Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPASTV - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menekankan pentingnya sinergi antara ulama dan umara dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hal tersebut disampaikan Kapolri dalam kegiatan ngaji kebangsaan bersama pimpinan Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an LP3IA Rembang, KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha.

"Oleh karena itu, kami titip Gus, Pak Kiai, tolong doakan anak-anak kami. Mari kita doakan bersama-sama bangsa kita. Mari kita doakan bersama-sama negara kita agar di tengah situasi yang ada, di tengah kondisi global yang ada, kita semua terus bisa berjalan menuju apa yang diharapkan oleh masyarakat," ujar Kapolri, dilansir dari Youtube TV Radio Polri (timecode 14:49).

Kapolri kemudian menekankan pentingnya hubungan antara ulama dan umara dalam menjaga keutuhan NKRI.

"Umarah dan ulama adalah ibarat keping mata uang yang tidak pernah dipisahkan. Umar dan ulama adalah dua tiang kokoh penjaga NKRI," katanya. (timecode 16:52)

Produser: Yuilyana

Thumbnail Editor: Rizaldi

#kapolri #gusbaha #ngajikebangsaan

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/692984/ngaji-kebangsaan-kapolri-jenderal-listyo-minta-bimbingan-dan-doa-ulama
Transkrip
00:00Alhamdulillah, syukurlah hari ini kita mendapatkan kesempatan yang sangat luar biasa
00:07untuk bisa bersama-sama melaksanakan ngaji kebangsaan.
00:14Kenapa saya sampaikan luar biasa?
00:16Kita semua tahu bahwa mengajak Gus Bahak untuk bisa berpindah dari Pondok Pesantren itu adalah sesuatu yang sangat langka
00:36dan mungkin beliau tidak pernah melakukan itu.
00:40Makanya kalau hari ini beliau memberikan kita kesempatan untuk ngaji bersama
00:52walaupun sebagian besar ikut dengan secara daring atau virtual dan sebagian besar.
01:02Alhamdulillah yang bisa ikut hadir di sini tentu ini adalah karena pahala bagi rekan-rekan banyak doanya
01:15jadi bisa ikut hadir langsung dan juga bisa bertemu dengan rekan-rekan yang ngaji di Pondok Pesantren ini.
01:24Ini tentu kesempatan yang tidak semua bisa mendapatkan ini, tidak semua institusi mendapatkan begini.
01:34Oleh karena itu dalam kesempatan ini tentunya kami mengucapkan terima kasih Gus atas perkenaannya
01:42sehingga kita semua saat ini bisa bertatap muka dan tentunya setelah ini kita bisa melaksanakan tausiyah dan ngaji kebangsaan.
01:56Tentunya dalam kesempatan ini saya selalu sampaikan bahwa perjalanan kita,
02:03Bagaimana umaroh dan ulama adalah perjalanan yang sangat panjang, cukup panjang.
02:14Bagaimana kita bersama-sama berjuang pada saat itu untuk meraih kemerdekaan.
02:26Bagaimana peran dari ulama pada saat itu yang tidak hanya mendidik, mendoakan,
02:37namun juga bahkan ikut meraih kemerdekaan, termasuk juga mempertahankan kemerdekaan.
02:46Dan itu selalu dilakukan bersama-sama.
02:49Dan saat ini Umaroh tentunya memiliki tugas untuk mengisi kemerdekaan,
02:57untuk melaksanakan apa yang menjadi amanah rakyat, amanah para pendiri bangsa,
03:05untuk kita semua bisa melaksanakan amanah tersebut,
03:11membangun bangsa dan negara,
03:13menyejah terakan rakyatnya, mewujudkan masyarakat adil dan makmur.
03:21Sementara,
03:26ulama ibarat lentera yang selalu menerangi kita dalam kegelapan,
03:34ibarat kompas yang selalu menunjukkan jalan agar kita tidak tersesat.
03:43Dan ulama juga yang selalu mendokkan kita semua untuk bisa senantiasa selalu terjaga
03:54dari berbagai macam tantangan, marah bahaya,
04:01agar semua cita-cita, semua yang diamanahkan kepada kita dapat berjalan untuk rakyat.
04:13Bagaimana dengan polisi?
04:16Polisi hadir tentunya sebagai penjaga keteraturan sosial.
04:22Kita memiliki panggilan untuk melindungi, mengayami masyarakat kita.
04:30Kita memiliki keterpanggilan untuk menjaga situasi kantik mas,
