00:00Dibahas banyak hal ya sebenarnya, tapi sebenarnya tadi intinya kita mendengarkan masukan-masukan dari para pakar,
00:06dari berbagai universitas, kemudian ada juga dari BRIN, jadi kita mendengarkan bagaimana untuk menangani tiga hal.
00:14Yang pertama itu untuk kalau sudah terbakar, apa yang harus kita lakukan, bagaimana penanganan yang paling optimal.
00:21Kemudian yang kedua, bagaimana cara pemampatan dan juga menjaga ekosistem gambut.
00:27Dan juga yang ketiga tadi terakhir dengan budidaya apa, tanaman-tanaman, varitas apa yang cocok untuk daerah gambut.
00:36Salah satu tadi yang terpenting adalah dipertimbangkannya untuk pembentukan badan pengelolaan gambut dan mangrove nasional.
00:47Itu salah satu yang tadi dibahas cukup detail, dan harapannya nanti dengan kajian yang mendalam,
00:55badan ini nanti dapat menjadi benar-benar menjadi ujung tombak dalam penanganan,
01:02dalam pengelolaan pemampatan gambut dan juga penanganan, pencegahan untuk terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
01:09Itu diketuai siapa nanti Pak, badan ini tersebut?
01:11Nanti masih dipertimbangkan apakah nanti dibawa kementerian,
01:15ataukah dia nomenklaturnya berdiri sendiri, tanggung jawab pada Presiden, itu saya kira masih dikaji.
01:20Tadi ada Mensesnek dan Seskap juga yang hadir, saya kira akan dianalisis lebih lanjut terkait badan tadi.
01:26Kalau arahannya akan diimplementasikan segera, ada yang masih Pak?
01:29Kalau sekarang memang yang kita perkuat nanti adalah Satgas Darat,
01:34yang bisa langsung menangani kebakaran hutan dan lahan itu di daerah yang terbakar.
01:40Jadi ada beberapa cara tadi, ada banyak teknik yang dibahas,
01:42salah satunya adalah pengemboran gangkal, kemudian dipompa dengan pompa yang portable
01:47untuk dapat memadamkan kira-kira dengan radius 200 meter dari titik bor tersebut.
01:52Kemudian juga pemanfaatan kekuatan atau masyarakat desa
01:56yang memiliki semacam masyarakat peduli api untuk bisa memadamkan api
02:04dan juga mencegah di lokasi tempat tinggalnya.
02:07Jadi ada beberapa informasi dan salah satunya juga yang menarik tadi bahwa
02:11untuk permukaan gambut itu diupayakan untuk dapat ada penutupan dengan vegetasi,
02:18tidak dibiarkan terbuka karena akan terjadi penguapan yang menyebabkan gambut lebih mudah terbakar.
02:23Intinya nanti adalah kita coba menjaga permukaan air gambut.
02:26Tadi disebutkan tidak boleh turun lebih dalam dari 40 cm dari permukaan tanahnya.
02:32Harapannya ketika dia lebih jenuh, lebih lembab, maka gambut ini tidak akan mudah terbakar.
02:38Salah satunya caranya yaitu dengan menjaga ekosistem gambut
02:41dengan reservoir-reservoir air yang ada di bawahnya
02:44dan juga jika memungkinkan ada awan hujan, kita juga bisa melakukan operasi modifikasi cuaca.
02:50Pak, izin selain juga Pak, ini kan di sekitar anak teratau
02:54ada tubuh daratan baru, Pak, 30,3 hektare
02:58dan diperkirakan akan menjadi cuci perangkat.
03:01Apa misalnya BMKG menjaga seperti itu?
03:02Kalau terkait dengan vulkanologi, 127 gunung api itu pemantauan dan analisisnya ada di badan geologi.
03:11Jadi saya tidak berkomentar terkait hal itu.
03:13Tapi BMKG bertanggung jawab ketika terjadi letusan, kemudian ada abu vulkanik,
03:18dia menyebar kemana?
03:19Karena untuk terkait dengan arah angin, kecepatan angin,
03:23sebarannya itu ada tanggung jawabnya di BMKG
03:25dan juga kita menentukan SIGMAP atau Significant Meteorological Information
03:29untuk menentukan apa pengaruh-pengaruh terhadap masyarakat luas,
03:33terhadap bandara-bandara dan sebagainya juga untuk keselamatan pelayaran dan penerbangan.
03:37Intinya kalau BMKG fokus ke sana dan apakah letusan dari gunung api yang berada di perairan itu
03:43dapat berpotensi menimbulkan tsunami.
03:46Itu juga kita mau menggunakan banyak sekali alat pemantau di sana.
03:49Sejauh ini sudah ada koordinasi belum sih Pak dengan adanya daeratan tersebut?
03:53Apakah ada potensi erupsi?
03:55Erupsi ada, tapi saya mungkin tidak memiliki otoritas untuk menyampaikan lebih jauh ya.
03:59Karena untuk gunung api itu ada di bawah badan geologi.
04:08Kalau terkait dengan jarak pandang, memang beberapa bandara ada yang berada pada jarak pandang kurang dari 1 km.
04:15Ini sangat situasional ya, setelah terjadinya hujan tentunya jarak pandang akan lebih jauh.
04:19Beberapa ada yang 1.000 sampai 5.000 meter jarak pandangnya,
04:24sehingga BMKG ada di semua bandara, hampir semua bandara di Indonesia,
04:28sehingga kita yang memberikan juga masukan kepada AirNAP untuk menentukan operasi bandara.
04:33Jadi kadang ada delay ya, untuk menjaga bahwa keamanan, keselamatan penerbangan itu
04:39bisa dijaga dengan baik oleh semua maskapai.
04:43Artinya tidak sampai penutupan secara total?
04:45Kalau penutupan akibat karutlah seperti yang terjadi kemarin ya,
04:49ada total ada 8 bandara yang ditutup ketika letusan anak Karakatau itu saya,
04:54dari informasi yang kami dapatkan belum.
04:55Tapi kalau penutupan secara dalam jangka waktu tertentu,
05:00misalnya pagi hari selama 3 jam,
05:01sampai ada visibilitas yang memungkinkan untuk lepas landas atau mendarat,
05:07itu kadang-kadang diterapkan juga, tergantung situasi.
05:10Terima kasih.