00:08Kan udah tak sampaikan kalau soal itu, kami menghormati proses hukum yang dilakukan oleh KPK.
00:18Jadi posisi kami menghormati dan mengikuti proses yang ada.
00:30Masih di Satu Majadah Forum, Bung Hensat, masih mewakili pemerintah hadir di DPR, percaya diri seperti khasnya Nusrul Wahid.
00:41Tapi kan bagaimanapun orang akan mengaitkan, kok itu masih jadi menterinya Presiden Prabowo?
00:46Terus kemudian jadi pembicaraan lah, beredar kenapa sih gak mundurkan diri, mundur jadi partai Golkar, tapi dari kementerian yang gak.
00:52Padahal problem, persoalannya kan ada di kementerian yang dia pimpin.
00:55Iya makanya yang paling dirugikan sebetulnya dalam kasus ini adalah Pak Prabowo.
01:01Walaupun dia tidak terlibat, tapi dengan melambatnya proses Nusrul Wahid, pasti orang akan mengait-ngaitkan kenapa kemudian KPK sulit sekali
01:11bergerak.
01:11Apakah ada kaitannya dengan ormas keagamaan yang tadi disebutkan, atau dengan partai Golkar,
01:18atau bahkan, ataukah Sumarekonnya, atau bahkan ada keterlibatan Presiden Prabowo.
01:25Jadi menurut saya Presiden Prabowo harus segera melepaskan kasus Nusrul Wahid ini dari benak masyarakat.
01:33Dengan cara ia melakukan statement yang seperti biasa dia lakukan, bahwa dia akan kejar koruptor sampai Antartika,
01:41dan mempersilahkan KPK segera untuk melakukan hal-hal yang memang perlu dilakukan.
01:46Sebetulnya ketika ada OTT, dari Istana sudah ada statement bahwa Presiden tidak akan mencampuri ini dan memberikan perduga tak bersalah.
01:56Tapi itu kurang.
01:58Saya rasa kurang, karena terus-menerus masyarakat akan terus bertanya,
02:02kenapa kemudian yang ini jadi lama sekali.
02:04Tadi Mas Yogi sudah membandingkan dengan kasusnya Dadan,
02:07bahkan dengan kasusnya Menteri Purbaya yang masih misteri sampai hari ini kan,
02:12begitu cepatnya dia dicopot.
02:15Kasus Dadan malah langsung kemudian ditersangkatkan termasuk wakil-wakilnya.
02:20Itu kan hal yang sangat positif buat Presiden Prabowo.
02:23Termasuk juga kasusnya Febri Adrianseh misalnya.
02:26Tapi yang kali ini nampaknya kasus Nusrul Wahid ini seperti ada hal yang mengganjal.
02:33Dan itu tadi, sangat mungkin terganjalnya karena banyak sekali lembaga-lembaga besar di belakangnya.
02:40Ataukah Presiden sedang menunggu momentum sekalian risafal baru diganti semua, ya kita nggak tahu.
02:45Kemarin sempat beredar risafal yang terjadi hanya Purbaya diganti.
02:49Tentu orang saja.
02:49Kemudian ada lagi ya melantik penggantinya Purbaya, kemudian lain-lainnya masih menunggu.
02:55Bahkan kan banyak posisi yang kosong.
02:57Jadi menurut saya sih Presiden harus segera bergerakkan, toh Menteri Yusriel juga sudah mengatakan bahwa mempersilahkan proses hukum berlangsung.
03:07Jadi seharusnya memang dipercepat.
03:08Suka atau tidak suka, walaupun dikatakan menganut asas peraduga tak bersalah.
03:14Tapi bola liar sudah terlanjur mengalir, sudah terlanjur bergulir dan sudah terlanjur disebut-sebut.
03:20Termasuk petinggi-petinggi di ATR BPN yang kantornya digeledah.
03:23Tapi kenapa kemudian kantor menterinya tidak digeledah.
03:25Nah itu kan menjadi pertanyaan-pertanyaan yang sebetulnya biasa saja masyarakat bertanya-tanya gitu ya.
03:31Kenapa begini, kenapa begitu dan harusnya disegerakan saja.
03:35Termasuk dari Ormas Islam itu, NU kan sudah berkali-kali menyebutkan.