04:37menjaga stabilitas nasional, dan memberikan pelindungan terhadap masyarakat kita
04:48yang akan mendapatkan gangguan kejahatan.
04:57Dan tugas kita untuk bersama-sama bisa hadir,
05:03menjaga dan memastikan agar masyarakat merasakan aman,
05:07agar pada saat masyarakat merasakan aman,
05:12maka kemudian pembangunan bisa dijalankan.
05:16Dan kalau pembangunan bisa dijalankan,
05:19harapan kita tentunya masyarakat betul-betul kemudian bisa sejahtera.
05:28Itu tentunya doa kita bersama.
05:31Tentunya menghadapi situasi seperti ini tidak mudah,
05:35apalagi di tengah situasi global yang tentunya kita semua tahu.
05:43Banyak sekali permasalahan yang kita hadapi,
05:47mulai dari masalah konflik global yang terjadi,
05:53yang kemudian berdampak kepada krisis baik pangan, energi,
06:03situasi perang dagang yang juga berdampak terhadap situasi ekonomi,
06:09baik di tengah-tengah global maupun dalam negeri.
06:13Dan itu tentunya semua harus kita hadapi.
06:18Tentunya pemerintah berusaha untuk menghadapi semua permasalahan itu
06:25dengan mempersiapkan program-program yang ada untuk menjaga,
06:32agar di tengah dinamika yang ada kita terus bisa bertumbuh,
06:37kita terus bisa membangun, kita terus bisa survive di tengah situasi global yang ada.
06:47Namun tentunya perbedaan selalu ada,
06:51karena memang kita dilahirkan selalu dalam kondisi yang berbeda.
07:00Satu rumah, satu keluarga pun tidak semuanya sama.
07:03Kakak adik, tidak semuanya sama.
07:06Apalagi kita diikat dalam satu bingkai negara yang besar,
07:13yang disatukan dari mungkin puluhan ribu pulau, 17 ribu pulau lebih,
07:20ribuan suku bahasa etnis,
07:26yang tentunya masing-masing memiliki keberagaman, perbedaan-perbedaan.
07:33Dan tentunya perbedaan-perbedaan ini harus kita jaga.
07:42Keberagaman yang ada ini harus kita jaga,
07:45sehingga ini menjadi satu kekuatan.
07:47sebagaimana ini disampaikan, diikat dalam semboyan kita,
07:57Bhinneka Tunggalika, berbeda-beda tapi satu jua.
08:03Dalam dasar negara kita, kita mengenal sila ketiga persatuan Indonesia.
08:09Ini adalah bagian dari tugas kita yang harus terus kita jaga,
08:16bagaimana merawat keberagaman, perbedaan yang ada,
08:21ini menjadi satu kekuatan.
08:24Manakala ini semua bisa kita satukan,
08:28tentunya ini menjadi satu kekuatan yang luar biasa,
08:33yang bisa kita jadikan modal untuk membuat bangsa dan negara kita ini
08:39betul-betul bisa terjaga dan memiliki nilai
08:47untuk bisa berpacu, bersaing dengan negara-negara lain,
08:53bangsa lain untuk bisa menjadi negara yang maju.
08:58Namun diisi lain, kita meyakini bahwa
09:01perbedaan itu selalu ada.
09:04Tentunya tugas kita adalah menjaga
09:07agar perbedaan-perbedaan yang ada,
09:10yang muncul,
09:11karena mempengen, karena berbeda pendapat,
09:15karena mungkin merasa bahwa tidak puas,
09:19karena mungkin merasa bahwa tidak sesuai dengan harapan,
09:23ini terus kita jaga dan kita kawal
09:26agar tetap berada pada koridornya.
09:31Sehingga tidak terjadi situasi di mana kemudian perbedaan yang ada ini
09:37semakin tajam dan mengarah pada situasi konflik
09:42yang kemudian tentunya berdampak merugikan rakyat kita,
09:51merugikan bangsa kita.
09:53dan ini tentunya diperlukan kehadiran dari seluruh rekan-rekan.
10:01Tidak mudah memang, apalagi di tengah situasi seperti sekarang ini.
10:07Karena di dalam setiap kesempatan,
10:09rekan-rekan selalu dihadapkan dengan berbagai macam persoalan,
10:14dan rekan-rekan harus bisa untuk menghadapi hal tersebut.
10:19Saya tahu dan saya paham banyak yang dikerjakan oleh rekan-rekan
10:24dengan berbagai macam cara dan upayanya.
10:29Rekan-rekan terus turun ke lapangan,
10:33menjaga hubungan dengan masyarakat,
10:36dialog, melakukan pendekatan humanis.
10:38Namun demikian,
10:40kadang-kadang tidak terelakkan bahwa rekan-rekan
10:43juga kemudian harus menghadapi situasi-situasi yang sangat berat,
