00:00Secara bersamaan Bapak memilih tancap gas untuk menjalankan program-program prioritas yang ada.
00:06Kita tahu program prioritas Bapak seperti makan bergizi gratis, kemudian kopdes merah putih, sekolah rakyat, suasem bada pangan, suasem bada
00:13energi.
00:14Semua program prioritas di gas dilakukan secara bersamaan pada periode pertama ini.
00:21Ini tentu saja Pak menimbulkan resiko politik kalau di lapangan terjadi masalah ataupun belum berjalan secara maksimal.
00:30Apakah Bapak sudah menghitung resiko-resiko politik ini mengingat ada beberapa hasil survei Pak yang muncul, yang dipublikasikan ataupun yang
00:42tidak dipublikasikan.
00:43Itu memotret penurunan angka kepuasan publik terhadap kinerja presiden dan juga kinerja pemerintah.
00:49Saya bacakan ya Pak ya, angka kepuasan publik terhadap kinerja presiden berada di kisaran 40-50 persen.
00:55Itu dari beberapa lembaga survei.
00:57Anyway, saya bekerja untuk rakyat. Saya disumpah, menurut saya ini keyakinan, ya nanti pada saatnya rakyat yang akan memutuskan apa
01:12saya dikasih mandat lagi atau tidak.
01:14Tapi bahwa ada resiko-resiko politik yang Bapak harus tanggung begitu karena menancapkan semua program-program prioritas secara bersamaan, Bapak
01:22sudah menghitung resiko politik itu ya?
01:25Hidup adalah selalu risiko. Anda naik mobil itu risiko. Iya kan? Apa Anda yakin naik mobil Anda tidak ketabrak?
01:34Semuanya ada risiko. Tapi yang penting begini Pak ya, orang lapar itu nggak bisa nunggu lama.
01:51Orang lapar di negara seperti kita yang berani masuk G20, saya pribadi saya tidak terima.
02:08Jadi kalau Anda bilang saya ngegas, iya. Saya beri waktu tadinya sebuah-sebuah lapangan 4 tahun.
02:17Tapi terus saja saya harus mengakui. Saya punya tim pertanian, saya punya menteri pertanian yang hebat.
02:27Saya beruntung, saya tadinya nggak kenal dia. Dia bukan partai saya. Saya benar-benar saya tidak kenal Pak Amran.
02:40Tapi saya dua-tiga kali saya lihat pemikiran fidatu dia, ini cocok.
02:48Dari 4 tahun dia bisa hasilkan suasana pendapatan 1 tahun. Ini kan luar biasa ini. Itu yang saya sedih ya.
02:57Ini ada pakar-pakar yang menganggap dirinya pintar. Dia tidak mau mengakui prestasi bangsa. Padahal dia nikmati.
03:11Saya, hati saya saja sudah. Saya kerja untuk rakyat itu saja. Bagi saya dan tim saya dan menteri-menteri saya.
03:19Jadi, apa ya, risiko ada tapi saya percaya dengan evidence dan kebenaran.
03:28Kita suasana depangan berarti kita relatif aman menghadapi banyak masalah.
03:33Kita bayangkan, kalau perang di timur tengah dan di mana-mana, kalau kita nggak suasana pada pangan, bagaimana coba?
03:46Tetangga kita, Malaysia, Filipina, Jepang, Anda cek harga beras di sana.
03:54Jadi, saya pikir, saya kok yakin sekali kalau setiap kali saya muncul di rakyat, rakyat berbondong-bondong nyambut saya.
04:09Jadi, bagi saya, yang penting saya kerja. Kita kerja.
04:21Terima kasih.
Komentar