Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 20 jam yang lalu
Kepala BMKG Tanggapi Munculnya Daratan Baru di Dekat Anak Krakatau dan Potensi Tsunami

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan klarifikasi terkait munculnya daratan baru di sekitar Gunung Anak Krakatau.

BMKG menegaskan bahwa pemantauan status aktivitas vulkanik maupun perubahan struktur geologi sepenuhnya merupakan wewenang Badan Geologi. Tentunya Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani memastikan pihaknya tetap berkomitmen penuh mengawasi potensi dampak sekunder.

BMKG terus memantau secara intensif apakah aktivitas dan erupsi Gunung Anak Krakatau berpotensi memicu gelombang tsunami demi menjamin keselamatan masyarakat di pesisir.

#KepalaBMKGTanggapiDaratanBaruDekatAnakKrakatau #MunculnyaDaratanBaruKrakatau

Creative/Video Editor: Icha/Michael
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00Dibahas banyak hal ya sebenarnya, tapi sebenarnya tadi intinya kita mendengarkan masukan-masukan dari para pakar,
00:06dari berbagai universitas, kemudian ada juga dari BRIN, jadi kita mendengarkan bagaimana untuk menangani tiga hal.
00:14Yang pertama itu untuk kalau sudah terbakar, apa yang harus kita lakukan, bagaimana penanganan yang paling optimal.
00:21Kemudian yang kedua, bagaimana cara pemampatan dan juga menjaga ekosistem gambut.
00:27Dan juga yang ketiga tadi terakhir dengan budidaya apa, tanaman-tanaman, varitas apa yang cocok untuk daerah gambut.
00:36Salah satu tadi yang terpenting adalah dipertimbangkannya untuk pembentukan badan pengelolaan gambut dan mangrove nasional.
00:47Itu salah satu yang tadi dibahas cukup detail, dan harapannya nanti dengan kajian yang mendalam,
00:55badan ini nanti dapat menjadi benar-benar menjadi ujung tombak dalam penanganan,
01:02dalam pengelolaan pemampatan gambut dan juga penanganan, pencegahan untuk terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
01:09Itu diketuai siapa nanti Pak, badan ini tersebut?
01:11Nanti masih dipertimbangkan apakah nanti dibawa kementerian,
01:15ataukah dia nomenklaturnya berdiri sendiri, tanggung jawab pada Presiden, itu saya kira masih dikaji.
01:20Tadi ada Mensesnek dan Seskap juga yang hadir, saya kira akan dianalisis lebih lanjut terkait badan tadi.
01:26Kalau arahannya akan diimplementasikan segera, ada yang masih Pak?
01:29Kalau sekarang memang yang kita perkuat nanti adalah Satgas Darat,
01:34yang bisa langsung menangani kebakaran hutan dan lahan itu di daerah yang terbakar.
01:40Jadi ada beberapa cara tadi, ada banyak teknik yang dibahas,
01:42salah satunya adalah pengemboran gangkal, kemudian dipompa dengan pompa yang portable
01:47untuk dapat memadamkan kira-kira dengan radius 200 meter dari titik bor tersebut.
01:52Kemudian juga pemanfaatan kekuatan atau masyarakat desa
01:56yang memiliki semacam masyarakat peduli api untuk bisa memadamkan api
02:04dan juga mencegah di lokasi tempat tinggalnya.
02:07Jadi ada beberapa informasi dan salah satunya juga yang menarik tadi bahwa
02:11untuk permukaan gambut itu diupayakan untuk dapat ada penutupan dengan vegetasi,
02:18tidak dibiarkan terbuka karena akan terjadi penguapan yang menyebabkan gambut lebih mudah terbakar.
02:23Intinya nanti adalah kita coba menjaga permukaan air gambut.
02:26Tadi disebutkan tidak boleh turun lebih dalam dari 40 cm dari permukaan tanahnya.
02:32Harapannya ketika dia lebih jenuh, lebih lembab, maka gambut ini tidak akan mudah terbakar.
02:38Salah satunya caranya yaitu dengan menjaga ekosistem gambut
02:41dengan reservoir-reservoir air yang ada di bawahnya
02:44dan juga jika memungkinkan ada awan hujan, kita juga bisa melakukan operasi modifikasi cuaca.
02:50Pak, izin selain juga Pak, ini kan di sekitar anak teratau
02:54ada tubuh daratan baru, Pak, 30,3 hektare
02:58dan diperkirakan akan menjadi cuci perangkat.
03:01Apa misalnya BMKG menjaga seperti itu?
03:02Kalau terkait dengan vulkanologi, 127 gunung api itu pemantauan dan analisisnya ada di badan geologi.
03:11Jadi saya tidak berkomentar terkait hal itu.
03:13Tapi BMKG bertanggung jawab ketika terjadi letusan, kemudian ada abu vulkanik,
03:18dia menyebar kemana?
03:19Karena untuk terkait dengan arah angin, kecepatan angin,
03:23sebarannya itu ada tanggung jawabnya di BMKG
03:25dan juga kita menentukan SIGMAP atau Significant Meteorological Information
03:29untuk menentukan apa pengaruh-pengaruh terhadap masyarakat luas,
03:33terhadap bandara-bandara dan sebagainya juga untuk keselamatan pelayaran dan penerbangan.
03:37Intinya kalau BMKG fokus ke sana dan apakah letusan dari gunung api yang berada di perairan itu
03:43dapat berpotensi menimbulkan tsunami.
03:46Itu juga kita mau menggunakan banyak sekali alat pemantau di sana.
03:49Sejauh ini sudah ada koordinasi belum sih Pak dengan adanya daeratan tersebut?
03:53Apakah ada potensi erupsi?
03:55Erupsi ada, tapi saya mungkin tidak memiliki otoritas untuk menyampaikan lebih jauh ya.
03:59Karena untuk gunung api itu ada di bawah badan geologi.
04:08Kalau terkait dengan jarak pandang, memang beberapa bandara ada yang berada pada jarak pandang kurang dari 1 km.
04:15Ini sangat situasional ya, setelah terjadinya hujan tentunya jarak pandang akan lebih jauh.
04:19Beberapa ada yang 1.000 sampai 5.000 meter jarak pandangnya,
04:24sehingga BMKG ada di semua bandara, hampir semua bandara di Indonesia,
04:28sehingga kita yang memberikan juga masukan kepada AirNAP untuk menentukan operasi bandara.
04:33Jadi kadang ada delay ya, untuk menjaga bahwa keamanan, keselamatan penerbangan itu
04:39bisa dijaga dengan baik oleh semua maskapai.
04:43Artinya tidak sampai penutupan secara total?
04:45Kalau penutupan akibat karutlah seperti yang terjadi kemarin ya,
04:49ada total ada 8 bandara yang ditutup ketika letusan anak Karakatau itu saya,
04:54dari informasi yang kami dapatkan belum.
04:55Tapi kalau penutupan secara dalam jangka waktu tertentu,
05:00misalnya pagi hari selama 3 jam,
05:01sampai ada visibilitas yang memungkinkan untuk lepas landas atau mendarat,
05:07itu kadang-kadang diterapkan juga, tergantung situasi.
05:10Terima kasih.

Dianjurkan