00:00Alhamdulillah, syukurlah hari ini kita mendapatkan kesempatan yang sangat luar biasa
00:07untuk bisa bersama-sama melaksanakan ngaji kebangsaan.
00:14Kenapa saya sampaikan luar biasa?
00:16Kita semua tahu bahwa mengajak Gus Bahak untuk bisa berpindah dari Pondok Pesantren itu adalah sesuatu yang sangat langka
00:36dan mungkin beliau tidak pernah melakukan itu.
00:40Makanya kalau hari ini beliau memberikan kita kesempatan untuk ngaji bersama
00:52walaupun sebagian besar ikut dengan secara daring atau virtual dan sebagian besar.
01:02Alhamdulillah yang bisa ikut hadir di sini tentu ini adalah karena pahala bagi rekan-rekan banyak doanya
01:15jadi bisa ikut hadir langsung dan juga bisa bertemu dengan rekan-rekan yang ngaji di Pondok Pesantren ini.
01:24Ini tentu kesempatan yang tidak semua bisa mendapatkan ini, tidak semua institusi mendapatkan begini.
01:34Oleh karena itu dalam kesempatan ini tentunya kami mengucapkan terima kasih Gus atas perkenaannya
01:42sehingga kita semua saat ini bisa bertatap muka dan tentunya setelah ini kita bisa melaksanakan tausiyah dan ngaji kebangsaan.
01:56Tentunya dalam kesempatan ini saya selalu sampaikan bahwa perjalanan kita,
02:03Bagaimana umaroh dan ulama adalah perjalanan yang sangat panjang, cukup panjang.
02:14Bagaimana kita bersama-sama berjuang pada saat itu untuk meraih kemerdekaan.
02:26Bagaimana peran dari ulama pada saat itu yang tidak hanya mendidik, mendoakan,
02:37namun juga bahkan ikut meraih kemerdekaan, termasuk juga mempertahankan kemerdekaan.
02:46Dan itu selalu dilakukan bersama-sama.
02:49Dan saat ini Umaroh tentunya memiliki tugas untuk mengisi kemerdekaan,
02:57untuk melaksanakan apa yang menjadi amanah rakyat, amanah para pendiri bangsa,
03:05untuk kita semua bisa melaksanakan amanah tersebut,
03:11membangun bangsa dan negara,
03:13menyejah terakan rakyatnya, mewujudkan masyarakat adil dan makmur.
03:21Sementara,
03:26ulama ibarat lentera yang selalu menerangi kita dalam kegelapan,
03:34ibarat kompas yang selalu menunjukkan jalan agar kita tidak tersesat.
03:43Dan ulama juga yang selalu mendokkan kita semua untuk bisa senantiasa selalu terjaga
03:54dari berbagai macam tantangan, marah bahaya,
04:01agar semua cita-cita, semua yang diamanahkan kepada kita dapat berjalan untuk rakyat.
04:13Bagaimana dengan polisi?
04:16Polisi hadir tentunya sebagai penjaga keteraturan sosial.
04:22Kita memiliki panggilan untuk melindungi, mengayami masyarakat kita.
04:30Kita memiliki keterpanggilan untuk menjaga situasi kantik mas,
04:37menjaga stabilitas nasional, dan memberikan pelindungan terhadap masyarakat kita
04:48yang akan mendapatkan gangguan kejahatan.
04:57Dan tugas kita untuk bersama-sama bisa hadir,
05:03menjaga dan memastikan agar masyarakat merasakan aman,
05:07agar pada saat masyarakat merasakan aman,
05:12maka kemudian pembangunan bisa dijalankan.
05:16Dan kalau pembangunan bisa dijalankan,
05:19harapan kita tentunya masyarakat betul-betul kemudian bisa sejahtera.
05:28Itu tentunya doa kita bersama.
05:31Tentunya menghadapi situasi seperti ini tidak mudah,
05:35apalagi di tengah situasi global yang tentunya kita semua tahu.
05:43Banyak sekali permasalahan yang kita hadapi,
05:47mulai dari masalah konflik global yang terjadi,
05:53yang kemudian berdampak kepada krisis baik pangan, energi,
06:03situasi perang dagang yang juga berdampak terhadap situasi ekonomi,
06:09baik di tengah-tengah global maupun dalam negeri.
