Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
"Orang Lapar Tak Bisa Nunggu!" - Prabowo Buka-Bukaan Soal Risiko Politik & Program Prioritas

Presiden Prabowo Subianto menegaskan kesiapannya untuk menanggung seluruh risiko politik dari pelaksanaan berbagai program prioritas pemerintah secara bersamaan.

Program unggulan tersebut mencakup Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, Koperasi Desa Merah Putih, serta pencapaian swasembada pangan dan energi.

"Everything has risk, tapi yang penting begini. Orang lapar itu tidak bisa nunggu lama," kata Prabowo saat menekankan pentingnya eksekusi cepat bagi rakyat.

Langkah berani ini diambil karena beliau menganggap setiap tantangan yang ada merupakan bagian tak terpisahkan dari tanggung jawab menjalankan program yang telah ditetapkan.

#PrabowoJawabResikoProgramPrioritas #ProgramMBG #PolemikProgramMBG

Creative/Video Editor: Aqilah/Michael
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00Secara bersamaan Bapak memilih tancap gas untuk menjalankan program-program prioritas yang ada.
00:06Kita tahu program prioritas Bapak seperti makan bergizi gratis, kemudian kopdes merah putih, sekolah rakyat, suasem bada pangan, suasem bada
00:13energi.
00:14Semua program prioritas di gas dilakukan secara bersamaan pada periode pertama ini.
00:21Ini tentu saja Pak menimbulkan resiko politik kalau di lapangan terjadi masalah ataupun belum berjalan secara maksimal.
00:30Apakah Bapak sudah menghitung resiko-resiko politik ini mengingat ada beberapa hasil survei Pak yang muncul, yang dipublikasikan ataupun yang
00:42tidak dipublikasikan.
00:43Itu memotret penurunan angka kepuasan publik terhadap kinerja presiden dan juga kinerja pemerintah.
00:49Saya bacakan ya Pak ya, angka kepuasan publik terhadap kinerja presiden berada di kisaran 40-50 persen.
00:55Itu dari beberapa lembaga survei.
00:57Anyway, saya bekerja untuk rakyat. Saya disumpah, menurut saya ini keyakinan, ya nanti pada saatnya rakyat yang akan memutuskan apa
01:12saya dikasih mandat lagi atau tidak.
01:14Tapi bahwa ada resiko-resiko politik yang Bapak harus tanggung begitu karena menancapkan semua program-program prioritas secara bersamaan, Bapak
01:22sudah menghitung resiko politik itu ya?
01:25Hidup adalah selalu risiko. Anda naik mobil itu risiko. Iya kan? Apa Anda yakin naik mobil Anda tidak ketabrak?
01:34Semuanya ada risiko. Tapi yang penting begini Pak ya, orang lapar itu nggak bisa nunggu lama.
01:51Orang lapar di negara seperti kita yang berani masuk G20, saya pribadi saya tidak terima.
02:08Jadi kalau Anda bilang saya ngegas, iya. Saya beri waktu tadinya sebuah-sebuah lapangan 4 tahun.
02:17Tapi terus saja saya harus mengakui. Saya punya tim pertanian, saya punya menteri pertanian yang hebat.
02:27Saya beruntung, saya tadinya nggak kenal dia. Dia bukan partai saya. Saya benar-benar saya tidak kenal Pak Amran.
02:40Tapi saya dua-tiga kali saya lihat pemikiran fidatu dia, ini cocok.
02:48Dari 4 tahun dia bisa hasilkan suasana pendapatan 1 tahun. Ini kan luar biasa ini. Itu yang saya sedih ya.
02:57Ini ada pakar-pakar yang menganggap dirinya pintar. Dia tidak mau mengakui prestasi bangsa. Padahal dia nikmati.
03:11Saya, hati saya saja sudah. Saya kerja untuk rakyat itu saja. Bagi saya dan tim saya dan menteri-menteri saya.
03:19Jadi, apa ya, risiko ada tapi saya percaya dengan evidence dan kebenaran.
03:28Kita suasana depangan berarti kita relatif aman menghadapi banyak masalah.
03:33Kita bayangkan, kalau perang di timur tengah dan di mana-mana, kalau kita nggak suasana pada pangan, bagaimana coba?
03:46Tetangga kita, Malaysia, Filipina, Jepang, Anda cek harga beras di sana.
03:54Jadi, saya pikir, saya kok yakin sekali kalau setiap kali saya muncul di rakyat, rakyat berbondong-bondong nyambut saya.
04:09Jadi, bagi saya, yang penting saya kerja. Kita kerja.
04:21Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan