Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden Prabowo Subianto kembali menggelar rapat terbatas terkait penanganan bencana secara hybrid melalui konferensi video dari Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/9/2026).

Rapat secara khusus membahas perkembangan terkini kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan dan Sumatera.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto kemudian melaporkan perkembangan penanganan karhutla di Sumatera dan Kalimantan. Hingga Rabu sore masih terdapat 209,78 hektare lahan yang terus dalam proses pemadaman oleh tim di lapangan.

Video editor: Aqshal

#prabowo #karhutla #bnpb

Baca Juga Imbas Karhutla, Kualitas Udara Kota Pontianak Masuk Kategori Berbahaya | KOMPAS SIANG di https://www.kompas.tv/regional/692173/imbas-karhutla-kualitas-udara-kota-pontianak-masuk-kategori-berbahaya-kompas-siang



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/692289/prabowo-terima-laporan-penanganan-karhutla-sisa-209-78-hektare-terus-dipadamkan
Transkrip
00:00Yang terhormat Bapak Presiden telah hadir melalui Zoom Meeting Kepala BNPB, kemudian Kepala BMKG.
00:07Pada siang hari ini Bapak Presiden menginginkan laporan terkini dari Bapak Kepala BNPB terkait kondisi kebakaran hutan dan lahan di
00:16Kalimantan,
00:18khususnya Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, serta Kalimantan secara keseluruhan, kemudian juga di Sumatera.
00:24Dipersilakan Bapak Kepala BNPB.
00:27Terima kasih.
00:30Bismillahirrahmanirrahim.
00:31Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
00:35Yang terhormat Presiden,
00:37yang terhormati Bapak Kepala BNPB dan Bapak Sekretaris Kabinet.
00:41Kami izin beraporkan Bapak Presiden,
00:44saya langsung laporkan kejadian hari ini.
00:49Kami laporkan untuk Sumatera dan Kalimantan.
00:53per hari ini kami laporkan luas yang terbakar kemarin itu 1.212,52 hektare.
01:05Mohon ditayangkan slide-nya.
01:11Kemudian yang sudah berhasil dipadangkan, Bapak Presiden,
01:16satu hari kemarin,
01:19ada 1.002,74 hektare.
01:24sehingga yang tadi pagi sampai siang sampai sore ini sedang dipadangkan jumlahnya 209,78 hektare.
01:35Dari 209,78 hektare,
01:39sementara yang terluas ada di Kalimantan Selatan yang masih terbakar,
01:45seluas 63,16 hektare.
01:49Sementara yang terendah ada di Kalimantan Barat, Bapak Presiden,
01:54yaitu 11,74 hektare.
01:57Jadi kesimpulannya kami laporkan,
01:59saat ini per hari ini terdapat 209,78 hektare yang masih dipadangkan terus.
02:07Ini kami ikuti terus hari per hari,
02:09sehingga kami upayakan setiap hari yang dipadangkan itu besar,
02:15sehingga yang timbul kebakaran baru,
02:19itu tidak membuat setiap hari meningkat terus untuk yang kebakarannya.
02:24Kemudian yang kedua kami laporkan,
02:26meskipun tinggal 209,78 hektare di seluruh Sumatera dan Kalimantan yang sekarang terbakar,
02:35ini kelihatannya sudah sangat sedikit,
02:38tetapi karena OMC,
02:41terutama di Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat,
02:44ini tidak dapat dilaksanakan secara maksimal,
02:47sehingga mengakibatkan di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat ini asapnya cukup tebal, Pak Presiden.
02:53Ini juga mengganggu penerbangan komersil, kemudian operasi udara, dan waterbombing.
03:02Tapi kami pastikan,
03:03produk kehidupan masyarakat ini berjalan normal,
03:07jadi lalu lintas, toko-toko, rumah makan, dan lain sebagainya juga,
03:12biasa, Pak Presiden, tidak ada yang terganggu,
03:15hanya memang untuk luar masuk,
03:17khususnya di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat,
03:19ini yang sedikit terganggu.
03:21Kami akan terus melaksanakan kegiatan dengan maksimal,
03:25dan kondisi poin 1 dan 2 ini,
03:29kami yakinkan ini akan berakhir ketika
03:32paling cepat pertahanan Oktober 2026,
03:36dan paling lambat minggu ketiga November 2026.
03:40Demikian, Pak Presiden, yang kami laporkan untuk perkembangan hari ini.
03:43Selanjutnya, mohon petunjuk, mohon arahan.
03:45Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
03:55Terima kasih telah menonton!
04:26Terima kasih telah menonton!

Dianjurkan