06:13Dan itu tentunya semua harus kita hadapi.
06:18Tentunya pemerintah berusaha untuk menghadapi semua permasalahan itu
06:25dengan mempersiapkan program-program yang ada untuk menjaga,
06:32agar di tengah dinamika yang ada kita terus bisa bertumbuh,
06:37kita terus bisa membangun, kita terus bisa survive di tengah situasi global yang ada.
06:47Namun tentunya perbedaan selalu ada,
06:51karena memang kita dilahirkan selalu dalam kondisi yang berbeda.
07:00Satu rumah, satu keluarga pun tidak semuanya sama.
07:03Kakak adik, tidak semuanya sama.
07:06Apalagi kita diikat dalam satu bingkai negara yang besar,
07:13yang disatukan dari mungkin puluhan ribu pulau, 17 ribu pulau lebih,
07:20ribuan suku bahasa etnis,
07:26yang tentunya masing-masing memiliki keberagaman, perbedaan-perbedaan.
07:33Dan tentunya perbedaan-perbedaan ini harus kita jaga.
07:42Keberagaman yang ada ini harus kita jaga,
07:45sehingga ini menjadi satu kekuatan.
07:47sebagaimana ini disampaikan, diikat dalam semboyan kita,
07:57Bhinneka Tunggalika, berbeda-beda tapi satu jua.
08:03Dalam dasar negara kita, kita mengenal sila ketiga persatuan Indonesia.
08:09Ini adalah bagian dari tugas kita yang harus terus kita jaga,
08:16bagaimana merawat keberagaman, perbedaan yang ada,
08:21ini menjadi satu kekuatan.
08:24Manakala ini semua bisa kita satukan,
08:28tentunya ini menjadi satu kekuatan yang luar biasa,
08:33yang bisa kita jadikan modal untuk membuat bangsa dan negara kita ini
08:39betul-betul bisa terjaga dan memiliki nilai
08:47untuk bisa berpacu, bersaing dengan negara-negara lain,
08:53bangsa lain untuk bisa menjadi negara yang maju.
08:58Namun diisi lain, kita meyakini bahwa
09:01perbedaan itu selalu ada.
09:04Tentunya tugas kita adalah menjaga
09:07agar perbedaan-perbedaan yang ada,
09:10yang muncul,
09:11karena mempengen, karena berbeda pendapat,
09:15karena mungkin merasa bahwa tidak puas,
09:19karena mungkin merasa bahwa tidak sesuai dengan harapan,
09:23ini terus kita jaga dan kita kawal
09:26agar tetap berada pada koridornya.
09:31Sehingga tidak terjadi situasi di mana kemudian perbedaan yang ada ini
09:37semakin tajam dan mengarah pada situasi konflik
09:42yang kemudian tentunya berdampak merugikan rakyat kita,
09:51merugikan bangsa kita.
09:53dan ini tentunya diperlukan kehadiran dari seluruh rekan-rekan.
10:01Tidak mudah memang, apalagi di tengah situasi seperti sekarang ini.
10:07Karena di dalam setiap kesempatan,
10:09rekan-rekan selalu dihadapkan dengan berbagai macam persoalan,
10:14dan rekan-rekan harus bisa untuk menghadapi hal tersebut.
10:19Saya tahu dan saya paham banyak yang dikerjakan oleh rekan-rekan
10:24dengan berbagai macam cara dan upayanya.
10:29Rekan-rekan terus turun ke lapangan,
10:33menjaga hubungan dengan masyarakat,
10:36dialog, melakukan pendekatan humanis.
10:38Namun demikian,
10:40kadang-kadang tidak terelakkan bahwa rekan-rekan
10:43juga kemudian harus menghadapi situasi-situasi yang sangat berat,
10:48yang kemudian mau tidak mau membenturkan kita,
10:54masyarakat yang harusnya kita jaga.
10:57Kemudian di satu sisi,
10:59karena ada hal-hal yang lebih besar yang harus kita jaga,
11:06Polri menggunakan kekuatannya,
11:09menggunakan kekuatannya secara terukur
11:11untuk menjaga agar tidak terjadi konflik yang lebih besar.
11:15Saya paham itu bukan pekerjaan yang mudah.
