Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV Setelah tak lagi menjabat sebagai Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan ingin memancing di belakang rumahnya. Purbaya menyebut halaman belakang rumahnya memiliki kolam yang berisi banyak ikan.

Purbaya juga menegaskan dirinya tidak berminat untuk kembali menjadi pejabat negara.

Dalam dua tahun masa pemerintahannya, Presiden Prabowo telah enam kali merombak susunan kabinet. Purbaya Yudhi Sadewa dicopot dari posisi Menteri Keuangan dan digantikan oleh Suahasil Nazara.

Bagaimana membaca pergantian Menteri Keuangan ini, apakah merupakan evaluasi kinerja atau ada faktor politik? Kita bahas bersama Ketua Great Institute, Syahganda Nainggolan, dan Analis Komunikasi Politik Unpad, Kunto Adi Wibowo.

#purbaya #menterikeuangan #prabowo #kabinet #politik #ekonomi

Baca Juga FULL! Purbaya Diganti Prabowo, Ray Rangkuti Sebut Purbaya Tak Mengikuti Permintaan | KOMPAS PETANG di https://www.kompas.tv/nasional/690652/full-purbaya-diganti-prabowo-ray-rangkuti-sebut-purbaya-tak-mengikuti-permintaan-kompas-petang

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/690886/full-purbaya-diganti-mendadak-pakar-nilai-terlalu-kaku-dan-bermusuhan-dengan-pengamat-sapa-malam
Transkrip
00:00Sampai Indonesia malam kembali, sodara setelah tak lagi menjabat sebagai Menteri Keuangan.
00:06Purbaya Yudhisa Dewa mengatakan ingin memancing di belakang rumahnya.
00:13Purbaya bilang di halaman belakang rumahnya ada kolam yang berisi banyak ikan.
00:18Purbaya juga menegaskan dirinya tidak berminat untuk menjadi pejabat negara lagi.
00:28Abis ini mau pulang mancing belakang rumah, mancing ikan, ujair, gila.
00:33Pak Purbaya, terakhir Pak Purbaya.
00:35Gue punya kolam di belakang, jadi bisa mancing belakang rumah dengan lamun.
00:39Kenapa? Dipecat.
00:43Enggak lah, baru dipecat, menjadi Menteri lagi, mana lo?
00:49Enggak, sama sekali.
00:54Enggak, mau gue mancing di belakang rumah.
00:56Pak Enover, wuj, jadi Pak hari ini.
00:58Wuj, jadinya mancingnya gimana, Pak?
01:00Wuj, kan gue bukan Menteri Keuannya.
01:03Dalam dua tahun masa pemerintahannya, Presiden Prabowo Subianto telah enam kali merombak susunan kabinetnya.
01:11Kemarin, Prabowo mencopot Menteri Keuangan Purbaya Yudhisa Dewa, menggantinya dengan suah hasil nazara.
01:18Bagaimana membaca pergantian bendahara negara ini?
01:21Evaluasi kinerja atau ada faktor politik?
01:25Kita ulas bersama Ketua Great Institute, Syahganda Naenggolan, dan Analis Komunikasi Politik UNPAD, Kunto Adiwibowo.
01:31Selamat malam semuanya.
01:33Selamat malam, Bu Siti.
01:35Saya ke Mas Kunto dulu ya, Mas Kunto.
01:38Kalau analisis Anda sebenarnya diganti secara tiba-tiba, bahkan Purbaya juga taunya ketika sedang rapat, ini memang murni berbasis evaluasi
01:48kinerja?
01:48Ada gaya komunikasi yang nggak cocok? Atau karena ada faktor politik sih?
01:54Ya, kalau politik, semuanya pasti politik, Pak.
01:57Bahkan kinerja pun pasti itu terkait dengan politik.
02:00Karena tujuan kekonseritas presiden itu kan sangat politis.
02:05Cuman kalau menurut saya, ada beberapa hal yang perlu menjadi katakan.
02:10Pak Purbaya itu di survei terakhirnya indikator politik, kalau nggak salah, itu di bulan Agustus masih ranking satu kinerja menteri,
02:22berdasarkan persepsi publik, gitu.
02:24Jadi, kalau kinerja kok kayaknya nggak, ya gitu.
02:28Walaupun memang Pak Purbaya ini sangat kontroversial.
02:32Baik kebijakan-kebijakannya maupun komunikasi publiknya memang sangat kontroversial.
