Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Saham BYAN sempat melesat 19,96 persen ke 13.825 rupiah per saham setelah adanya kepastian akuisisi oleh pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam yang diumumkan pekan lalu.

Saham BYAN sempat menyentuh auto reject atas. Namun, kenaikan tak bertahan lama karena hari Senin, emiten BYAN harus turun lagi lebih dari lima persen.

Mengapa pasar begitu reaktif dengan emiten batu bara ini dan bagaimana prospek jangka panjang setelah diakuisisi pengusaha Haji Isam? Simak ulasan Dosen SBM ITB dan investor, Erman Sumirat, dalam Kompas Bisnis pada (22/9/2026).

Baca Juga Haji Isam Disebut Jadi Koordinator Atasi Karhutla, Istana: Tak Benar di https://www.kompas.tv/nasional/687001/haji-isam-disebut-jadi-koordinator-atasi-karhutla-istana-tak-benar

#hajiisam #byan #saham

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/691961/full-babak-baru-saham-byan-usai-diakuisisi-haji-isam-dosen-sbm-itb-soroti-hal-ini
Transkrip
00:26Sampai jumpa di video selanjutnya.
00:52Sampai jumpa di video selanjutnya.
01:00Perjanjian jual beli saham bersyarat soal rencana pengalihan 10 miliar saham ke John Lynn Baratama, perusahaan milik Haji Isam.
01:09Tidak lama setelah itu, Saudara Kementerian ESDM mengungkapkan,
01:12pemerintah telah memberikan tambahan rencana kerja dan anggaran biaya atau RKAB 2026 batubara untuk tiga anak usaha bayan resources di
01:22kisaran 15 sampai dengan 20 juta ton.
01:31Pada perdagangan Jumat 18 September, bayan terkena arah setelah melesat 16,96 persen ke level Rp13.825 per lembar saham.
01:45Namun sayang, pada perdagangan Senin kembali turun 5,06 persen, Saudara.
01:51Pada awal pekan lalu, bayan masih di level Rp10.000an dan selama sepekan terbang 18,24 persen.
02:02Meski harga saham melesat, setelah ada kepastian di akuisisi oleh Haji Isam,
02:09ternyata asing masih terpantau keluar dari emiten bayan.
02:13Pada perdagangan Jumat saat bayan terkena arah, asing justru keluar Rp8,46 miliar.
02:20Sedangkan selama sepekan, asing keluar dari saham bayan sebesar Rp79,79 miliar.
02:26Jika kita tarik lebih jauh secara tahun berjalan, Saudara, asing jual saham bayan lebih dari Rp276 miliar.
02:41Sementara itu, laba bersih bayan pada semester 1 tahun 2026 sebesar Rp7,32 triliun.
02:48naik dibanding periode sama di 2 tahun sebelumnya, yaitu sebesar Rp6,1 triliun dan Rp5,6 triliun.
02:56Sementara, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2022 dan 2023,
03:03jelas semester 1 tahun ini laba bersih bayan turun jauh.
03:11Pekan lalu, saham bayan sempat menyentuh auto-reject atas.
03:16Namun, kenaikan tak bertahan lama karena hari Senin, emiten bayan harus turun lagi lebih dari 5%.
03:22Saudara, mengapa kemudian pasar begitu reaktif dengan emiten batubara ini?
03:26Dan bagaimana prospek jangka panjang setelah diakuisisi oleh pengusaha Haji Isam?
03:31Kita akan tanyakan kepada Erman Sumirat, dosen SBM ITB dan investor yang sudah terhubung bersama kami
03:37melalui sambungan daring di Kompas Misni sebagi ini.
03:39Selamat pagi, Pak Erman. Apa kabar?
03:42Ya, selamat pagi. Alhamdulillah sehat ya.
03:45Terima kasih, Mbak Nanda.
03:46Oke.
03:47Pak Erman, kita berbicara pekan lalu ya, di mana saham bayan kan bisa melosot hampir 20%.
03:54Dan kemarin turun lebih dari 5%.
03:56Kenapa kemudian hal ini terjadi, Pak Erman?
