Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa pada Senin sore (14/9/2026). Suahasil menyampaikan arahan khusus Presiden untuk menjaga kredibilitas keuangan negara.

Pergantian Menteri Keuangan tersebut menjadi bagian dari dinamika yang terjadi di Kabinet Merah Putih.

Untuk membahas pergantian Menteri Keuangan dan dinamika Kabinet Merah Putih, KompasTV menghadirkan Juru Bicara Partai Gerindra Kamrussammad dan Direktur Eksekutif Lingkar Madani Ray Rangkuti.

#prabowosubianto #suahasilnazara #purbayayudhisadewa #menterikeuangan #kabinetmerahputih #gerindra

Baca Juga [FULL] Pernyataan Suahasil Usai Resmi Dilantik Prabowo Jadi Menkeu Gantikan Purbaya di https://www.kompas.tv/nasional/690648/full-pernyataan-suahasil-usai-resmi-dilantik-prabowo-jadi-menkeu-gantikan-purbaya

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/690652/full-purbaya-diganti-prabowo-ray-rangkuti-sebut-purbaya-tak-mengikuti-permintaan-kompas-petang
Transkrip
00:02Terima kasih Anda masih menyaksikan Kompas Petang, saya Yasir Neneama.
00:07Presiden Prabowo Subianto mengganti Purbaya Yudi Sadewa sebagai Menteri Keuangan
00:12dan menunjuk Sohasil Nazara sebagai bendahara negara yang baru.
00:20Presiden Prabowo Subianto melantik Sohasil Nazara sebagai Menteri Keuangan
00:24menggantikan Purbaya Yudi Sadewa pada Senin sore.
00:26Usai dilantik Sohasil menjelaskan arahan khusus Presiden
00:30untuk menjaga kredibilitas keuangan negara.
00:36Tadi melantik saya sebagai Menteri Keuangan pada Kabinet Merah Putih
00:41untuk sisa masa jabatan 2024-2029.
00:47Nah tentu ini adalah bentuk kepercayaan dari Bapak Presiden
00:52dan dari negara Republik Indonesia kepada saya
00:54dan saya menyampaikan terima kasih untuk kepercayaan tersebut
00:58dan semoga juga bisa menjalankan amanah yang diberikan oleh Bapak Presiden.
01:04Arahan khusus dari Bapak Presiden adalah untuk menjaga keuangan negara.
01:09Artinya menjaga kesehatannya, menjaga kredibilitas dari keuangan negara tersebut.
01:15Jadi APBN sebagai bagian dari keuangan negara
01:19harus bisa menjalankan program-program prioritas pemerintah
01:24karena itu APBN-nya itu harus sehat.
01:26Selain APBN-nya harus sehat, dia juga harus kredibel.
01:32Presiden Prabowo mengganti perubaya wisadewa
01:36dan menunjuk suah hasil nazara sebagai Menteri Keuangan.
01:39Lalu bagaimana membaca dinamika yang terjadi di Kabinet Merah Putih?
01:43Kita bahas bersama dengan juri bicara Partai Gerindra,
01:46Bang Kamru Samad, dan juga Direktur Eksekutif Lingkar Madani,
01:50Bang Rai Rangkuti yang nanti akan bergabung bersama kami.
01:53Saya sampai dulu Bang Samad. Selamat petang.
01:57Selamat petang, Mas Isan.
02:00Yasir, Bang Samad.
02:01Yasir.
02:02Bang Samad, kalau publik melihatnya ini kok buru-buru banget begitu.
02:07Tapi kalau dari internal Gerindra sendiri, apakah memang sudah terencana, terplanningkah
02:12Presiden Prabowo akan mengganti perubaya dengan suah hasil nazara?
02:19Bang Yasir, pengangkatan dan pemberhentian Menteri
02:24sepenuhnya menjadi hak prerogatif Presiden.
02:28Tentu ada pun alasan sehingga ada pergantian itu yang pasti dalam rangka meningkatkan kinerja.
02:41khususnya di bidang keuangan negara, berkaitan dengan penerimaan negara, berkaitan dengan kualitas belanja negara,
02:52dan juga berkaitan dengan membangun kepercayaan pasar, market, untuk menjaga stabilitas sektor keuangan.
03:03Kami percaya dan meyakini bahwa sosok yang dipilih Presiden ini merupakan sosok yang memahami betul tentang penerimaan negara.
03:16Bang Samad, izin saya potong dulu.
03:18Saya potong dulu, kita dengarkan dulu pernyataan terbaru dari MenQ yang baru dilantik ini.
03:23Terima kasih telah menonton!
03:53RAPBN 2027, itu harus ditata dengan rapi.
03:58Kemudian menyelesaikan APBN tahun 2026.
04:03APBN 2026 yang tersisa bulan September, Oktober, November, dan Desember mesti kita selesaikan dengan baik.