02:38Dan bahkan selalu jadi media darling kan di mana-mana.
02:41Contohnya bahkan ketika sudah kemarin terpisahan ini,
02:48wartawan juga masih mengebutin Pak Purbaya.
02:51Itu kan bukti bahwa Pak Purbaya memang sangat ahli di situ.
02:54Tapi kalau ada banyak rumor, banyak desas-desus, nah ini yang menurut saya jadi kritis, gitu.
03:03Karena seharusnya pemerintah, presiden maupun sesnet, diwakili oleh sesnet,
03:08itu ketika memecat menteri atau meresafel menteri, harusnya ada keterangan, dong.
03:15Ada alasan kenapa menteri ini dicopot dan kenapa harus diganti.
03:22Apakah ada yang tidak sanggup dilakukan oleh menteri ini atau menteri ini berbuat kesalahan atau apa.
03:30Sehingga publik tidak kemudian berspekulasi, kemudian banyak desas-desus,
03:38dan akhirnya kita juga nggak tahu akhirnya mana yang benar.
03:40Kenapa Purbaya dicopotkan, gitu.
03:43Ini menurut saya problem komunikasi pemerintahan kita yang sudah dari awal pemerintahan,
03:49sudah kita deteksi, gitu ya.
03:51Bahwa apa, pemerintah berkesan ingin terlihat tegas, gitu kan,
03:58dengan cell phone langsung copot-copot, gitu.
04:00Tidak ada dialog, bahkan ke publik pun juga tidak ada closure.
04:04Bahkan kan Pak Purbaya sendiri bilang, atau pahamnya juga bilang manting sambil mikirin kenapa ya dikecat, ya gitu.
04:13Itu kan nggak ada closure yang enak, gitu, dalam kasusnya, Pak Purbaya.
04:19Beberapa menteri mungkin Pak Budiari juga sama, gitu kan.
04:22Tapi beda lagi dengan beberapa pekerjaan tinggi negara yang mungkin disinyalnya dekat dengan Pak Prabowo, gitu.
04:30Yang, apa, bahkan bertemu, lalu mengundurkan diri baik-baik, gitu.
04:36Ini menurut saya juga jadi problem yang kritis di pemerintahnya, Pak Prabowo.
04:42Nah, Bang Syaganda, memang sampai sekarang istana belum menjelaskan alasan pergantian Pak Purbaya.
04:47Dan ini ya bukan pertama kali juga ketika reshuffle dilakukan sebegitu mendadaknya.
04:52Bahkan kalau kita bilang dalam kurang dari dua tahun, ini udah menteri keuangan ketiga loh berarti.
04:57Kenapa istana masih belum memberikan penjelasan apapun buat publik?
05:02Kalau itu saya kurang mengerti ya, istana belum masih penjelasan.
05:07Tapi kalau saya mengamatin, karena saya agak intensif komunikasi dengan Pak Purbaya ya,
05:12dan saya harusnya minggu-minggu depan tuh tanda tangan kerjasama untuk komunikasi,
05:19yang isunya komunikasi ya, Pak Purbaya yang buruk.
05:21Sebenarnya Pak Purbaya ini kan dia terlalu, apa namanya, terlalu lurus.
05:29Terlalu strike talking, jadi misalkan kalau presiden bilang A, itu Purbaya langsung kasih bolt.
05:35Jadi A-nya jadi hitam gitu loh.
05:37Nah, ini Purbaya akhirnya menciptakan setidaknya saya catat enam musuh.
05:42Pak Purbaya ini ya, satu musuh dia itu IMF.
05:47Ya, IMF World Bank apa itu jadi musuh dia.
05:50Karena presiden itu menginginkan Indonesia itu temanya tema mendiri kedaulatan.
05:55Purbaya langsung kasih bolt.
05:57Ya kan saya tidak mau utang dari IMF, mau dikasih pinjem gitu.
06:00Kemudian dia itu, apa namanya,
06:07Masih ini gak?
06:08Masih selesai.
06:09Kemudian Pak Purbaya itu musuhan dengan pengamat-pengamat.
06:13Ya, seperti Peri Latuhihin, Celios, LPM, dan lain-lain ya.
06:17Kemudian Pak Purbaya itu dia ada masalah dengan Pemda.
06:21Pemda ini karena ada soal TKD.
06:23Itu para bau juga sebenarnya Pak Presiden juga yang minta efisiensi.