04:00Ya, memang isunya kan selain berita akuisisi ya, kita lihat bayan itu produksi batubaranya di 2025 itu sempat 68 juta
04:12ton ya.
04:12Nah, kemudian kondisi kuota produksi ini sebelum revisi RKB disetujui itu 38 juta gitu ya.
04:20Jadi, sahamnya sempat turun banyak gitu ya.
04:23Nah, sedangkan tambahan kuota kemudian diberikan antara 15 sampai 20 juta ton ya.
04:29Sehingga setelah revisi RKB itu menjadi 53 sampai 58 juta ton.
04:35Nah, kalau kita bandingkan dengan tahun 2025 itu di 68 juta ton ya.
04:40Dengan perunan harga batubara yang belum naik, ini tentu saja menimbulkan uncertainty.
04:45Sehingga Moody's memberikan outlook ya, yang tidak baik gitu ya.
04:50Nah, ini yang perlu disikapi.
04:51Jadi, setelah akuisisi perlu dilihat ya, kira-kira tambahan kuota ini bisa dieksekusi supaya kondisinya menjadi lebih baik lagi.
05:01Seperti itu, Pak Erman.
05:02Oke, tapi kalau kita melihat pasar yang begitu reaktif setelah ada kabar akuisisi ini oleh Haji Isam khususnya, bagaimana Anda
05:09melihatnya?
05:10Apakah ini mencerminkan valuasi kehidupannya atau euforia saja?
05:14Ya, kalau kita lihat valuasinya memang sudah cukup over value ya dibandingkan kompetitor.
05:23misalkan Adaro gitu ya, atau PT BA ya, ADI atau PT BA.
05:28Nah, terlebih Moody's juga itu memberikan BA1 outlook ya, yang direvise menjadi negatif ya, di 17 September.
05:37Nah, ini karena masalah RKAB ya, dan juga asing melepas itu karena ada masalah uncertainty ya.
05:43Kira-kira setelah John Lin masuk dengan Lao Tukong dan putrinya, bagaimana nanti pemegang saham, pengendali gitu ya.
05:50Karena nanti akan menentukan integrasi gitu ya.
05:52Mudah-mudahan dengan adanya John Lin atau Haji Isam ini terjadi integrasi vertikal gitu ya.
05:58Karena bayan itu kan terkenal dengan low cost producer gitu ya.
06:01Jadi, bagaimana nanti dengan kontraktornya, bagaimana nanti dengan shippingnya.
06:05Nah, apakah integrasi vertikal itu bisa terjadi?
06:08Jadi, itu yang perlu disikapi oleh investor saham.
06:11Nah, saat ini karena masih ada uncertainty, kita belum tahu ya bagaimana nanti strategi ke depannya,
06:17integrasi horizontal dan vertikal, apakah terjadi?
06:20Nah, maka untuk sementara ya tadi banyak asing yang keluar dulu gitu dari bayan resources.
06:26Saya pikir seperti itu.
06:27Jadi, dengan turunnya saham bayan kemarin, ini bisa diartikan juga bahwa investor mulai realistis melihat kinerjanya atau bagaimana Pak Erman?
06:35Ya, betul. Karena yang namanya pendapatan sebuah perusahaan batubara, itu kan tergantung dari beberapa komponen ya.
06:44Menurut saya, pertama komponen yang paling utama adalah tingkat produksi.
06:48Nah, ini kan dipengaruhi oleh RKB.
06:50Kira-kira produksinya bisa berapa banyak.
06:53Terus, yang kedua, pastinya harga komoditas batubara secara internasional.
06:57Yang ketiga, bagaimana perusahaan itu bisa memanage biaya ya.
07:01Karena biaya di bayan resource itu terkenal dengan efisiensi, bayan resources juga punya free cash flow yang cukup besar ya.
07:10Ada kasnya yang besar.
07:11Nah, kemudian pertanyaan berikutnya, ini nanti kas yang besar itu mau diapakan setelah ada pemegang saham yang baru ya.
07:17Apakah buat dividen, apakah buat diversifikasi usaha, atau yang tadi, memperkuat integrasi vertikal.
07:24Nah, tentu saja investor itu menunggu kabar seperti itu ya.
07:28Jika positif news dari sebuah langkah strateginya bisa dijalankan, ya saya yakin pasti bisa masuk lagi investor-investor retail gitu
07:37ya, atau asing.
07:38Tapi jika kabarnya lebih banyak yang negatif news, ya tentu saja investor akan realistis ya, untuk tidak masuk.
07:47Ya, seperti itu.
07:48Jadi, kita akan wait and see setelah masuknya John Lynn ini, apa kedepannya yang akan terjadi.
07:53Ya, saya sih positif thinking ya, mudah-mudahan nanti terjadi integrasi, RKAB mungkin bisa naik gitu ya, izin jadi lebih
08:00mudah.
08:02Situasi di lapangan bisa terjadi integrasi vertikal, kontraktor yang lebih murah, dengan shipping yang lebih baik.
08:09Nah, kemudian harga batubara juga bisa recovery.
08:12Nah, ini yang menyebabkan kedepannya akan positif outlook.
08:16Tapi itu kan tergantung strategi ya, dari para pemegang saham, nanti kan memilih ya, ini direksinya seperti apa gitu.
08:23Nah, jadi kita perlu lihat ini antara pemegang saham pengendali ya, Dato Tikelo, Lotukuong gitu, istrinya, dan juga nanti peran
08:32dari Haji Isang, seperti itu.
08:34Oke, ini apakah situasi integrasi vertikal ini bisa terjadi, kita lihat nantinya berarti Pak Erman.
08:40Nah, ini menarik, tadi juga sudah disingguk oleh Pak Erman, terkait dengan RKAB 2026, ada sentimen soal perubahannya.
08:47Tapi kita tahan dulu, terkait dengan spesifik pertanyaan, dan juga tentunya penjelasannya, kita akan kembali bersajidat.
08:52Tetaplah bersama kami, Kompas Bisnis.
09:21Tetaplah bersama kami, Kompas Bisnis.
09:23Mas Bisnis, masih bersama negahan kami, Erman Sumirat, dosen SBM ITB dan investor.
09:29Pak Erman, terkait tadi pembahasan RKAB 2026 milik tiga anak perusahaan bayan yang diterbitkan oleh Kabupaten SDM.
09:37Kenapa kemudian kalau Anda, menurut Anda ya, perubahan rencana RKAB 2026 ini tidak mampu untuk mengatrol saham bayan ke level
09:46yang lebih tinggi, Pak Erman?
09:50Ya, karena kan tahun lalunya jelas 68 juta ton ya.
09:54Nah, tapi saat ini kan banyak isu ya.
09:57RKAB ini mungkin menjadi lebih ketat, karena mungkin ada blokir otomatis ya, bagi penunggap pajak dan reklamasi.
10:04Jadi mungkin ada pemeriksaan dulu, kemudian pencermatan ulang, dokumen kelayakan ya, dengan izin usaha pertambangan atau IUP ya, IUP gitu.
10:14Kemudian pengendalian pasokan dan stabilitas harga global ya, untuk menjaga keseimbangan pasokan, permintaan ya, termasuk domestic market obligation.
10:23Nah, kemudian ada juga perubahan skema pengajuan itu menjadi tahunan.
10:28Dan RKAB ini menjadi isu bukan hanya untuk batubara ya, tetapi untuk sawit dan juga untuk nikel ya.
10:36Apalagi ada dan antara sumber daya Indonesia yang Presiden meminta itu tidak lagi dipraktekan yang namanya transfer pricing dan under
10:44invoicing.
10:45Nah, tapi kan ini permasalahannya belum terjadi ya, dan mau dilakukan.
10:49Nah, jadi market melihat tata kelola, tata kelolanya seperti apa, bisa jadi lebih baik nggak untuk bukan hanya pemerintah, tetapi
10:57untuk perusahaan.
10:58Nah, tetapi kenapa pertanyaannya tadi tidak bisa meng-cut roll harga saham, ya karena harga batubaranya sedang turun dan RKAB
11:05-nya itu belum bisa mencapai titik di 68 juta ton.