11:18Saya melihat, saya mendapatkan laporan
11:20bahwa banyak dari rekan-rekan yang juga
11:26memiliki potensi resiko pada saat menghadapi tugas,
11:33baik terhadap posisi yang tentunya bisa berdampak terhadap
11:41jiwa rekan-rekan, terhadap fisik rekan-rekan,
11:46yang ini tentunya menjadi resiko yang setiap hari harus kita hadapi.
11:55Oleh karena itu, tentunya di tengah situasi seperti ini,
11:59kita sangat membutuhkan siraman,
12:05doa dari kiai kita,
12:10semangat dari kiai kita,
12:12karena apapun kita beristiar,
12:15sekuat tenaga,
12:17namun kita harus ingat bahwa
12:19ada Allah SWT,
12:21Tuhan yang maisa,
12:23yang memiliki segalanya,
12:25yang tentunya menjadi sandaran kita.
12:31Ikhtiar bisa kita lakukan,
12:34namun tentunya doa dan kekuatan langit
12:38itu menjadi salah satu hal yang utama,
12:42sehingga apa yang kita ikhtiarkan,
12:45semuanya bisa berjalan dengan baik.
12:48Oleh karena itu, hari ini
12:50kita mendapatkan kesempatan luar biasa,
12:55dan kami titip,
12:57terus Pak Yayi,
12:59tolong mendogaakan anak-anak kami,
13:03mari kita doakan bersama-sama bangsa kita,
13:06mari kita doakan bersama-sama negara kita,
13:10agar di tengah situasi yang ada,
13:13di tengah kondisi global yang ada,
13:16kita semua terus bisa berjalan
13:20menuju apa yang diharapkan oleh masyarakat,
13:27mewujudkan apa yang diamanahkan
13:30dalam tujuan nasional kita,
13:32mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur,
13:39negara yang baldatun,
13:41toibatun, warudun, kobur,
13:43itu menjadi cita-cita dan amanah
13:47yang tentunya harus tertanam
13:49di dalam sanumbari kita.
13:52Dalam kesempatan ini,
13:54siraman dan doa dari Yayi
13:57tentunya akan menjadi semangat,
14:00akan menjadi energi positif
14:02yang membuat yang tadinya kami sudah lelah,
14:07tentunya kemudian menjadi sehat kembali,
14:11menjadi bersemangat lagi
14:12karena panggilan dan amanah tugas yang menanti
14:16untuk kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara.
14:20Oleh karena itu,
14:23kami titip,
14:24dan mari kita dengarkan bersama-sama
14:29tausia dari Gusbahak dan mudah-mudahan
14:33setelah pulang dari sini,
14:35baik yang hadir di sini,
14:36maupun yang tersambung secara virtual,
14:40kemudian memiliki semangat
14:42untuk terus bersama-sama menjaga
14:46dan merawat NKRI.
14:48Karena kita selalu sampaikan bahwa
14:50Umaroh dan Ulama adalah ibarat keping
14:55atau uang yang tidak pernah dibisahkan.
14:59Umaroh dan Ulama adalah dua tiang kokoh penjaga NKRI.
15:07Kalau tiangnya kokoh,
15:10maka bangunannya akan kokoh
15:12dan bangunan yang kokoh tentunya akan membuat
15:19semua yang ada di dalamnya
15:22tumbuh dan tegak berdiri.
15:25Namun kalau salah satu tiangnya lemah,
15:29maka bangunan ini pun akan menjadi rapuh.
15:33Tentunya harapan kita,
15:35Umaroh dan Ulama,
15:37terus saling bergandingan tangan,
15:39kita selalu minta bimbingan,
15:45minta doa
15:45agar kita semua diberikan kemudahan,
15:49diberikan keselamatan,
15:52dihindarkan dari marah bahaya,
15:54sehingga apa yang menjadi
15:57panggilan tugas kita,
15:59amanah terhadap kita,
16:00betul-betul bisa dirasakan manfaatnya
16:04oleh masyarakat, bangsa, dan negara.
16:08Mungkin itu, sebagai kata pengantar kami,
16:12kami serahkan kepada
16:13Gus Bahak,
16:15diri kita untuk memberikan
16:17tausia kepada kita semua.
16:19Demikian,
16:20Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
16:23Kami aturkan terima kasih.