04:10Saya akan kembali ke Kementerian Keuangan pada sore hari ini dan akan langsung melihat seperti apa kondisi APBN-nya di
04:19bulan terakhir.
04:21Nanti pasti seperti biasa untuk yang penutupan bulan Agustus akan kita sampaikan kepada teman-teman media.
04:34Kita menjalankan APBN supaya bisa APBN itu menumbuhkan ekonomi masyarakat, APBN itu bisa menstabilkan ekonomi masyarakat.
04:45Saya rasa itu dulu, nanti kita langsung.
04:47Langsung kerja.
04:49Masih terjatuh apa?
04:51Itu tadi keterangan terbaru dari Menteri Keuangan yang baru saja dilantik, Sohasil Nazara.
04:59Salah satunya adalah menjalankan APBN 2027, tujuannya untuk menstabilkan ekonomi negara begitu.
05:06Saya ke Bang Samet, jadi selain karena ini oke lah, resafal ini adalah hak prerogatifnya Prabowo, Presiden Prabowo.
05:16Tapi dari internal Gerindra sendiri, apakah sudah mengetahui bahwa akan ada pergantian ini?
05:22Oh iya, Bang Yasir tentu kita mendapatkan update evaluasi kinerja kementerian secara reguler,
05:33baik dari internal maupun juga dari berbagai lembaga-lembaga yang memberikan approval rating terhadap kinerja setiap kementerian.
05:44Dan Sohasil merupakan mitra kita yang sudah bertahun-tahun mitra praksi Partai Gerindra,
05:53karena beliau pernah menjabat sebagai dirjen, juga sekarang ini kemarin Wakil Menteri Keuangan dan saat ini Menteri Keuangan.
06:03Jadi sosoknya kita mengetahui bahwa sosok yang memang sudah memiliki semestri kerjasama yang baik di sektor otoritas fiskal.
06:13Yang sebelumnya belum ada kemestri atau seperti apa?
06:19Tentu dulu kalau sebelumnya kan dia berada di lembaga lain, di luar kementerian keuangan.
06:29Kalau saat ini memang sosoknya berasal dari dalam dan saya yakin akan bisa bekerja dengan sangat cepat
06:39dalam rangka mengatasi berbagai persoalan yang menurut kami ada beberapa hal yang mendasar.
06:48Baik, seperti yang tadi ya, salah satunya adalah menjalankan APBN 2027 yang disampaikan oleh Sohasil Nazara.
06:54Saya ke Bang Ray.
06:54Bang Ray sendiri melihat sebenarnya dinamika apa yang terjadi,
06:57bacaan Anda ini kalau publik melihatnya kan kok tiba-tiba ini main cue perubaya diganti.
07:06Iya, memang tiba-tiba.
07:08Karena saya kira, kalau dengar-dengar infonya sih karena ada rasa jengkel gitu.
07:13Jadi memang ini resabel karena disebabkan jengkel mungkin.
07:17Jengkel apa tuh Bang Ray?
07:20Iya, info-info tentu ya.
07:22Kalau kebenarannya kita nggak tahu nanti Pak Kaprus lah yang menjelaskannya begitu ya.
07:27Katanya ada semacam permintaan dari MENGEL yang lama.
07:33Ya, yang baru diganti Pak Urbaya terhadap danantara tetap tagian sekitar Rp128.000.000.
07:41Nah, dengar-dengar info itu kemudian ya adalah semacam ketegangan antara danantara dengan Pak Urbaya.
07:49Dan mendengar itu katanya Pak Prabowo tiba-tiba sepulang dari India seperti yang sekarang ini melakukan resabel.
07:59Padahal seperti yang Anda sebutkan tadi tuh, ini rasanya nggak ada angin, nggak ada hujan, nggak ada awan, nggak ada
08:06pelangi, nggak ada apa-apa.
08:07Nah, tiba-tiba diganti gitu.
08:09Padahal kalau kita dengar misalnya di hari tanggal 17 Agustus kemarin,
08:15rencana resabel itu kan nggak menyanggut sampai kepada MENGEL.
08:18Lebih karena ingin mengganti WAMENTAN, lalu WAMENTAN, imigrasi dan pemasrakatan ya.
08:26Tapi malah keduanya malah sampai sore ini ya setau kita nggak diganti.
08:31Belum dicari penggantinya gitu ya.
08:33Nah, tiba-tiba Pak Urbaya justru yang diganti gitu.
08:36Nah, itu yang saya sebut ini kriterianya ini kriteria jengkel gitu.
08:40Pak Prabowo jengkel sama perupaya karena beristikam dengan Danantara, lalu diganti ya.
08:47Ini infonya ya.
08:48Oke, infonya ini langsung kita minta konfirmasi ke Bang Samad ini.