11:10Nah, jadi mungkin bayang perlu dengan manajemen yang sudah nanti kepembelikan sahamnya ada lagi yang masuk, itu seharusnya bisa meminta
11:19kuota yang lebih baik gitu ya,
11:22dan menunggu harga sampai baik kembali untuk bisa menaikkan harga saham.
11:27Jadi, saya pikir bukan hanya akuisisi ya, tapi di sini ada kinerja fundamental yang market juga melihat gitu ya,
11:34ini kira-kira produksi batubaranya bisa kembali lagi nggak, at least di angka 68 juta ton.
11:42Saya pikir itu ya, setiap tahunnya harusnya di level seperti itu.
11:47Oke, belum mengangkat saham ini dikarenakan memang harga batubara yang turun tadi kalau kata Pak Erman ya.
11:51Tapi kalau kita melihat saat saham bayan terkena arah asing kan justru masih melakukan aksi jual, Pak Erman.
11:58Aksi jual, ya.
11:59Kalau Anda melihat apakah ini artinya haji isam efek tidak berdampak betul terhadap investor asing?
12:05Mengingat kalau saya di sini menyinggung soal modis juga ya, pangkas outlook mengenai bayan, Pak Erman.
12:11Ya, oke. Nah, kalau haji isam itu kan dilihat market ada political connection bisnis ya, political connection bisnis.
12:19Nah, sebenarnya dengan adanya kedekatan dengan daerah gitu ya, kemudian kedekatan dengan pemerintah,
12:28ini harusnya menjadi sebuah, ya saya melihatnya harusnya jadi sentimen positif ya.
12:32Karena itu tadi, dengan harapan terjadi integrasi vertikal.
12:36Nah, jadi bukan sekedar dekat ya, karena haji isam juga punya kemampuan, ada kontraktor,
12:41ada kemampuan call hauling misalkan ya, kemudian kemampuan di sisi logistik, distribusi.
12:47Nah, tapi apakah bisa menjadi efisien gitu ya, karena kan bayan itu terkenal punya laba yang cukup tinggi,
12:55dia juga tingkat hutangnya sama sekali nggak ada ya, debt free gitu ya, dan coverage, interest coverage-nya sangat baik
13:01gitu.
13:01Karena hutangnya relatif tidak ada, dengan free cash flow yang cukup besar gitu.
13:06Nah, apa yang sudah dibangun dengan datolotukuong ini, seharusnya dengan adanya Johnlin itu menjadi lebih baik gitu ya.
13:13Nah, jadi market melihat apakah nanti akan terjadi perbaikan tata kelola.
13:17Nah, sehingga asing itu kan melihatnya kayak Moody's ya.
13:19Nah, Moody's itu memberikan negative outlook karena masalah RKB.
13:23Tetapi kan sekarang masalah RKB-nya itu sudah selesai.
13:25Nah, kalau sudah selesai berarti boleh dinaikkan produksinya,
13:29tapi kan yang jadi pertanyaan, apakah bisa menghasilkan biaya produksi yang jauh lebih efisien?
13:34Karena kalau nanti tidak efisien, dampaknya ke mana-mana, ke laba, ke dividend yield gitu ya,
13:39ke return on equity, ke free cash flow gitu ya.
13:42Nah, jadi ini yang kita tunggu ya, setelah terjadinya akuisisi ini,
13:46apa langkah strategisnya?
13:47Misalkan penggunaan uang ya, apakah uangnya itu akan dibayarkan dengan dividend yang lebih besar,
13:52atau uangnya akan dipakai untuk ekspansi, meningkatkan produksi,
13:55atau mau diversifikasi macam grup indika, let's say ya,
14:01atau ada RO yang sudah lebih banyak masuk ke renewable energy.
14:04Nah, jadi tidak hanya diversifikasi di tambang batu bara dan integrasi vertikal,
14:09tetapi masuk juga ke area-area yang tesannya lebih green gitu ya.
14:14Nah, ini yang dilakukan oleh beberapa grup di perusahaan tambang lain gitu ya.
14:20Nah, ini yang kita lihat, kira-kira bayan resources setelah terjadinya akuisisi ini akan seperti apa.
