Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Dugaan aliran dana kasus korupsi di lingkungan Kementerian ATR/BPN ke Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama atau NU di Jombang terus menjadi sorotan.

KPK menyatakan informasi mengenai dugaan penggunaan uang dalam perkara tersebut untuk kegiatan Muktamar NU akan menjadi bahan pendalaman penyidik.

Namun, dugaan tersebut telah dibantah oleh Saifullah Yusuf (Gus Ipul) yang merupakan Ketua Panitia Muktamar.

Gus Ipul menegaskan tidak ada kaitan antara kasus yang tengah ramai dibicarakan dengan Muktamar NU.

Sementara itu aktivis NU Savic Ali melihat polemik tersebut sebagai pelajaran bagi NU, khususnya terkait keterlibatan politisi dalam struktur kepengurusan organisasi.

Menurut Savic, keterlibatan politisi dalam kepengurusan PBNU berpotensi menimbulkan persoalan ketika terjadi kasus yang menyeret nama seorang politisi.

Savic kemudian mendorong adanya pemisahan antara aktivitas politik dan kepengurusan organisasi NU.

Menurutnya, posisi sebagai anggota partai sebaiknya tidak dibarengi dengan jabatan dalam kepengurusan harian PBNU.

Savic kemudian menyoroti nama Nusron Wahid yang sebelumnya disebut-sebut sebagai salah satu calon kuat dalam penyusunan kepengurusan PBNU.

Menurutnya, kasus yang berkaitan dengan Nusron menjadi momentum untuk melihat kembali batas antara jabatan publik, politik, dan kepengurusan organisasi.

"Ya, pertama saya kira bahwa dengan apa yang menimpa kasus yang tersangkut dengan Nusron Wahid. Kita kan menyaksikan betapa bahayanya saya kira memasukkan politisi-politisi yang punya tanggung jawab publik besar terhadap seluruh bangsa ini, seluruh elemen ini untuk menjadi pengurus partai politik," ungkapnya.



Bagaimana menurut Anda? Tuliskan di kolom komentar.

Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/jH5kQkhFulA

Baca Juga Nusron Wahid Belum Diperiksa KPK soal Dugaan Korupsi di ATR/BPN, Saut Situmorang: Aneh | SATU MEJA di https://www.kompas.tv/talkshow/692293/nusron-wahid-belum-diperiksa-kpk-soal-dugaan-korupsi-di-atr-bpn-saut-situmorang-aneh-satu-meja


