00:00PEMBICARA 1
00:47PEMBICARA 1
01:05PEMBICARA 1
01:18PEMBICARA 1
01:45PEMBICARA 1
01:47PEMBICARA 2
01:50PEMBICARA 1
01:51PEMBICARA 2
01:53PEMBICARA 2
02:02PEMBICARA 2
02:05juga sudah mulai nanti time series-nya komplit gitu.
02:09Tapi mungkin penjelasan kami nanti lebih di akhir Agustus.
02:18Saya ditemani oleh Pak Wamen Yudagung dan seluruh pejabat Tesalon 1
02:24yang nanti juga akan siap untuk merespons kalau ada yang perlu didalami.
02:33Nah teman-teman media seperti biasa kalau kita lihat APBN kita
02:39tentu gambar besarnya adalah pendapatan, belanja, dan pembiayaan.
02:46Di akhir Agustus 2026 kinerja APBN kita itu tetap kuat dengan terus slide-nya tolong putin.
03:00Sehingga akhir Agustus kinerja APBN itu tetap kuat dengan keseimbangan primer yang positif,
03:05defisit tetap dalam batasan yang terkendali.
03:08Dan ini artinya memang perjalanan APBN-nya relatively kontrak.
03:14Pendapatan negara Rp. 2055,6 triliun, 65% dari target.
03:19Belanja negaranya Rp. 2.295,
03:22maka defisitnya adalah Rp. 240,1 triliun,
03:27yang artinya adalah 0,93% dari PDB kita.
03:34Nah kondisi ekonomi dunia, kondisi perekonomian kira-kira seperti ini.
03:39Teman-teman media, kita selalu sangat memperhatikan apa yang terjadi di global.
03:47Memperhatikan apa yang terjadi di global itu menjadi penting untuk kita mensiapkan antisipasi perekonomian Indonesia.
03:56Dan salah satu antisipasinya adalah antisipasi yang harus dilakukan oleh APBN.
04:02Nah dinamis sekali ini dunia ini.
04:04Geopolitiknya eskalatif, kita baca bagaimana konflik Timur-Tengah itu masih berlanjut.
04:11Dia malah tambah seru.
04:15Di tengah-tengah itu, dua hari yang lalu,
04:19banyak yang sudah melaporkan juga bahwa Fed menaikkan suku bunga.
04:25Tentu inilah antisipasinya di sisi Amerika.
04:29Karena dia mengantisipasi dari perekonomian Amerikanya sendiri.
04:34Nah, di sisi lain, sebelah kanan atas, indikator volatilitas, ada banyak indikator volatilitas.
04:42Ini terlihat ada yang bergeraknya divergen.
04:46Itu yang sebelah tengah itu, yang abu-abu, naik cepat.
04:50Tapi kalau yang biru, dia trade policy uncertainty index, ya dia flattening.
04:55Tapi ini artinya ada tanda-tanda yang wait and see.
05:01Karena itu, kalau kita rekap secara keseluruhan,
05:05kondisi, pernyataan, atau antisipasi dari banyak,
05:11itu mengantisipasi suku bunga itu akan higher for longer.
05:16Karena Amerika baru naikin, baru menaikkan dia ke 5%.
05:19Nah, teman-teman sekalian, di tengah situasi itu kita selalu memperhatikan juga Indonesia ada di mana.
05:28Kalau kita sudah lihat Indonesia,
05:32Master 1, 5,45%,
05:35lalu kemudian kita dapat angka kemarin,
05:38inflasi 3,19%,
05:41itu adalah angka-angka yang cukup memberikan confidence kepada kita bahwa
05:47perekonomian Indonesia itu stay resilient.
05:52Indonesia itu tetap resilient, perekonomiannya, gerak ekonominya,
05:57gerak di masyarakat, transaksi yang ada di masyarakat.
06:02Itu gerak ekonomi itu transaksi,
06:04juga gerak investasi, gerak konsumsi, dan seterusnya.
06:08Nah, ini terjadi di tengah-tengah proyeksi pertumbuhan global
06:13yang kita lihat diproyeksikan agak ada moderasi,
06:19dan pertumbuhan partner utama Indonesia tapi masih bervariasi.
06:23Kita lihat India, Vietnam, Singapura, Malaysia itu oke,
06:29tapi seperti kalau Tiongkok ya sekitar Indonesia.
06:33Nah, ini yang terus kita perhatikan ketika kita mengelola APBN-nya.
06:38di kesempatan lain, saya yakin teman-teman juga memantau variable-variable yang lain,
06:43seperti, oh nanti saya akan punya slide yang tentang capital inflow dan seterusnya.
06:51Berikutnya, harga komoditasnya dinamis.
06:54Nah, kenapa ini selalu kita sampaikan?
06:57Kenapa ini selalu kita sampaikan?
06:59Beberapa, ini hanya beberapa saja.
07:01Minyak, CPO, nikel, batubara, emas, tembaga.
07:06Karena harga-harga komoditas yang seperti ini memiliki efek pada pendapatan dan belanja negara kita.
07:13Memiliki efek kepada gerak transaksi dan gerak ekonomi kita.
07:19Kalau minyak brand itu naik, maka bukan saja subsidi yang naik,
07:25tapi penerimaan juga ada kenaikan.
07:27Tapi, kita mesti waspadai.
07:30Kalau CPO naik, penerimaan bisa meningkat.
07:34Kalau harga CPO-nya naik.
07:36Karena ada baik pajak yang biasa maupun penghutan ekspor.
07:41Kalau batubara naik, bisa ada peningkatan.
07:44Emas, tembaga, dan seterusnya.
07:46Namun, ada juga yang memiliki dampak kepada belanja yang juga meningkat.
07:53Ini yang kami perhatikan secara terus-menerus dan enam harga ini menunjukkan
08:00dan sampai jumpa di video selanjutnya.
Komentar