Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Basarnas bersama personel TNI-Polri berencana mengerahkan underwater team atau tim penyelam untuk menjangkau korban yang kemungkinan masih berada di dalam kapal.

Bagaimana peluang dan risikonya di tengah posisi Kapal Virgo Transport 8 yang masih terbalik?

Berikut analisa pendiri Indonesia Divers Rescue Team yang juga banyak terlibat dalam upaya pencarian korban kecelakaan kapal, Bayu Wardoyo.

Serta Wakil Ketua Umum Ekosistem Transportasi Laut dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Khoiri Sutomo.

Baca Juga Berpacu dengan Waktu! Tim SAR Terus Optimalkan Pencarian 129 Korban Hilang KM Virgo | KOMPAS SIANG di https://www.kompas.tv/regional/690972/berpacu-dengan-waktu-tim-sar-terus-optimalkan-pencarian-129-korban-hilang-km-virgo-kompas-siang

#basarnas #kapalvirgo #kmvirgo #kmvirgotransport8

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/690977/rencana-basarnas-terjunkan-tim-penyelam-cari-korban-km-virgo-ada-kendala-dan-risikonya
Transkrip
00:00Saudara Basarnas bersama personal TNI Polri berencana mengerahkan underwater team atau tim penyelam untuk menjangkau korban yang kemungkinan masih berada
00:10di dalam kapal.
00:11Bagaimana peluang dan risikonya di tengah posisi kapal Virgo Transport 8 yang masih terbalik?
00:17Berikut analisa pendiri Indonesia Divers Rescue Team yang juga banyak terlibat dalam upaya pencarian korban kecelakaan kapal,
00:25Bayu Wardoyo, serta Wakil Ketua Umum Ekosistem Transportasi Laut dari Masyarakat Transportasi Indonesia, Khoiri Sutomo.
00:34Dari pengalaman Anda dan melihat tantangan terbesar tim penyelam dengan karakteristik laut Jawa dan kondisi kapal Virgo Transport 8 yang
00:44saat ini terbalik
00:45dan tadi dikatakan oleh Basarnas ada ruang-ruang yang harus diwaspadai supaya tekanan itu tidak membahayakan
00:51atau merisikokan tim penyelam untuk menyelamatkan korban.
00:56Bagaimana Anda bisa menjelaskan soal ini?
00:59Iya, benar Mas Radi.
01:02Ketika kita harus masuk ke satu kapal yang sudah tenggelam, ini berdasarkan pengalaman kami pada operasi sarun di KM Levina,
01:12Rimba 3, Putri Krakatawa,
01:14bahkan yang terakhir di KM Tunuh Pratama, memang salah satu kesulitan terbesar adalah ketika kapal ini belum tenggelam sempurna.
01:22Tadi Kepala Basarnas sudah menyampaikan juga bahwa ketika kapal ini belum kita istilahkan itu duduk sempurna,
01:31itu memang akan sangat berisiko.
01:33Jadi ketika posisinya itu masih mungkin bergerak, bergeser, bahkan ada kemungkinan berguling.
01:41Sehingga ketika nanti penyelam masuk, ini malah akan membahayakan penyelam.
01:46Itu pertama.
01:48Kemudian masih ada, kita sebutnya debris ya, debris itu barang-barang yang ada di dalam kapal,
01:56kemudian masih ada kemungkinan kebocoran bahan bakar, solar, oli, dan sebagainya.
02:04Juga ada hazard, hazard itu seperti mungkin ada kabel, ada barang-barang yang akan menyulitkan
02:12dan juga mungkin akan membahayakan penyelam. Demikian mas.
02:15Oke, ya ini jadi perlu kehati-hatian, nanti juga saya akan lebih lanjut bertanya,
02:20sebenarnya kalau memang begini kondisinya, apakah betul nanti kapalnya teknisnya ditengelamkan
02:25atau bagaimana nanti saya akan tanya kalau itu.
02:27Tapi saya ke Pak Hoeri dulu.
02:29Pak Hoeri tadi rekan Anda Pak Ardian itu bilang,
02:30ada dugaan penataan kapal yang tidak stabil hingga miring dan terbalik.
02:36Nah, kalau begitu memang seharusnya penataannya seperti apa?
02:40Kami menyampaikan duga cita yang sangat mendalam terhadap seluruh urban
02:45dan musibah KM Virgo 38.
02:48Perhatian kita harus tetap bertuju pada para korban dan keluarganya.
02:53Kami mengapresiasi kerja keras Basarnas serta seluruh pihak
02:57yang telah membantu pertolongan dari seluruh penumpang dan ABK,
03:03mulai dari kapal nelayan, kapal takbut, kemudian Kementerian Berhubungan,
03:08kemudian KNKT dan TNI, serta Polri.
03:11Dan sebagai bagian dari masyarakat transportasi Indonesia,
03:15kami mendukung investigasi KNKT yang profesional,
03:20independen, dan berbasis bukti.
03:23Berbagai informasi yang berkembang perlu diperiksa dengan cermat
03:28sebelum kita menyimpulkan penyebab kejadian.
03:30Jadi memang kalau hari ini kita baru melewati hari Minggu,
03:35dini hari, dan sekarang baru hari Selasa,
03:38tentu kerja Basarnas masih belum selesai,
03:42posko juga baru dibentuk,
03:44dan tentu sudah bekerja keras untuk memberikan kesimpulan dan rekomendasi,
03:50dan itu kita tunggu.
03:52Nah, tapi musibah ini menjadi pengingat untuk kita semua,
03:57agar seluruh rantai keselamatan,
04:00dimulai dari barang yang disiapkan oleh pengirim,
04:03pengangkutan dengan kendaraan, pemeriksaan di pelabuhan,
04:08penataan, dan pengikatan di atas kapal,
04:10hingga kesiapan awak menghadapi keadaan darurat.
04:14Karena memang kalau kita berbicara masalah sistem transportasi,
04:18khususnya masalah safety,
04:20itu tidak bisa berdiri sendiri,
04:22itu adalah sebagai sebuah rangkaian satu ekosistem,
04:25dan salah satu mata rantai ekosistem keselamatan ini,
04:29lemah atau putus, maka terjadilah sebuah kecelakaan yang tidak kita inginkan.
04:35Intinya, kami mengingatkan bahwa untuk bisa mendapatkan sebuah jaminan keselamatan transportasi laut,
04:42maka seluruh stakeholder harus sama-sama bertanggung jawab,
04:49tidak hanya oleh operator saja,
04:51tetapi yang lebih penting adalah jalinan seluruh pemangku kepentingan,
04:55mulai dari operator, regulator, kemudian juga pengelola pelabuhan,
05:01kemudian juga pemakai jasa, penumpang,
05:04pengemudi truk, pemilik barang, agen, ekspedisi,
05:07bahkan sampai ke galangan kapal.
Komentar

Dianjurkan