Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV Menteri Keuangan (Menkeu) RI, Suahasil Nazara mengungkapkan program MBG makin tepat sasaran.

"Kita melihat bahwa program MBG ini saat ini semakin tepat sasaran, didukung oleh reformasi Badan Gizi Nasional yang secara gencar diumumkan dalam beberapa waktu terakhir," ujar Menkeu Suahasil dalam APBN KiTa pada Jumat (18/9/2026).

"Kementerian Keuangan itu mendukung sekali reformasi BGN. Pak Kepala BGN koordinasi sangat erat dengan kami," lanjutnya.

Baca Juga Momen Menkeu Suahasil Acungkan Jempol Jelang Perdana Paparkan APBN KITA di https://www.kompas.tv/nasional/691417/momen-menkeu-suahasil-acungkan-jempol-jelang-perdana-paparkan-apbn-kita

#menkeu #suahasilnazara #apbn2026 #breakingnews #ekonomi #rupiah

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/691421/menkeu-suahasil-beber-mbg-makin-tepat-sasaran-reformasi-bgn-gencar-diumumkan
Transkrip
00:00Yang suka jadi pertanyaan berikutnya adalah makan bergizi gratis, Rp134,2 triliun selama 8 bulan pelaksanaan APBN 2026, track record
00:14pelaksanaannya bisa dilihat dari bulan Januari sampai dengan track record realisasi anggaran.
00:19Bisa dilihat dari Januari sampai dengan Agustus dan kita melihat bahwa program MBG ini saat ini semakin tepat sasaran didukung
00:29oleh reformasi badan gizi nasional yang secara gencar diumumkan dalam beberapa waktu terakhir.
00:36Karena itu kementerian keuangan itu mendukung sekali reformasi BGN, kepala BGN koordinasi sangat erat dengan kami karena BGN ketika melakukan
00:47reform itu ada hal-hal yang perlu kita setel.
00:50Tapi teman-teman saya rasa sudah meng-cover juga bahwa reformasi BGN yang terbaru itu termasuk adanya kewajiban sertifikat laik
01:00hijen sanitasi.
01:02Ada penutupan SPPG telah dilakukan, ada penataan wilayah 3T, SPPG di daerah 3T dengan stunting tinggi dan diprioritaskan untuk kelompok
01:153B,
01:16Balita, Ibu Hamil, dan Ibu Menyusui, dan Santri.
01:21Jadi penataan-penataan ini semua adalah reform yang sangat baik membuat menjadi lebih tepat sasaran termasuk yang terakhir target oleh
01:30BGN itu juga ada reformnya.
01:32Penentuan penerima manfaat ini sekarang dilakukan oleh BGN supaya lebih optimal.
01:38Jadi kita menyambut baik reform di BGN ini sehingga kita bisa melakukan lebih tepat sasaran uang rakyat yang dipakai untuk
01:47makan bergizi gratis menjadi betul-betul kena kepada yang membutuhkan.
01:53Berikutnya belanja TKD, teman-teman media semuanya, inerjanya adalah telah disalurkan 504,3 triliun rupiah kepada alokasi TKD.
02:08Teman-teman media memahami bahwa alokasi awal TKD kita di APBN yang awal adalah 693 triliun.
02:17Saat ini kita selalu mendengarkan apa yang aspirasi yang disampaikan oleh daerah.
02:24Ada bencana, tambah.
02:26Itu dilakukan di tambahan TKD 10,6 triliun.
02:31Sudah ada keputusan Menteri Keuangannya, sudah disalurkan, sudah ditransfer.
02:36Lalu kemudian sejumlah pemerintah daerah juga mengatakan ada beberapa kesulitan yang perlu ditangani.
02:42Maka ditambah lagi yang untuk non-bencana, 18,9 triliun.
02:48Sudah dikeluarkan keputusan Menteri Keuangannya, 198 tahun 2026.
02:54Karena itu sebenarnya alokasi TKD saat ini adalah 715,34 triliun.
03:00Ini yang akan kita lihat terus, kita salurkan secara tepat waktu sehingga pemerintah daerah bisa terus menjalankan kegiatan pemerintah daerah.
03:11Namun yang juga penting untuk kita pahami adalah bahwa penyaluran TKD itu adalah bagian dari strategi fiskal nasional.
03:20Karena yang namanya APBN dan APBD itu merupakan satu kesatuan upaya negara membangun daerah dan memberikan layanan publik.
03:31Jadi APBD yang dapat alokasi 504,3 triliun itu dari APBN.
03:41Karena itu cara pandang kita APBN dan APBD itu satu kesatuan.
03:45Nah, dengan demikian kita berharap bahwa yang disalurkan lewat TKD,
03:49dikoordinasikan oleh pemerintah daerah,
03:52yang dari APBN langsung in press jalan, in press jembatan,
03:57atau kegiatan lainnya termasuk MBG dan yang lain adalah langsung dari APBN.
04:01menjadi satu di perekonomian Indonesia demi masyarakat kita.
Komentar

Dianjurkan