00:02Terima kasih Anda masih menyaksikan Kompas Petang, saya Yasir Neneama.
00:07Presiden Prabowo Subianto mengganti Purbaya Yudi Sadewa sebagai Menteri Keuangan
00:12dan menunjuk Sohasil Nazara sebagai bendahara negara yang baru.
00:20Presiden Prabowo Subianto melantik Sohasil Nazara sebagai Menteri Keuangan
00:24menggantikan Purbaya Yudi Sadewa pada Senin sore.
00:26Usai dilantik Sohasil menjelaskan arahan khusus Presiden
00:30untuk menjaga kredibilitas keuangan negara.
00:36Tadi melantik saya sebagai Menteri Keuangan pada Kabinet Merah Putih
00:41untuk sisa masa jabatan 2024-2029.
00:47Nah tentu ini adalah bentuk kepercayaan dari Bapak Presiden
00:52dan dari negara Republik Indonesia kepada saya
00:54dan saya menyampaikan terima kasih untuk kepercayaan tersebut
00:58dan semoga juga bisa menjalankan amanah yang diberikan oleh Bapak Presiden.
01:04Arahan khusus dari Bapak Presiden adalah untuk menjaga keuangan negara.
01:09Artinya menjaga kesehatannya, menjaga kredibilitas dari keuangan negara tersebut.
01:15Jadi APBN sebagai bagian dari keuangan negara
01:19harus bisa menjalankan program-program prioritas pemerintah
01:24karena itu APBN-nya itu harus sehat.
01:26Selain APBN-nya harus sehat, dia juga harus kredibel.
01:32Presiden Prabowo mengganti perubaya wisadewa
01:36dan menunjuk suah hasil nazara sebagai Menteri Keuangan.
01:39Lalu bagaimana membaca dinamika yang terjadi di Kabinet Merah Putih?
01:43Kita bahas bersama dengan juri bicara Partai Gerindra,
01:46Bang Kamru Samad, dan juga Direktur Eksekutif Lingkar Madani,
01:50Bang Rai Rangkuti yang nanti akan bergabung bersama kami.
01:53Saya sampai dulu Bang Samad. Selamat petang.
01:57Selamat petang, Mas Isan.
02:00Yasir, Bang Samad.
02:01Yasir.
02:02Bang Samad, kalau publik melihatnya ini kok buru-buru banget begitu.
02:07Tapi kalau dari internal Gerindra sendiri, apakah memang sudah terencana, terplanningkah
02:12Presiden Prabowo akan mengganti perubaya dengan suah hasil nazara?
02:19Bang Yasir, pengangkatan dan pemberhentian Menteri
02:24sepenuhnya menjadi hak prerogatif Presiden.
02:28Tentu ada pun alasan sehingga ada pergantian itu yang pasti dalam rangka meningkatkan kinerja.
02:41khususnya di bidang keuangan negara, berkaitan dengan penerimaan negara, berkaitan dengan kualitas belanja negara,
02:52dan juga berkaitan dengan membangun kepercayaan pasar, market, untuk menjaga stabilitas sektor keuangan.
03:03Kami percaya dan meyakini bahwa sosok yang dipilih Presiden ini merupakan sosok yang memahami betul tentang penerimaan negara.
03:16Bang Samad, izin saya potong dulu.
03:18Saya potong dulu, kita dengarkan dulu pernyataan terbaru dari MenQ yang baru dilantik ini.
03:23Terima kasih telah menonton!
03:53RAPBN 2027, itu harus ditata dengan rapi.
03:58Kemudian menyelesaikan APBN tahun 2026.
04:03APBN 2026 yang tersisa bulan September, Oktober, November, dan Desember mesti kita selesaikan dengan baik.
04:10Saya akan kembali ke Kementerian Keuangan pada sore hari ini dan akan langsung melihat seperti apa kondisi APBN-nya di
04:19bulan terakhir.
04:21Nanti pasti seperti biasa untuk yang penutupan bulan Agustus akan kita sampaikan kepada teman-teman media.
04:34Kita menjalankan APBN supaya bisa APBN itu menumbuhkan ekonomi masyarakat, APBN itu bisa menstabilkan ekonomi masyarakat.
04:45Saya rasa itu dulu, nanti kita langsung.
04:47Langsung kerja.
04:49Masih terjatuh apa?
04:51Itu tadi keterangan terbaru dari Menteri Keuangan yang baru saja dilantik, Sohasil Nazara.
04:59Salah satunya adalah menjalankan APBN 2027, tujuannya untuk menstabilkan ekonomi negara begitu.