03:40Tapi menurut saya tidak cukup bahwa Ormasnya, Muktamarnya sudah selesai.
03:45Jadi masyarakat kan bertanya-tanya, Muktamar Nahdlatul Utama, Ormas terbesar Islam di Indonesia harusnya bisa lebih transparan.
03:53Dananya dari mana? Karena disebut-sebut nih sekarang, kalau memang Muktamar sudah selesai, Anda juga harus menjelaskan.
04:00Kemarin dananya dari mana?
04:02Jadi sebetulnya hal yang ini memang agak ribet karena menyangkut beberapa kelompok-kelompok besar.
04:09Jadi Pak Saffek Ali, saya rasa NU juga harus bersuara tentang ini, bahwa tidak cukup dengan hanya Muktamar sudah selesai,
04:18ini begini, ini begitu.
04:19Seperti kata Saifullah Yusuf, Bus Ipul yang menjadi ketua pelaksanaan.
04:23Tapi dengan tuduhan-tuduhan kemudian ada pergerakan koper yang katanya juga menuju ke sana,
04:29Maka harus dijelaskan, belum terkonfirmasi, masih sumir, tapi justru itu, itu harus dijelaskan supaya, oh clear di NU.
04:36Dan tidak cukup dari Ketua Panitia Muktamar Jombang ya, bahwa tidak terkait.
04:40Betul sekali. Saya sih mengharapkan memang ada keterbukaan dan transparansi,
04:45tapi yang paling penting Pak Prabowo sedang diderah masalah kepercayaan publik, harusnya kali ini.
04:52Nah ini harusnya Pak Prabowo aktif mengambil posisi untuk.
04:56Ya, dan sesegera mungkin saja seperti yang dia lakukan pada Dadan atau FA atau lain-lainnya.
05:01Oke, sebelum ke Bung Saffek, saya ke Pak Saut.
05:03Pak Saut, kalau di sini kan sebetulnya KPK punya peranan ya, karena banyak pihak-pihak yang perlu dikonfirmasi, diklarifikasi,
05:09karena kan ini terus beredar spekulasinya.
05:11Artinya apa? KPK secara normatif kan cukup memeriksa, memanggil, kemudian menjelaskan kepada publik,
05:17apa sesungguh yang terjadi.
05:18Tapi sampai hari ini enggak, akhirnya KPK sendiri pun yang seharusnya menjadi leading sektor malah kena juga tudingan bojang.
05:24Dan KPK dalam tekanan takut dengan, ini pernah di eranya Pak Saut mengalami hal seperti ini?
05:31Iya enggak pernah, enggak ada yang berani juga kali waktu itu, karena masih independen kan.
05:35Iya waktu itu kan beda, paling marahin Pak Agus, hentikan gitu.
05:39Jadi gini loh, maksud saya kan ada yang diomelin.
05:42Berarti kalau sekarang enggak independen maksudnya?
05:45Iya kan udah beda banget, nature-nya udah beda banget.
05:47Apa? Karena apa?
05:49Ya dia pertama bagian dari pemerintah.
05:51Oke.
05:52Terus kemudian.
05:52Oh baik undang-undang ya?
05:53Iya.
05:54Jadi kalau kita lihat ya, kalau kita lihat bagaimana, kalau kita katakan penyelidikan itu dimulai,
05:59kemudian di sini OTT-nya ya gitu ya.
06:02Ketika penyelidikan itu dimulai, itu pimpinan itu udah tanda tangan di situ.
06:05Dia udah tahu sebenarnya ini yang bakal, kecuali kalau dia enggak baca ya.
06:09Iya, iya.
06:09Kalau saya bacanya biasanya detail baca nih.
06:11Itu dulu di era yang Anda sebut KPK masih independen.
06:14Iya, di situ kelihatan sebenarnya.
06:16Ini nanti arahnya kemana?
06:17Karena nanti kan baru dari situ nanti kemudian ada siapa lagi yang mesti diikuti,
06:22siapa yang harus disadam, ini ketahuan semua nih.
06:26Dari situ terus kemudian muncul di bagian sini tadi setelah OTT.