08:52Bener nggak info itu? Atau ada klarifikasi lain, Bang Samad?
08:56Saya kira itu sah-sah saja kalau Bang Rai punya pandangan, kita menghormati beliau sebagai seorang pengamat.
09:04Betapi betapapun demikian memang ada konsolidasi birokrasi di Kementerian Keuangan dalam satu tahun terakhir ini.
09:11Kami menilai masih perlu dikonsolidasi ulang kembali.
09:17Karena beberapa pandangan-pandangan dari eselon satu, eselon duanya terhadap berbagai pernyataan menteri sebelumnya,
09:26kadang-kadang sulit juga mereka untuk menerjemahkan.
09:30Berarti, mohon maaf saya potong, Bang Samad, berarti dari DPR sendiri memang sudah punya keinginan
09:36ataupun juga sudah merasa bahwa Menteri Keuangan yang sebelumnya, Purba, ini memang patut diganti.
09:46Iya, memang soal pergantian itu kewenangan Presiden.
09:50Tetapi sama sekali bukan karena jengkel.
09:53Tapi memang konsolidasi birokrasinya belum selesai selama satu tahun.
09:57Sehingga ada dinamika di Kementerian Keuangan yang kadang-kadang
10:01antara pernyataan di eksternal, di ruang publik, dengan kebijakan itu belum sinkron.
10:09Termasuk mengenai yang Mbak Reh sampaikan, penyetoran depiden dari dan antara masuk ke pos APBN,
10:17kemudian kewajiban APBN untuk pembiayaan kereta cepat Jakarta-Bandung, dan seterusnya.
10:23Dan cukup banyak yang kemudian berimbas terhadap beban APBN atau arah kebijakan yang belum menentu.
10:33Nah ini saya kira bagian daripada evaluasi secara objektif yang dilakukan oleh seorang Presiden,
10:41sehingga memilih sosok yang kami yakin pasar akan jauh lebih friendly dengan Pak Suwa,
10:48lalu kemudian dengan birokrasi, karena ini salah satu kementerian yang organisasinya sangat besar, Bang Yasir.
10:57Jadi sangat besar, jadi lebih dari 10 Direkturat Generalnya atau oleh Solon Satunya.
11:03Jadi sangat besar, belum badan layanan umum yang ada di BLU yang ada di bawah Kemenkiu.
11:09Jadi memang memerlukan sosok leadership yang kuat dan memahami medan di mana dia bertugas.
11:15Dan menurut Anda itu ada di Sohasil Nazara ya, MENQ yang baru dilantik.
11:20Bung Ray, ternyata dibantai, itu bukan karena jengkel, tapi ada salah satu yang disampaikan oleh Bang Samad adalah
11:27memang selama ini komunikasi birokrasinya yang belum selesai, yang dilakukan oleh MENQ yang lama.
11:33Berarti ya, ketidaktilitian Prabowo sejak dari awal, mestinya kan sejak dari awal Pak Prabowo itu punya kriteria-kriteria kan.
11:41Punya seleksi yang cukup kuat lah, apakah orang ini mampu melakukan konsolidasi, apakah orang ini blablablaan.
11:48Nah ini baru satu tahun, lima hari ya, saya tahu saya, Pak Purubaya menjawab, lalu diganti.
11:53Di tengah tidak ada satu isu yang sangat krusial yang kita dengar, yang berkaitan dengan keuangan negara,
11:58kecuali salah satunya adalah kiraikan dolar kan.
12:01Nah, tapi kita tahu juga bahwa Pak Prabowo sebelumnya kan sudah mulai memuji-muji Pak Purubaya gitu.
12:09Jadi kelihatan sekarang salah satu pola menteri yang bakal diganti itu akan dipuji-puji dulu oleh Pak Prabowo.
12:17Nah setelah itu mungkin baru diganti.
12:19Jadi sekarang mungkin kalau ada menteri yang dipuji-puji, hati-hati itu mungkin jadi bakal mau diganti itu.
12:25Ini tanggapan dari, ini pendapat Bung Ray ya.
12:27Nah itu saya nggak punya arduin, saya nggak punya pandangan ya, yang cukup untuk menyatakan bahwa pergantian ini disebabkan oleh
12:34kinerja,
12:35disebabkan oleh misalnya kode etik yang tidak tepat gitu ya, atau disebabkan oleh apa-apalah.
12:42Kecuali ya yang saya dengar itu tadi, ini lebih karena bersifat Pak Prabowo jengkel terhadap Pak Purubaya.
12:49Tapi ini juga mengindikasikan satu hal yang sangat penting menurut saya.
12:54Apa itu?
12:54Jadi itu harus diperhatikan serius juga oleh para pembantu presiden.
12:59Sehingga Bung Ray sendiri melihat.
13:03Sehingga Bung Ray sendiri melihat.