06:26Ya, dan terakhir dengan Pramunu Anung soal apakah pemerintah daerah punya hak untuk mengeluarkan bon.
06:32Kemudian ada dengan dunia usaha ya.
06:35Yang dunia usaha kita tahu pada bulan Juni kemarin pengen menggulkan Kati Basri ya, untuk menjadi menteri.
06:45Ya, nah ini yang sebenarnya dari enam ya.
06:47Dari enam itu salah satu lagi internal.
06:49Yang paling penting adalah dunia usaha dan dunia internasional itu menginginkan orang yang bukan Purbaya tipenya.
06:56Yang membold, yang melakukan penguatan pada tema-temanya Prabowo untuk kedaulatan, kemandirian, dan lain-lain.
07:04Tapi mereka pengen orang yang lebih seperti Sri Mulyani.
07:08Makanya dulu mereka Juni itu memveto agar kira-kira yang jadi menteri keuangannya itu adalah Kati Basri.
07:14Tapi ini kelihatannya dengan yang sekarang ini, Presiden kelihatannya itu ingin memenuhi kepentingan para dunia usaha dan kelompok internasional seperti
07:27IMF dan lain-lain ini.
07:28Sebagai jalan tengah mungkin jadinya bukan Kati Basri, jadinya Suha Isil.
07:32Jadi saya pikir itu jalan tengah yang bagus yang Presiden memang harus mengambil langkah agar stabilitas perekonomian kita tidak diganggu
07:43terus oleh kelompok-kelompok kepentingan yang tidak suka dengan Presiden Prabowo.
07:46Kalau Mas Kuntum melihat memang pertimbangannya adalah untuk mengakomodir desakan dari luarkah itu menjadi keputusan atau apa?
07:54Dasar pertimbangan Presiden Prabowo itu aja? Atau ada yang lain juga?
07:58Ya kan banyak satu rumor ya Pak yang sedang bedar gitu, salah satunya itu.
08:04Lalu salah duanya terkait dengan gantem sama Kepala Daerah tadi Pak Jakanda juga sudah menjelaskan.
08:11Tapi menurut saya rumor spekulasi ini kan juga tidak akan membantu siapapun ya Mbak ya.
08:19Tidak akan membantu Pak Kurbaya, tidak akan membantu Pak Prabowo.
08:23Bahkan kalau tujuannya Pak Prabowo ini adalah mengembalikan kepercayaan investor atau kemudian memulihkan kepercayaan dunia asing atau dunia luar negeri
08:36terhadap perekonomian Indonesia.
08:38Ya ini kan jadi kontra produktif ya Mbak ya.
08:41Gitu, karena dengan tanya-tanya rumor ini akan jadi problem baru gitu.
08:47Itu yang menurut saya jadi pertanyaan besar saya.
08:50Kalau memang Pak Prabowo benar-benar mau melakukan itu, kenapa harus sangat drastis dan sangat dramatis gitu.
08:58Kan nggak perlu pakai drama ya harusnya ya.
09:01Nggak perlu ketika rapat dengan DVD terus langsung di-selfon langsung berhenti saat itu juga gitu.
09:06Ini yang menurut saya dengan dramatisasi, dengan drastisnya tindakan ini kan kita memperkirakan ada sesuatu yang sangat besar nih gitu.
09:16Yang bikin Pak Prabowo marah, yang bikin Kurbaya langsung dipecat kan gitu.
09:21Ini yang membuat spekulasi publik terus berkembang gitu.
09:25Dan kita nggak tahu terus terang saya juga nggak berani berspekulasi karena itu bukan perang saya gitu.
09:31Kalau Bang Syahganda ini kan dilakukannya secara dadakan, bahkan Pak Purbaya juga ditelepon di tengah-tengah rapat dengan DPD.
09:38Kalau dari yang Anda tahu, seurjen apa memangnya kursi Menteri Keuangan sudah harus diganti, jangan Pak Purbaya lagi?
09:47Kalau kita lihat misalkan respon pasar sekarang kan, itu kan kemudian mereka langsung mengapresiasi pergantian ini.
09:54Karena mereka selama ini kan ketakutan dengan apa yang sosok yang ditampilkan Pak Purbaya ya, mewakili seolah-olah jadi anti
10:05-market kan gitu.
10:06Sehingga kita lihat rating kita dari Moody, dari Pitch juga diturunkan seperti itu.
10:13Memang Pak Purbaya ini orang yang, saya sering ketemu dia jujur aja, jadi saya tanya, lo nggak takut?
10:19Enggak lah, gue pokoknya apa kata perang, gue lakukan. Gue mau dipecat, mau diikat, nah tapi mungkin kelihatan Presiden sendiri
10:25kelihatan agak harus melakukan moderasi ya pada sikap-sikap beliau.
10:31Karena apa? Karena dunia ini kan tidak hanya ditentukan oleh keinginan kita.
10:35Ya misalkan ketika kita mau masuk BRICS secara utuh, kemarin kan tiba-tiba kita lihat ada duta besar Amerika untuk
10:41Asia datang menemui Presiden.
10:43Kan itu mungkin misinya kan untuk jangan kita terlalu belok ke BRICS yang seperti itu.
10:50Nah seperti-seperti ini memang kalau Purbaya di situ, Purbaya ini dia apa ya, kita bukan bilang, dia orangnya gitu,
10:58strike talking gitu.
10:59Jadi apa kata Prabowo itu dia langsung dihitamin sama dia gitu loh.
11:03Jadi ini kelihatan mau dicari orang yang lebih sob, yang mungkin bisa menenangkan pasar, dunia usaha, dan lain-lain.
11:10Saya pikir itu aja, bukan karena kinerja, kalau kinerja saya lihat Purbaya berhasil kan, dia pertumbuhan dia jaga, kemudian apa
11:18namanya pajak dapat 59% udah dan lain-lain, Purbaya sih gak ada masalah saya pikir.
11:24Nah yang juga jadi sorotan sekarang adalah ketika Pak Purbaya bilang gak mau jadi pejabat publik lagi,
11:30dan punya feeling ternyata 50-50, kalau ternyata dia akan di-reshovel.
11:35Tapi nanti kita akan lanjutkan dialog soal ini, usah jeda tetap bersama kami di Sampai Indonesia Malam.
11:53Sebagian ada, sebagian ya, sebagian.
12:00Itu kan hak prerogatif presiden, kita ikutin aja.
12:03Apa yang dilakukan kebijakan-kebijakan juga Pak?
12:09Gak ada kan kebijakan kita yang ikutin semua kebijakan presiden, aman lah itu.
12:13Feeling-feeling sebelumnya atau sebelum dipaca mungkin?
12:16Itu feelingnya gak ada, cuman ada hitungan saya, ada sesuatu yang mungkin 50-50, tapi masih diambil.
12:25Tapi setelah itu kan itu hak prerogatif presiden.
12:30Oh itu, gue gak tau maksudnya Pak Presiden lah itu.
12:34Tapi kan yang bisa lihat dari omongannya, oh 50-50 yaudah.
12:39Kita lanjutkan lagi dialognya, Bang Syahganda tadi kalau kata Pak Purbaya,
12:43ada keputusan yang diambil dengan kans 50-50 sebenarnya.
12:46Artikan dia sudah punya perhitungan sendiri, ada sesuatu yang tampaknya tidak sejalan dengan keinginan,
12:52entah itu presiden atau dengan keinginan mayoritas yang ada di sekitarnya.
12:55Kalau Anda baca, sebenarnya keputusan apa memang yang diambil itu?
13:00Kalau menurut saya sih, saya gak tau jelas tadi persis ya itu statementnya tadi ya.
13:05Tapi yang jelas, sepanjang saya dengan Pak Purbaya ya satu tahun ini, terakhir ini,
13:13saya tahu bahwa dia itu hanya menjalankan perintah presiden.
13:17Iya kan? Nah, satu hari saya pernah ditelepon oleh seseorang,
13:21apakah Pak Purbaya punya rencana untuk jadi wapres?
13:26Karena rating dia tinggi sekali, terutama waktu awal-awal dan dia buat,
13:31apa namanya, Purbaya Center atau lapor Pak Purbaya.
13:35Seperti itu ya.
13:36Nah, itu saya sudah jelaskan ke pihak-pihak,
13:39ya kan bahwa dia tidak punya ambisi.
13:40Dia memang orangnya begitu, ya kadang-kadang ya lucu juga lah orangnya gitu ya.
13:47Nah, memang dia itu punya potensi juga untuk menjadi toko besar ke depan,
13:52karena dia unik di masyarakat ini.
13:54Tapi yang sejatinya dia tidak punya, setahu saya,
13:57tidak punya satu pun kebijakan,
14:00yang dia itu tidak nurut pada presiden.