06:30Itu kan kelihatan, mereka bilang yang gatekeeper-nya empat orang dan seterusnya,
06:36terus uang ini arahnya kemana, terus kemudian kalau kita lihat bagaimana meyakinkan kepada kita
06:42bahwa sebenarnya NW ini harus bertanggung jawab, itu banyak potongan-potongan yang mosek-mosek potongan-potongan itu loh.
06:48Rian Ubu bilang bahwa sebetulnya dari awal konstruksinya sudah ketahuan.
06:51Iya, iya.
06:52Sudah bukan suatu hal yang sulit untuk memanggil seorang menteri misalnya.
06:55Nah, ketika kemudian terjadi di sini, setelah OTT malamnya mereka konferensi pers,
07:00sebelum mereka konferensi pers, malamnya kan ekspos dulu.
07:02Di ekspos itu sebenarnya penyelidik-penyidik itu sudah menjelaskan kepada pimpinan,
07:07Pak ini menurut...
07:07Sampai kemana?
07:08Oh iya, ini kemana Pak, apa yang harus kita lakukan?
07:11Saya khawatir di sini sudah dimitigasi.
07:13Tetapi kemudian beberapa penyelidik-penyidik ini menjelaskan kepada publik lewat juru bicara.
07:19Apa yang disampaikan juru bicara itu bagi kita jelas kok tanggung jawabnya NW ini ada kok.
07:23Dia harus bertanggung jawab di situ.
07:24Jadi artinya pertanyaan kita adalah, ini nanti kita bisa lihat nih,
07:29sebenarnya yang menghalang-halangin penyidikan lebih lanjut ini siapa nih?
07:32Karena waktu dia ekspos malam itu, ketika kemudian harus ditahan dan seterusnya,
07:35sebelum dia pakai baju orange itu, itu sudah jelas.
07:38Apa berikutnya? Nah ini yang kita tidak tahu, itu satu.
07:41Kedua, karena memang high profile person ini terkait dengan banyak institusi,
07:46tidak menutup kemungkinan juga memang kan,
07:48dia kan mencari ketika orang mulai tersangka ini kan macam-macam Pak.
07:52Ada pistiwa Bapau lah, apa yang ada-apa gitu kan banyak tuh.
07:55Ya kan? Nah ini kita kan nggak tahu, ini yang bersangkutan kemana.
07:59Sehingga kemudian terjadi perubahan,
08:01yang tadinya KPK Transparan menjelaskan,
08:04itu eksposinya dia bilang loh, ini orang dekatnya.
08:07NW.
08:08Loh, ngapain juga dia ngomong kayak gitu?
08:10Kita juga nggak tahu dia mau dekat mau nggak.
08:12Nah itu kan pingin terbuka.
08:13Belakangnya kok jadi seperti ada kayak kabut lagi yang menutupi.
08:18Tertahan bahkan, sudah selanjutnya hari ini.
08:20Apakah ada peristiwa-peristiwa Bapau-Bapau yang lain?
08:22Yang memungkinkan, kemudian mereka,
08:25loh di Bapau bukan malah tambah kenceng.
08:27Kita di Bapau waktu itu Pak, kita kenakan mengelangi penyidikan.
08:31Nah sekarang ada nggak ini?
08:34Saya mau nanya kepada Safiq Ali,
08:36karena tadi disebut-sebut ini Ormas mesupun tidak ada kaitannya,
08:38tapi ya bisa jadi, karena bagaimanapun kan NU ini kan besar sekali.
08:43Mungkin pimpinan sekarang agak-agak takut juga,
08:46makanya agak sungkan lah gitu.
08:47Sekali lagi, demi menjaga maruah organisasi NU
08:51yang sangat besar jasanya buat Indonesia,
08:53menurut Anda apa sih yang harus dilakukan konkret?
08:56Kalau pengurus belum terbentuk,
08:58paling nggak siapalah mereka-mereka yang masih merasa memiliki NU
09:01untuk menanggapi ini?
09:02Perlu nggak juga dijelaskan kemarin muktamar dananya dari mana?
09:06Silahkan, itu pertanyaan dari Hensat.
09:08Mungkin ya, gue mungkin.
09:09Yang pertama yang harus dilakukan, saya kira ya,
09:13ya NU benar-benar kembali ke kita
09:14dengan salah satu caranya adalah
09:16tidak memasukkan para politisi-politisi dalam kepengurusan.