05:06Saya ke Bang Samet, jadi selain karena ini oke lah, resafal ini adalah hak prerogatifnya Prabowo, Presiden Prabowo.
05:16Tapi dari internal Gerindra sendiri, apakah sudah mengetahui bahwa akan ada pergantian ini?
05:22Oh iya, Bang Yasir tentu kita mendapatkan update evaluasi kinerja kementerian secara reguler,
05:33baik dari internal maupun juga dari berbagai lembaga-lembaga yang memberikan approval rating terhadap kinerja setiap kementerian.
05:44Dan Sohasil merupakan mitra kita yang sudah bertahun-tahun mitra praksi Partai Gerindra,
05:53karena beliau pernah menjabat sebagai dirjen, juga sekarang ini kemarin Wakil Menteri Keuangan dan saat ini Menteri Keuangan.
06:03Jadi sosoknya kita mengetahui bahwa sosok yang memang sudah memiliki semestri kerjasama yang baik di sektor otoritas fiskal.
06:13Yang sebelumnya belum ada kemestri atau seperti apa?
06:19Tentu dulu kalau sebelumnya kan dia berada di lembaga lain, di luar kementerian keuangan.
06:29Kalau saat ini memang sosoknya berasal dari dalam dan saya yakin akan bisa bekerja dengan sangat cepat
06:39dalam rangka mengatasi berbagai persoalan yang menurut kami ada beberapa hal yang mendasar.
06:48Baik, seperti yang tadi ya, salah satunya adalah menjalankan APBN 2027 yang disampaikan oleh Sohasil Nazara.
06:54Saya ke Bang Ray.
06:54Bang Ray sendiri melihat sebenarnya dinamika apa yang terjadi,
06:57bacaan Anda ini kalau publik melihatnya kan kok tiba-tiba ini main cue perubaya diganti.
07:06Iya, memang tiba-tiba.
07:08Karena saya kira, kalau dengar-dengar infonya sih karena ada rasa jengkel gitu.
07:13Jadi memang ini resabel karena disebabkan jengkel mungkin.
07:17Jengkel apa tuh Bang Ray?
07:20Iya, info-info tentu ya.
07:22Kalau kebenarannya kita nggak tahu nanti Pak Kaprus lah yang menjelaskannya begitu ya.
07:27Katanya ada semacam permintaan dari MENGEL yang lama.
07:33Ya, yang baru diganti Pak Urbaya terhadap danantara tetap tagian sekitar Rp128.000.000.
07:41Nah, dengar-dengar info itu kemudian ya adalah semacam ketegangan antara danantara dengan Pak Urbaya.
07:49Dan mendengar itu katanya Pak Prabowo tiba-tiba sepulang dari India seperti yang sekarang ini melakukan resabel.
07:59Padahal seperti yang Anda sebutkan tadi tuh, ini rasanya nggak ada angin, nggak ada hujan, nggak ada awan, nggak ada
08:06pelangi, nggak ada apa-apa.
08:07Nah, tiba-tiba diganti gitu.
08:09Padahal kalau kita dengar misalnya di hari tanggal 17 Agustus kemarin,
08:15rencana resabel itu kan nggak menyanggut sampai kepada MENGEL.
08:18Lebih karena ingin mengganti WAMENTAN, lalu WAMENTAN, imigrasi dan pemasrakatan ya.
08:26Tapi malah keduanya malah sampai sore ini ya setau kita nggak diganti.
08:31Belum dicari penggantinya gitu ya.
08:33Nah, tiba-tiba Pak Urbaya justru yang diganti gitu.
08:36Nah, itu yang saya sebut ini kriterianya ini kriteria jengkel gitu.
08:40Pak Prabowo jengkel sama perupaya karena beristikam dengan Danantara, lalu diganti ya.
08:47Ini infonya ya.
08:48Oke, infonya ini langsung kita minta konfirmasi ke Bang Samad ini.
08:52Bener nggak info itu? Atau ada klarifikasi lain, Bang Samad?
08:56Saya kira itu sah-sah saja kalau Bang Rai punya pandangan, kita menghormati beliau sebagai seorang pengamat.
09:04Betapi betapapun demikian memang ada konsolidasi birokrasi di Kementerian Keuangan dalam satu tahun terakhir ini.
09:11Kami menilai masih perlu dikonsolidasi ulang kembali.
09:17Karena beberapa pandangan-pandangan dari eselon satu, eselon duanya terhadap berbagai pernyataan menteri sebelumnya,
09:26kadang-kadang sulit juga mereka untuk menerjemahkan.
09:30Berarti, mohon maaf saya potong, Bang Samad, berarti dari DPR sendiri memang sudah punya keinginan
09:36ataupun juga sudah merasa bahwa Menteri Keuangan yang sebelumnya, Purba, ini memang patut diganti.
09:46Iya, memang soal pergantian itu kewenangan Presiden.
09:50Tetapi sama sekali bukan karena jengkel.
09:53Tapi memang konsolidasi birokrasinya belum selesai selama satu tahun.
09:57Sehingga ada dinamika di Kementerian Keuangan yang kadang-kadang
10:01antara pernyataan di eksternal, di ruang publik, dengan kebijakan itu belum sinkron.
10:09Termasuk mengenai yang Mbak Reh sampaikan, penyetoran depiden dari dan antara masuk ke pos APBN,
10:17kemudian kewajiban APBN untuk pembiayaan kereta cepat Jakarta-Bandung, dan seterusnya.
10:23Dan cukup banyak yang kemudian berimbas terhadap beban APBN atau arah kebijakan yang belum menentu.
10:33Nah ini saya kira bagian daripada evaluasi secara objektif yang dilakukan oleh seorang Presiden,
10:41sehingga memilih sosok yang kami yakin pasar akan jauh lebih friendly dengan Pak Suwa,
10:48lalu kemudian dengan birokrasi, karena ini salah satu kementerian yang organisasinya sangat besar, Bang Yasir.
10:57Jadi sangat besar, jadi lebih dari 10 Direkturat Generalnya atau oleh Solon Satunya.
11:03Jadi sangat besar, belum badan layanan umum yang ada di BLU yang ada di bawah Kemenkiu.
11:09Jadi memang memerlukan sosok leadership yang kuat dan memahami medan di mana dia bertugas.
11:15Dan menurut Anda itu ada di Sohasil Nazara ya, MENQ yang baru dilantik.
11:20Bung Ray, ternyata dibantai, itu bukan karena jengkel, tapi ada salah satu yang disampaikan oleh Bang Samad adalah
11:27memang selama ini komunikasi birokrasinya yang belum selesai, yang dilakukan oleh MENQ yang lama.
11:33Berarti ya, ketidaktilitian Prabowo sejak dari awal, mestinya kan sejak dari awal Pak Prabowo itu punya kriteria-kriteria kan.
11:41Punya seleksi yang cukup kuat lah, apakah orang ini mampu melakukan konsolidasi, apakah orang ini blablablaan.
11:48Nah ini baru satu tahun, lima hari ya, saya tahu saya, Pak Purubaya menjawab, lalu diganti.
11:53Di tengah tidak ada satu isu yang sangat krusial yang kita dengar, yang berkaitan dengan keuangan negara,
11:58kecuali salah satunya adalah kiraikan dolar kan.
12:01Nah, tapi kita tahu juga bahwa Pak Prabowo sebelumnya kan sudah mulai memuji-muji Pak Purubaya gitu.
12:09Jadi kelihatan sekarang salah satu pola menteri yang bakal diganti itu akan dipuji-puji dulu oleh Pak Prabowo.
12:17Nah setelah itu mungkin baru diganti.
12:19Jadi sekarang mungkin kalau ada menteri yang dipuji-puji, hati-hati itu mungkin jadi bakal mau diganti itu.
12:25Ini tanggapan dari, ini pendapat Bung Ray ya.
12:27Nah itu saya nggak punya arduin, saya nggak punya pandangan ya, yang cukup untuk menyatakan bahwa pergantian ini disebabkan oleh
12:34kinerja,
12:35disebabkan oleh misalnya kode etik yang tidak tepat gitu ya, atau disebabkan oleh apa-apalah.
12:42Kecuali ya yang saya dengar itu tadi, ini lebih karena bersifat Pak Prabowo jengkel terhadap Pak Purubaya.
12:49Tapi ini juga mengindikasikan satu hal yang sangat penting menurut saya.
12:54Apa itu?
12:54Jadi itu harus diperhatikan serius juga oleh para pembantu presiden.
12:59Sehingga Bung Ray sendiri melihat.
13:03Sehingga Bung Ray sendiri melihat.
13:05Oke, mohon maaf saya potong Bung Ray.
13:08Bung Ray sehingga Bung Ray yang.
13:09Saya katakan itu ini.
13:10Iya, gimana Bung Ray?
13:13Jadi jangan kelihatan sekarang, jangan coba-coba di kalangan pembantu presiden itu.
13:21Mengutak hati program unggulan presiden gitu loh.
13:24Misalnya MBG, misalnya Koperasi Merakuti, misalnya sekolah rakyat termasuk dan antara.
13:32Dan antara itu kan kebanggaannya Pak Prabowo.
13:34Jadi kalau misalnya ditekan-tekan supaya ada pemilihan dana kepada PPN,
13:41128 triliun dan sebagainya, boleh jadi itu yang membuat Pak Prabowo jengkel kepada Pak Purbaya.
13:46Ini kan program anggalan saya gitu loh.
13:48Jadi menurut Bung Ray, MENQ sebelumnya Purbaya ini tidak mengotak-atik program-program yang sudah menjadi program unggulannya presiden Prabowo.
13:58Sehingga ini jadi salah satu alasan ya, yang Anda sebut jengkel tadi.
14:02Sehingga akhirnya di resafel.
14:04Kalau pertanyaannya, siapa yang sebenarnya akhirnya mendorong agar keputusan resafel ini diambil oleh Prabowo?
14:10Pihak mana?
14:11Politis atau profesional menurut Anda?
14:15Tidak, saya kira murni ini Pak Prabowo ya.
14:18Lagi-lagi setelah kita dengar ya, bahwa ada background soal ketegangan antara Pak Purbaya dengan dana antara itu gitu.
14:26Nah, itu yang saya sebut.
14:27Kelihatan Pak Prabowo ini, tidak suka kalau ada pembantu-pembantunya yang mencoba, katakanlah memperlambat atau mengutahati program-program unggulannya Pak
14:38Prabowo.
14:39Yang kira-kira ada empat tepat lah itu ya, namanya MBK, namanya Aksuara Rakyat, namanya Komerasi Merah Putih, dan yang
14:46terakhirnya lah soal dana antara gitu.
14:48Nah, kebetulan Purbaya bersih tegangnya dengan dana antara, katanya begitu tuh.
14:55Nah, inilah yang boleh jadi membuat Pak Prabowo jengkel.
14:58Loh, ini kan program andalan saya, kok bersih tegang gitu loh kira-kira.
15:02Baik. Komunikasi birokrasi yang belum selesai, Bang Samad yang Anda sampaikan, apakah ini juga yang terjadi antara MENQ sebelumnya Purbaya
15:12dengan Presiden Prabowo terkait dengan dana antara?
15:17Saya gila...
15:19Ke Bang Samad dulu, silahkan.
15:20Silahkan, Bang Samad.
15:21Oke, yang tadi Bang Rai catatan yang sangat bagus, memilih orang harus penuh kehatian-hatian supaya benar-benar istilahnya memilih
15:32orang yang tepat di tempat dan di waktu yang tepat atau di penugasan yang tepat.
15:38Konsolidasi birokrasi yang saya maksudkan, Bang Yassir, memang beberapa hari yang lalu ada pelantikan sejumlah eselon 2, eselon 3,
15:46ada pejabat di Kemenkiu, itu kami juga mendengar kabar kalau ada 1-2 dirjen yang tidak mengetahui tentang hal tersebut.
16:01Jadi memang konsolidasi organisasi di dalam ini yang harus disolidkan kembali, lalu kemudian membangun kepercayaan market, lalu kemudian koordinasi lintas
16:14kementerian dan lembaga.
16:16Yang tadi Bang Rai Soroti, komunikasi di KSSK juga, kita berharap di komite sektor, stabilitas sektor keuangan, di sana ada
16:25OJK, ada LPS, ada Bank Indonesia,
16:29dan koordinatornya adalah Kementerian Keuangan, itu juga memerlukan kerjasama yang erat, antara satu dengan yang lain.
16:37Nah banyak hal yang harus diperangkan oleh seorang Menteri Keuangan, bukan hanya sebagai pendahara negara, tapi lebih dari itu juga
16:46adalah penjaga dari stabilitas sektor keuangan kita, Bang Yassir.
16:50Ini yang akhirnya diharapkan ya, ini yang akhirnya diharapkan penjaga stabilitas keuangan negara, ini yang diharapkan dengan adanya Menteri Keuangan
17:00baru,
17:00menggantikan purbayi, yaitu Sohasil Nazara. Ini yang menjadi harapan kita bersama ya.
17:04Bang Samad, terima kasih. Terima kasih juga, Bang Rai telah bergabung bersama kami di Kompas Petang, telah berbagi informasi dan
17:09perspektifnya.
17:10Salam sehat semuanya.
Komentar