14:04Nah, jadi kalau saya simpulkan ini memang,
14:07presiden memang butuh satu menteri baru yang mengganti dia ini,
14:12yang bisa dia sekarang dalam strategi baru.
14:14Jadi kelihatan presiden ini,
14:16ya dia harus berstrategi,
14:18karena beberapa program-program raksasa presiden ini sekarang kan sudah di adjustment,
14:22ya seperti MBG, Kooperasi Desa Merah Putih, dan lain-lain.
14:26Sehingga apa?
14:27Sehingga dia membutuhkan orang yang lebih komunikatif,
14:31ya bukan hanya menghitamkan apa yang dia omongin gitu.
14:35Nah, ini orang ini mungkin yang tepat ya sekarang Pak Suhaistil.
14:38Jadi ini pergantian pemain aja kalau menurut saya,
14:41karena perubahan juga menurut saya sudah capek juga dia itu
14:43sebagai Menteri Keuangan setahun di era Prabowo yang begitu menurut saya
14:50shifting paradigm.
14:52Pak Presiden shifting paradigm dan dia mengimbangin itu gitu.
14:56Jadi saya pikir itu penjelasannya.
14:58Nah, kalau menurut Mas Kuntut juga sampai seorang Purbaya Yudhisa Dewa
15:01yang dikenal sebagai koboi gayanya,
15:03tapi sampai bilang kapok nggak mau jadi pejabat publik lagi,
15:06apa sih yang bikin dia merasa cukup sebegitu nggak maunya lagi jadi pejabat publik?
15:10Iya Mbak, tadi kan Pak Purbaya mengkonfirmasi salah satu alasan ya,
15:16bukan satu-satunya mungkin.
15:17Salah satu alasan beliau di Reservo adalah mutasi yang ada di Dirjen Pajak dan Dirjen Bia Cukai
15:27yang dijawab oleh Pak Purbaya,
15:30iya sebagian itu kan.
15:31Bahwa sebagian beliau tahu itu salah satu faktor mengapa beliau di Reservo.
15:39Dan itu kan, apa ya, problem ketika dia sebagai seorang menteri,
15:45dia merasa berhak untuk melakukan mutasi,
15:48lalu kemudian ternyata mutasi yang sudah dia pikirkan,
15:54yang sudah dia rancang,
15:55justru menjadi bumerang bagi jabatan dia gitu, sebagai menteri.
16:00Nah, ini kan tentu saja ya akan menimbulkan trauma tersendiri ya Mbak ya.
16:05Itu yang pertama.
16:06Yang kedua, mungkin Pak Purbaya sekarang paham bahwa
16:10ya salah satu menteri yang paling aman untuk di Reservo ya Pak Purbaya,
16:14karena Pak Purbaya nggak ada cantolan partai politiknya.
16:17Dia dari profesional musni,
16:20yang punya rekam bijak yang menurut saya juga bagus,
16:23dari LPR, lalu Menteri Keuangan,
16:27dan dengan kondisi status quo dinamika politik
16:35yang sekarang menteri-menteri yang menjabat sebanyakan adalah
16:39Ketua partai politik yang tidak punya jatah partai,
16:45tersendirian Pak Purbaya ini tidak akan mengganggu dinamika politik yang ada di Islana dan di Kabinet.
16:54Dan ini salah satu pertimbangan buat saya.
16:57Kenapa Pak Purbaya adalah menteri yang bisa ditasapkan tanpa resiko.
17:06Dan Pak Purbaya kan sekarang memegang rekor Menteri Keuangan yang tercepat sejak reformasi ya Pak ya.
17:13Satu tahun sekian bulan lah gitu.
17:16Mas Kutol, tapi dengan dalam waktu kurang dari dua tahun sampai tiga Menteri Keuangan
17:21yang sudah pernah menjabat berarti di Pemerintahan Presiden Prabowo Sebiato,
17:25ini akan menimbulkan persepsi tersendiri juga kah di mata publik?
17:30Iya, paling tidak.
17:32Memang kita tahu bahwa problemnya pemerintahan Pak Prabowo salah satunya ya ekonomi gitu.
17:39Tuntutan ekonomi masyarakat yang semakin keras diperiakan gitu kan.
17:46Kalau kita lihat SPPU antrinya luar biasa gitu kan.
17:50Kita juga lihat bagaimana pengaljuran dan angka pengaljuran.
