Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV Kebakaran menghanguskan sedikitnya 11 rumah panggung di Desa Sanrangeng, Kecamatan Dua Boccoe, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Satu orang warga meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.

Kobaran api dengan cepat membesar dan merambat ke rumah warga yang mayoritas terbuat dari material kayu. Embusan angin yang cukup kencang membuat api sulit dikendalikan hingga melahap sejumlah rumah.

Sebanyak sembilan rumah dilaporkan ludes terbakar hingga rata dengan tanah, sementara dua rumah lainnya mengalami kerusakan akibat kobaran api. Warga berusaha menyelamatkan barang-barang berharga sebelum api semakin membesar.

Petugas pemadam kebakaran bersama warga berjibaku memadamkan api dan melakukan pendinginan. Petugas masih disiagakan untuk memastikan tidak ada titik api yang dapat memicu kebakaran susulan.

Korban meninggal diketahui bernama Hasan, laki-laki berusia sekitar 40 tahun. Hingga kini, penyebab kebakaran masih diselidiki polisi. Petugas bersama pemerintah setempat juga melakukan pendataan jumlah warga yang kehilangan tempat tinggal dan kerugian material.

#kebakaran #bone #sulawesiselatan #rumahterbakar #damkar #sanrangeng

Baca Juga Kapal Virgo Transport 8 Hilang Kontak di Laut Jawa Bawa 243 Orang, 103 di Antaranya Telah Dievakuasi di https://www.kompas.tv/nasional/690424/kapal-virgo-transport-8-hilang-kontak-di-laut-jawa-bawa-243-orang-103-di-antaranya-telah-dievakuasi

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/690434/kobaran-api-lahap-11-rumah-panggung-di-bone-1-warga-meninggal-dunia-jurnal-nusantara
Transkrip
00:00Musibah kebakaran menghanguskan 11 rumah panggung di desa San Rangeng, Kabupaten Boneh, Sulawesi Selatan.
00:07Satu orang meninggal dalam peristiwa ini.
00:13Embusan angin membuat api sulit dikendalikan dan merambat kebelasan rumah warga.
00:19Warga berusaha menyelamatkan barang-barang berharga dari dalam rumah dan total ada 11 rumah panggung terdampak kebakaran.
00:27Satu orang warga tewas penyebab kebakaran masih diselidiki polisi.
Komentar

Dianjurkan