13:05Oke, mohon maaf saya potong Bung Ray.
13:08Bung Ray sehingga Bung Ray yang.
13:09Saya katakan itu ini.
13:10Iya, gimana Bung Ray?
13:13Jadi jangan kelihatan sekarang, jangan coba-coba di kalangan pembantu presiden itu.
13:21Mengutak hati program unggulan presiden gitu loh.
13:24Misalnya MBG, misalnya Koperasi Merakuti, misalnya sekolah rakyat termasuk dan antara.
13:32Dan antara itu kan kebanggaannya Pak Prabowo.
13:34Jadi kalau misalnya ditekan-tekan supaya ada pemilihan dana kepada PPN,
13:41128 triliun dan sebagainya, boleh jadi itu yang membuat Pak Prabowo jengkel kepada Pak Purbaya.
13:46Ini kan program anggalan saya gitu loh.
13:48Jadi menurut Bung Ray, MENQ sebelumnya Purbaya ini tidak mengotak-atik program-program yang sudah menjadi program unggulannya presiden Prabowo.
13:58Sehingga ini jadi salah satu alasan ya, yang Anda sebut jengkel tadi.
14:02Sehingga akhirnya di resafel.
14:04Kalau pertanyaannya, siapa yang sebenarnya akhirnya mendorong agar keputusan resafel ini diambil oleh Prabowo?
14:10Pihak mana?
14:11Politis atau profesional menurut Anda?
14:15Tidak, saya kira murni ini Pak Prabowo ya.
14:18Lagi-lagi setelah kita dengar ya, bahwa ada background soal ketegangan antara Pak Purbaya dengan dana antara itu gitu.
14:26Nah, itu yang saya sebut.
14:27Kelihatan Pak Prabowo ini, tidak suka kalau ada pembantu-pembantunya yang mencoba, katakanlah memperlambat atau mengutahati program-program unggulannya Pak
14:38Prabowo.
14:39Yang kira-kira ada empat tepat lah itu ya, namanya MBK, namanya Aksuara Rakyat, namanya Komerasi Merah Putih, dan yang
14:46terakhirnya lah soal dana antara gitu.
14:48Nah, kebetulan Purbaya bersih tegangnya dengan dana antara, katanya begitu tuh.
14:55Nah, inilah yang boleh jadi membuat Pak Prabowo jengkel.
14:58Loh, ini kan program andalan saya, kok bersih tegang gitu loh kira-kira.
15:02Baik. Komunikasi birokrasi yang belum selesai, Bang Samad yang Anda sampaikan, apakah ini juga yang terjadi antara MENQ sebelumnya Purbaya
15:12dengan Presiden Prabowo terkait dengan dana antara?
15:17Saya gila...
15:19Ke Bang Samad dulu, silahkan.
15:20Silahkan, Bang Samad.
15:21Oke, yang tadi Bang Rai catatan yang sangat bagus, memilih orang harus penuh kehatian-hatian supaya benar-benar istilahnya memilih
15:32orang yang tepat di tempat dan di waktu yang tepat atau di penugasan yang tepat.
15:38Konsolidasi birokrasi yang saya maksudkan, Bang Yassir, memang beberapa hari yang lalu ada pelantikan sejumlah eselon 2, eselon 3,
15:46ada pejabat di Kemenkiu, itu kami juga mendengar kabar kalau ada 1-2 dirjen yang tidak mengetahui tentang hal tersebut.
16:01Jadi memang konsolidasi organisasi di dalam ini yang harus disolidkan kembali, lalu kemudian membangun kepercayaan market, lalu kemudian koordinasi lintas
16:14kementerian dan lembaga.
16:16Yang tadi Bang Rai Soroti, komunikasi di KSSK juga, kita berharap di komite sektor, stabilitas sektor keuangan, di sana ada
16:25OJK, ada LPS, ada Bank Indonesia,
16:29dan koordinatornya adalah Kementerian Keuangan, itu juga memerlukan kerjasama yang erat, antara satu dengan yang lain.
16:37Nah banyak hal yang harus diperangkan oleh seorang Menteri Keuangan, bukan hanya sebagai pendahara negara, tapi lebih dari itu juga
16:46adalah penjaga dari stabilitas sektor keuangan kita, Bang Yassir.
16:50Ini yang akhirnya diharapkan ya, ini yang akhirnya diharapkan penjaga stabilitas keuangan negara, ini yang diharapkan dengan adanya Menteri Keuangan
17:00baru,
17:00menggantikan purbayi, yaitu Sohasil Nazara. Ini yang menjadi harapan kita bersama ya.
17:04Bang Samad, terima kasih. Terima kasih juga, Bang Rai telah bergabung bersama kami di Kompas Petang, telah berbagi informasi dan
17:09perspektifnya.
17:10Salam sehat semuanya.
Komentar

Dianjurkan