17:54Mungkin tidak secara statistik, tapi bagaimana kerabat kita, anak-anak kita semakin susah mencari pekerjaan.
18:02Itu kan apa yang dirasakan oleh publik.
18:05Yang mungkin nggak relate dengan angka-angka statistik yang ekonomi makro gitu.
18:11Yang karena mereka punya indikator yang lain gitu.
18:14Dan menurut saya, ekonomi yang demikian rupa ini, Pak Prabowo butuh way out.
18:21Dan salah satu way out-nya ya satu yang paling gampang kan, nih yang bikin masalah udah buat kecap nih
18:28kan gitu.
18:29Salah satu yang paling gampang kan gitu.
18:30Makanya Menteri Keuangan jadi sambung hitam yang paling enak kan bak di kondisi situasi ekonomi yang tidak menentu ini.
18:39Kalau dari Bang Syahganda, bagaimana kalau Anda menerjemahkan sebenarnya pernyataan Purbaya Yudhisa Dewa yang bilang kapok jadi pejabat publik lagi.
18:47Ada apa dibaliknya sampai setidak mau itu jadi pejabat publik lagi Bang Syahganda?
18:53Ya, Purbaya ini kan dari mulai saya kuliah bareng dia di kampus itu kan orangnya kan nggak ngerti politik ya.
19:01Nah, padahal politik itu kan ketika jadi Menteri kan harusnya dia mengerti politik.
19:06Nah, sampai sekarang dia belum mengerti politik.
19:09Jadi, ini Menteri Keuangan aja, dia sebenarnya kan bonus ya.
19:13Waktu setahun lalu dia cita-citanya kan adalah untuk perpanjangan dua kali jadi ketua LPS.
19:20Ya, Lembaga Penjamin Simpanan.
19:22Kan tiba-tiba ada kerusuhan di tahun itu dan Bu Sri Mulyani kemudian terlempar.
19:28Dan kemudian Bapak Presiden melihat paparan Pak Purbaya dalam satu acara di istana.
19:34Terkagum-kagum karena dia ini kan memang ekonominya itu kan ekonomi yang serius.
19:39Dia menjadi ekonom gitu ya, ahli ekonometrik dan lain-lain.
19:44Nah, jadi dipakai Pak Prabowo.
19:45Jadi, sebenarnya kalau politik ini menurut dia udah nggak sesuai.
19:50Dia udah puas juga pernah jadi Menteri, pencapaian terakhir.
19:54Ya, saya pikir wajar dia bicara seperti itu.
19:58Jadi, Pak Purbaya mungkin nggak tertarik lagi ya, betul-betul nggak tertarik gitu.
20:03Politik dalam pengertian ini ya, jabatan ya.
20:05Karena dia kan udah mencapai puncaknya dong sebagai Menteri Keuangan itu kan paling tinggi kan.
20:10Oke, Mas Kunto terakhir singkat saja.
20:13Apa yang Anda juga bisa baca dari gaya komunikasi istana yang melakukan pemecatan atau mencopot seorang Menteri?
20:20Hanya via telepon dan ini juga bukan yang pertama kali.
20:22Singkat saja, Mas Kunto.
20:24Ya, menurut saya ini di luar kepantasan dan kewajaran, Mbak.
20:28Ini masalah kepantasan aja.
20:30Kalau boleh, boleh-boleh aja.
20:31Cuman kan masa pembantu yang sudah membantu sekian tahun dipecat hanya pakai telepon.
20:38Dan ini kan akhirnya menimbulkan persepsi negatif.
20:41Bukan citra ketegasan yang muncul, tapi citra bahwa ya kok gitu amat sih memperlakukan Menteri gitu sih, Mbak.
20:50Oke, baik.
20:51Dan yang masih kita tunggu adalah penjelasan dari istana.
20:54Apa alasan mengganti Purbayu Disadewa yang baru sekitar setahun menjawab sebagai Menteri Keuangan?
21:00Bang Syahganda, Mas Kunto, terima kasih sudah berbagi pandangan di Sapa Indonesia Malam.
21:03Saya salu semuanya.
21:04Terima kasih.
21:05Terima kasih, Mas Kunto juga.
21:07Terima kasih.
21:08Kami akan kembali dengan informasi Basarnas dan TNI Angkatan Laut mempertimbangkan untuk menenggelamkan kapal Virgo Transport 8.
21:16Informasinya usai jeda.
Komentar

Dianjurkan