09:21Itu clear?
09:21Kalau yang kaitannya dengan disebut-sebut nih,
09:24dikait-kaitkan ada laykusur atau apa gitu?
09:26Saya kira dikait-kaitkan,
09:27ini kan kemudian warga NU semua saya kira dirugikan,
09:31karena kan citra nama baiknya kan dipertaruhkan,
09:34karena apapun bahwa Nusro dikenal sebagai kader NU,
09:37karena dari zaman muda, pernah jadi ketua ansor dan seterusnya.
09:41Tetapi, pastikan langkah-langkah politik dia sebagai menteri,
09:45ya praktis kan nggak diketahui oleh para warga NU,
09:48pengurus NU.
09:50Nah, justru kan NU saya kira justru menunggu,
09:52apa temuan-temuan KPK?
09:54Justru kalau KPK menemukan hal-hal yang memang itu terkait dengan NU atau muktamar NU,
10:02justru menjadi penting buat GK itu informasi yang sangat penting,
10:06untuk mengetahui seberapa besar muktamar kemarin itu memang dipengaruhi,
10:11atau dikendalikan oleh para politisi.
10:13Tadi dikatakan kalau soal kepanitiaan,
10:16saya tidak yakin kalau Nusro misal ikut membiayai muktamar,
10:24kepanitiaan muktamar ya,
10:26kepanitiaan muktamar.
10:27Saya juga bagian dari panitia muktamar,
10:29kemarin saya koordinator acara, protokoler,
10:33jadi saya tahu kondisi kepanitiaannya.
10:35Saya bisa bilang mungkin sebagai kepanitiaan,
10:39mungkin muktamar kemarin termasuk paling sederhana,
10:43di pondok, ruangan semua sudah terkendalikan.
10:45Sehingga agak susah menjelaskan ada uang sisa 3 koper 100 miliar lebih.
10:49Tetapi kalau dalam konteks non-panitia,
10:52dan Nusro bukan panitia,
10:54Nusro bukan bagian dari kepanitiaan.
10:56Tapi kalau dalam konteks mungkin sebagai tim sukses,
11:00lain lagi.
11:01Tim sukses ada kaitannya.
11:03Mungkin lain lagi.
11:04Penghasis dapatkan perspektifnya.
11:05Ya, paham, paham.
11:06Kira-kira itu.
11:07Tapi kalau lanjutkan.
11:09Ya, sebagai tim sukses mungkin saja.
11:11Tetapi ini kan harus dibuktikan,
11:13dan justru kita menunggu apa temuan KPK.
11:16Saya misal secara pribadi,
11:18ya mendengar banyak sekali cerita,
11:20saya kira sudah banyak sekali kader NU yang mendengar memang
11:22ada uang, ada yang ditawarin,
11:25ada yang sudah menerima,
11:26ada yang mengembalikan,
11:27dan ada banyak sekali informasi artinya bahwa
11:31memang ada uang,
11:32di Muktamar NU,
11:33tapi bukan dalam konteks panditia,
11:35tadi Ibu Henry ya,
11:36tapi dalam konteks bahwa tim sukses.
11:37Tim sukses.
11:39Tapi bahwa ini uang dari mana,
11:40apakah uang sumbangannya kolega,
11:43sumbangannya teman.
11:44Tim sukses memang kaitan saja dengan uang,
11:45atau yang biasa disebut logistik gitu ya.
11:47Ya.
11:47Terjadi juga ya di Muktamar.
11:49Ya, terjadi juga.
11:50Ya, pada dasarnya harus kita akui,
11:53ini sebagai refleksi ya,
11:55ya reformasi ini juga kayak,
11:58membawa hal-hal yang tidak sepenuhnya baik
12:01buat kehidupan masyarakat sipil,
12:03termasuk organisasi keagaman seperti NU.
12:05Oke.
12:05Karena apa?
12:06Ya, sejak reformasi relatif mungkin,
12:09di organisasi NU juga mengenal uang.
12:11Kalau zaman Gus Dur sebelumnya,
12:13enggak ada uang di NU.
12:14Tapi setelah reformasi,
12:15banyak orang NU jadi politisi,
12:16jadi anggota DPR,
12:18jadi bupati,
12:18jadi gubernur,
12:19dan macam-macam.