14:26Jadi, kita akan lihat ya, karena sekarang belum definitif ya,
14:28bagaimana mereka menggunakan cash yang besar.
14:31Kira-kira nanti dividend yield-nya akan jadi berapa.
14:34Terus, kira-kira yang menurut saya menarik,
14:37kalau RKAB-nya ditingkatkan, terus mereka biaya produksinya bisa lebih baik enggak?
14:41Karena penggunaan kontraktor ya, dari grup sendiri bisa saja harganya lebih mahal.
14:45Atau kapal angkutnya jadi lebih mahal.
14:48Nah, kalau sudah diintegrasikan, harusnya economic scale dan economic scope ya.
14:53Jadi, scope-nya makin luas, scale-nya makin tinggi,
14:56sehingga biaya produksinya, cash cost production-nya itu bisa turun.
15:01Nah, harapannya seperti itu, sehingga bisa lebih efisien lagi.
15:04Nah, nanti kan harapannya investor itu bisa menikmati dividend yield yang lebih baik.
15:10Seperti itu.
15:11Oke, tapi kalau menurut Pak Erman, secara fundamental,
15:16emiten bayan masih layak koleksi, Kak?
15:19Kalau saya pribadi, jujur jawabannya belum ya.
15:24Karena ya, kalau saya kan seorang value investor ya.
15:27Nah, kalau kita lihat ini fair-fair ya.
15:29Kita lihatnya kan dari price to earning dengan price to book ya.
15:32Jadi, pair-nya itu 29,86, ini data RTA ya.
15:37Dengan PBV 9,87.
15:39Nah, mungkin kan ada yang lebih valuasinya rendah ya.
15:42Macam ABM Investama gitu ya.
15:44Ini disclaimer on ya.
15:46Membandingkan dengan, apa namanya, kompetitor yang lain.
15:49Nah, jadi bayan resources itu perlu memperbesar book value of equity.
15:53Misalkan ya, meningkatkan earning per share.
15:55Supaya nanti kalau harga sahamnya belum kemana-mana,
15:58itu pair-nya jadi lebih, valuasinya jadi tidak terlalu mahal.
16:02Tapi ini bukan berarti bayan resources jelek ya.
16:05Sekali lagi, saya lihat ini perusahaan income-nya cukup besar.
16:10Walaupun harga batu bara lagi turun ya.
16:12Terus, dia juga tidak ada utang.
16:15Ini kan bagus ya.
16:16Kemudian free cash flow-nya sangat tinggi.
16:18Jadi, secara fundamental perusahaan ini baik.
16:20Cuma masalahnya kemarin, negative outlook-nya kan terjadi karena RKB-nya.
16:24Yang sempat terganjal.
16:26Sehingga, nah, bayan resources itu mengajukan kahar.
16:29Atau host major ya.
16:30Karena tiga perusahaan terkena dampak.
16:32Nah, jadi negative outlook ini saya pikir temporary problem gitu ya.
16:36Mengenai masalah valuasi itu kan preferensi.
16:39Ya, mungkin ada yang melihat, oh, dengan adanya Haji Issa masuk,
16:42nanti akan lebih bagus berapapun valuasinya.
16:45Ketika nanti earning-nya naik, itu harapannya growth at reasonable price.
16:50Tumbuh dengan harga yang relatif wajar gitu ya.
16:52Tapi, kalau buat seorang value investor ya, yang melihat valuasi, tentu saja kita pengennya ada wonderful company yang harga sahamnya
17:01lebih murah.
17:01Begitu ini masalah preferensi aja.
17:03Bukan menjudge, oh dia jelek atau tidak gitu ya.
17:06Seperti itu.
17:06Oke, nah, saya ajak Pak Herman dan juga Saudara, Pak Mirsa Kompas TV untuk melihat laba bersifahian semester 1 dan
17:1326.
17:14Yang lebih baik, Pak Herman, dibandingkan dengan priori yang sama pada tahun lalu.
17:18Nah, kalau menurut Anda, apa bisa dipertimbangkan?
17:20Atau ada hal lain yang mengenai kinerja perusahaan yang jadi perlubahan pertimbangan di sini?
17:26Ya, kinerjanya jelas membaik karena itu tadi.
