00:00Saudara ke informasi lainnya
00:04dimana sebuah tradisi yang merekatkan kebersamaan masih terjaga di Kabupaten Perahu, Kalimantan Timur hingga saat ini
00:10tradisi ini disebut baturunan parau atau menurunkan perahu menjadi warisan budaya yang tidak sekedar menandai perayaan hari jadi
00:19namun juga menghidupkan kembali semangat gotong royong masyarakat
00:24supaya mendapatkan hasil banyak bisa menjadi penghasilan atau kuat
00:29sejumlah tetua adat terlebih dahulu menjalankan prosesi menyarandu
00:34dalam bahasa setempat bermakna memberi sesaji yang dilanjutkan dengan doa bersama
00:39doa dipanjatkan sebagai ungkapan permohonan kepada Tuhan
00:43agar perahu dan para pendayungnya diberi kekuatan
00:46serta keselamatan saat mengarungi sungai
00:49sekaligus diharapkan mampu membawa kemenangan ketika bertanding
00:55perahu seberat lebih dari 300 kg itu kemudian diangkat bersama-sama
00:59lalu perlahan diturunkan ke sungai sega
01:02ritual inilah yang dikenal sebagai baturunan parau
01:08atau tradisi menurunkan perahu panjang milik kesultanan Gunung Tabur
01:12tradisi ini menjadi salah satu rangkaian dalam peringatan hari jadi ke-73 Kabupaten Berau
01:19sekaligus hari jadi ke-216 Kota Tanjung Redem
01:24baturunan parau menyimpan pesan tentang menjaga kebersamaan dan semangat gotong royong
01:30persi berturunan yang zaman sekarang kita kita melakukan apa namanya
01:35saling bantu membantu saling menolong sesama dengan apa dengan reda ya dengan ihlas seperti itu
01:43nah ini kita angkat berturunan dengan menurunkan perahu yang kita lihat sekali
01:47kepompakan dan antusias masyarakat saling membantu
01:51makna yang kita ambil dari sini adalah sebuah kebersamaan sebuah kebersatuan
01:55dalam hal menapung tawari perahu, membuat perahu sampai dengan menurunkan perahu
02:00yang insya Allah lalu dilanjutkan dengan lomba perahu
02:04itu adalah makna sebuah kebersamaan warga masyarakat yang ada di Kabupaten Berau
02:11rangkaian baturunan parau ditutup dengan doa bersama
02:14selanjutnya masyarakat dan pemerintah setempat kembali berkumpul
02:18menikmati hidangan yang telah disajikan
02:21suasana semakin meriah dengan penampilan sejumlah tarian khas
02:24etnis Melayu Banua
02:26Tim Liputan, Kompas TV, Berau, Kalimantan Timur
Komentar