempatkan
19:54Di perbankan
19:55Tetapi tidak
19:56Berefek terhadap
19:58Pertingkatan
19:58Pertumbuhan kredit
19:59Yang berkualitas
20:00Jadi pertumbuhan kredit
20:01Pun harus bisa kita ukur
20:02Bukan hanya
20:03Pertumbuhan kredit
20:04Secara agrika
20:05Tetapi kreditnya adalah
20:06Kredit yang mengarah
20:07Pada kredit model kerja
20:08Dan kredit investasi
20:10Yang kedua adalah
20:11Dari sisi Bank Indonesia
20:13Yang menjaga
20:14Kredibilitas
20:15Dan independensi
20:17Jadi
20:17Momentum untuk
20:19Menaikan
20:20Suku Bunga Acuan
20:21Memang adalah
20:21Bagaimana
20:23Dilakukan secara
20:24Tepat
20:25Waktunya
20:26Dan juga
20:28Intervensi di
20:28Pasar Falas
20:29Yaitu bisa dilakukan
20:30Ser efektif
20:31Sehingga tidak
20:33Menggerus
20:34Cadangan devisa
20:35Secara lebih besar
20:36Dan yang terakhir adalah
20:37PR yang paling penting
20:38Menjaga agar
20:39Subsidi dan
20:40Kompensasi energi ini
20:41Bisa dikelola dengan baik
20:42Karena pemerintah
20:44Tidak punya
20:45Keleluasan
20:46Atau privilege
20:47Untuk menambah
20:48Subsidi energi
20:49Energi
20:50Karena memang
20:51Ruang fiskal kita
20:52Yang dibatasi
20:523% terhadap PDB
20:53Jadi kita harus
20:55Betul-betul prudan
20:56Dalam menjaga
20:56APBN kita
20:57Jangan sampai terlambat
20:58Ketika momentumnya
20:59Pemerintah terpaksa
21:00Menaikan harga
21:01BBM subsidi
21:02Di tahun depan
21:03Ya ketika itu
21:03Terpaksa dilakukan
21:04Tapi fiskal kita
21:05Tidak memiliki
21:06Kapasitas untuk
21:07Bisa mengabsorb
21:08Dari inflasi
21:09Harga energi global
21:10Tadi Mbak
21:10Oke
21:11Perudan dalam menjaga
21:12APBN kita
21:12Terima kasih
21:13Sudah berbagi
21:13Insight-nya bersama kami
21:14Ekonomi Indef
21:15Abra Talotov
21:17Selamat pagi
21:17Mas Abra
21:18Sehat selalu
21:19Mas Abra
21:20Terima kasih Mbak Nanda
21:21Sampai jumpa

Dianjurkan