17:30Kasnya besar, tingkat, kalau tingkat utangnya sangat rendah ya, apalagi nggak ada, kan net income-nya pasti besar.
17:37Iya kan?
17:38Dan dia menunggu produksi yang bisa naik.
17:43Harapannya RKAB itu bisa dengan katalis ya, menjadi katalis yang meningkatkan lagi income-nya.
17:50Tapi, di sini kan masalahnya ada manajemen baru ya, ada pamegang saham baru gitu ya.
17:55Nanti, bagaimana pertanyaan investor itu direksinya kan?
17:59Apakah bisa menjalankan sebuah strategi yang tetap low-cost producer?
18:03Nah, terus kas yang besar itu bagaimana nanti digunakan untuk capex?
18:07Bagaimanapun harus ada pertumbuhan kan?
18:10Pertumbuhan itu nanti ada capex.
18:11Nah, bagusnya bayan resource itu capex-nya bisa jadi menggunakan free cash flow ya, karena kasnya cukup besar.
18:17Nah, tetapi kan kita juga nanya ya, nanti capex-nya itu digunakan lebih karena apa?
18:21Apakah membuat power plan terintegrasi, ataukah memperbaiki sistem distribusi logistik, atau akan membuat diversifikasi gitu ya.
18:30Nah, atau malah akan membayar dividen yang lebih besar.
18:33Ini yang ditunggu oleh investor.
18:35Jadi, laba saja yang baik tidak cukup.
18:38Tetapi, kedepannya kan yang namanya saham itu kan bukan hanya sekedar valuasi dan laba ya.
18:44Tapi menurut saya, kedepan itu harga saham akan tercermin dari growth story.
18:48Dari kisah yang nantinya akan dilakukan oleh pemegang saham dan direksi.
18:54Nah, kisah ini yang kita tunggu ya.
18:55Apakah mau integrasi, apakah mau ekspansi, apakah mau diversifikasi?
19:00Ini yang kita tunggu.
19:00Jadi, langkah setelah akuisisi itu kita perlu melihat corporate strategy dari, ya anggap saja the new buy-in ya, under
19:09new shareholder.
19:10Ini kedepannya akan seperti apa?
19:12Itu yang perlu untuk mendrive atau melihat pergerakan harga saham kedepan.
19:17Jadi, bukan dari beat over asing keluar atau tidak, gitu ya.
19:21Atau apakah perusahaan ini akan lebih, size-nya besar saja, tapi kedepannya strategi apa?
19:32Apakah diversifikasi, apakah integrasi, apakah konsolidasi, apakah ekspansi, atau seperti apa, gitu ya.
19:38Termasukkan pemasarannya nanti ya, lebih banyak ke dalam negeri atau ke luar negeri dengan adanya kuota itu apa, gitu ya.
19:45Karena ini juga kan masih kondisional share purchase agreement, gitu ya.
19:50Jadi, menunggu juga tuh dari OJK, ESDM, gitu ya.
19:54Dengan adanya, apa namanya, pemilik saham baru, gitu ya.
19:58Nah, ini kabar yang kita tunggu.
19:59Tapi, menurut asing mungkin jadi uncertainty.
20:01Karena ya memang belum ada kepastian ya, kira-kira endingnya seperti apa.
20:05Sampai nanti ada corporate, apa namanya, action, gitu ya.
20:09Berupa, ya, pengumuman, gitu ya.
20:11Nanti kita lihat manajemennya kira-kira masih lama atau diperbaharui, gitu ya.
20:18Kira-kira integrasinya, konsolidasinya, ekspansi, dengan diversifikasinya terjadi enggak.
20:24Nah, jadi masih ada sebuah kisah yang kita tunggu, gitu.
20:27Oke.
20:28Saya tangkap apa yang disampaikan oleh Pak Erman.
20:30Yang menjadi pertanyaan di sini kan adalah mengenai bagaimana langkah strategisnya.
20:33Seperti apa?
20:34Nah, berarti kalau kita tanya jangka panjangnya proyeksi Anda terhadap saham bayan secara jangka panjang setelah diakuisisi oleh Haji Isam.
