00:00Ya, terima kasih Ketua Komisi 2 dan para pemimpin dan Pak Menegri serta Wakil Menteri ATR dan BPN.
00:12Karena cuma 3 menit, jadi saya langsung aja di Maluku Utara itu 60% adalah petani.
00:17Dan untuk mendukung program Presiden Herisasi Kelapa, kami butuh kepastian legalitas dan redis.
00:24Ada petani yang punya lahan tapi tidak punya sertifikat sehingga kepastian hukum atas keberlanjutan panennya itu tidak ada.
00:34Dan kemudian ada petani yang tidak punya lahan.
00:37Oleh karena itu, kami sangat membutuhkan fungsi GTRA di daerah.
00:42Sebagai Ketua GTRA di daerah, kami merasa diberikan tanggung jawab tanpa ada kewenangan untuk mengeksekusi atau get things done.
00:50Contoh di Maluku Utara, kami memiliki 36.200 hektare potensi torah dan baru 32% atau 11.700 hektare yang
01:03sudah di redis dan disertifikasi.
01:07Masih ada 24.500 hektare atau 68% belum selesai.
01:12Kami sudah mengusulkan sejak akhir 2025, dari 24.500 kami sudah mengverifikasi dan sudah clear 16.000 hektare.
01:24Diusulkan lewat Kanwil BPN kepada Kementerian ATR BPN, tetapi saat ini belum ada hasilnya.
01:32Info terakhir yang kami dapat bahwa eksekusinya ada di bank tanah untuk dijadikan HPL,
01:38kemudian boleh dijadikan HPKai oleh petani.
01:42Yang kami butuhkan di sini adalah ketika kami gubernur ditunjuk menjadi Ketua GTRA,
01:48kami bukan hanya diberikan tanggung jawab, tapi juga diberikan kewenangan.
01:52Saat ini menurut kami, kami setuju bahwa kepastian tanah, semuanya clear secara undang-undang,
02:00dan koordinasi dengan Kementerian ATR, kehutanan,
02:03semuanya dijalankan dengan baik, tetapi tidak ada kepastian waktu.
02:09Mungkin jika bisa diatur, ada kepastian waktu jika sudah melewati batas waktu tertentu,
02:1530 hari atau 60 hari, kami sebagai Ketua GTRA bisa mengeskalasi kemana misalnya.
02:22Contoh, misalnya mau dibentuk brand,
02:25Maka brand itu jangan hanya menjadi satu tambahan meja di birokrasi,
02:30tapi di brand itu bisa menyelesaikan deadlock.
02:36Dan kemudian,
02:39sehingga kami ketika dikasih tanggung jawab untuk mengurangi kemiskinan
02:44atau meningkatkan pendapatan masyarakat,
02:46dengan membagi tanah satu petani, satu keluarga, satu sampai dua hektare,
02:51itu sangat membantu menurunkan tingkat kemiskinan dan menaikkan pendapatan masyarakat.
02:57Kami sudah berproses satu tahun dan sampai saat ini,
03:01kami bahkan belum bisa membagikan 16 ribu hektare yang menurut verifikasi kami sudah clear.
03:06Jikapun belum clear, kami bisa ada satu sistem di mana dengan masuk,
03:11kami tahu masalahnya di mana, ada di meja siapa,
03:14kami butuh apa dengan kepastian,
03:16dan sehingga ketika kita turun di lapangan menjanjikan kepada petani,
03:19kami akan membagikan lahan,
03:22itu ada kepastiannya.
03:24Dan yang berikutnya,
03:26di Maluku Utara,
03:27di masa lalu,
03:29banyak petani yang mengikuti program transmigrasi,
03:34diberikan lahan,
03:35tetapi kemudian,
03:36lahan tersebut berubah menjadi hutan lindung,
03:39sehingga petani-petani ini tidak memiliki kepastian legalitas
03:43atas tanah-tanah yang sudah bertahun-tahun mereka rawat.
03:51Itu pun minta petunjuk solusinya bagaimana.
03:55Terima kasih, Bu.
03:56Terima kasih.
03:57Jadi satu tahun Ibu sudah mengajukan,
03:59belum ada kepastian sampai hari ini?
04:01Iya.
04:02Waduh, Pak Wamen,
04:03ini Ibu Gubernur Maluku Utara di PHP selama satu tahun?
04:06Untuk Ibu Gubernur Maluku Utara,
04:10baru 32 persen yang diredistribusi dari target potensi torah saat ini.
04:16Kami mohon maaf, Ibu,
04:17dari verifikasi 16.000 hektare yang Ibu sampaikan tadi,
04:21kalau informasi yang kami dapatkan,
04:23memang baru 5.336 dari Kementerian Kehutanan
04:26yang memang sudah bisa kita tindak lanjuti
04:29untuk sekarang dalam proses menjadi HPL Bank Tanah.
04:32Dan kalau itu sudah keluar, 5.336 hektare ini bisa segera ditindak lanjuti.
04:38Nanti mungkin penjelasan lebih lanjut bisa disampaikan oleh Badan Bank Tanah.
04:43Dan betul, Pak Ketua, mudah-mudahan Badan Reformasi Agraria
04:47yang diamanatkan dalam undang-undang ini nanti ke depannya juga bisa menjadi enabler
04:53ataupun pendorong agar ini bisa selesaikan.
05:03Cara baru nonton di Smart TV
05:06Nonton live streaming dan ribuan tayangan Kompas Gramedia
05:10langsung dari Smart TV kamu
05:12Cara installnya, buka Google Play Store di Smart TV kamu
05:16Cari Kompas TV melalui pencarian
05:19Pilih aplikasi, lalu install
05:22Selesai, kamu bisa menonton video pilihan editorial Kompas TV
05:27Download Kompas TV Apps di TV kamu sekarang juga
05:32Pilih aplikasi, lalu install
Komentar