10:48yang kemudian mau tidak mau membenturkan kita,
10:54masyarakat yang harusnya kita jaga.
10:57Kemudian di satu sisi,
10:59karena ada hal-hal yang lebih besar yang harus kita jaga,
11:06Polri menggunakan kekuatannya,
11:09menggunakan kekuatannya secara terukur
11:11untuk menjaga agar tidak terjadi konflik yang lebih besar.
11:15Saya paham itu bukan pekerjaan yang mudah.
11:18Saya melihat, saya mendapatkan laporan
11:20bahwa banyak dari rekan-rekan yang juga
11:26memiliki potensi resiko pada saat menghadapi tugas,
11:33baik terhadap posisi yang tentunya bisa berdampak terhadap
11:41jiwa rekan-rekan, terhadap fisik rekan-rekan,
11:46yang ini tentunya menjadi resiko yang setiap hari harus kita hadapi.
11:55Oleh karena itu, tentunya di tengah situasi seperti ini,
11:59kita sangat membutuhkan siraman,
12:05doa dari kiai kita,
12:10semangat dari kiai kita,
12:12karena apapun kita beristiar,
12:15sekuat tenaga,
12:17namun kita harus ingat bahwa
12:19ada Allah SWT,
12:21Tuhan yang maisa,
12:23yang memiliki segalanya,
12:25yang tentunya menjadi sandaran kita.
12:31Ikhtiar bisa kita lakukan,
12:34namun tentunya doa dan kekuatan langit
12:38itu menjadi salah satu hal yang utama,
12:42sehingga apa yang kita ikhtiarkan,
12:45semuanya bisa berjalan dengan baik.
12:48Oleh karena itu, hari ini
12:50kita mendapatkan kesempatan luar biasa,
12:55dan kami titip,
12:57terus Pak Yayi,
12:59tolong mendogaakan anak-anak kami,
13:03mari kita doakan bersama-sama bangsa kita,
13:06mari kita doakan bersama-sama negara kita,
13:10agar di tengah situasi yang ada,
13:13di tengah kondisi global yang ada,
13:16kita semua terus bisa berjalan
13:20menuju apa yang diharapkan oleh masyarakat,
13:27mewujudkan apa yang diamanahkan
13:30dalam tujuan nasional kita,
13:32mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur,
13:39negara yang baldatun,
13:41toibatun, warudun, kobur,
13:43itu menjadi cita-cita dan amanah
13:47yang tentunya harus tertanam
13:49di dalam sanumbari kita.
13:52Dalam kesempatan ini,
13:54siraman dan doa dari Yayi
13:57tentunya akan menjadi semangat,
14:00akan menjadi energi positif
14:02yang membuat yang tadinya kami sudah lelah,
14:07tentunya kemudian menjadi sehat kembali,
14:11menjadi bersemangat lagi
14:12karena panggilan dan amanah tugas yang menanti
14:16untuk kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara.
14:20Oleh karena itu,
14:23kami titip,
14:24dan mari kita dengarkan bersama-sama
14:29tausia dari Gusbahak dan mudah-mudahan
14:33setelah pulang dari sini,
14:35baik yang hadir di sini,
14:36maupun yang tersambung secara virtual,
14:40kemudian memiliki semangat
14:42untuk terus bersama-sama menjaga
14:46dan merawat NKRI.
14:48Karena kita selalu sampaikan bahwa
14:50Umaroh dan Ulama adalah ibarat keping
14:55atau uang yang tidak pernah dibisahkan.
14:59Umaroh dan Ulama adalah dua tiang kokoh penjaga NKRI.
15:07Kalau tiangnya kokoh,
15:10maka bangunannya akan kokoh
15:12dan bangunan yang kokoh tentunya akan membuat
15:19semua yang ada di dalamnya
15:22tumbuh dan tegak berdiri.
15:25Namun kalau salah satu tiangnya lemah,
15:29maka bangunan ini pun akan menjadi rapuh.
15:33Tentunya harapan kita,
15:35Umaroh dan Ulama,
15:37terus saling bergandingan tangan,
15:39kita selalu minta bimbingan,
15:45minta doa
15:45agar kita semua diberikan kemudahan,
15:49diberikan keselamatan,
15:52dihindarkan dari marah bahaya,
15:54sehingga apa yang menjadi
15:57panggilan tugas kita,
15:59amanah terhadap kita,
16:00betul-betul bisa dirasakan manfaatnya
16:04oleh masyarakat, bangsa, dan negara.
16:08Mungkin itu, sebagai kata pengantar kami,
16:12kami serahkan kepada
16:13Gus Bahak,
16:15diri kita untuk memberikan
16:17tausia kepada kita semua.
16:19Demikian,
16:20Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
16:23Kami aturkan terima kasih.

Dianjurkan