20:43Seperti apa ke depannya?
20:44Ya, harusnya sih jadi lebih baik ya.
20:47Harapannya tentu saja saya sih positif ya.
20:49Artinya, dengan adanya Haji Isam kan ya mudah-mudahan ya.
20:54Karena beliau juga orang Kalimantan, nah iup jadi bisa bertambah, gitu ya.
20:58Kemudian kuota juga bisa jadi lebih naik.
21:01Terjadi integrasi dan konsolidasi yang membuat bayan itu lebih, profit marginnya lebih baik karena dia lebih efisien.
21:10Dan pembayaran dividennya bisa meningkat, gitu ya.
21:14Itu harapannya.
21:15Tentu saja harapan seorang investor bahwa dengan adanya new management,
21:19dengan membawa new strategy, at least bisa ekspansi, efisien.
21:24Nah, kemudian langkah selanjutnya kan kalau kita lihat,
21:26batubara ini perlu juga memikirkan diversifikasi usaha.
21:31Banyak yang seperti itu ya.
21:32Contohnya Adaro menjadi alam tree resources, dia main ke renewable energy.
21:37Indica dengan grup Astra juga punya diversifikasi,
21:41tidak hanya ditambang batubara, tapi let's say masuk ke tambang emas, gitu ya.
21:45Nah, jadi kalau buat seorang investor kan tentu saja ingin perusahaannya tumbuh, gitu ya.
21:50Saya melihat positifnya seperti itu.
21:53Tapi kan negatifnya bisa terjadi ya.
21:54Misalkan bawa kontraktor yang lebih mahal,
21:57bawa perusahaan transportasi yang lebih mahal, gitu ya.
22:00Kemudian tidak melakukan ekspansi, gitu ya.
22:03Jadi membuat perusahaannya flat.
22:05Atau yang lebih parah lagi, ya jangan-jangan nanti ada yang exit, gitu ya.
22:09Nah, jadi sudah dibikin harga sahamnya naik, tapi terus exit, ya.
22:12Tidak mempunyai sebuah komitmen untuk memperbesar perusahaan.
22:15Nah, jadi ini yang kita tunggu, gitu ya.
22:17Dengan, apa namanya, melihat growth story, valuasi, dan juga kinerja perusahaan.
22:22Karena investor jangka panjang kan mengharapkannya, ya, quarter report ya.
22:27Sama kayak kita diskusi, ngelihatnya semester pertama dibandingkan semester sebelumnya,
22:32berapa nanti di akhir tahun, dibandingkan dengan akhir tahun sebelumnya,
22:36berapa selama 5 tahun, ini kinerja berapa.
22:39Tapi kan, yang namanya bayan ya, perusahaan batubara itu sangat cyclical.
22:44Jadi kinerjanya tergantung harga, sangat-sangat tergantung harga batubara dan produksi.
22:48Tetapi kan, kalau harga batubara lagi turun, orang melihatnya tonase.
22:53Itu kan yang akan tetap membuat perusahaan stabil, ya.
22:57Nah, karena kemarin tonasenya lagi turun, RKB-nya waktu itu belum dikeluarkan,
23:02ya akhirnya jadi force major.
23:04Ini yang menjadi lagi rame, kan, sehingga harga sahamnya turun banyak.
23:08Tapi setelah itu, kalau RKB sudah disetujui dengan adanya new management,
23:12saya pikir valuasi itu nanti akan tergantung dari new strategy.
23:15Nah, mudah-mudahan itu akan bagus ya, terhadap yang namanya laba, free cash flow,
23:19dan juga dividend yield.
23:21Oke, berarti kita lihat, termasuk dengan tadi situasi integrasi vertikal,
23:25apakah ini bisa terwujud atau tidak?
23:27Seiring dengan berjalan yang waktu ya Pak Erman.
23:29Terima kasih sudah berbagi insight-nya bersama kami di Kompas Bisnis.
23:32Saya Erman Sumirat, dosen SBM, ITB, dan investor.
23:35Selamat pagi Bapak, Assalamualaikum.
23:37Ya, selamat pagi, salam jalan, waalaikumsalam.

Dianjurkan