#nusronwahid #korupsi #menteriprabowo

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/692301/kasus-nusron-hingga-dugaan-aliran-dana-muktamar-savic-ali-politisi-jangan-masuk-pbnu-satu-meja
Transkrip
00:00Karena bicara soal Ormas, sudah ada Safiq Ali.
00:06Bung Safiq, kan gini, disebut-sebutlah akhirnya, disebutlah ini uang ini mengalir dan sebagainya.
00:13Belum ada konfirmasi, Panitia Muktamar Jombang-Jombang mengatakan tidak ada urusannya,
00:18termasuk juga Saifelo Yusuf, Menteri Sosial yang Ketua Panitia.
00:21Dan kita dengarkan dulu pernyataan Saifelo Yusuf.
00:28Tapi sebagai Ketua Panitia, saya pastikan ya, tidak ada kaitan kasus yang sedang rame dibicarakan ini dengan Muktamar ini.
00:41Saya pastikan itu tidak ada hubungannya, tidak ada kaitannya, dan sekali lagi Muktamarnya sudah selesai.
00:49Ya makanya saya pastikan itu tidak ada.
00:51Saya pastikan itu tidak ada, dan saya berharap jangan membangun opini-opini yang seakan-akan terkait dengan Muktamar, terkait dengan
01:02peserta Muktamar.
01:06Ada aliran-aliran yang berkaitan dengan Muktamar.
01:09Itu semua menurut saya harus didasarkan dengan bukti.
01:14Kita tunggu saja penjelasan resminya nanti dari KPK.
01:21Oke, tadi clear, tidak ada kaitannya Ketua Panitia.
01:25Tapi Anda sebagai aktivis NU pernah ada di keputusan PBNU.
01:29Menurut Anda dalam situasi seperti ini apa yang harus dilakukan dari tokoh-tokoh NU?
01:33Ini bicara soal marwah lembaga dengan jumlah yang ikut toko banyak.
01:39Ya mungkin ini jadi satu pelajaran lagi ya.
01:42Bisa lebih mendekat ke Mike Mas.
01:46Ini saya kira generasi NU, organisasi masyarakat NU, Nahdin dapat satu pelajaran lagi bahwa memang saya kira menggabungkan gitu ya.
01:58Politisi-politisi dalam kepengurusan PBNU itu bermasalah.
02:05Punya potensi masalah.
02:06Saya lama menemukan bahwa harusnya ya dipisah PBNU, kita harus dicari generasi-generasi kader-kader yang memang tidak aktif politik.
02:13Yang mengaktif politik ya silahkan di partai.
02:16Ada banyak sekali partai yang PKB yang lahir dari NU, ada P3 yang cukup punya sejarah dengan NU,
02:22dan ada banyak partai lain yang juga membuka diri terhadap kader-kader NU.
02:25Saya kira tidak ada alasan yang cukup sebenarnya untuk politisi-politisi ini memaksakan dirinya untuk selalu aktif di NU dengan
02:35alasan khidmah.
02:36Karena yang terjadi ketika terjadi kasus-kasus seperti ini selalu dikaitkan, selalu dikaitkan.
02:39Kita tidak pernah tahu. Saya kira NU secara organisasi atau masyarakat nahdiin tidak dapat keuntungan apapun.
02:45Saya kira dari langkah-langkah politisi yang seperti itu, tetapi mendapatkan konsekuensinya, ikut kena getahnya.
02:54Tapi sebenarnya kalau bicara soal ormas Islam ya, dia ada dimanapun dan boleh bergerak di organisasi apapun termasuk partai politik.
03:02Tidakkah Anda melihat bahwa ini lebih kasus saja orang per orang, bukan aturannya memperbolehkan.
03:08Kan kalau lihat seperti itu kan akhirnya ada pembatasan.
03:11Padahal NU atau ormas Islam lain itu kan boleh saja berkarya dimanapun.
03:15Yang penting demi kemasalahan umat gitu.
03:18Sebagai anggota boleh.
03:19Tapi memang dalam kepengurusan bahkan di PBNU sendiri kan memang sudah sempat muncul aturan perkumpulan.
03:27Pengurus partai politik tidak boleh merangkap sebagai pengurus harian.
03:32Artinya itu ada kesadaran untuk bagaimana khidtoh NU itu diwujudkan dengan lebih baik-lebih baik seterusnya.
03:39Padahal nama Nusron Wahid ini disebut-sebut calon kuat.
03:44Iya, karena dia bagian dari sukses.
03:46Sementara Anda mengatakan bahwa lebih baik jangan masuk ke pengurusan, anggota boleh gitu.
03:50Iya, kalau anggota kan masih tetap sebagai anggota.
03:54Walaupun NU itu sebenarnya kan gak ada KTA juga.
03:56Oke.
03:56Jadi para diskusnya.
03:57Sekali lagi saya ingin memastikan.
03:58Karena ini kaitannya dengan itu.
03:59Kalau demikian partai politik atau anggota partai politik sepertinya tidak masuk ke pengurusan PBNU.
04:04Iya.
04:04Apa poin Anda yang paling penting untuk paling tidak didengar?
04:08Ini kan kalau gak salah minggu depan mau diumumkan.
04:09Iya, pertama saya kira bahwa dengan apa yang menimpa kasus yang tersangkut dengan Nusron Wahid ini.
04:19Kita kan menyaksikan betapa bahayanya saya kira memasukkan politisi-politisi yang punya tanggung jawab publik besar terhadap seluruh bangsa ini.
04:27Seluruh elemen ini untuk menjadi pengurus partai politik.
04:30Karena apa?
04:31Ya politik dan kekuasaan itu tends to corrupt.
04:35Beberapa waktu lalu saya podcastan sama Pak Sarmuji Golkar.
04:39Dia juga mengakui kekuasaan itu punya logikanya sendiri.
04:43Sehingga memang sulit dihindari kurang lebih seperti itu.
04:47Or tentu corrupt dan ya sudah semestinya ada garis yang...
04:53Pernyataan Anda ini pasti akan berdampak kepada penyusunan pengurus apalagi.
04:56Ya semestinya begitu.

Dianjurkan